Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 96


فَالِقُ الۡاِصۡبَاحِ ۚ وَ جَعَلَ الَّیۡلَ سَکَنًا وَّ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ حُسۡبَانًا ؕ ذٰلِکَ تَقۡدِیۡرُ الۡعَزِیۡزِ الۡعَلِیۡمِ
Faaliqu-ishbaahi waja’alallaila sakanan wasy-syamsa wal qamara husbaanan dzalika taqdiirul ‘aziizil ‘aliim(i);

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan.
Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
―QS. 6:96
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan malam dan siang ▪ Menafikan sifat kantuk dan tidur pada Allah
6:96, 6 96, 6-96, Al An ‘aam 96, AlAnaam 96, Al Anaam 96, Al Anam 96, AlAnam 96, Al An’am 96
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 96. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala menyuruh manusia agar supaya memperhatikan perputaran waktu yang disebabkan oleh peredaran benda-benda langit yang berlaku menurut hukum sebab dan akibat pula.
Allah subhanahu wa ta'ala mengajak manusia memperhatikan alam terbuka yang dapat dilihat sehari-hari.
Allah menyingsingkan cahaya pagi yang menghapus kegelapan malam.
Cahaya itu tampak di ufuk langit bagian timur sesudah terbitnya matahari sehingga dunia tampak bercahaya terang.
Keadaan ini mereka alami di saat-saat mereka melakukan segala macam kegiatan untuk keperluan hidup mereka Dan sebagai kebalikan dari suasana tersebut Allah subhanahu wa ta'ala mengajak manusia untuk memperhatikan keadaan malam yang pekat.
Allah menciptakan malam untuk beristirahat setelah mereka penat karena bekerja di siang hari.
Keadaan ini digambarkan sebagai suasana ketenangan.
Suasana yang silih berganti antara siang dan malam suatu keadaan yang mempunyai persamaan dengan perputaran hidup, agar mereka mempunyai pandangan hidup yang lebih luas.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan sebab-sebab yang mengubah suasana siang menjadi malam yaitu matahari yang beredar menurut waktu-waktu yang telah ditentukan.
Dan sebagai bandingannya disebutkan bulan yang tampak cemerlang di waktu malam, baik matahari ataupun bulan beredar di angkasa raya menurut garis edarnya secara teratur dan tertentu.

Allah menyebutkan matahari dan bulan karena kedua benda langit itulah yang paling menonjol di antara benda-benda langit yang lain, yang secara umum manusia dapat memahami secara mudah kapan matahari dan bulan itu terbit dan kapan benda langit itu terbenam, dengan maksud agar manusia dapat memahami bahwa tiap-tiap kehidupan didahului oleh tiada dan akan kembali kepada tiada.
Mengenai peredaran matahari dan bulan ini Allah menjelaskan selanjutnya dengan firman Nya:

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
(Q.S Yunus: 10)

Di dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tiga macam nikmat Nya yang dapat dinikmati secara langsung oleh manusia yaitu nikmat yang diperoleh mereka tanpa usaha, nikmat cahaya pagi, nikmat ketenangan malam dan nikmat sinar matahari dan bulan agar manusia secara menyeluruh dapat memahami rahmat Allah yang menyeluruh bagi semua makhluk Nya.

Pada akhir ayat Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa penciptaan yang sangat tinggi nilainya itu, adalah ketentuan Allah sesuai dengan keluasan ilmu Nya kebesaran kekuasaan dan ketinggian hikmah Nya.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala -sesuatu menurut ukuran
(Q.S Al Qamar: 49)

Al An 'aam (6) ayat 96 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 96 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 96 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah yang memecahkan keremangan pagi dengan munculnya cahaya siang, agar makhluk hidup bergegas mencari penghidupan masing-masing.
Dia juga yang menciptakan malam sebagai waktu istirahat dan ketenangan jiwa dan raga.
Dia juga menjadikan peredaran bulan dan matahari dengan sistem yang sangat teratur rapi.
Dengan peredaran bulan dan matahari itu dapat diketahui waktu untuk beribadat dan bermuamalat.
Itulah sistem yang sangat sempurna dan akurat, yang diatur oleh Zat yang Mahakuasa, yang mengetahui segala apa yang terjadi di seluruh alam raya[1].

[1] Peredaran matahari mengilhami perhitungan hari dan tahun.
Sedang peredaran bulan mengilhami perhitungan bulan.
(Lihat juga catatan kaki tafsir ayat 189, surat al-Baqarah).

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia menyingsingkan pagi) mashdar yang bermakna isim yakni subuh atau pagi hari, artinya Allahlah yang menyingsingkan sinar pagi, yaitu cahaya yang tampak di permulaan pagi hari mengusir kegelapan malam hari (dan menjadikan malam untuk beristirahat) waktu semua makhluk beristirahat dari kepenatannya (dan menjadikan matahari dan bulan) dibaca nashab diathafkan kepada Lafal lail secara makna (untuk perhitungan) untuk ukuran perhitungan waktu, atau dengan tanpa huruf ba atau hisaaban, maka menjadi hal bagi Lafal yang tersimpan.
Artinya matahari dan bulan itu beredar menurut perhitungannya sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat surah Ar-Rahman.
(Itulah) yang telah tersebut itu (ketentuan Allah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Mengetahui) seluk-beluk makhluk-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah yang mengeluarkan cahaya pagi dari kegelapan malam, menjadikan malam sebagai waktu yang tenang.
Siapa yang merasa lelah di siang hari akan mengambil istirahatnya di waktu malam.
Dia menjadikan matahari dan rembulan beredar pada porosnya dengan perhitungan yang ditentukan dengan rapi, tidak berubah dan tidak kacau.
Itulah perhitungan Allah yang Mahaperkasa dengan kekuasaan-Nya yang kokoh, Maha Mengetahui kemaslahatan-kemaslahatan hamba-Nya dan mengatur urusan-urusan mereka.
Al-Aziz dan Al-Alim termasuk nama-nama Allah yang husna yang menetapkan kesempurnaan ilmu dan keperkasaan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk ber­istirahat.

Artinya, Dialah yang menciptakan cahaya dan kegelapan, seperti yang disebutkan di awal surat:

dan mengadakan gelap dan terang.
(Al An'am:1)

Yaitu Dia Yang Mahasuci menyingsingkan gelapnya malam hari pada pagi hari, sehingga alam menjadi terang, dan cakrawala tampak terang-benderang.
Gelapnya malam hari hilang berangsur-angsur dan pergi membawa kegelapannya, lalu datanglah siang hari dengan sinarnya yang terang.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya yang lain:

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.
(Al A'raf:54)

Allah subhanahu wa ta'ala.
menjelaskan kekuasaan-Nya dalam menciptakan berbagai macam hal yang bertentangan lagi berbeda-beda, semuanya itu menunjukkan kesempurnaan kebesaran yang dimiliki-Nya dan kebesaran kekuasaan-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan: Dia menyingsingkan pagi.
(Al An'am:96) Dan yang bertentangan dengan itu disebutkan oleh firman-Nya: dan menjadikan malam untuk beristirahat.
(Al An'am:96)

Yakni sunyi lagi gelap agar segala sesuatu dapat beristirahat padanya, seperti yang disebutkan di dalam firman-firman yang lain:

Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
(Adh-Dhuha: 1-2)

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang-benderang.
(Al-Lail: 1-2)

dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila me­nutupinya.
(Asy-Syams: 3-4)

Suhaib Ar-Rumi berkata kepada istrinya yang baru saja mencelanya karena banyak begadang di malam hari, "Sesungguhnya Allah menjadikan malam hari untuk beristirahat, kecuali bagi Suhaib.
Sesungguh­nya Suhaib apabila ingat akan surga, maka rasa rindunya memanjang, dan apabila ingat akan neraka, maka terusirlah rasa kantuknya."

Demi­kianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah :

...dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan.

Yakni keduanya beredar menurut perhitungan yang pasti rapi, tidak berubah dan tidak kacau, melainkan masing-masing dari keduanya mempunyai garis edar yang ditempuh oleh masing-masing dalam musim panas dan musim dinginnya.
Sebagai akibat dari hal tersebut, maka berbeda-bedalah panjang dan pendek malam dan siang hari.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (garis-garis edar) bagi perjalanan bulan itu.
(Yunus:5), hingga akhir ayat.

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang.
Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
(Yaa Siin:40)

dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
(Al A'raf:54)

Firman Allah :

Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.

Artinya, semuanya beredar berdasarkan pengaturan dari Tuhan Yang Mahaperkasa, tanpa membangkang dan tanpa menentang, lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.
Maka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya barang sebesar zarrah pun, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
Dalam Al-Qur'an —apabila Allah menyebutkan tentang penciptaan malam, siang, matahari, dan bulan— sering kali diakhiri dengan penyebutan sifat perkasa dan sifat mengetahui, seperti yang terdapat dalam ayat ini (Al An'am:96), juga ayat lain, yaitu:

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu.
maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya.
Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
(Yaa Siin:37-38)

Demikian pula ketika Dia menyebutkan perihal penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada pada keduanya, yaitu pada permulaan surat Hamim Sajdah:

Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
(Al Fushilat:12)

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 96 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 96



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ quran surat 6:96, surat al an nam 1_2 ayat 96