QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 95 [QS. 6:95]

اِنَّ اللّٰہَ فَالِقُ الۡحَبِّ وَ النَّوٰی ؕ یُخۡرِجُ الۡحَیَّ مِنَ الۡمَیِّتِ وَ مُخۡرِجُ الۡمَیِّتِ مِنَ الۡحَیِّ ؕ ذٰلِکُمُ اللّٰہُ فَاَنّٰی تُؤۡفَکُوۡنَ
Innallaha faaliqul habbi wannawa yukhrijul hai-ya minal mai-yiti wamukhrijul mai-yiti minal hai-yi dzalikumullahu fa-anna tu’fakuun(a);

Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma).
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.
Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
―QS. 6:95
Topik ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
6:95, 6 95, 6-95, Al An ‘aam 95, AlAnaam 95, Al Anaam 95, Al Anam 95, AlAnam 95, Al An’am 95
English Translation - Sahih International
Indeed, Allah is the cleaver of grain and date seeds.
He brings the living out of the dead and brings the dead out of the living.
That is Allah;
so how are you deluded?
―QS. 6:95

 

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 95

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 95. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa semua kehidupan terjadi karena adanya Pencipta kehidupan, yaitu Allah.
Allah mengembang biakkan segala macam tumbuh-tumbuhan dari benih-benih kehidupan, baik yang berbentuk butiran-butiran ataupun biji-bijian.
Diwujudkan demikian adalah dengan maksud agar mudah dipahami oleh manusia, sesuai dengan pengetahuan mereka secara umum;
termasuk pula segala jenis kehidupan yang oleh ilmu pengetahuan digolongkan pada tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan spora atau dengan pembelahan sel yang hanya dapat diketahui oleh orang-orang tertentu.
Kesemuanya itu berkembang biak menurut hukum sebab dan akibat yang telah ditentukan oleh Allah.

Uraian ilmiah tentang ayat ini adalah sebagai berikut:
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, merupakan siklus kehidupan (life cycle) dari semua makhluk hidup atau living organisms (sering hanya ditulis organisms), utamanya dari jenis makhluk tingkat tinggi, seperti manusia, hewan ataupun tumbuhan.
Jika berbicara tentang tanaman/tumbuhan, maka kalimat ‘mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengisyaratkan bahwa tanaman (yang hidup itu) keluar dari biji-biji yang ditanam.
Biji-biji ini dapat ‘dianggap sesuatu yang mati.
Sebab jika tidak menemukan kondisi yang sesuai, ia tetap merupakan benda ‘mati.
Sedangkan ‘mengeluarkan yang mati dari yang hidup, mengisyaratkan bahwa biji-biji (yang mati itu) keluar atau dihasilkan oleh tanaman (yang hidup).
Siklus kehidupan organisma merupakan proses metabolisme yang terjadi pada semua makhluk hidup;
dan dikendalikan oleh sistem gen yang kompleks.
Inilah yang merupakan kekuasaan atau ayat Allah.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa yang menciptakan segala-galanya mempunyai sifat yang Mahasempurna yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas dan mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, yaitu Allah.
Dengan demikian, hanya Allah yang seharusnya disembah, dan tidak boleh disekutukan dengan yang lain.

Allah mencela orang-orang musyrik, mengapa mereka menyimpang dari ibadah yang benar yaitu menyimpang dari agama tauhid menuju penyembahan tuhan selain Allah, padahal kalau mereka mau memperhatikan kejadian alam semesta ini, niscaya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu adalah perbuatan yang tidak benar.





URL singkat: risalahmuslim.id/6-95







6:95, 6 95, 6-95, Al An ‘aam 95, tafsir surat AlAnaam 95, Al Anaam 95, Al Anam 95, AlAnam 95, Al An’am 95

▪ qs 6:95


Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta