Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 91 [QS. 6:91]

وَ مَا قَدَرُوا اللّٰہَ حَقَّ قَدۡرِہٖۤ اِذۡ قَالُوۡا مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰہُ عَلٰی بَشَرٍ مِّنۡ شَیۡءٍ ؕ قُلۡ مَنۡ اَنۡزَلَ الۡکِتٰبَ الَّذِیۡ جَآءَ بِہٖ مُوۡسٰی نُوۡرًا وَّ ہُدًی لِّلنَّاسِ تَجۡعَلُوۡنَہٗ قَرَاطِیۡسَ تُبۡدُوۡنَہَا وَ تُخۡفُوۡنَ کَثِیۡرًا ۚ وَ عُلِّمۡتُمۡ مَّا لَمۡ تَعۡلَمُوۡۤا اَنۡتُمۡ وَ لَاۤ اٰبَآؤُکُمۡ ؕ قُلِ اللّٰہُ ۙ ثُمَّ ذَرۡہُمۡ فِیۡ خَوۡضِہِمۡ یَلۡعَبُوۡنَ
Wamaa qadaruullaha haqqa qadrihi idz qaaluuu maa anzalallahu ‘ala basyarin min syai-in qul man anzalal kitaabal-ladzii jaa-a bihi muusa nuuran wahudan li-nnaasi taj’aluunahu qaraathiisa tubduunahaa watukhfuuna katsiiran wa’ullimtum maa lam ta’lamuu antum walaa aabaa’ukum qulillahu tsumma dzarhum fii khaudhihim yal’abuun(a);
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata,
“Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.”
Katakanlah (Muhammad),
“Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.”
Katakanlah,
“Allah-lah (yang menurunkannya),”
kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
―QS. Al An ‘aam [6]: 91

Daftar isi

And they did not appraise Allah with true appraisal when they said,
"Allah did not reveal to a human being anything."
Say,
"Who revealed the Scripture that Moses brought as light and guidance to the people?
You (Jews) make it into pages, disclosing (some of) it and concealing much.
And you were taught that which you knew not – neither you nor your fathers."
Say,
"Allah (revealed it)."
Then leave them in their (empty) discourse, amusing themselves.
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 91]

وَمَا dan tidak

And not
قَدَرُوا۟ mereka menghormati

they appraised
ٱللَّهَ Allah

Allah
حَقَّ sebenarnya/semestinya

(with) true
قَدْرِهِۦٓ penghormatan

[of his] appraisal
إِذْ ketika

when
قَالُوا۟ mereka berkata

they said,
مَآ tidak

"Not
أَنزَلَ menurunkan

revealed
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
عَلَىٰ atas

on
بَشَرٍ manusia

a human being
مِّن dari

[of]
شَىْءٍ sesuatu

anything."
قُلْ katakanlah

Say,
مَنْ siapa

"Who
أَنزَلَ menurunkan

revealed
ٱلْكِتَٰبَ kitab

the Book
ٱلَّذِى yang

which
جَآءَ datang (dibawa)

brought
بِهِۦ dengannya

[it]
مُوسَىٰ Musa

نُورًا cahaya

(as) a light
وَهُدًى dan petunjuk

and guidance
لِّلنَّاسِ bagi manusia

for the people?
تَجْعَلُونَهُۥ kamu jadikannya (kitab itu)

You make it
قَرَاطِيسَ lembaran-lembaran kertas

(into) parchments,
تُبْدُونَهَا kamu perlihatkannya

you disclose (some of) it
وَتُخْفُونَ dan kamu sembunyikan

and you conceal
كَثِيرًا kebanyakan/sebagian besar

much (of it).

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:91

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 91. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi telah menyimpang dari agama tauhid dan tidak mengikuti ajaran agama mereka dan telah mengkhianatinya.
Gejala-gejala itu nampak pada sikap mereka.

Mereka tidak menghormati keagungan Allah dengan penghormatan yang seharusnya diberikan.
Mereka mengatakan bahwa Allah tidak menurunkan kitab kepada seorang manusia pun.

Perkataan mereka adalah bukti dari keingkaran mereka kepada Alquran.
Hal ini berarti mereka tidak mengakui bahwa Allah berkuasa memberikan hidayah kepada manusia selain mereka, untuk kemaslahatan manusia sesuai dengan kehendak-Nya.


Keingkaran mereka terhadap Alquran itu bukanlah timbul dari pikiran yang jernih, dan bukan pula mereka peroleh keterangannya dari kitabkitab yang diturunkan sebelum Alquran akan tetapi keingkaran mereka itu adalah keingkaran yang tidak pada tempatnya.
Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kepada Muhammad agar menerangkan kepada kaumnya yang ingkar itu, agar mereka ingat bahwa Allah telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa.

Dengan kitab itu Nabi Musa membawa kaumnya kepada agama tauhid dan terhindar dari kemusyrikan.


Allah mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh Bani Israil yang telah menyimpang dari kitab Taurat dan Injil.

Mereka menyampaikan kitabkitab itu tidak seutuhnya, ada bagian-bagian yang disampaikan dan ada bagian yang disembunyikan, sehingga timbullah perbedaan paham di kalangan mereka.
Sebabnya tidak lain karena mereka dipengaruhi oleh pemimpin yang menyuruh mereka memperturutkan hawa nafsu, bahkan dalam hal menyelesaikan persengketaan, mereka menampakkan hukumhukum yang terdapat dalam Taurat itu apabila hukum itu sesuai dengan keinginan mereka.

Tetapi apabila hukum itu bertentangan dengan kehendaknya, hukum itu ditinggalkan.
Di antara ketetapan hukum yang mereka sembunyikan itu ialah hukum rajam, dan berita tentang kedatangan Nabi Muhammad.


Tujuan dari diungkapkannya kembali kejahatan nenek moyang mereka adalah untuk mengetuk hati mereka, agar mereka dapat menilai kenyataan yang sebenarnya dan mengakui kebenaran Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.


Allah menyerukan kepada orang-orang musyrik agar menerima ajaran wahyu yang disampaikan Allah kepada Muhammad.
Kitab itu mengandung ajaran yang membukakan tabir rahasia, yang tidak diketahui oleh mereka sendiri dan oleh nenek moyang mereka.


Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa pernyataan mereka yang menyebutkan Allah tidak menurunkan kitab kepada manusia, adalah tidak benar, dan menyuruhnya menanyakan kepada mereka, siapakah yang menurunkan Taurat kepada Musa.
Pernyataan yang tegas ini merupakan tantangan bagi perkataan mereka.


Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya bahwa setelah mereka mendapat keterangan-keterangan yang telah terbukti kebenarannya itu, tetapi mereka masih tetap tidak mau menyadari dan tidak mau percaya juga akan kebenaran Alquran, agar membiarkan mereka dalam kesesatan ditelan arus kebatilan dan kekafiran.

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 91. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang kafir itu tidak memandang Allah, kasih sayang, dan kebijaksanaan-Nya sebagaimana mestinya, karena mereka mengingkari akan diturunkannya kerasulan kepada salah seorang di antara manusia.
Wahai Nabi, tanyakan kepada orang-orang musyrik dan sekutu mereka dari orang-orang Yahudi,
"Siapa yang menurunkan kitab yang dibawa Musa, yang bagaikan cahaya yang menyinari, dan hidayah yang membimbing?
Kitab yang kalian tulis pada lembaran-lembaran kertas yang terpisah-pisah, kalian perlihatkan bagian yang sesuai dengan hawa nafsu, dan kalian sembunyikan banyak bagian yang bisa membawa kalian untuk mempercayai Alquran.


Juga kitab yang darinya kalian banyak mengetahui hal-hal yang sebelumnya kalian dan bapak-bapak kalian tidak mengetahuinya."
Jawablah, wahai Nabi, dengan mengatakan,
"Allahlah yang menurunkan Tawrat. "
Lalu biarkanlah mereka berlalu dalam kesesatan dan bermain-main seperti anak kecil.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang musyrikin itu tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, karena mereka mengingkari bahwa Allah telah menurunkan sesuatu dari wahyu-Nya kepada manusia.
Katakan kepada mereka wahai Rasul,
"Bila perkaranya sebagaimana yang kalian klaim, lalu siapa yang menurunkan kitab yang dihadirkan oleh Musa kepada kaumnya sebagai cahaya dan hidayah bagi manusia?"
-Kemudian pembicaraan ditujukan kepada orang-orang Yahudi sebagai celaan kepada mereka- seraya kalian menulis kitab itu di kertas yang beragam, lalu kalian menampakkan sebagian darinya dan menyembunyikan sebagian yang lainnya.


Di antara yang kalian sembunyikan adalah sifat Muhammad dan kenabiannya.
Allah mengajar kalian wahai orang-orang Arab dengan Alquran yang Dia turunkan kepada kalian.


Di dalamnya terdapat berita tentang orang-orang sebelum dan orang-orang sesudah kalian serta apa yang akan terjadi setelah kematian kalian, di mana kalian dan nenek moyang kalian tidak mengetahuinya sebelumnya.
Katakan:
Allah-lah yang menurunkannya kemudian tinggalkan orang-orang itu berbicara dan berbincang dalam kebatilan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka tidak menghormati) orang-orang Yahudi itu


(Allah dengan penghormatan yang semestinya) artinya mereka sama sekali tidak mengagungkan-Nya dengan pengagungan yang seharusnya, atau mereka tidak mengetahui-Nya dengan pengetahuan yang semestinya


(di kala mereka mengatakan) kepada Nabi ﷺ, yaitu sewaktu mereka mendebat Nabi ﷺ dalam masalah Alquran


("Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia."
Katakanlah,) kepada mereka


("Siapakah yang menurunkan kitab Taurat yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu) dengan memakai ya dan ta pada tiga tempat


(lembaran-lembaran kertas) kamu menuliskannya pada lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai


(kamu perlihatkan sebagiannya) kamu tidak suka menampakkan kesemua isinya


(dan kamu sembunyikan sebagian besarnya) sebagian besar dari apa yang terdapat di dalam kandungannya, seperti mengenai ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ


(padahal telah diajarkan kepadamu) hai orang-orang Yahudi di dalam Alquran


(apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahuinya?") karena tidak terdapat di dalam kitab Taurat, maka hal itu membuat kamu ragu dan berselisih paham tentang Taurat antara sesamamu.


(Katakanlah,
"Allahlah") yang menurunkannya, jika mereka tidak mengatakannya, maka tidak ada jawaban lain kecuali jawaban itu


(kemudian biarkanlah mereka di dalam kesibukan mereka) dalam kebatilan mereka


(bermain-main).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman, bahwa mereka sama sekali tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya karena mereka mendustakan rasulrasul-Nya yang ditujukan kepada mereka.

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Abdullah ibnu Kasir mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Quraisy.
Kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.
Pendapat lain mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan kaum Yahudi.
Menurut pendapat yang lainnya, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Fanhas, salah seorang lelaki kaum Yahudi.
Sedangkan menurut pendapat yang lainnya lagi, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Malik Ibnus Saif.

…mereka berkata,
"Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia."


Pendapat pertama adalah pendapat paling sahih, mengingat ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan orang-orang Yahudi tidak mengingkari adanya penurunan kitabkitab dari langit.
Tetapi orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab dahulu mengingkari kerasulan Nabi Muhammad ﷺ karena beliau seorang manusia, seperti yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka,
"Berilah peringatan kepada manusia!"
(QS. Yunus [10]: 2)


Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka,
"Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"
Katakanlah,
"Seandainya ada malaikatmalaikat yang berjalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul."
(QS. Al Israa [17]: 94-95)

Sedangkan dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata,
"Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia."


Firman Allah :

Katakanlah,
"Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia?"


Artinya:
Hai Muhammad, katakanlah kepada mereka yang ingkar dengan adanya penurunan suatu kitab dari sisi Allah.
Ungkapan ini menyangkal kenegatifan mereka yang umum, yakni dengan menetapkan detail permasalahan yang sebenarnya secara positif, yaitu:

Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa?

Yakni kitab Taurat yang telah kalian ketahui, juga yang telah diketahui oleh semua orang, bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa ibnu Imran.

…sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia.

Yaitu sebagai cahaya untuk menanggulangi semua kesulitan dan sebagai petunjuk di dalam masalah syubhat yang gelap.

Firman Allah :

…kalian jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kalian perlihatkan (sebagiannya), dan kalian sembunyikan sebagian besarnya.

Maksudnya, kalian jadikan seluruhnya berupa kertas-kertas yang kalian salinkan ke dalamnya dari Al-Kitab yang asli yang ada di tangan kalian, lalu kalian melakukan banyak perubahan padanya, kalian ganti, dan kalian takwilkan sendiri, kemudian kalian katakan bahwa ini dari sisi Allah, yakni dari Kitab yang diturunkan-Nya, padahal kenyataannya bukan dari sisi Allah, melainkan dari kalian sendiri.
Karena itu, diungkapkan oleh firman-Nya:
Kalian jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kalian perlihatkan (sebagiannya) dan kalian sembunyikan sebagian besarnya.
(QS. Al-An’am [6]: 91)

Firman Allah :

…padahal telah diajarkan kepada kalian apa yang kalian dan bapak-bapak kalian tidak mengetahuinya.

Yakni perihal siapa yang menurunkan Alquran, yang melaluinya Allah mengajarkan dan menyampaikan kepada kalian sebagian dari berita masa silam dan berita yang akan datang, padahal sebelum itu kalian —juga bapak-bapak kalian— tidak mengetahuinya.

Qatadah mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik Arab.
Mujahid mengatakan, yang dimaksud adalah kaum muslim.

Firman Allah :

Katakanlah
"Allah-lah (yang menurunkan-Nya)!"


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah,
"Katakanlah, ‘Allah-lah yang menurunkannya’."
Pendapat atau takwil Ibnu Abbas ini adalah yang telah ditetapkan sehubungan dengan tafsir kalimat ini, bukan seperti apa yang dikatakan oleh sebagian ulama muta’akhkhirin yang mengatakan bahwa lafaz quliltahu artinya tiada lain jawabanmu kepada mereka adalah kalimat ini, yakni ‘kalimat Allah’.
Berdasarkan pengertian ini, berarti takwil ayat ini mengandung kata perintah yang ditujukan kepada lawan bicara tunggal tanpa ada susunannya (kaitan kronologisnya).
Sedangkan mendatangkan kalimat yang menyendiri, menurut kaidah bahasa Arab, tidak dapat memberikan pemahaman yang memuaskan.


Firman Allah :

Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

Artinya, biarkanlah mereka dalam kebodohan dan kesesatannya bermain-main, hingga datang kepada mereka kepastian yang meyakin­kan dari Allah.
Maka mereka akan mengetahui siapakah yang akan mendapat akibat yang terpuji, apakah mereka ataukah hamba-hamba Allah yang bertakwa?

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al An ‘aam (6) Ayat 91

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair (hadits ini mursal).
Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah.
Hadits seperti ini telah dikemukakan ketika menerangkan asbabun nuzul surah an-Nisaa’ ayat 163.

Bahwa seorang pendeta gemuk dari kaum Yahudi, bernama Malik bin ash-Shaif, mengajak bertengkar kepada Nabi ﷺ bersabdalah Nabi kepadanya: “Terangkanlah kepada kami dengan sungguh-sungguh, Demi Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa, apakah kamu dapatkan di dalam Taurat bahwa Allah benci pendeta yang gemuk ?” Maka marahlah ia dan berkata: “Tidak, Allah tidak menurunkan apa-apa kepada manusia.” Teman-temannya berkata: “Celakalah engkau.
Apakah Ia juga tidak menurunkan apa-apa kepada Musa?” Maka turunlah ayat ini (al-An’am: 91) sebagai teguran kepada orang-orang yang menyembunyikan sebagian dari apa yang diturunkan Allah kepada Nabi dan Rasul.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abi Thalhah yang bersumber dari Ibu ‘Abbas bahwa seorang Yahudi berkata: “Demi Allah, Allah tidak menurunkan kitab dari langit.” Maka turunlah ayat ini (al-An’am: 91) sebagai bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari diturunkannya kitab suci.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukumhukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukumhukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 91 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 91 - Gambar 2
Statistik QS. 6:91
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.9 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

6:91, 6 91, 6-91, Surah Al An 'aam 91, Tafsir surat AlAnaam 91, Quran Al Anaam 91, Al Anam 91, AlAnam 91, Al An'am 91, Surah Al Anam ayat 91

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al An ‘aam

۞ QS. 6:1 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:2 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 6:3 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:4 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:8 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:9 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:10 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:11 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:12 • Segala sesuatu milik Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:13 • Segala sesuatu milik Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 6:15 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 6:16 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 6:17 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 6:18 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 6:19 Tauhid UluhiyyahAl Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Wahid (Maha Esa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawiSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:21 • Mendustai Allah

۞ QS. 6:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Siksa orang kafir

۞ QS. 6:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:24 • Mendustai Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:26 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:27 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia

۞ QS. 6:28 • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:29 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:30 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 6:31 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 6:32 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 6:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:34 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 6:35 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:36 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:37 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 6:38 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 6:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:40 • Nama-nama hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:41 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:42 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:43 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:44 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:45 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:47 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:48 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 6:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:50 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 6:51 Syafaat hak Allah semata • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:52 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 6:53 • Keluasan ilmu Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 6:54 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 6:55 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 6:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:58 • Keluasan ilmu Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:59 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan •

۞ QS. 6:60 • Keluasan ilmu Allah • Pencabutan ruh saat tidur • Kebenaran hari penghimpunan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:61 • Al Qahir (Maha Pemaksa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 6:62 • Al Haq (Maha Benar) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 6:63 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:64 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:65 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:67 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:68 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 6:70 Syafaat hak Allah semata • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:71 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 6:72 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:73 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana)

۞ QS. 6:75 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:76 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:77 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:79 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 6:80 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:81 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Keutamaan iman •

۞ QS. 6:82 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratSyirik adalah kezaliman • Keutamaan iman

۞ QS. 6:83 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:84 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:87 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:88 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Perbuatan orang kafir sia-sia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 6:89 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:90 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:91 • Mendustai Allah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:92 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Shalat rukun Islam

۞ QS. 6:93 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 6:94 Syafaat hak Allah semata • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 6:95 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:96 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:97 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:98 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:99 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:100 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 6:101 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:102 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 6:103 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 6:104 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:106 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:107 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:108 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:110 • Allah menggerakkan hati manusia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:111 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:112 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 6:113 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:114 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:115 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:116 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 6:117 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 6:119 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:120 • Dosa batin • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:121 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:122 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:123 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:124 • Keluasan ilmu Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:125 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:127 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Nama-nama surga

۞ QS. 6:128 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:129 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:130 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Manusia bersaksi atas dirinya • Pahala jin dan balasannya • Keimanan jin kepada para nabi

۞ QS. 6:131 Hukum alam • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:132 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:133 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 6:134 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kepastian hari kiamat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:135 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:136 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar •

۞ QS. 6:137 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:138 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:139 • Mendustai Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar

۞ QS. 6:140 • Mendustai Allah • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 6:141 • Kekuasaan Allah • Zakat rukun Islam • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 6:142 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 6:144 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 6:145 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:146 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:147 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ajakan masuk Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:148 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:149 Dalil Allah atas hambaNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 6:150 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 6:151 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 6:152 • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 6:153 • Perintah untuk selalu bersatu

۞ QS. 6:154 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir •

۞ QS. 6:155 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 6:156 Dalil Allah atas hambaNya • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 6:157 Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 6:158 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Beriman ketika datang hari kiamat • Timbulnya awan sebelum kiamat • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 6:159 • Akibat terpisah dari umat Islam • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:160 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 6:161 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Islam agama fitrahHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:162 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Shalat rukun Islam • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 6:163 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Islam agama para nabi •

۞ QS. 6:164 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:165 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

Ayat Pilihan

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. Al-Qasas [28]: 50

Jangan persekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap ibu bapak, dan jangan membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan,
Kami akan memberi rezeki kepadamu & kepada mereka, dan jangan mendekati perbuatan-perbuatan yang keji
QS. Al-An’am [6]: 151

Orang yang bertakwa kepada Tuhannya mendapat tempat yang tinggi,
di atasnya dibangun pula tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya.
Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
QS. Az-Zumar [39]: 20

Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani,
Allah menciptakannya lalu menentukannya,
kemudian Dia mematikannya & memasukkannya ke dalam kubur,
kemudian bila Dia menghendaki,
Dia membangkitkannya kembali.
QS. ‘Abasa [80]: 18-22

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

+

Array

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

Fatimah az-Zahra

Siapa itu Fatimah az-Zahra? Fatimah binti Muhammad (606/614 – 632) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) (فاطمة الزهراء) putri bungsu Nabi Muhammad...

Idris `alaihis salam

Siapa itu Idris `alaihis salam? Idris (bahasa Arab: إدريس , Alkitab: Henokh) (sekitar 4533-4188 SM) atau Nabi Idris adalah salah seorang rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan...

Jibril

Siapa itu Jibril? Dalam Islam, dikenal malaikat bernama “Jibril” yang merupakan ejaan bahasa Arab untuk “Gabriel”. Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya d...