Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 90


اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ ہَدَی اللّٰہُ فَبِہُدٰىہُمُ اقۡتَدِہۡ ؕ قُلۡ لَّاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ اَجۡرًا ؕ اِنۡ ہُوَ اِلَّا ذِکۡرٰی لِلۡعٰلَمِیۡنَ
Uula-ikal-ladziina hadallahu fabihudaa-humuuqtadihi qul laa asalukum ‘alaihi ajran in huwa ilaa dzikra lil’aalamiin(a);

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.
Katakanlah:
“Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)”.
Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.
―QS. 6:90
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
6:90, 6 90, 6-90, Al An ‘aam 90, AlAnaam 90, Al Anaam 90, Al Anam 90, AlAnam 90, Al An’am 90
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
dan pengikutnya, bahwa Nabi Ibrahim a.s dan keturunan-keturunannya yang mendapat keutamaan, adalah karena mendapat petunjuk Allah ke jalan yang lurus.
Dan Allah memerintahkan kepadanya pula agar mengikuti jejak mereka, memegang agama tauhid, berakhlak mulia dan melakukan perbuatan yang diridai Allah, serta menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang utama yaitu sabar dalam menjalankan tugas dan tabah menghadapi tipu muslihat serta tantangan kaumnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu adalah kisah-kisah yang dengannya dapat Kami teguhkan hatimu.
(Q.S Hud: 120)

Dan firman Allah pula:

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka.
(Q.S Al An’am: 34)

Dengan demikian maka syariat yang berlaku bagi Nabi-nabi sebelum kedatangan Nabi Muhammad ﷺ.
adalah juga merupakan syariat bagi umat Islam, selama belum dicabut, diubah ataupun diganti dengan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Sedangkan yang abadi dan mempunyai kesamaan adalah agama tauhid yang tidak berubah sepanjang zaman sedangkan syariat-syariat dari masing-masing itu dapat berubah-ubah sesuai dengan waktu, tempat dan keadaan, menurut kehendak Allah.

Nabi Muhammad mempunyai derajat yang tertinggi di antara para Nabi dan Rasul, karena beliau di samping diberi kenabian juga diberi mukjizat yang abadi yaitu Alquran, yang juga membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan karena syariatnya berlaku terus sampai akhir zaman.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
bahwa dia dalam menyampaikan wahyu dan menegakkan kebenaran, tidak mengharapkan sedikitpun upah dari umatnya sebagaimana juga Nabi-nabi yang lalu.

Nabi Muhammad ﷺ.
dan Nabi-nabi sebelumnya dalam menyampaikan wahyu dan menegakkan kebenaran hanyalah semata-mata mengharapkan rida Allah, seperti ditegaskan dalam firman-Nya:

Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.
(Q.S Asy Syura: 23)

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberikan penegasan bahwa Alquran itu adalah untuk seluruh umat manusia.
Ayat ini memberikan isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ.
tidaklah diutus untuk orang Mekah atau Madinah saja, akan tetapi diutus untuk segala umat manusia di seluruh alam untuk membimbing mereka ke jalan yang benar bebas dari kesesatan.

Al An 'aam (6) ayat 90 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu mereka yang diberi petunjuk oleh Allah kepada jalan kebenaran dan kebaikan.
Dari itu, ikutilah pokok-pokok agama, dan etika yang telah mereka sepakati, serta jangan berjalan pada yang bukan jalan mereka! Katakan kepada kaummu, wahai Nabi, sebagaimana mereka mengatakan kepada kaumnya, “Aku tidak mengharapkan imbalan dari kalian dalam menyampaikan firman Allah ini.
Karena Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan untuk alam semesta, dan aku tidak mempunyai tujuan kecuali agar kalian memanfaatkannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk) yaitu mereka yang mendapat hidayah (Allah, maka petunjuk mereka) jalan mereka seperti mentauhidkan Allah dan bersabar (ikutilah) dengan ha saktah baik dibaca wakaf maupun washal akan tetapi menurut suatu qiraat dibaca tanpa ha saktah jika dibaca washal/dibaca langsung (katakanlah) kepada penduduk Mekah (“Aku tidak meminta kepadamu dalam menyampaikannya) dimaksud menyampaikan Alquran (suatu upah pun.”) yang kamu berikan upah itu kepadaku (tidak lain ia itu) Alquran itu (hanyalah peringatan) nasihat (untuk segala umat) mencakup umat manusia dan umat jin.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para Nabi tersebut adalah orang-orang yang Allah bombing kepada agama-Nya yang haq, maka ikutilah petunjuk mereka wahai Rasul dan titilah jalan mereka.
Katakan kepada orang-orang musyrikin :
Aku tidak mencari ganjaran dunia dari kalian sebagai imbalan penyampaian Islam kepada kalian, karena ganjaranku di tanggung oleh Allah.
Islam hanyalah mengajak manusia ke jalan yang lurus dan peringatan bagi kalian dan orang-orang yang semisal dengan kalian dari orang-orang yang tetap memegang kebatilan, agar kalian mengingat apa yang bermanfaat bagi kalian dengannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Mereka itulah

Yakni para nabi yang telah disebutkan di atas serta orang-orang yang di­sebutkan bersama mereka dari kalangan para orang tua dan keturunannya serta saudara-saudaranya yang setara dengan mereka.

Orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah

Artinya, hanya merekalah yang mendapat petunjuk, bukan selain mereka.

…maka ikutilah petunjuk mereka.

Yakni anuti dan ikutilah mereka.
Apabila hal ini merupakan perintah yang ditujukan kepada Rasul ﷺ, maka umatnya mengikut kepadanya dalam semua yang disyariatkan dan yang diperintahkan olehnya kepada mereka.

Sehubungan dengan ayat ini Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hisyam, bahwa Juraij pernah bercerita kepada mereka, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al-Ahwal, bahwa Mujahid pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah di dalam surat Sad terdapat ayat yang menganjurkan bersujud tilawah?”
Ibnu Abbas mengiakannya, lalu membacakan firman Allah subhanahu wa ta’ala.: Dan Kami anugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya.
(Al An’am:84) sampai dengan: maka ikutilah petunjuk mereka.
(Al An’am:90) Kemudian ia berkata, “Nabi ﷺ termasuk salah seorang dari mereka.”

Yazid ibnu Harun, Muhammad ibnu Ubaid, dan Suhail ibnu Yusuf menambahkan dari Al-Awwam, dari Mujahid, bahwa ia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenainya.
Lalu Ibnu Abbas menjawab, “Nabi kalian termasuk salah seorang yang diperintahkan untuk mengikuti petunjuk mereka.”

Firman Allah :

Katakanlah, “Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikannya (Al-Qur’an).”

Artinya, dalam menyampaikan Al-Qur’an ini aku tidak meminta suatu upah pun kepada kalian.
Dengan kata lain, aku tidak bermaksud sesuatupun dari kalian.

Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.

Yakni mereka menjadi sadar dan mendapat petunjuk dari kegelapan menuju ke jalan hidayah, dan dari kesesatan menuju ke jalan petunjuk, dan dari kekafiran menuju kepada iman, berkat Al-Qur’an.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 90

AJR
أَجْر

Lafaz ini mempunyai dua makna yang berkaitan. Ia bermakna upah atas sesuatu pekerjaan dan juga merawat tulang yang retak. Untuk makna pertama, ia berbentuk al ­ajr atau al ujrah.

Al Khalil berkata,
Ajr bermakna ganjaran atas suatu amalan. Dari kata itu dinamakan juga mahar perempuan sebagai ajr (jamaknya ujur), seperti yang terdapat dalam ayat Allah fa aatuu hunna ujuura hunna sedangkan untuk makna merawat tangan yang retak, dikatakan ujirat yadaahu (tangannya dirawat) atau ajartu yadaahu (aku merawat tangannya).

Lafaz ajr disebut sebanyak 84 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 62, 112, 262, 274, 277;
-Ali Imran (3), ayat 136, 171, 172, 179, 199;
-An Nisaa (4), ayat 40, 67, 74, 95, 100, 114, 146, 162;
-Al Maa’idah (5), ayat 9;
-Al An’aam (6), ayat 90,
-Al A’raaf (7), ayat 113, 170,
-Al Anfaal (8), ayat 28,
-At Taubah (9), ayat 22, 120;
-Yunus (10), ayat 72;
-Hud (11), ayat 11, 51, 115;
-Yusuf (12), ayat 56, 57, 90, 104;
-An Nahl (16), ayat 41, 96, 97;
-Al Kahfi (18), ayat 2, 30, 77;
-Al Israa (17), ayat 9,
-Al ­Furqaan (25), ayat 57,
-Asy Syu’araa (26), ayat 41, 109, 127, 145, 164, 180;
-Al Qashash (28), ayat 25, 54;
-Al Ankaabut (29), ayat 27, 58;
-Al Ahzab (33), ayat 29, 31, 35, 44;
-Saba’ (34), ayat 47;
-Faathir (35), ayat 7;
-Yaa Siin (36), ayat 11, 21;
-Shad (38), ayat 86,
-Az Zumar (39), ayat 10, 35, 74;
-Fushshilat (41), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 23, 40;
-Al Fath (48), ayat 10, 16, 29;
-Al Hujurat (49), ayat 3;
-Ath Thuur (52), ayat 40,
-Al Hadid (57), ayat 7, 11, 18, 19, 27;
-Ath Thaghaabun (64), ayat 15;
-Ath Thalaaq (65), ayat 5;
-Al Mulk (67), ayat 12;
-Al ­Qalam (68), ayat 3, 46;
-Al Muzzammil (73), ayat 20;
-Al Insyiqaaq (84), ayat 25,
-At Tiin (95), ayat 6.

At Tabari menafsirkan ajr dalam surah Saba dengan al jur atau upah, yaitu “Sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kamu atas ajakan kepada Islam dan menyampaikan risalahnya.” Sedangkan dalam surah Faathir, beliau memberikan makna lafaz ajr ialah syurga sebagaimana yang diriwayatkan dari Qatadah. Dalam surah Shad, beliau menafsirkan ajr sebagai tsawaab (ganjaran) dan jazaa’ (balasan).

Dalam surah Al Qashash, berkenaan kisah Nabi Musa, Ibn Katsir memberikan tafsiran lafaz ajr yaitu “memberikan ganjaran (tsawaab) dan hadiah (mukafaah) kepadamu atas pertolonganmu dengan memberi minum kepada kambing-kambing kami” Sebagaimana penafsirannya dalam surah Al A’raaf, ayat 113, beliau menafsirkan ajr dengan ats tsawaab yaitu ganjaran dan hadiah atau al ataa yang dijanjikan oleh Fir’aun apabila para ahli sihir dapat mengalahkan Musa dengan melantik mereka sebagai pembesar-pembesarnya dan pembesar orang Mesir.

Mayoritas penggunaan lafaz ajr di dalam Al Qur’an adalah ganjaran atau balasan bagi orang yang beramal shaleh, bertakwa, berbuat kebajikan dan lain-lain, berupa nikmat syurga di akhirat dan sebagainya. Malah, hampir keseluruhannya memiliki maksud ini kecuali beberapa ayat sebagaimana yang dipaparkan di atas. Maka, maksud umum lafaz ajr ialah ganjaran balasan kebaikan dan bukan kejahatan, sedangkan makna khususnya ialah upah seperti dalam surah Al Qashash dan Al A’raaf dalam ayat 113 di atas dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:37-38

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 90 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 90



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (28 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku