QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 89 [QS. 6:89]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ اٰتَیۡنٰہُمُ الۡکِتٰبَ وَ الۡحُکۡمَ وَ النُّبُوَّۃَ ۚ فَاِنۡ یَّکۡفُرۡ بِہَا ہٰۤؤُلَآءِ فَقَدۡ وَکَّلۡنَا بِہَا قَوۡمًا لَّیۡسُوۡا بِہَا بِکٰفِرِیۡنَ
Uula-ikal-ladziina aatainaahumul kitaaba wal hukma wannubuu-wata fa-in yakfur bihaa ha’ulaa-i faqad wakkalnaa bihaa qauman laisuu bihaa bikaafiriin(a);

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
―QS. 6:89
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
6:89, 6 89, 6-89, Al An ‘aam 89, AlAnaam 89, Al Anaam 89, Al Anam 89, AlAnam 89, Al An’am 89

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 89

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 89. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala memberikan penegasan sekali lagi, bahwa Nabi-nabi yang berjumlah 18 orang itu akan mendapat hidayah Allah yang dijadikan sebagai pedoman dalam memimpin kaumnya masing-masing.

Di antara mereka ada yang diberi Al Kitab yang memuat pedoman-pedoman hidup di dalam memimpin kaumnya ke jalan yang benar serta kemampuan dalam memutus perkara-perkara yang terjadi di antara kaumnya, seperti Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Daud ‘alaihis salam yang diterangkan Allah dalam firman-Nya:

(Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku! Berilah aku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 83)

Firman Allah:

Kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikan Aku salah seorang di antara Rasul-rasul.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 21)

Firman Allah:

Hai Daud! Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil.
(Q.S. Shaad [38]: 26)

Di antara mereka ada yang diberi hikmah dan nubuwah untuk menghakimi manusia, yaitu mereka yang diutus sezaman dengan Nabi Musa ‘alaihis salam atau sesudahnya, sebelum kedatangan Nabi Isa, seperti Harun, Zakaria dan Yahya ‘alaihis salam

Di antara mereka ada yang diberi hikmah di kala masih kecil seperti Yahya ‘alaihis salam

Firman Allah:

Hai Yahya! Ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.
(Q.S. Maryam [19]: 12)

Para Nabi yang disebutkan dalam ayat-ayat yang baru lalu, di samping kedudukannya sebagai Nabi, juga diberi keistimewaan yang berbeda-beda.
Mereka itu dapat dikelompokkan dalam tiga golongan:

1 Ada yang di samping diangkat sebagai Nabi, memegang pula tampuk pimpinan, menjadi hakim yang adil, seperti Nabi Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf dan Harun ‘alaihis salam

2 Ada pula yang di samping kedudukannya sebagai Nabi, juga terkenal ketekunannya untuk mengutamakan kepentingan akhirat dari kepentingan dunia, seperti Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas ‘alaihis salam

3 Ada pula yang di samping tugasnya sebagai Nabi, juga diberi keistimewaan yang melebihi Nabi-nabi yang diutus sezamannya, seperti Ismail, Ilyasa’ dan Lut ‘alaihis salam

Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa tiap-tiap Nabi yang diberi Al Kitab tentu diberi pula hikmah sebagai senjata untuk memutuskan perkara di samping diberi nubuwah.
Akan tetapi tidak semua Nabi diberi kekuasaan memutus perkara dan diberi Al Kitab.

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa apabila orang-orang musyrik penduduk Mekah dan orang-orang yang mempunyai sifat yang sama, mengingkari Kitab, hukum dan nubuwah yang diberikan kepada para Nabi itu, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menyerahkan derajat kemuliaan yang dijanjikan itu kepada umat lain yang tidak mengingkari apa yang disampaikan oleh Nabi itu.

Dimaksudkan dengan orang-orang yang mengingkari keutamaan para Nabi ialah orang kafir penduduk Mekah, sedang yang dimaksud dengan orang-orang yang tidak mengingkari ialah penduduk Madinah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka itu adalah orang-orang yang Kami beri kitab suci, ilmu yang bermanfaat, dan kehormatan kenabian.
Apabila orang-orang musyrik Makkah mengingkari tiga hal itu, Kami telah menyerahkan hak pemeliharaan dan pemanfaatannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Merekah itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab) yakni kitab-kitab (hukum) hikmah (dan kenabian.

Jika berlaku ingkar terhadapnya) terhadap tiga hal itu (mereka itu) yaitu penduduk Mekah (maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya) Kami akan memasrahkannya (kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya) mereka adalah kaum Muhajirin dan kaum Ansar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para nabi di mana Kami memberi mereka nikmat kenabian dan hidayah, mereka adalah orang-orang yang Kami beri kitab seperti suhuf Ibrahim, Taurat Musa, Zabur Dawud, Injil Isa.
Kami juga memberikan pemahaman terhadap kitab-kitab tersebut kepada mereka.
Kami memilih mereka untuk menyampaikan wahyu Kami.
Bila orang-orang kafir dari kaummu wahai Rasul mengingkari ayat-ayat al-Qur an ini, maka Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang lain, yaitu orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai Hari Kiamat di mana mereka adalah orang-orang yang tidak kafir kepadanya, sebaliknya mereka beriman kepadanya dan mengamalkan petunjuknya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat, dan kenabian.

Artinya, merekalah orang-orang yang telah Kami berikan nikmat kepada mereka berupa hal-hal tersebut sebagai rahmat buat hamba-hamba Kami melalui mereka, dan sebagai kasih sayang Kami terhadap semua makhluk.

Jika ingkar terhadapnya.

Yakni terhadap kenabian.
Dapat pula diinterpretasikan bahwa damir yang ada kembali kepada ketiga perkara tersebut, yaitu Al-Kitab, hikmat, dan kenabian.

Firman Allah :

…orang-orang itu.

Yaitu penduduk Mekah, menurut Ibnu Abbas, Sa’id ibnul Musayyab, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

…maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

Dengan kata lain, jika semua nikmat ini diingkari oleh orang-orang dari kalangan Quraisy dan lain-lainnya, baik yang Arab maupun yang ‘Ajam, dan baik dari kalangan Ahli Kitab maupun dari kalangan agama lainnya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain —yakni kaum Muhajirin dan kaum Ansar serta pengikut mereka— sampai hari kiamat.

…yang sekali-kali mereka tidak akan mengingkarinya.

Maksudnya, mereka sama sekali tidak akan mengingkarinya dan tidak akan menolak barang satu huruf pun darinya, bahkan mereka beriman kepada semuanya, baik yang muhkam maupun yang mutasyabih.
Semoga Allah menjadikan kita ke dalam golongan mereka berkat karunia, kedermawanan, dan kebajikan-Nya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 89 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 89 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 89 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:89
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.5
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-89









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim