Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 80


وَ حَآجَّہٗ قَوۡمُہٗ ؕ قَالَ اَتُحَآجُّوۡٓنِّیۡ فِی اللّٰہِ وَ قَدۡ ہَدٰىنِ ؕ وَ لَاۤ اَخَافُ مَا تُشۡرِکُوۡنَ بِہٖۤ اِلَّاۤ اَنۡ یَّشَآءَ رَبِّیۡ شَیۡئًا ؕ وَسِعَ رَبِّیۡ کُلَّ شَیۡءٍ عِلۡمًا ؕ اَفَلَا تَتَذَکَّرُوۡنَ
Wahaajjahu qaumuhu qaala atuhaajjuunnii fiillahi waqad hadaanii walaa akhaafu maa tusyrikuuna bihi ilaa an yasyaa-a rabbii syai-an wasi’a rabbii kulla syai-in ‘ilman afalaa tatadzakkaruun(a);

Dan dia dibantah oleh kaumnya.
Dia berkata:
“Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku”.
Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu.
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu.
Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?”
―QS. 6:80
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Kewajiban beriman pada hari akhir
6:80, 6 80, 6-80, Al An ‘aam 80, AlAnaam 80, Al Anaam 80, Al Anam 80, AlAnam 80, Al An’am 80
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa ajakan-ajakan Nabi Ibrahim a.s.
kepada jalan yang benar itu, mendapat tantangan yang berat dari kaumnya.

Ibrahim a.s.
dibantah oleh kaumnya pada waktu beliau menyampaikan agama tauhid.
Mereka membantah oleh karena Nabi Ibrahim a.s.
mengemukakan kebatilan agama mereka yaitu menyembah berhala dan mendewakan bintang bintang.

Bukti-bukti yang dikemukakan oleh Ibrahim a.s.
itu melemahkan, bahkan membatalkan akidah mereka, karena akidah mereka hanyalah didasarkan pada taqlid kepada nenek moyang mereka.
Itulah sebabnya Ibrahim a.s.
menanyakan kepada mereka mengapa mereka itu membantah dalam hal tauhid, padahal Ibrahim a.s.
telah mengemukakan dalil-dalil kebenaran agama tauhid itu sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah dan keyakinan Ibrahim a.s.
sendiri.
Bukankah mereka mengetahui bahwa patung-patung dan bintang-bintang yang mereka puja itu mempunyai kekurangan sedang Yang Maha Sempurna ialah Pencipta jagat raya dan isinya.
Maka seharusnyalah mereka tidak menyembah tuhan yang mempunyai sifat kekurangan itu.
Kemudian Nabi Ibrahim a.s.
menegaskan pendiriannya terhadap bantahan mereka itu yaitu beliau tidak gentar menghadapi malapetaka dan akibat-akibat dari mengingkari berhala-berhala dan bintang-bintang yang disembah itu.
Karena sembahan-sembahan mereka itu adalah benda-benda mati yang tidak dapat menolak mudarat dan tidak dapat pula memberikan manfaat.
Tantangan Nabi Ibrahim a.s.
itu adalah merupakan jawaban terhadap sikap orang-orang musyrik dan menakut-nakuti Ibrahim a.s.
akan mendapat bencana sebab mengingkari sesembahan mereka, seperti dialami Nabi Hud a.s.
pada ketika menghadapi kaumnya, firman Allah:

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan-sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.
(Q.S Hud: 54)

Betapa sembahan-sembahan mereka akan menimpakan bencana kepadanya padahal sembahan-sembahan itu tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat menjadi perantara dan juga tidak dapat memberikan syafaat, terkecuali apabila Allah menghendaki bencana yang timbul karena patung itu, kalau memang demikian berhala-berhala dan bintang-bintang itu niscaya memberikan pengaruh jelek terhadap seseorang.
Akan tetapi bukan karena pengaruh dari berhala-berhala dan bintang-bintang itu melainkan semata-mata hanya karena kekuasaan Allah.
Segala bencana yang menimpa manusia walaupun dari mana datangnya hanya karena kehendak Allah dan ilmu-Nya.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberikan alasan dan pengecualian yang terdapat dalam ayat ini yaitu Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai pengetahuan yang sangat luas, meliputi benda-benda yang ada.

Al An 'aam (6) ayat 80 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Meskipun demikian, ia masih didebat oleh kaumnya mengenai keesaan Allah.
Ia ditakut-takuti akan kemurkaan tuhan-tuhan mereka.
Maka ia berkata kepada mereka, “Apakah kalian mendebatku tentang keesaan Allah padahal aku telah diberi petunjuk menuju kebenaran.
Aku tidak takut marahnya tuhan-tuhan yang kalian jadikan sekutu Allah.
Tetapi, apabila Tuhanku menghendaki suatu kemudaratan, niscaya akan terjadi.
Karena Dia sendiri yang kuasa atas hal itu.
Pengetahuan Tuhanku juga meliputi segala sesuatu, sedang tuhan-tuhan kalian tidak mengetahui apa pun tentang hal itu.
Apakah kalian lalai tentang itu, hingga tidak tahu mana yang bodoh, lemah, dan tidak pantas untuk disembah.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dia dibantah oleh kaumnya) ia mendapat sanggahan dari kaumnya mengenai agama yang dipeluknya itu, lalu mereka mengancam dan menakut-nakutinya dengan berhala-berhala mereka, bahwa jika ia tidak menyembah berhala-berhala mereka, ia pasti tertimpa musibah dan kejelekan.
(Dia berkata, “Apakah kamu hendak membantahku) dengan dibaca tasydid huruf nunnya dan dapat juga ditakhfifkan dengan cara membuang salah satu nunnya, yakni nun alamat rafa’nya, demikianlah menurut ulama nahwu.
Akan tetapi menurut Imam Farra’ yang dibuang adalah nun yang untuk wiqayah.
Maknanya ialah:
Apakah kamu menyanggah aku?
(tentang) keesaan (Allah padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku.”) Maha Tinggi Allah yang telah memberiku petunjuk kepada keesaan-Nya.
(Dan aku tidak takut kepada apa yang kamu persekutukan) dia (dengan Allah) yakni berhala-berhala tersebut, mereka tidak akan dapat menimpakan malapetaka terhadap diriku, sebab mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa (kecuali) melainkan (di kala Tuhanku menghendaki sesuatu dari malapetaka itu) jika Dia hendak menimpakan malapetaka kepadaku, maka hal itu pasti terjadi (Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu).
(Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran?) daripadanya kemudian kamu mau beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaumnya mendebatnya dalam tauhid kepada Allah, maka dia berkata :
Apakah kalian mendebatku dalam perkara mengesakan Allah dengan ibadah padahal Dia telah membimbingku untuk mengetahui keesaan-Nya.
Bila kalian menakut-nakutiku dengan tuhan-tuhan kalian yang akan menimpakan mudharat kepadaku, maka aku tidak akan takut kepadanya.
Tuhan-tuhan kalian itu tidak akan melakukan apa yang merugikanku kecuali bila Allah berkehendak.
Ilmu Rabbku mencakup segala sesuatu.
Apakah kalian tidak mengingat sehingga kalian mengetahui bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman menceritakan perihal kekasih-Nya—yaitu Nabi Ibrahim— ketika ia dibantah oleh kaumnya sehubungan dengan pendapat yang dikemukakannya, yaitu mengesakan Allah.
Nabi Ibrahim menjawab mereka dengan jawaban yang setimpal, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah kalian hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku?

Artinya, kalian membantahku sehubungan dengan Allah yang pada hakikatnya tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia, padahal Dia telah membuka mata hatiku dan memberikan petunjuk jalan yang benar kepadaku.
Karena itu, aku sudah membuktikan akan kebenaran­Nya.
Maka mana mungkin aku mau mengikuti perkataan kalian yang rusak dan menuruti pendapat kalian yang batil itu?

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kalian persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhan menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu.

Yakni di antara bukti yang menunjukkan kebatilan ucapan dan pendapat kalian ialah bahwa sembahan-sembahan yang kalian puja-puja itu tidak dapat menimpakan suatu mudarat pun dan tidak mempunyai pengaruh apa pun.
Karena itu, aku tidak takut terhadapnya dan sama sekali tidak mempedulikannya.
Jika memang berhala-berhala itu mempunyai tipu muslihat, maka lancarkanlah tipu muslihatnya kepadaku, janganlah kamu tangguh-tangguhkan lagi pelaksanaannya terhadapku, segerakanlah sekarang juga.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu.

Istisna munqati yakni tidak dapat menimpakan mudarat dan tidak dapat memberikan manfaat selain dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu.

Artinya, ilmu Allah meliputi segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Maka apakah kalian tidak dapat mengambil pelajaran?

Dari apa yang telah aku jelaskan kepada kalian.
Apakah kalian tidak mengambil pelajaran bahwa sesungguhnya berhala-berhala itu batil, sehingga kalian kapok menyembahnya?
Hujah ini semisal dengan hujah yang telah dikemukakan oleh Nabi Hud terhadap kaumnya, seperti yang diterangkan kisahnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
melalui firman-Nya:

Kaum ‘Ad berkata, “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab, “Sesung­guhnya aku bersaksi kepada Allah, dan saksikanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan, dari selain-Nya.
Sebab itu, jalankanlah tipu daya kalian semuanya terhadapku, dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku.
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.
Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (rohnya).
(Huud:53-56), hingga akhir ayat.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 80 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 80



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (8 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku