Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 73


وَ ہُوَ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ کُنۡ فَیَکُوۡنُ ۬ؕ قَوۡلُہُ الۡحَقُّ ؕ وَ لَہُ الۡمُلۡکُ یَوۡمَ یُنۡفَخُ فِی الصُّوۡرِ ؕ عٰلِمُ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ ؕ وَ ہُوَ الۡحَکِیۡمُ الۡخَبِیۡرُ
Wahuwal-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha bil haqqi wayauma yaquulu kun fayakuunu qauluhul haqqu walahul mulku yauma yunfakhu fiish-shuuri ‘aalimul ghaibi wasy-syahaadati wahuwal hakiimul khabiir(u);

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.
Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan:
“Jadilah, lalu terjadilah”,
dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup.
Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak.
Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
―QS. 6:73
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
6:73, 6 73, 6-73, Al An ‘aam 73, AlAnaam 73, Al Anaam 73, Al Anam 73, AlAnam 73, Al An’am 73
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 73. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta'ala mengajak manusia untuk memikirkan kejadian alam semesta ini agar terbuka pikirannya serta meyakini, bahwa kejadian alam semesta ini yang penuh dengan keindahan tentu ada yang menciptakan, yaitu Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan ciptaan yang penuh dengan bukti-bukti kebenaran serta menciptakan pula hukum hukum-Nya yang berlaku umum yang penuh dengan rahasia yang menunjukkan kepada Penciptanya, keesaan Nya, kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.
Langit dan Bumi serta segala isinya diciptakan Tuhan secara serasi dan teratur, tidak ada yang sia-sia.
Demikian pula segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia, tidak satupun yang di luar pengetahuan-Nya, akan tetapi masing-masing orang akan mendapat balasan sesuai dengan usahanya secara adil.
Sesuai dengan firman Allah:

Ya Tuhan kami! Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
(Q.S Ali Imran: 191)

Dan juga firman-Nya:

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan main-main.
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak.

(Q.S Ad Dukhan: 38-39)

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa pada waktu Ia menciptakan alam dan menetapkan hukum-hukum Nya, semuanya berjalan menurut kehendak Nya, tak ada kemacetan sedikitpun dan tak ada yang menghalangi serta mengubah hukumnya.
Semua kejadian berlangsung baik dengan patuh ataupun secara terpaksa.
Itulah sebabnya Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa pada saat menciptakan langit dan bumi Dia menciptakannya dengan hak, karena seluruh perintah Nya adalah hak dan ciptaan Nya pun hak, sesuai dengan firman-Nya:

Ingatlah! Menciptakan dan memerintah adalah wewenang Allah sendiri.
(Q.S Al A'raf: 54)

Di samping itu Allah subhanahu wa ta'ala juga memiliki kekuasaan untuk mengadili seluruh manusia setelah mereka dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di hari mahsyar.
Itulah kekuasaan Allah yang tidak dapat ditandingi oleh raja-raja dan penguasa-penguasa betapapun luasnya kekuasaan mereka karena meskipun raja-raja itu berkuasa untuk membuat peraturan dan memberikan hukuman kepada pelanggarnya, namun mereka pada hari kiamat tidak berdaya lagi, karena pada saat itu kekuasaan hanya di tangan Allan subhanahu wa ta'ala semata.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala memberikan keterangan lagi tentang kekuasaan-Nya, untuk memberikan pengertian kepada seluruh manusia bahwa tidak ada sesuatupun yang terlepas dari pengetahuan-Nya.
Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui seluruh alam, baik yang tampak ataupun yang tidak, mengetahui perbuatan yang dilakukan secara terang-terangan ataupun yang dilakukan secara rahasia.
Dia sangat bijaksana menciptakan segala sesuatu secara serasi dan harmonis sesuai dengan fungsinya.

Oleh sebab itulah maka tidak layak bagi manusia yang berakal untuk menghambakan diri kepada selain Allah baik secara langsung ataupun dengan maksud menjadikannya sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Al An 'aam (6) ayat 73 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 73 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 73 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Dia yang menciptakan langit dan bumi atas dasar kebenaran dan kebijaksanaan.
Kapan saja kehendak-Nya tertuju kepada penciptaan sesuatu, pasti akan terjadi dengan segera.
Dia menciptakan segala sesuatu dengan mengatakan, "Jadilah!" Tiap kata yang berasal dari-Nya adalah kebenaran dan kejujuran.
Kepunyaan Dia sendiri kewenangan untuk mengatur segala sesuatu secara mutlak di hari kiamat.
Yaitu hari ditiupnya sangkakala sebagai tanda akan datangnya pembangkitan.
Dia yang sama pengetahuan- Nya atas hal-hal yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.
Yang melakukan semua perbuatan-Nya dengan bijaksana dan pengetahuan-Nya meliputi bagian dalam dan luar dari segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.) dengan secara hak (Dan) ingatlah (di waktu Dia mengatakan) kepada sesuatu ("Jadilah," lalu terjadilah) pada hari kiamat Allah mengatakan kepada makhluk semua, "Bangkitlah kamu," lalu bangkitlah mereka (yakni perkataan-Nya yang benar) benar terjadi dan sudah pasti (dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup) pada masa malaikat Israfil meniup sangkakalanya yang kedua pada waktu itu tidak ada kekuasaan selain dari kekuasaan-Nya.
Pada waktu itu kekuasaan hanya milik-Nya.
(Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak) apa-apa yang gaib dan apa-apa yang nyata.
(Dan Dialah Yang Maha Bijaksana) dalam mengatur makhluk-Nya (lagi Maha Waspada) terhadap rahasia segala sesuatu sama halnya dengan lahiriahnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah adalah pencipta langit dan bumi dengan kebenaran.
Ingatlah wahai Rasul Hari Kiamat saat Allah berfirman :
Jadilah.
Maka ia tejadi berdasarkan perintah-Nya dalam sekejap, atau kurang dari itu.
Firman-Nya adalah kebenaran yang sempurna.
Milik-Nya segala kerajaan.
Hari di mana malaikat meniup sangkakala untuk kedua kalinya di mana arwah dikembalikan ke jasad-jasadnya.
Dia yang mengetahui hal-hal yang ghaib dari indera kalian wahai manusia, dan apa yang kalian saksikan.
Dia Maha Bijaksana yang meletakkan segala urusan pada tempatnya.
Maha Mengenal segala perkara hamba-Nya.
Allah yang memiliki semua urusan tersebut secara khusus dan lainnya dari sisi permulaan dan akhiran, penciptaan dan pengembalian.
Para hamba wajib tunduk kepada syariat-Nya semata, menerima hukum-Nya dan mencari ridha dan ampunan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.

Yakni dengan adil.
Dialah yang menciptakan keduanya, yang memiliki keduanya, dan yang mengatur keduanya serta semua makhluk yang ada pada keduanya.

Firman Allah :

...di waktu Dia mengatakan.”Jadilah" lalu terjadilah

Yaitu hari kiamat yang dikatakan oleh Allah, "Jadilah kamu." Maka jadilah hari kiamat atas perintah-Nya dalam sekejap mata atau lebih cepat daripada itu.
Lafaz yauma dinasabkan karena di'atafkan kepada lafaz wattaquhu yang arti lengkapnya ialah takutlah kalian akan hari di mana Allah berfirman, "Jadilah kamu hari kiamat," maka jadilah hari kiamat.
Atau dapat pula dikatakan bahwa ia di'atafkan kepada firman-Nya:

...menciptakan langit dan bumi.

Artinya, dan Dialah yang menciptakan hari di mana Dia berfirman, "Jadilah kamu," maka jadilah ia.

Pada permulaan ayat disebutkan permulaan penciptaan dan pengembaliannya, hal ini sesuai.
Atau dapat pula dikatakan ada fi'il (kata kerja) yang tidak disebutkan, bentuk lengkapnya, "Ingatlah, di hari Dia mengatakan, Jadilah,' lalu terjadilah."

Firman Allah :

Benarlah perkataan-Nya, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan.

Kedudukan I’rab mahalli dari kedua kalimat ini adalah jar karena keduanya berkedudukan sebagai sifat dari Tuhan semesta alam.

Firman Allah :

...di waktu sangkakala ditiup.

Dapat ditakwilkan sebagai badai dari lafaz wayauma yaqulu kun fayakun.
Dapat pula diinterpretasikan sebagai zaraf dan firman-Nya:

...dan di tangan-Nyalah kekuasaan di waktu sangkakala ditiup.

sama halnya dengan makna firman-Nya:

Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?
Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Al-Mu’min: 16)

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
(Al Furqaan:26)

Banyak pula ayat lainnya yang bermakna serupa.

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya: di waktu sangkakala ditiup.

Sebagian ulama tafsir mengatakan, yang dimaksud dengan sur dalam ayat ini ialah bentuk jamak dari surah (bentuk), yakni pada hari ditiupkan roh padanya, lalu ia menjadi hidup.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat ini berpandangan menyamakannya dengan contoh lain, yaitu sur yang artinya tembok-tembok yang mengelilingi sebuah kota, ia merupakan bentuk jamak dari lafaz surah.

Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa makna sur dalam ayat ini ialah sangkakala yang ditiup oleh Malaikat Israfil 'alaihis salam

Selanjutnya Ibnu Jarir menegaskan, "Pendapat yang benar menurut kami ialah yang berlandaskan kepada sebuah hadis yang banyak diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ" Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Malaikat Israfil telah mengulum sangkakala dan mengernyitkan dahinya siap menunggu perintah untuk meniupnya.

Hadis riwayat Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isma'il, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At-Taimi, dari Aslam Al-Ajali, dari Bisyr ibnu Syagaf, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ada seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, apakah sur itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Sangkakala yang siap untuk ditiup.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 73 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 73



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (15 votes)
Sending