QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 66 [QS. 6:66]

وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ ؕ قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ بِوَکِیۡلٍ
Wakadz-dzaba bihi qaumuka wahuwal haqqu qul lastu ‘alaikum biwakiilin;

Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya.
Katakanlah:
“Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu”.
―QS. 6:66
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Kebutuhan tumbuhan akan air
6:66, 6 66, 6-66, Al An ‘aam 66, AlAnaam 66, Al Anaam 66, Al Anam 66, AlAnam 66, Al An’am 66

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Kaum di mana Nabi Muhammad berada, yaitu mereka yang kafir telah mendustakan azab itu, padahal azab itu adalah benar, seperti telah terbukti pada sejarah umat-umat sebelum Muhammad ﷺ dan sejarah umat Islam sendiri.
Sebagian mufassirin berpendapat bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah Mereka mendustakan Alquran, padahal Alquran itu adalah benar, tidak ada keraguan sedikitpun padanya, tidak akan terdapat kesalahan padanya sejak dahulu sampai sekarang begitu juga pada masa-masa yang akan datang.
Katakanlah kepada orang kafir itu hai Rasul, bahwa kamu tidak dapat menguasai dan melindungi mereka, bukan pula kamu orang yang mengurus urusan mereka tetapi kamu hanyalah seorang manusia yang ditugaskan Allah menyampaikan agama-Nya kepada mereka, kamu juga tidak kuasa menjadikan mereka orang-orang yang beriman.

Pernyataan ini ditegaskan lagi oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.

(Q.S. Al Ghasyiyah: 21-22)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.
Maka beri peringatanlah dengan Alquran orang yang takut kepada ancaman-Ku.

(Q.S. Qaaf [50]: 45)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu kaummu mendustakan Al Quran, suatu kebenaran yang tidak mungkin didustakan.
Katakan kepada mereka, wahai Nabi, “Aku tidak ditugasi untuk menjaga, menghitung amalan, dan mengganjar kalian atas hal itu.
Semuanya hanyalah wewenang Allah.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan telah berdusta kepadanya) terhadap Alquran (kaummu padahal Alquran itu adalah hak) yakni benar (Katakanlah,) kepada mereka (“Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusan kamu.”) kemudian aku membalas kamu, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang pemberi peringatan sedangkan mengenai urusanmu hal itu terserah kepada Allah.

Ayat ini diturunkan sebelum ada ayat perintah untuk berperang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Rasul, orang-orang kafir dari kaummu mendustakan al-Qur an ini, padahal ia adalah kitab yang benar dalam segala apa yang didatangkannya.
Katakan kepada mereka :
Aku bukan penjaga dan pengawas kalian, akan tetapi aku hanyalah seorang utusan.
Aku menyampaikan apa yang menjadi tugasku kepada kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dan kaummu mendustakannya.

Artinya mendustakan Al-Qur’an yang engkau sampaikan kepada mereka, mereka pun mendustakan hidayah dan penjelasan.
Yang dimaksud dengan kaum adalah orang-orang Quraisy.

Padahal Al-Qur’an itu benar adanya.

Yakni tiada yang lebih benar daripada Al-Qur’an.

Katakanlah, Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus kalian.”

Maksudnya, aku ini bukanlah orang yang diharuskan memelihara kalian, bukan pula orang yang ditugasi menolong kalian.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Dan katakanlah “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu.
Maka barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 29)

Dengan kata lain, sesungguhnya tugasku hanyalah menyampaikan, dan tugas kalian hanyalah mendengarkan dan patuh (taat).
Maka barang siapa yang mengikuti aku, niscaya ia berbahagia di dunia dan akhirat.
Dan barang siapa yang menentang aku, maka sesungguhnya dia celaka di dunia dan akhiratnya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:66
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.6
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-66









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta