Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 65


قُلۡ ہُوَ الۡقَادِرُ عَلٰۤی اَنۡ یَّبۡعَثَ عَلَیۡکُمۡ عَذَابًا مِّنۡ فَوۡقِکُمۡ اَوۡ مِنۡ تَحۡتِ اَرۡجُلِکُمۡ اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ ؕ اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَفۡقَہُوۡنَ
Qul huwal qaadiru ‘ala an yab’atsa ‘alaikum ‘adzaaban min fauqikum au min tahti arjulikum au yalbisakum syiya’an wayudziiqa ba’dhakum ba’sa ba’dhin anzhur kaifa nusharrifuaayaati la’allahum yafqahuun(a);

Katakanlah:
“Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain.
Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”.
―QS. 6:65
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Cara manusia bereproduksi
6:65, 6 65, 6-65, Al An ‘aam 65, AlAnaam 65, Al Anaam 65, Al Anam 65, AlAnam 65, Al An’am 65
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang ingat kepada Allah dalam keadaan menderita dan sengsara, kemudian setelah penderitaan dan kesengsaraan itu lenyap, mereka kembali mempersekutukan Allah.

Peringatan itu ialah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berkuasa mendatangkan azab yang tidak diketahui oleh manusia hakikatnya, mungkin dari atas atau dari bawah, mungkin dari kanan atau dari kiri, mungkin berupa tiupan angin yang kencang atau letusan gunung berapi yang dahsyat, atau mengacau-balaukan manusia sehingga menjadilah mereka bergolong-golong dan berpuak-puak yang selalu bersengketa atau mereka saling bunuh membunuh sesama mereka sehingga sebagian mereka merasakan keganasan sebagian yang lain.
Karena ini hendaklah orang-orang kafir itu ingat bahwa sekalipun pada suatu waktu mereka telah diselamatkan Allah dari penderitaan dan kesengsaraan tetapi bila mereka ingkar kembali, Allah Kuasa mendatangkan malapetaka yang lebih hebat dari itu.

Menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan azab dari atasmu ialah pembesar-pembesar kamu dan yang dimaksud dengan Azab dari bawah kakimu ialah yang datang dari budak-budak dan rakyat jelata.

Azab yang dimaksud oleh ayat ini ialah segala macam malapetaka yang menimpa manusia, seperti peperangan, penganiayaan, penindasan, banjir, letusan gunung, musim kemarau dan sebagainya.

Dari Nabi Muhammad ﷺ.
ia berkata, "Aku telah berdoa kepada Allah agar diangkatkan (tidak ditimpakan) dari umatku empat macam azab, maka diangkatkan dari mereka dua macam dan Allah tidak mengangkatkan dari mereka yang dua macam lagi.
Aku berdoa kepada Allah agar dihilangkan dari mereka azab berupa hujan batu dari langit, goncangan bumi, tidak mencampurkan mereka dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan tidak merasakan kepada sebagian mereka keganasan yang lain.
Maka Allah menghilangkan dari mereka gempa yang dahsyat dan hujan batu dari langit dan tidak mengangkatkan dari mereka dua macam azab yang terakhir.
(HR Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas)

Jika diperhatikan sejarah umat-umat yang dahulu dan azab yang ditimpakan Allah karena sikap mereka terhadap Nabi-nabi, maka kelihatan bahwa Allah telah menimpakan kepada mereka azab empat macam yang tersebut dalam hadis nabi di atas.
Dua macam azab yang pertama, berakibat kehancuran yang total bagi umat-umat yang memungkiri seruan Nabi-nabi mereka, selain dari pada orang-orang yang beriman, maka tidak seorangpun di antara mereka yang hidup lagi, seperti topan Nabi Nuh, sambaran petir kepada kaum Saleh, hujan batu yang menimpa kaum Lut dan sebagainya.

Azab dua macam yang pertama itu tidak ditimpakan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.
tetapi kepada mereka yang mengingkari seruan Nabi akan ditimpakan azab dua macam terakhir, yaitu mencampurkan mereka ke dalam umat-umat yang saling bertentangan dan merasakan kepada mereka penindas sebagian mereka terhadap sebahagian yang lain.
Hal ini dapat dilihat di dalam sejarah, sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ.
sampai pada masa kini.

Kemudian Allah memerintahkan agar Nabi dan kaum Muslimin memperhatikan bagaimana Allah menjelaskan dan mendatangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya silih berganti, dengan berbagai rupa dan cara agar dengan cara yang demikian itu mudah dipahami dan diyakini, mudah diketahui mana yang benar dan mana yang batal.

Al An 'aam (6) ayat 65 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan juga, "Hanya Allah yang kuasa menimpakan azab yang bisa datang dari arah atas atau bawah kalian, atau menanamkan permusuhan di antara kalian, hingga menjadi kelompok-kelompok yang berpecah-belah dan saling menyakiti." Lihatlah, bagaimana bukti-bukti itu menunjukkan kekuasaan dan keberhakan Kami sendiri untuk disembah.
Semoga mereka mau merenungkannya dan memahami kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu) dari langit yakni berupa batu-batu dan suara keras yang mengguntur (atau dari bawah kakimu) dengan diamblaskan/ditelan bumi (atau Dia mencampurkan kamu) mencampur-adukkan kamu (menjadi golongan-golongan) kelompok-kelompok yang berbeda keinginannya (dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.") dengan cara saling membunuh.
Rasulullah ﷺ telah bersabda tatkala ayat ini turun, "Ini lebih ringan dan lebih mudah." Akan tetapi tatkala ayat sebelumnya turun Nabi ﷺ bersabda, "Aku berlindung kepada Zat-Mu," hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Dan Imam Muslim meriwayatkan tentang sabda Nabi ﷺ, "Aku memohon kepada Tuhanku agar Ia tidak menjadikan keganasan umatku disebabkan ulah sebagian di antara mereka tetapi Ia melarangku mendoakan hal ini." Dan sehubungan dengan hadis pertama, Imam Muslim mengatakan bahwa kejadiannya pasti akan ada hanya saja kenyataannya masih belum terungkapkan.
(Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan) menerangkan kepada mereka (tentang ayat-ayat) yang menunjukkan kepada kekuasaan Kami (barangkali saja mereka mau memahaminya) mereka mau mengetahuinya bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah perkara batil.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakan wahai Rasul :
Hanya Allah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab dari atas kalian seperti angin topan, hujan batu dan sebagainya.
Atau dari bawah kalian seperti gempa dan pembenaman.
Atau mencampur-baurkan urusan kalian sehingga kalian terpecah belah menjadi beberapa aliran, sebagian membunuh sebagian yang lain.
Perhatikanlah wahai Rasul bagaimana Kami menghadirkan hujjah-hujjah Kami secara beragam kepada orang-orang musyrikin tersebut agar mereka memahami lalu mengambil pelajaran?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian,

Ketika Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman: kemudian kalian kembali mempersekutukan-Nya.
(Al An'am:64) Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
mengiringinya dengan firman selanjutnya yang mengatakan: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian.” (Al An'am:65) Yakni sesudah Dia menyelamatkan kalian.

Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam surat Al-Isra, yaitu,

Tuhan kalian adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian, agar kalian mencari sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadap kalian.
Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia, maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling.
Dan manusia itu selalu tidak berterima kasih.
Maka apakah kalian merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kalian atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil?
Dan kalian tidak akan mendapat seorang pelindung pun bagi kalian.
Atau apakah kalian merasa aman dari dikembalikan-Nya kalian ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kalian angin topan (badai) dan ditenggelamkan-Nya kalian disebabkan kekafiran kalian.
Dan kalian tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
(Al Israa':66-69)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, di dalam suatu riwayat dari Muslim ibnu Ibrahim telah disebutkan bahwa Harun Al-A'war telah menceritakan kepada kami, dari Ja'far ibnu Sulaiman, dari Al-Hasan sehubungan dengan firman-Nya: Katakanlah "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian.” (Al An'am:65) Bahwa hal ini ditujukan kepada orang-orang musyrik.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian.” (Al An'am:65) Ayat ini ditujukan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ, tetapi Allah memaafkan mereka.

Dalam pembahasan berikut kami ketengahkan beberapa hadis dan asar yang menerangkan masalah ini, hanya kepada Allah-lah kami memohon pertolongan, hanya kepada Dialah kami bertawakal, dan hanya kepada Dialah kami berpegang teguh.

Imam Bukhari rahimahullah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian dan dari bawah kaki kalian atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).
(Al An'am:65) Yalbisakum, mencampurkan kalian, berasal dari kata iltibas yang artinya campur aduk.
Lafaz yalbasu artinya mereka bercampur.
Syiya’an, golongan-golongan.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abun Nu'man, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Amr ibnu Dinar, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian.
(Al An'am:65) Maka Rasulullah ﷺ mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu.
atau dari bawah kaki kalian." (Al An'am:65) Rasulullah ﷺ mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu.
atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.
(Al An'am:65) Rasulullah ﷺ berkata, "Ini adalah yang paling ringan —atau— paling mudah."

Al-Humaidi di dalam kitab Musnad-nya telah meriwayatkannya dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar, bahwa ia pernah mendengar Jabir menceritakan hadis ini dari Nabi ﷺ Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih-nya telah meriwayatkannya dari Abu Ya'la Al-Mausuli, dari Abu Khaisamah, dari Sufyan ibnu Uyaynah dengan lafaz yang sama.

Jalur lain, Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih di dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Miqdam ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Luhai'ah, dari Khalid ibnu Yazid, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan: Katakanlah, uDialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian.
(Al An'am:65) Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku berlindung kepada Allah dari hal tersebut." atau dari bawah kaki kalian.” (Al An'am:65) Maka Rasulullah ﷺ berkata pula, "Aku berlindung kepada Allah dari hal tersebut." atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang bertentangan).
(Al An'am:65) Maka Nabi ﷺ bersabda, "Ini lebih mudah."

Dengan kata lain, seandainya seseorang meminta perlindungan kepada Allah dari hal ini, niscaya Dia akan melindunginya.

Banyak hadis yang berkaitan dengan ayat ini, salah satunya ialah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibnu Hambal di dalam kitab Musnad-nya,

Hadis lain.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'la (yaitu Ibnu Ubaid), telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Hakim, dari Amir ibnu Sa'd ibnu Abu Waqqas, dari ayahnya yang menceritakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah ﷺ hingga sampailah kami di masjid Bani Mu'awiyah.
Lalu Nabi ﷺ masuk dan salat dua rakaat, kami pun ikut salat bersamanya.
Nabi ﷺ bermunajat kepada Tuhannya cukup lama, kemudian beliau bersabda: 'Aku memohon kepada Tuhanku tiga perkara, yaitu aku memohon agar umatku tidak dibinasakan oleh tenggelam (banjir), maka Dia mengabulkan permintaanku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar umatku tidak dibinasakan oleh paceklik, maka Dia mengabulkan permintaanku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar Dia tidak menjadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Dia tidak mengabulkan permintaanku'.”

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim sendiri.
Imam Mus­lim meriwayatkannya di dalam Kitabul Fitan, dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Numair, keduanya dari Abdullah ibnu Numair, dan dari Muhammad ibnu Yahya ibnu Amr, dari Marwan ibnu Mu'awiyah, keduanya dari Usman ibnu Hakim dengan sanad yang sama.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa Imam Ahmad telah mengatakan bahwa ia telah membaca dari Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Malik, dari Abdullah ibnu Abdullah ibnu Jabir ibnu Atik, dari Jabir ibnu Atik yang mengatakan, "Pernah datang kepada kami Abdullah ibnu Umar di kampung Bani Mu'awiyah, yaitu suatu kampung di antara kampung-kampung orang-orang Ansar, lalu Ibnu Umar berkata, Tahukah kamu, di manakah Rasulullah ﷺ pernah salat di masjid kalian ini?' Jabir ibnu Atik menjawab, 'Ya,' seraya mengisyaratkan ke arah suatu bagian dari masjid itu.
Ibnu Umar bertanya lagi, 'Tahukah kalian, tiga perkara apakah yang didoakan oleh Nabi ﷺ di tempat itu?' Aku (Jabir) menjawab, 'Ya.' Ibnu Umar berkata, 'Kalau demikian, ceritakanlah ketiga hal itu kepadaku.' Aku menjawab, 'Rasulullah ﷺ berdoa agar mereka tidak dapat dikalahkan oleh musuh dari selain mereka sendiri, dan agar mereka jangan dibinasakan oleh paceklik, maka Allah memberikan keduanya itu kepada Nabi ﷺ Kemudian Nabi ﷺ berdoa semoga jangan dijadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Allah tidak memperkenankannya.' Ibnu Umar menjawab, 'Kamu benar, dan masih terus-menerus akan terjadi fitnah sampai hari kiamat'."

Tetapi hadis ini tidak terdapat di dalam suatu kitab hadis pun dari kitab Sittah, hanya sanadnya jayyid dan kuat.

Hadis yang lain, Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Hakim ibnu Hakim ibnu Abbad, dari Khasif, dari Ubadah ibnu Hanif, dari Ali ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Huzaifah ibnul Yaman, bahwa ia berangkat bersama dengan Rasulullah ﷺ menuju perkampungan Bani Mu'awiyah.
Lalu beliau ﷺ Melakukan salat sebanyak delapan rakaat yang dilakukannya dalam waktu yang cukup lama.
Setelah itu beliau berpaling ke arahku, lalu bersabda, "Aku telah menahanmu, hai Huzaifah." Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui (mengapa kami tertahan)." Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku telah memohon tiga perkara kepada Allah maka Dia memberiku dua perkara dan mencegahku satu perkara lainnya.
Aku memohon kepada-Nya agar umatku jangan dikuasai oleh musuh dari selain kalangan mereka sendiri, maka Dia mengabulkan permintaanku.
Dan aku meminta kepada-Nya agar janganlah mereka dibinasakan oleh tenggelam (banjir), maka Dia mengabulkan permintaanku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar janganlah keganasan mereka dijadikan di antara sesama mereka, tetapi Dia menolak permintaanku ini.

Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui hadis Muhammad ibnu Ishaq.

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ubaidah ibnu Humaid, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnul A'masy, dari Raja Al-Ansari, dari Abdullah ibnu Syaddad, dari Mu'az ibnu Jabal r.a.
yang menceritakan, "Aku datang untuk menemui Rasulullah ﷺ Maka dikatakan kepadaku bahwa beliau baru saja keluar.
Tidak sekali-kali aku bersua dengan seseorang (dalam rangka menyusul beliau), melainkan dikatakan kepadaku bahwa beliau ﷺ baru lewat.
Hingga aku bersua dengannya dan kujumpai beliau sedang berdiri dalam salatnya.
Maka aku datang dan berdiri di belakangnya (bermakmum), dan ternyata Nabi ﷺ lama dalam melakukan salatnya.
Setelah Nabi ﷺ menyelesaikan salatnya, aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, engkau telah mengerjakan salat yang cukup lama.' Maka Rasulullah ﷺ menjawab: 'Sesungguhnya aku telah mengerjakan salat dengan penuh rasa harap dan takut (kepada-Nya).
Sesungguhnya aku meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
tiga perkara, maka Dia memberiku dua perkara dan mencegahku dari yang satunya lagi.
Aku memohon kepada-Nya agar umatku jangan dibinasakan oleh banjir, dan Dia memberiku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka tidak dikuasai oleh musuh selain dari kalangan mereka, maka Dia memberiku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar janganlah keganasan mereka dijadikan di antara sesama mereka, tetapi Dia menolak permintaanku yang ini'.”

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ma'ruf, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris, dari Bukair ibnul Asyaj, bahwa Ad-Dahhak ibnu Abdullah Al-Qurasyi pernah menceritakan kepadanya dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa ia pernah melihat Rasulullah ﷺ dalam suatu perjalanan melakukan salat duha sebanyak delapan rakaat.
Setelah selesai dari salatnya Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku telah mengerjakan salat ragbah dan rahbab (dengan penuh rasa harap dan takut kepada-Nya), dan aku memohon kepada Tuhanku tiga perkara, maka Dia memberiku dua perkara dan mencegahku dari satu perkara lainnya.
Aku memohon kepada-Nya agar umatku jangan diuji dengan paceklik, maka Dia memperkenankannya.
Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka jangan dikuasai oleh musuh mereka, maka Dia memperkenan­kannya.
Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka jangan berpecah-belah menjadi berbagai golongan yang bersengketa, maka Dia tidak memperkenankannya bagiku.

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'aib ibnu Abu Hamzah yang mengatakan bahwa Az-Zuhri pernah berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abdullah ibnul Haris ibnu Naufal, dari Abdullah ibnu Khabbab, dari ayahnya — yaitu Khabbab ibnul Art maula Bani Zuhrah— yang pernah ikut dalam perang Badar bersama Rasulullah ﷺ Khabbab ibnul Art mengatakan bahwa dia menjumpai Rasulullah ﷺ di suatu malam, pada malam itu Rasulullah ﷺ menghabiskan waktunya dengan salat hingga dekat waktu subuh.
Setelah Rasulullah ﷺ selesai dari salatnya, maka ia menemuinya dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau telah mengerjakan suatu salat pada malam ini yang belum pernah aku melihatmu melakukan hal yang semisal sebelumnya." Maka Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya: Memang benar, sesungguhnya salat yang baru kulakukan itu adalah salat yang penuh dengan harap dan rasa takut kepada Allah.
Aku telah memohon tiga perkara kepada Tuhanku dalam salat tersebut.
Maka Dia hanya memberiku dua perkara, sedangkan yang satunya lagi tidak diberikan kepadaku.
Aku memohon kepada-Nya agar janganlah Dia membinasakan kita dengan azab yang pernah ditimpakan kepada umat-umat sebelum kita, maka Dia memperkenankannya bagiku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar janganlah kita dikalahkan oleh musuh dari luar golongan kita, maka Dia memperkenankannya bagiku.
Dan aku memohon kepada-Nya agar janganlah Dia mencampurkan kami dalam golongan-golongan yang saling bertentangan, maka Dia tidak memperkenankannya bagiku.

Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Syu'aib ibnu Abu Hamzah dengan lafaz yang sama, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur yang lainnya lagi, demikian pula Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih­nya berikut kedua sanadnya dari Saleh ibnu Kaisan.
Imam Turmuzi meriwayatkannya di dalam Bab "Fitan" melalui hadis An-Nu'man ibnu Rasyid, keduanya dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Hadis yang lain.
Abu Ja'far ibnu Jarir di dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ziyad ibnu Abdullah Al-Muzanni, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu'awiyah Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Abu Malik, telah menceritakan kepadaku Nafi' ibnu Khalid Al-Khuza'i dari ayahnya, bahwa Nabi ﷺ pernah melakukan suatu salat yang ringan dengan rukuk dan sujud yang sempurna.
Kemudian beliau ﷺ bersabda: Sesungguhnya salat tadi adalah salat yang penuh dengan rasa harap dan takut kepada-Nya.
Aku memohon tiga perkara kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam salat itu.
Dia memberiku dua perkara dan mencegahku dari satu perkara.
Aku memohon kepada Allah agar kalian jangan ditimpa oleh azab seperti azab yang telah menimpa orang-orang sebelum kalian, maka Dia memperkenankannya bagiku Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah kalian dikuasai oleh musuh yang menghalalkan kehormatan kalian, maka Dia memperkenankannya bagiku.
Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah kalian dijadikan berbagai golongan yang saling bertentangan, sebagian dari kalian merasakan keganasan sebagian yang lain, maka Dia tidak memperkenankannya bagiku.

Abu Malik mengatakan bahwa lalu ia bertanya kepada Nafi' ibnu Khalid Al-Khuza'i, "Apakah ayahmu benar-benar mendengarnya langsung dari mulut (lisan) Rasulullah ﷺ?"
Ia menjawab, "Ya, aku mendengar ayahku menceritakan hadis ini, bahwa dia mendengarnya langsung dari lisan Rasulullah ﷺ"

Hadis yang lain.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, bahwa Ma'mar mengatakan, "Telah menceritakan kepadaku Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Al-Asy'as As-San'ani, dari Abu Asma Ar-Rahbi, dari Syaddad ibnu Aus, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah melipatkan bumi untukku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya, dan sesungguhnya kerajaan umatku kelak akan mencapai sejauh apa yang dilipatkan darinya untukku.
Dan sesungguhnya aku dianugerahi dua buah perbendaharaan, yaitu yang putih dan yang merah.
Dan sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku agar janganlah umatku dibinasakan oleh paceklik yang umum, janganlah mereka dikuasai oleh musuh sehingga mereka semua dibinasakan secara menyeluruh, janganlah mereka berpecah-belah menjadi berbagai golongan yang bertentangan, dan jangan (pula) sebagian dari mereka merasakan keganasan sebagian yang lain.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman, "Hai Muhammad, sesungguhnya Aku apabila telah memutuskan suatu keputusan, maka keputusan-Ku itu tidak dapat dicabut lagi.
Dan sesungguhnya Aku memberimu untuk umatmu bahwa sama sekali Aku tidak akan membinasakan mereka dengan paceklik yang menyeluruh, dan Aku tidak akan membiarkan mereka dikuasai oleh musuh dari selain kalangan mereka sendiri yang akibatnya mereka akan dibinasakan oleh musuhnya secara menyeluruh, sehingga sebagian dari mereka membinasakan sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka menahan sebagian yang lain.” Syaddad ibnu Aus melanjutkan kisahnya, "Lalu Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku tidak merasa khawatir terhadap umatku kecuali adanya imam-imam yang menyesatkan, karena apabila pedang (jihad) telah ditetapkan di antara umatku, maka ia tidak akan dihapuskan dari mereka sampai hari kiamat.

Hadis ini tidak terdapat di dalam suatu kitab Sittah pun, tetapi sanadnya jayyid dan kuat.

Hadis yang lain diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Bakar Ibnu Murdawaih, disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isma'il ibnu Ibrahim Al-Hasyimi dan Maimun ibnu Ishaq ibnul Hasan Al-Hanafi.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdul Jabbar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Abu Malik Al-Asyja'i, dari Nafi' ibnu Khalid Al-Khuza'i, dari ayahnya yang berpredikat sebagai salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ dan termasuk salah seorang sahabat yang ikut dalam baiat di bawah pohon.
Ia menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila melakukan salat, sedangkan orang-orang berada di sekitarnya, maka beliau lakukan salatnya secara ringan dengan rukuk dan sujud yang sempurna.
Maka pada suatu hari Rasulullah ﷺ duduk (dalam salatnya) dalam waktu yang cukup lama sehingga sebagian dari para sahabat berisyarat kepada sebagian yang lain bahwa sebaiknya kita diam, karena sesungguhnya sedang turun suatu wahyu kepada Nabi ﷺ Setelah Nabi ﷺ menyelesaikannya, maka seseorang dari kaum yang hadir berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali dalam dudukmu, sehingga sebagian dari kami berisyarat kepada sebagian yang lain bahwa sesungguhnya sedang turun suatu wahyu kepadamu." Rasulullah ﷺ menjawab: Tidak, tetapi salat yang baru kulakukan itu adalah salat ragbah dan rahbah, aku telah memohon kepada Allah dalam salatku itu tiga perkara, maka Dia memberiku dua perkara dan tidak memberiku yang satunya lagi.
Aku telah meminta kepada Allah agar Dia jangan mengazab kalian dengan suatu azab yang pernah Dia timpakan kepada orang-orang sebelum kalian, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah Dia menguasakan umatku kepada musuh yang berbuat seenak hatinya kepada mereka, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya janganlah Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan yang saling bertentangan, dan janganlah Dia merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain, tetapi Dia tidak memberikannya kepadaku.

Perawi (Abu Malik Al-Asyja'i) berkata kepada Nafi' ibnu Khalid, "Apakah ayahmu memang mendengarnya dari Rasulullah ﷺ?"
Nafi' menjawab, "Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa dia mendengarnya dari Rasulullah ﷺ sebanyak bilangan jari-jemariku yang sepuluh ini."

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah mencerita­kan kepada kami Yunus (yaitu Ibnu Muhammad Al-Muaddib), telah menceritakan kepada kami Lais (yaitu Ibnu Sa'd), dari Abu Wahb Al-Khaulani, dari seorang lelaki yang ia sebutkan namanya, dari Abu Basrah Al-Gifari, seorang sahabat Rasulullah ﷺ Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku pernah memohon kepada Tuhanku empat perkara, maka Dia memberiku tiga perkara dan mencegahku dari satu perkara lainnya.
Aku memohon kepada Allah hendaknya Dia jangan menghimpunkan umatku dalam suatu kesesatan, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah Dia menguasakan mereka kepada musuh selain dari kalangan mereka sendiri, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada Allah hendaknya Dia jangan membinasakan mereka dengan paceklik sebagaimana Dia telah membinasakan umat-umat sebelum mereka, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
hendaknya Dia jangan menjadikan mereka berpecah-belah menjadi berbagai golongan, dan janganlah Dia menimpakan keganasan sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain, tetapi Dia tidak memberikannya kepadaku.

Hadis ini tidak diketengahkan oleh seorang pun dari kalangan pemilik kitab sunnah yang enam.

Hadis yang lain, Imam Tabrani mengatakan bahwa telah mencerita­kan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Minjab ibnul Haris, telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah As-Sa'labi, dari Ziyad ibnu Ilaqah, dari Jabir ibnu Samurah As-Sawaf, dari Ali, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku pernah memohon kepada Tuhanku tiga perkara, maka Dia memberiku dua di antaranya dan mencegahku dari yang satunya lagi.
Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau binasakan umatku dengan kelaparan.” Maka Dia menjawab, "Ini Kuberikan kepadamu.” Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau kuasakan mereka kepada musuh selain dari mereka sendiri —yakni orang-orang musyrik—yang akibatnya mereka akan dibinasakan sampai ke akar-akarnya.”Dia menjawab, "Kuberikan hal itu kepadamu " Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka.” Tetapi Dia tidak memberikan yang ini kepadaku.

Hadis yang lain, Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim,dari Ahmad ibnu Muhammad ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Abud Darda Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Abdullah ibnu Kaisan, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku pernah berdoa memohon kepada Tuhanku agar Dia menghapuskan dari umatku empat perkara, maka Allah menghapuskan dari mereka dua perkara dan menolak permintaanku yang duanya lagi, Dia tidak mau menghapuskan dari mereka kedua hal itu.
Aku berdoa kepada Tuhanku, semoga Dia menghapuskan azab hujan batu dari langit, kebanjiran dari bumi, janganlah Dia menjadikan mereka (umatku) berpecah-belah menjadi banyak golongan, dan janganlah Dia menimpakan keganasan sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain.
Maka Allah menghapuskan dari mereka azab hujan batu dari langit dan kebanjiran dari bumi.
Tetapi menolak tidak mau menghapuskan dua perkara lainnya, yaitu pembunuhan dan fitnah

Jalur yang lain dari Ibnu Abbas pula.
Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad ibnu Yazid, telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Munir, telah menceritakan kepada kami Abu Badar (yaitu Syuja' ibnul Walid), telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Qais, dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa ketika firman-Nya ini diturunkan: Katakanlah "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” (Al An'am:65) Ibnu Abbas mengatakan, "Lalu Nabi ﷺ bangkit dan berwudu, kemudian berdoa: Ya Allah, janganlah Engkau timpakan kepada umatku suatu azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, janganlah Engkau mencampurkan mereka dalam golongan-golongan (yang bertentangan), dan janganlah Engkau merasakan kepada sebagian mereka keganasan sebagian yang lain." Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Lalu datanglah Malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ, lalu berkata, 'Hai Muhammad, sesungguhnya Allah telah melindungi umatmu, Dia tidak akan mengirimkan kepada mereka azab dari atas mereka atau dari bawah kaki mereka.’

Hadis yang lain, Ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Abdullah Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muhammad Al-Anqazi, telah menceritakan kepada kami Asbat, dari As-Saddi, dari Abul Minhal, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Aku pernah meminta kepada Tuhanku untuk umatku empat perkara, maka Dia memberiku tiga perkara darinya dan mencegahku dari yang satunya.
Aku memohon kepada-Nya, semoga umatku tidak dilenyapkan oleh sekali azab, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya semoga Dia tidak mengazab mereka dengan azab yang pernah Dia timpakan kepada umat-umat sebelum mereka, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya hendaknya Dia tidak menguasakan mereka kepada musuh yang selain dari kalangan mereka, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya hendaknya Dia tidak menjadikan keganasan mereka berada di antara sesama mereka, tetapi Dia tidak memberikannya kepadaku.

Jalur yang lain, Ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah men­ceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Kasir ibnu Zaid Al-Laisi Al-Madani, telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Rabah maula keluarga Abu Ziab yang telah mendengar dari Abu Hurairah yang pernah mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Aku pernah memohon kepada Tuhanku tiga perkara, maka Dia memberiku dua perkara dan mencegahku dari yang satunya lagi.
Aku memohon kepada-Nya, hendaknya Dia jangan menguasakan musuh atas umatku yang bukan dari kalangan mereka, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya, hendaknya Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik, maka Dia memberikannya kepadaku.
Dan aku memohon kepada-Nya, hendaknya Dia jangan menjadikan mereka berpecah-belah menjadi berbagai golongan, dan janganlah Dia merasakan kepada sebagian mereka keganasan sebagian yang lain, tetapi Dia tidak mem­berikannya kepadaku.

Asar yang lain, Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa pada umat ini telah terjadi empat perkara, dua telah terjadi dan masih ada dua perkara lagi yang belum terjadi, yaitu yang disebutkan di dalam firman-Nya: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian dari atas kalian.
(Al An'am:65) Yakni berupa rajam atau hujan batu (dari langit).
atau dari bawah kaki kalian.” (Al An'am:65) Maksudnya, ditelan oleh bumi.
atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.
(Al An'am:65) Menurut Sufyan As-Sauri, makna yang dimaksud ialah hujan batu dan ditelan oleh bumi.

Abu Ja'far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b sehubungan dengan makna firman-Nya: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” (Al An'am:65) Bahwa hal tersebut adalah empat perkara, dua di antaranya terjadi setelah selang dua puluh lima tahun sesudah Rasulullah ﷺ wafat.
Mereka berpecah-belah menjadi berbagai golongan, sebagian dari mereka merasakan keganasan sebagian yang lain.
Sedangkan yang dua perkara lagi pasti akan terjadi, yaitu hujan batu dan ditelan oleh bumi.

Ahmad meriwayatkannya dari Waki', dari Abu Ja'far, dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abul Asyhab, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan., hingga akhir ayat.
Siksaan atau azab itu telah diperhitungkan sesuai dengan dosa yang dilakukan.
Apabila dosanya telah dilakukan, barulah dikirimkan siksaan yang setimpal dengannya.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Abu Malik, As-Saddi, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
azab dari atas kalian.
(Al An'am:65) Yakni berupa rajam atau hujan batu.
atau dari bawah kaki kalian.” (Al-An'am, 65) Artinya, ditelan oleh bumi.

Pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Ibnu Jarir.
Ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Yunus, dari Ibnu Wahb, dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna firman-Nya:

Katakanlah "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian."
Bahwa dahulu Abdullah ibnu Mas'ud (ketika membaca ayat ini) menjerit, sedangkan ia berada di dalam masjid atau di atas mimbar, lalu ia berkata, "Ingatlah, hai manusia, sesungguhnya azab itu telah diturunkan atas kalian," karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala.
telah berfirman: Katakanlah "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian.
Seandainya diturunkan azab dari langit kepada kalian, niscaya tidak akan tersisa seorang manusia pun dari kalian.
atau dari bawah kaki kalian.
Seandainya bumi menelan kalian, niscaya binasalah kalian, dan tidak ada seorang pun dari kalian yang tersisa.
atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.
Ingatlah, sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian azab yang pa­ling buruk di antara ketiganya.

Pendapat yang kedua.
Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, ia telah mendengar Khallad ibnu Sulaiman mengatakan bahwa ia pernah mendengar Amir ibnu Abdur Rahman mengatakan, sesungguhnya Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan kepada kalian azab dari atas kalian.
Yakni pemimpin-pemimpin yang jahat.
atau dari bawah kaki kalian.” Yakni pembantu-pembantu yang jahat.

Ali ibnu Abu Talhah mencerita­kan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:azab dari atas kalian.
Yakni para amir (penguasa kalian).
atau dari bawah kaki kalian.
Yaitu datang dari budak-budak dan bawahan-bawahan kalian.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Abu Sinan dan Amr ibnu Hani' hal yang semisal.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat ini, sekalipun mempunyai segi yang sahih, tetapi pendapat yang pertama jauh lebih unggul dan lebih kuat, dan memang kenyataannya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir.
Kebenaran pendapatnya itu dibuktikan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?
Atau apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu?
Maka kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
(Al Mulk:16-17)

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Sesungguhnya benar-benar akan ada pada umat ini (azab berupa) hujan batu, gempa bumi, dan kutukan.

Hadis ini disebutkan di antara hal-hal yang semisal mengenai pertanda dekatnya hari kiamat, persyaratannya, dan munculnya tanda-tanda yang mengawali hari kiamat, semuanya akan diterangkan pada bagian tersendiri, Insya Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan yang bertentangan.
(Al An'am:65)

Maksudnya, Dia akan menjadikan kalian berpecah-belah menjadi berbagai golongan yang saling bertentangan.

Al-Walibi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah mempunyai berbagai macam kecenderungan yang berbeda-beda.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Nabi ﷺ disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al An 'aam (6) ayat 65
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan, Amru berkata,
Aku mendengar Jabir bin Abdullah ra. berkata,
Ketika diturunkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ayat: Katakanlah, Dialah Allah yang mampu mengutus siksa kepada kalian dari atas kamu (Qs. Al An'aam: 65), maka Rasulullah berdoa: "Aku berlindung dengan wajah-Mu, '(Atau dari bawah kakimu", Nabi berdoa: Aku berlindung dengan wajah-Mu, maka dikala diturunkan: (atau menjadikan kalian berkelompok-kelompok dan menjadikan sebagian di antara kalian merasakan keganasan sebagian yang lain)", maka Rasulullah bersabda:
"Perpecahan dan keganasan konflik ini lebih ringan", atau beliau katakan "lebih ringan."

Shahih Bukhari, Kitab Berpegang Teguh Terhadap dan Sunnah - Nomor Hadits: 6769

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al An 'aam (6) Ayat 65

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Zaid bin Aslam bahwa ketika turun ayat, qul huwal qaadiru ‘alaa ay yab’atsa ‘alaikum ‘adzaabam ming fauqikum..(katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu…) sampai akhir ayat (al-An’am: 65), Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesudah aku tiada, janganlah kalian kembali menjadi kafir dengan menimbulkan pertumpahan darah di antara kalian.” Mereka menjawab:
“Bagaimana mungkin terjadi, padahal kami bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya engkau Utusan-Nya?” Berkatalah yang lainnya: “Tidak mungkin hal itu akan terjadi selama-lamanya, karena kami tetap Muslimin.” Maka turunlah ayat selanjutnya (al-An’am: 65-67) yang memperingatkan bahwa bentrokan itu akan terjadi bila ada segolongan orang yang mengaku Mukmin tapi tidak melaksanakan hak (kebenaran).

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 65

ARJUL
أَرْجُل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah ar rijl, artinya al qadam (telapak kaki), dan makna asalnya ialah mulai dari paha hingga telapak kaki. Ia juga bermakna zaman, seluar, dan sebagainya. Rijl al-bahr artinya teluk, rijl al-sahm maknanya kedua­dua uujung panah.

Lafaz ini disebut sebanyak 13 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Maa'idah (5), ayat 6, 33, 66;
-Al An'aam (6), ayat 65;
-Al A'raaf (7), ayat 195, 124;
-Tha Ha (20), ayat 71;
-An Nuur (24), ayat 24, 31;
-Asy Syu'araa (26), ayat 49;
-Al Ankaabut (29), ayat 55;
-Yaa Siin (36), ayat 65;
-Al Mumtahanah (60), ayat 12.

Lafaz arjul dalam surah Al Maa'idah, ayat 66 dikaitkan dengan tahta.

Ibn Qutaibah berkata,
"Ia bermakna tumbuh­tumbuhan di bumi karena ia berada di bawah kaki mereka"

Dalam surah Al A'raaf, ayat 124, Ibn Katsir menafsirkannya dengan memotong tangan kanan seorang lelaki dan kaki kirinya atau sebaliknya.

Begitu juga dalam ayat 159 beliau berkata,
''Allah mengkhabarkan pengingkarannya pada sembahan orang musyrik dari berhala, patung dan tuhan-tuhan lain, karena mereka adalah makhluk bagi Allah yang dibuat, tidak memiliki kemudaratan atau manfaat, tidak melihat dan tidak dapat menolong penyembahnya, malah tidak bergerak (karena tidak mempunyai kaki), tidak mendengar dan tidak pula melihat, sedangkan penyembahnya lebih sempurna darinya dari aspek melihat, mendengar dan berbuat."

Dalam surah Al Mumtahanah, ayat 12, lafaz arjul dikaitkan dengan bain dan mempunyai hubungan dengan buhtan, makna baina arjulihinn ialah faraj-faraj mereka. Ada yang berpendapat ia bermakna jimak. Ayat ini adalah kinayah bagi anak karena perut yang mengandungkan di dalamnya anak berada di antara kedua-dua tangannya dan farajnya yang melahirkan anak adalah di antara kedua-dua kakinya. Jumhur ulama mengatakan makna lafaz buhtan ialah anak dan makna bagi ayat adalah apa yang dilahirkannya dari perbuatan zina.

Lafaz-lafaz arjul juga dikaitkan dengan al mash (membasuh atau mencuci), tahta (dibawah), al qath' (memotong), asy syahaadah (sebagai saksi), ad darb (menghentakkan). Semua ini mengisyaratkan lafaz arjul bermakna kaki yang bermula dari paha hingga ke telapak kaki.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:66-67

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 65 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 65



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.5
Rating Pembaca: 4.7 (21 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ Ayat 65 dlm alqur\an, fadillah dan ke dahsatan bacaan surat al anam ayat 103, q s al-anaam ayat 65, tafsir QS 6 ayat 65