Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 61 [QS. 6:61]

Topik ▪ Malaikat ▪ Sifat-sifat malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat
وَ ہُوَ الۡقَاہِرُ فَوۡقَ عِبَادِہٖ وَ یُرۡسِلُ عَلَیۡکُمۡ حَفَظَۃً ؕ حَتّٰۤی اِذَا جَآءَ اَحَدَکُمُ الۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡہُ رُسُلُنَا وَ ہُمۡ لَا یُفَرِّطُوۡنَ
Wahuwal qaahiru fauqa ‘ibaadihi wayursilu ‘alaikum hafazhatan hatta idzaa jaa-a ahadakumul mautu tawaffathu rusulunaa wahum laa yufarrithuun(a);
Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
―QS. Al An ‘aam [6]: 61

And He is the subjugator over His servants, and He sends over you guardian-angels until, when death comes to one of you, Our messengers take him, and they do not fail (in their duties).
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 61]

وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْقَاهِرُ berkuasa mutlak

(is) the Subjugator
فَوْقَ diatas

over
عِبَادِهِۦ hamba-hambaNya

His slaves,
وَيُرْسِلُ dan Dia mengutus

and He sends
عَلَيْكُمْ atas kalian

over you
حَفَظَةً (MalaikatMalaikat)penjaga

guardians
حَتَّىٰٓ sehingga

until
إِذَا apabila

when
جَآءَ telah datang

comes
أَحَدَكُمُ salah seorang diantara kamu

(to) anyone of you
ٱلْمَوْتُ kematian

the death
تَوَفَّتْهُ mewafatkannya

take him
رُسُلُنَا utusan-utusan Kami

Our messengers,
وَهُمْ dan mereka

and they
لَا tidak

(do) not
يُفَرِّطُونَ malalaikan kewajibannya

fail.

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:61

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 61. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menegaskan kekuasaan, pemeliharaan dan pengawasan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Dia tidak dapat dikuasai sedikit pun oleh makhluk-makhluk-Nya termasuk sembahan-sembahan dan patung-patung yang disembah oleh orang-orang musyrik, karena sembahan dan patung itu tidak mampu memegang kekuasaan dan tidak mampu memberi pertolongan, bahkan ia sendirilah yang diberi pertolongan.


Dari ayat ini dipahami bahwa hendaklah manusia menghambakan diri kepada Allah, karena segala ilmu, kekuasaan, kemerdekaan, kemampuan bergerak dan berdaya cipta merupakan anugerah Allah kepada mereka.
Dia sanggup menambah atau mencabut anugerah-Nya kapan Dia kehendaki.

Di saat Dia mencabut semua anugerah-Nya itu, maka manusia tidak mempunyai arti sedikit pun.


Allah juga mengirimkan kepada manusia malaikatmalaikat penjaga yang menjaga mereka dan merekam tindak-tanduk mereka setiap waktu.

Semuanya dicatat dan tidak ada sesuatu pun yang tertinggal.
Firman Allah ﷻ:

وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ

Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar.

(at-Takwir [81]: 10)


Mengenai malaikat penjaga, tersebut dalam firman Allah ﷻ:

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَ ﴿۱۰﴾ كِرَامًا كَاتِبِيْنَ ﴿۱۱﴾ يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ ﴿۱۲﴾

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikatmalaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(al-Infithar [82]: 10-12)


Bahkan bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula yang mencatat amalan-amalannya, yaitu Raqib dan Atid, sebagaimana firman Allah ﷻ:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ

Baginya (manusia) ada malaikatmalaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya.

Mereka menjaganya atas perintah Allah.
(ar-Ra’d [13]: 11)


Sabda Nabi ﷺ:

يَتَعَاقَبُوْنَ فِيْكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُوْنَ فِيْ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِيْنَ بَاتُوْا فِيْكُمْ فَيَسْاَلُهُمْ وَهُوَ اَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِيْ فَيَقُوْلُوْنَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ وَاَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ

Para malaikat berganti-ganti menjagamu, yaitu malaikat malam dan malaikat siang, mereka bertemu (berganti giliran) pada waktu salat subuh dan waktu salat asar.

Kemudian malaikat yang menjagamu di malam hari naik ke langit, maka Tuhan menanyakan kepada mereka (sedang Dia lebih tahu dari mereka)
"Bagaimanakah kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku."
Mereka menjawab,
"Kami tinggalkan mereka dalam keadaan salat dan kami datangi mereka dalam keadan salat pula."
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)


Sebenarnya Allah tidak memerlukan malaikat pencatat untuk mencatat segala perbuatan manusia, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dengan adanya malaikat pencatat yang mencatat seluruh perbuatan manusia, diharapkan manusia akan berhati-hati jika hendak mengerjakan suatu pekerjaan, apakah pekerjaan itu diridai Allah atau tidak.


Demikianlah para malaikat penjaga dan pencatat itu menjaga, mengawasi dan mencatat seluruh perbuatan manusia, sampai saat datangnya kematian kepadanya.
Dengan datangnya malaikat maut mencabut nyawa manusia untuk melaksanakan perintah Allah sampailah ajal manusia itu, Allah ﷻ berfirman:

قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

Katakanlah,
"Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan."
(as-Sajdah [32]: 11)

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 61. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dia yang menaklukkan hamba-hamba-Nya dengan kekuasaan-Nya, dan yang mengutus malaikatmalaikat-Nya untuk menghitung perbuatan-perbuatan kalian sampai datang ajal dari masing-masing orang di antara kalian.
Lalu nyawanya akan dicabut oleh malaikatmalaikat Kami yang Kami utus khusus untuk itu.


Malaikatmalaikat itu tidak pernah melalaikan tugas yang dilimpahkan kepada mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah berkuasa atas hamba-hamba-Nya.
Dia di atas mereka secara mutlak sesuai dengan keagungan-Nya.


Segala sesuatu tunduk kepada keagungan dan kebesaran-Nya.
Dia mengutus kepada hamba-hamba-Nya para malaikat penjaga yang menjaga amal perbuatan mereka dan mencatatnya.


Sampai saat kematian mendatangi salah seorang dari mereka, maka malaikat maut dan para pembantunya mencabut nyawanya, dan mereka tidak menyia-nyiakan apa yang diperintahkan kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi) kekuasaan yang maha tinggi


(di atas semua hamba-Nya dan diutus-Nya kepadamu malaikatmalaikat penjaga) yaitu para malaikat yang mencatat semua amal perbuatanmu


(sehingga apabila datang kepada salah seorang di antara kamu kematian, ia diwafatkan) di dalam qiraat lainnya dibaca tawaffahu


(oleh utusan-utusan Kami) yakni para malaikat yang ditugaskan untuk mencabut arwah-arwah


(dan mereka itu tidak melalaikan kewajibannya) tidak pernah berlaku sembrono terhadap apa yang telah diperintahkan kepada mereka untuk dilakukannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah :

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya.

Artinya, Dialah yang menguasai segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk kepada keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya.

…dan diutus-Nya kepada kalian malaikatmalaikat penjaga.

Yaitu di antara para malaikat ada yang ditugaskan oleh Allah untuk menjaga tubuh manusia, seperti halnya yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain:

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Maksudnya, malaikat penjaga yang mencatat semua amal perbuatannya, sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:

Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikatmalaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian).
(QS. Al-Infitar [82]: 10)

yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
(QS. Qaaf [50]: 17-18)

(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya.
(QS. Qaaf [50]: 17)

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian.

Artinya, telah tiba masa ajalnya, dan maut sudah di ambang pintu.

ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami.
(QS. Al-An’am [6]: 61)

Yakni oleh malaikat yang ditugaskan untuk melakukan hal tersebut (pencabutan nyawa).
Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa malaikat maut (‘Izrail) mempunyai pembantu-pembantu yang terdiri atas para malaikat lainnya, mereka mencabut roh dari jasad, lalu roh dicabut oleh malaikat maut apabila telah sampai di tenggorokan orang yang bersangkutan.
Hal ini akan dijelaskan dalam tafsir firman-Nya:

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh.
(QS. Ibrahim [14]: 27)

Hadishadis yang berkaitan dengan masalah ini membuktikan kesahihan dari asar yang bersumberkan dari Ibnu Abbas dan lain-lainnya ini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan malaikatmalaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

Yakni dalam menjaga roh orang yang diwafatkan, bahkan mereka memeliharanya dan menempatkannya menurut apa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Jika orang yang bersangkutan termasuk orang-orang yang bertakwa, maka mereka ditempatkan di tempat yang tinggi, jika orang yang bersangkutan termasuk orang-orang yang durhaka, maka ditempatkan di sijjin.
Kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukumhukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukumhukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 61 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 61 - Gambar 2
Statistik QS. 6:61
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An ‘aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma’idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
Sending
User Review
4.3 (27 votes)
Tags:

6:61, 6 61, 6-61, Surah Al An 'aam 61, Tafsir surat AlAnaam 61, Quran Al Anaam 61, Al Anam 61, AlAnam 61, Al An'am 61, Surah Al Anam ayat 61

▪ QS 6 61
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Pilihan

Pada hari kiamat orang punya urusan yang cukup menyibukkan.
Banyak muka pada hari itu berseri, tertawa & gembira, dan banyak (pula) muka tertutup debu, ditutup lagi oleh kegelapan.
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.
QS. ‘Abasa [80]: 37-42

Hanya Dialah yang menurunkan hujan dari awan hingga mengakibatkan sungai & lembah dapat mengalirkan air.
Semua itu sesuai dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Allah untuk dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan & membuahkan pohon.
QS. Ar-Ra’d [13]: 17

Allah mengirim rasul, yaitu Nabi Syu’ayb.
Dia menyerukan ketauhidan & beribadah kepada Allah, takut kepada hari akhir & melakukan apa yang datangkan pahala sebagaimana yang mereka harapkan, serta melarang untuk terus melakukan perusakan bumi
QS. Al-‘Ankabut [29]: 36

Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
QS. An-Naba’ [78]: 8-12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Benar! Kurang tepat!

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

+

Array

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Instagram