Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 60


وَ ہُوَ الَّذِیۡ یَتَوَفّٰىکُمۡ بِالَّیۡلِ وَ یَعۡلَمُ مَا جَرَحۡتُمۡ بِالنَّہَارِ ثُمَّ یَبۡعَثُکُمۡ فِیۡہِ لِیُقۡضٰۤی اَجَلٌ مُّسَمًّی ۚ ثُمَّ اِلَیۡہِ مَرۡجِعُکُمۡ ثُمَّ یُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
Wahuwal-ladzii yatawaffaakum billaili waya’lamu maa jarahtum binnahaari tsumma yab’atsukum fiihi liyuqdha ajalun musamman tsumma ilaihi marji’ukum tsumma yunabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluun(a);

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
―QS. 6:60
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
6:60, 6 60, 6-60, Al An ‘aam 60, AlAnaam 60, Al Anaam 60, Al Anam 60, AlAnam 60, Al An’am 60
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan kekuasaan Allah terhadap makhluknya, yaitu Dialah yang menidurkan manusia di malam hari untuk beristirahat, menghilangkan kepayahannya karena berusaha di siang hari untuk mencari nafkah dan berjuang menegakkan agamanya.

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan hakikat tidur dan hakikat mati itu, yaitu firman-Nya:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

(Q.S Az-Zumar: 42)

Dia pula yang membangunkan manusia di siang hari.
Dia mengetahui apa yang akan kamu kerjakan di siang hari sebelum kamu mengerjakannya.
Orang orang yang beriman akan mengisi seluruh waktu bangunnya dengan segala macam amal yang diridai Allah, karena ia telah yakin bahwa hidup di dunia adalah sementara, sedangkan hidup yang sebenarnya adalah di akhirat nanti.
Sedang orang-orang kafir mengisi kehidupan mereka dengan segala macam yang diingini oleh hawa nafsu, karena mereka meragukan kehidupan akhirat dan seakan-akan mereka telah meyakini bahwa hidup di dunia inilah hidup yang sebenarnya.

Dengan menidurkan manusia di malam hari dan membangunkannya di siang hari dan dengan perputaran waktu itu habislah umur mereka lalu mereka diwafatkan dan kembali kepada Allah untuk ditimbang amal baik yang pernah mereka kerjakan dan perbuatan dosa yang pernah mereka lakukan.

Kepada mereka diberitakan segala perbuatan yang pernah dilakukan selama hidup di dunia.
Beruntunglah orang-orang yang dapat mempergunakan waktu tidur di malam hari dan waktu bangun di siang hari sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

Al An 'aam (6) ayat 60 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia yang menidurkan kalian di waktu malam, membuat kalian berjaga di waktu siang, dan mengetahui segala sesuatu yang kalian perbuat di waktu siang hingga tiap orang di antara kalian mencapai ajalnya.
Kemudian, pada hari kiamat kelak, kalian akan kembali kepada Allah yang akan memberitahu dan memberi balasan kepada kalian atas perbuatan baik dan buruk yang pernah kalian perbuat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari) Ia mencabut arwah kamu di kala tidur (dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan) yang kamu lakukan (pada siang hari kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari) maksudnya dibangunkan kembali pada siang harinya dengan cara mengembalikan arwahmu (untuk disempurnakan ajalmu yang telah ditentukan) yakni batas kehidupan (kemudian kepada Allahlah kamu kembali) melalui kebangkitan (lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan) kemudian Ia membalas kamu berdasarkan hal itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mencabut arwah kalian di waktu malam (saat tidur) dengan cara yang mirip pencabutannya saat kematian.
Dia mengetahui apa yang kalian usahakan di sinag hari, kemudian Dia mengembalikan arwah kalian ke tubuh kalian sehingga kalian bangun dari tidur siang seperti bangkit dari kematian.
Hal ini agar disempurnakan ajal yang telah ditetapkan atas kalian di dunia.
Kemudian tempat kembali kalian kepada Allah setelah kalian dibangkitkan dari kubur kalian dalam keadaan hidup, kemudian Dia mengabarkan kepada kalian apa yang kalian lakukan selama hidup di dunia lalu membalas kalian atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman, bahwa Dia mewafatkan hamba-hamba-Nya dalam tidur mereka di malam hari.
Pengertian wafat ini merupakan wafat kecil (tidur), seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lain, yaitu:

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku.” (Ali Imran:55)

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.
(Az Zumar:42)

Allah menyebutkan dalam ayat ini dua jenis kewafatan, yaitu wafat besar dan wafat kecil.
Hal yang sama disebutkan pula oleh Allah dalam ayat ini (Al An'am:60) —yaitu wafat kecil dan wafat besar— melalui firman-Nya:

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari.

Yakni Allah mengetahui mata pencaharian yang kalian kerjakan di siang hari.
Kalimat ini merupakan jumlah mu'taridah (kalimat sisipan) yang menunjukkan pengertian bahwa pengetahuan Allah meliputi semua makhluk-Nya pada malam hari dan siang hari mereka, yakni di waktu mereka diam dan di waktu mereka bergerak, semuanya terliputi oleh pengetahuan Allah.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.
(Ar Ra'du:10)

Sama pula dengan makna yang terkandung di dalam firman lainnya:

Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untuk kalian malam dan siang, supaya kalian beristirahat pada malam itu.
(Al Qashash:73)

Yakni melakukan istirahat di malam hari.

dan supaya kalian mencari sebagian dari karunia-Nya.
(Al Qashash:73)

Yaitu pada siang harinya, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:

Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.
(78:10-11)

Dalam surat ini pun Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan melalui firman-Nya:

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari.

Maksudnya, semua pekerjaan yang kalian lakukan di siang hari.

...kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari.

Damir yang ada pada lafaz fihi kembali kepada siang hari, menurut apa yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi.
Sedangkan menurut Ibnu Juraij, dari Abdullah ibnu Kasir, damir kembali kepada tidur, yakni dalam tidurnya.
Tetapi makna yang pertama lebih kuat.

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan berikut sanadnya dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Pada tiap orang terdapat seorang malaikat, apabila orang itu tidur, maka malaikatnya mengambil rohnya dan mengembalikannya lagi kepadanya.
Dan jika Allah memerintahkan agar nyawanya dicabut, maka malaikat itu mencabut nyawanya, dan jika tidak ada perintah, maka malaikat itu mengembalikannya kepada orang itu.
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari.

Firman Allah :

Untuk disempurnakan umur (kalian) yang telah ditentukan.

Artinya, sampai kepada ajal atau batas umur yang telah ditetapkan untuk masing-masing orang.

...kemudian kepada Allah-lah kalian kembali.

Yakni kelak di hari kiamat.

lalu Dia memberitahukan kepada kalian.
(Al An'am:60)

Maksudnya, menceritakan dan membeberkan kepada kalian.

...apa yang dahulu kalian kerjakan.

Yakni Dia akan mengadakan pembalasan kepada kalian atas hal tersebut.
Dengan kata lain, apabila amal perbuatan kalian baik, maka balasannya baik, dan apabila amal perbuatan kalian buruk, maka balasannya buruk pula.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 60 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 60



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (16 votes)
Sending