Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 54 [QS. 6:54]

وَ اِذَا جَآءَکَ الَّذِیۡنَ یُؤۡمِنُوۡنَ بِاٰیٰتِنَا فَقُلۡ سَلٰمٌ عَلَیۡکُمۡ کَتَبَ رَبُّکُمۡ عَلٰی نَفۡسِہِ الرَّحۡمَۃَ ۙ اَنَّہٗ مَنۡ عَمِلَ مِنۡکُمۡ سُوۡٓءًۢ ابِجَہَالَۃٍ ثُمَّ تَابَ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ وَ اَصۡلَحَ فَاَنَّہٗ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Wa-idzaa jaa-akal-ladziina yu’minuuna biaayaatinaa faqul salaamun ‘alaikum kataba rabbukum ‘ala nafsihirrahmata annahu man ‘amila minkum suu-an bijahaalatin tsumma taaba min ba’dihi wa-ashlaha fa-annahu ghafuurun rahiimun;
Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah,
“Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).”
Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang-siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Al An ‘aam [6]: 54

Daftar isi

And when those come to you who believe in Our verses, say,
"Peace be upon you.
Your Lord has decreed upon Himself mercy:
that any of you who does wrong out of ignorance and then repents after that and corrects himself – indeed, He is Forgiving and Merciful."
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 54]

وَإِذَا dan apabila

And when
جَآءَكَ datang kepadamu

come to you
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
يُؤْمِنُونَ (mereka)beriman

believe
بِـَٔايَٰتِنَا kepada ayat-ayat Kami

in Our Verses
فَقُلْ maka katakanlah

then say,
سَلَٰمٌ kebahagiaan

"Peace
عَلَيْكُمْ atas kalian

(be) upon you.
كَتَبَ telah menetapkan

(Has) Prescribed
رَبُّكُمْ Tuhan kalian

your Lord
عَلَىٰ atas

upon
نَفْسِهِ diriNya

Himself
ٱلرَّحْمَةَ kasih sayang

the Mercy,
أَنَّهُۥ bahwasanya

that he
مَنْ barang siapa

who
عَمِلَ berbuat

does
مِنكُمْ diantara kamu

among you
سُوٓءًۢا kejahatan

evil
بِجَهَٰلَةٍ karena bodoh

in ignorance
ثُمَّ kemudian

then
تَابَ ia bertaubat

repents
مِنۢ dari

from
بَعْدِهِۦ sesudahnya/itu

after it
وَأَصْلَحَ dan ia mengadakan perbaikan

and reforms,
فَأَنَّهُۥ maka sesungguhnya Dia

then, indeed He
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful."

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:54

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 54. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, dan orang-orang beriman agar mengucapkan
"salam"
kepada orang-orang beriman yang mereka temui, atau bila berpisah antara satu dengan yang lain.
Ucapan salam itu adakalanya
"salamun ‘alaikum"
adakalanya
"assalamu’alaikum"
atau
"assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh",
dan ditindaklanjuti dengan memelihara kedamaian.


Perkataan
"salam"
berarti
"selamat",
"sejahtera"
atau
"damai".
"As-Salam"
ialah salah satu dari nama-nama Allah, yang berarti bahwa Allah selamat dari sifat-sifat yang tidak layak baginya, seperti sifat lemah, miskin, baharu, mati dan sebagainya.


Ucapan
"salam"
yang diperintahkan Allah agar orang-orang mukmin mengucapkannya dalam ayat ini, mengandung pengertian bahwa Allah menyatakan kepada orang-orang yang telah masuk Islam, mereka telah selamat dan sejahtera dengan masuk Islam itu, karena dosa-dosa mereka telah diampuni, jiwa dan darah mereka telah dipelihara oleh kaum Muslimin, dan mereka telah mengikuti petunjuk yang membawa mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Oleh karena itu, sesama muslim tidak boleh berkelahi, apalagi bermusuhan.


Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan
"salam"
dalam ayat ini ialah
"salam"
yang harus diucapkan Rasulullah ﷺ, kepada orang-orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh orang-orang Quraisy, yang datang kepada Rasulullah ﷺ, di waktu beliau sedang berbicara dengan pembesar-pembesar Quraisy.
Janganlah mereka diusir, sehingga menyakitkan hatinya.

Sekalipun mereka miskin tetapi kedudukan mereka lebih tinggi di sisi Allah, karena itu ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik atau suruhlah mereka menunggu sampai pembicaraan dengan pembesar-pembesar Quraisy itu selesai.
Menurut golongan ini bahwa pendapat mereka sesuai dengan sebab ayat diturunkan.


Kepada orang-orang yang masuk Islam, Allah menjanjikan akan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka, sebagai suatu kemurahan daripada-Nya.


Di antara rahmat yang dilimpahkan Allah ialah tidak dihukumnya orang-orang yang:


1. Berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah perbuatan maksiat.


2. Mengerjakan larangan karena tidak sadar, lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.
Kemudian mereka bertobat, dan menyesal atas perbuatan itu, mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi, serta mengadakan perbaikan dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, dan mengikis habis pengaruh pekerjaan buruk itu dalam hatinya, hingga hati dan jiwanya bersih, dan dirinya bertambah dekat kepada Allah.


Dari ayat ini dapat diambil suatu dasar dalam menetapkan hukuman bahwa hal-hal yang dapat menghapuskan, mengurangi atau meringankan hukuman seseorang yang akan atau telah diputuskan hukumannya, yaitu:


1. Kesalahan yang diperbuatnya dilakukan tanpa disadari, atau perbuatan itu dilakukan tanpa kemauan dan ikhtiarnya.


2. Tindakan atau tingkah lakunya menunjukkan bahwa ia telah berjanji dalam hatinya tidak akan mengulangi perbuatan itu, ia telah menyesal karena mengerjakan kejahatan tersebut, serta melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 54. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila kamu didatangi oleh orang-orang yang mempercayai Alquran, katakan kepada mereka, sebagai penghormatan,
"Selamat atas kalian.
Aku beri kabar gembira tentang kasih sayang yang Allah wajibkan kepada diri-Nya.


Suatu kasih sayang yang mengharuskan bahwa bila seseorang di antara kalian berbuat kejahatan karena tidak mengetahui akibatnya, kemudian ia kembali kepada Allah dengan perasaan menyesal dan bertobat serta memperbaiki perbuatannya, Allah pasti akan memaafkannya.
Sebab ampunan dan rahmat Allah amat luas. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bila kamu wahai Nabi didatangi oleh orang-orang yang membenarkan ayat-ayat Allah yang membuktikan kebenaranmu sebagai nabi, baik ayat tersebut adalah Alquran atau selainnya, mereka bertanya kepadamu tentang dosa-dosa masa lalu, maka hormatilah mereka dengan menjawab salam mereka.
Sampaikan berita gembira dengan rahmat Allah yang luas, karena Allah telah menetapkan rahmat untuk hamba-hamba-Nya sebagai karunia dari-Nya, bahwa siapa yang melakukan dosa karena ketidaktahuan darinya terhadap akibatnya, bahwa ia menghadirkan murka Allah.


Semua pendurhaka kepada Allah, sengaja atau tidak sengaja adalah orang bodoh dengan pertimbangan ini, sekalipun dia mengetahui larangan.
Kemudian dia bertaubat setelahnya dan selalu menjaga amal shalih, maka sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosanya, karena Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat.


Maha Penyayang kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah) kepada mereka


("Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu telah menetapkan) telah memastikan


(Tuhanmu atas diri-Nya kasih sayang, yaitu bahwasanya) yakni perihalnya, di dalam suatu qiraat dibaca dengan fathah yaitu annahu sebagai badal atau kata ganti dari Lafal ar-rahmah


(siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan) terhadap perbuatan itu sewaktu ia melakukannya


(kemudian ia bertobat) kembali ke jalan yang benar


(setelah itu) setelah mengerjakannya


(dan mengadakan perbaikan) terhadap amal perbuatannya


(maka sesungguhnya Ia) yakni Allah subhanahu wa ta’ala


(Maha Pengampun) kepadanya


(lagi Maha Penyayang.") kepada dirinya.
Menurut qiraat lainnya dibaca dengan fatah, artinya maka Dialah yang memberi ampunan dan kasih sayang.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah :

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah,
"SaTamun ‘alaikum."


Artinya, hormatilah mereka dengan menjawab salam mereka, dan sampaikan berita gembira kepada mereka bahwa rahmat Allah yang luas mencakup mereka semua.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.

Yakni Dia telah mewajibkan rahmat atas diri-Nya Yang Mahamulia sebagai karunia dari-Nya, kebaikan, dan anugerah-Nya buat mereka.

Yaitu bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan.

Sebagian ulama Salaf mengatakan, semua orang yang durhaka kepada Allah adalah orang yang jahil.

Mu’tamir ibnu Sulaiman telah meriwayatkan dari Al-Hakam ibnu Aban ibnu Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya:
Barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan.
(QS. Al-An’am [6]: 54)
Bahwa dunia seluruhnya merupakan kejahilan.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

…kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan.

Yakni kembali kepada jalan yang benar dari kebiasaan maksiatnya dan kapok serta bertekad tidak akan mengulanginya lagi, serta memperbaiki amal perbuatannya di masa mendatang.

…maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Hammam ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah apa yang telah diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami, yaitu bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Setelah Allah melakukan peradilan terhadap makhluk-(Nya), maka Dia menetapkan pada kitab-Nya yang ada di sisi-Nya di atas ‘Arasy, bahwa sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab Sahihain.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah.
Musa ibnu Uqbah meriwayatkannya dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Lais dan lain-lainnya, dari Muhammad ibnu Ajian, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang sama.

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan melalui jalur Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Apabila Allah telah menyelesaikan peradilan-Nya di antara makhluk semuanya, maka Dia mengeluarkan suatu kitab dari bawah ‘Arasy (yang tercantum padanya),
"Sesungguhnya rahmat­Ku mendahului murka-Ku, dan Aku adalah Yang Maha Pelimpah Rahmat."
Lalu Allah menggenggam sekali atau dua kali genggaman dan mengeluarkan dari neraka sejumlah banyak makhluk yang tidak pernah melakukan suatu kebaikan pun, di antara kedua mata mereka (yakni pada kening mereka) tertuliskan,
"Orang-orang yang dimerdekakan oleh Allah (dari neraka)."

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Asim ibnu Sulaiman, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Salman sehubungan dengan firman-Nya:
Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.
(QS. Al-An’am [6]: 54)
Bahwa sesungguhnya di dalam kitab Taurat Kami menjumpai dua jenis kasih sayang, yaitu:
Allah subhanahu wa ta’ala, menciptakan langit dan bumi, menciptakan seratus rahmat, atau Dia menjadikan seratus rahmat sebelum menciptakan makhluk.
Kemudian Dia menciptakan makhluk dan meletakkan sebuah rahmat di antara mereka, sedangkan yang sembilan puluh sembilan rahmat Dia pegang di sisi-Nya.
Salman melanjutkan kisahnya,
"Dengan satu rahmat itulah para makhluk berkasih sayang, saling mengasihi, saling memberi, dan saling menolong.
Dengan satu rahmat itulah unta betina mengasihi anaknya, sapi betina mengasihi anaknya, kambing betina mengasihi anaknya, dan ikan-ikan di laut saling beriringan.
Maka apabila datang hari kiamat, Allah mengumpulkan rahmat itu dengan rahmat yang ada di sisi-Nya, dan rahmat-Nya jauh lebih utama dan lebih luas.

Hal ini telah diriwayatkan pula secara marfu melalui jalur lain.
Dalam pembahasan berikutnya akan disebutkan hadis-hadis yang berkaitan dengan masalah ini, yaitu pada tafsir firman-Nya:

dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.
(QS. Al-A’raf [7]: 156)

Di antara hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat ini ialah sabda Nabi ﷺ kepada sahabat Mu’az ibnu Jabal:

"Tahukah kamu, apakah hak Allah yang dibebankan atas hamba-hamba-Nya?
Yaitu hendaknya mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun."
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda pula:
Tahukah kamu, apakah hak hamba-hamba Allah atas Allah apabila mereka melakukan hal tersebut?
Yaitu hendaknya Dia tidak mengazab mereka.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya melalui jalur Kumail ibnu Ziyad, dari Abu Hurairah r.a.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al An ‘aam (6) Ayat 54

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim, yang bersumber dari Sa’d bin Abi Waqqash bahwa turunnya ayat ini (al-An’am: 52-53) berkenaan dengan enam orang, diantaranya Sa’d bin Abi Waqqash dan ‘Abdullah bin Mas’ud.
Kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi ﷺ: “Usir mereka (keenam orang hina itu), karena kami malu menjadi pengikutmu setingkat dengan mereka.” Perkataan itu tidak menyenangkan Nabi.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-An’am: 52-53) sebagai larangan kepada kaum Mukminin untuk membeda-bedakan martabat sesama manusia.

Diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabarani, dan Ibnu Abii Hatim, yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa para pembesar Quraisy lewat di hadapan Rasulullah ﷺ yang sedang duduk bersama Khabbab bin al Arat, Shuhail, Bilal, dan ‘Ammar (para ‘Muhammad, apakah engkau rela duduk setingkat dengan mereka.
Adakah mereka itu telah diberi nikmat oleh Allah lebih dari kami?
Sekiranya engkau mengusir mereka, kami akan menjadi pengikutmu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-An’am: 51-55) yang melarang kaum Mukminin membeda-bedakan martabat seseorang, karena sesungguhnya Allah yang paling mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Muth’im bin ‘Adi, dan al-Harits bin Naufal dari kalangan pembesar-pembesar kafir Muhammad) mengusir budak-budak itu, kami akan merasa lebih bangga, dan kami akan lebih taat dan setia kepadanya.”
Adapun budak-budak tersebut adalah Bilal, ‘Ammar bin Yasir, Salim maulaa Abu Hudzaifah, Shalih maulaa Usaid, Ibnu Mas’ud, al-Miqdad bin ‘Abdillah, Waqid bin ‘Abdillah al-Hanzhali, dan teman-temannya.
Lalu Abu Thalib menyampaikan hal itu kepada Nabi ﷺ.
Maka berkatalah ‘Umar bin al-Khaththab: “Sekiranya tuan melaksanakan permintaan mereka, kita lihat nanti apa sebenarnya yang mereka inginkan.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-An’am: 51-53) yang memerintahkan Muhammad untuk menyampaikan wahyu yang melarang mengusir orang-orang yang beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan melarang menilai derajat seseorang.
Sesungguhnya Allah lebih mengetahui orang-orang yang bersyukur kepada-Nya.
Setelah itu ‘Umar meminta maaf atas ucapannya itu, dan turunlah ayat selanjutnya (al-An’am: 54) sebagai jaminan ampunan bagi orang-orang yang bertobat dari kesalahan, karena ketidaktahuannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Khabbab bahwa al-Aqra bin Habis dan ‘Uyainah bin Hishn datang menghadap Rasulullah ﷺ, di saat beliau duduk dikelilingi Shuhaib, Bilal, ‘Ammar bin Yasir, dan Khabbab dari kalangan kaum Mukminin yang dianggap hina.
Mereka meminta Nabi, dengan sikap meremehkan orang-orang yang hadir, untuk dapat berbicara di luar mereka.
Dalam pembicaraan tersebut mereka menginginkan agar diadakan suatu majelis khusus untuk menerima delegasi-delegasi pembesar bangsa Arab, karena mereka merasa malu harus duduk bersama-sama dengan orang-orang yang dianggap hina oleh mereka.
Mereka juga mengusulkan agar orang-orang yang dianggap hina itu diusir saja jika pembesar-pembesar itu datang, dan baru boleh duduk kembali bersama mereka apabila sudah selesai.
Nabi ﷺ mengiyakannya.
Maka turunlah ayat ini (al-An’am: 52).
Ayat tersebut dibacakan pada al-Aqra dan temannya, kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya (al-An’am: 53)

Pada waktu itu Rasulullah ﷺ duduk kembali beserta kaum Mukminin.
Dan ketika Aqra akan pergi, Rasulullah berdiri meninggalkan kaum Mukminin.
Maka turunlah ayat, washbir nafsaka ma’al ladziina yad’uuna rabbahum…(dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya…) sampai akhir ayat (al-Kahfi: 28), yang menyuruh Nabi untuk tetap duduk bersama kaum Mukminin yang dianggap hina oleh kaum zalim.

Keterangan: menurut Ibnu Katsir, hadits ini gharib, karena ayat ini Makkiyyah, sedang al-Aqra dan ‘Unaiyah masuk Islam beberapa lama setelah hijrah.

Diriwayatkan oleh al-Farabi dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Mahan bahwa suatu waktu orang-orang datang menghadap Rasulullah ﷺ seraya berkata: “Kami mengerjakan dosa-dosa yang besar.” Rasulullah ﷺ tidak menjawab apa-apa, sampai turun ayat ini (al-An’am: 54) yang menjelaskan bahwa tobat orang-orang yang berbuat dosa tanda pengetahuan dan kemudian berbuat baik, akan diampuni Allah subhanahu wa ta’ala

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukum-hukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 54 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 54 - Gambar 2
Statistik QS. 6:54
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.4 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

6:54, 6 54, 6-54, Surah Al An 'aam 54, Tafsir surat AlAnaam 54, Quran Al Anaam 54, Al Anam 54, AlAnam 54, Al An'am 54, Surah Al Anam ayat 54

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al An ‘aam

۞ QS. 6:1 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:2 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 6:3 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:4 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:8 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:9 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:10 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:11 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:12 • Segala sesuatu milik Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:13 • Segala sesuatu milik Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 6:15 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 6:16 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 6:17 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 6:18 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 6:19 Tauhid UluhiyyahAl Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Wahid (Maha Esa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawiSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:21 • Mendustai Allah

۞ QS. 6:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Siksa orang kafir

۞ QS. 6:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:24 • Mendustai Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:26 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:27 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia

۞ QS. 6:28 • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:29 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:30 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 6:31 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 6:32 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 6:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:34 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 6:35 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:36 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:37 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 6:38 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 6:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:40 • Nama-nama hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:41 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:42 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:43 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:44 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:45 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:47 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:48 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 6:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:50 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 6:51 Syafaat hak Allah semata • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:52 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 6:53 • Keluasan ilmu Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 6:54 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 6:55 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 6:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:58 • Keluasan ilmu Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:59 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan •

۞ QS. 6:60 • Keluasan ilmu Allah • Pencabutan ruh saat tidur • Kebenaran hari penghimpunan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:61 • Al Qahir (Maha Pemaksa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 6:62 • Al Haq (Maha Benar) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 6:63 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:64 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:65 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:67 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:68 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 6:70 Syafaat hak Allah semata • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:71 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 6:72 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:73 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana)

۞ QS. 6:75 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:76 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:77 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:79 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 6:80 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:81 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Keutamaan iman •

۞ QS. 6:82 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratSyirik adalah kezaliman • Keutamaan iman

۞ QS. 6:83 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:84 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:87 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:88 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Perbuatan orang kafir sia-sia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 6:89 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:90 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:91 • Mendustai Allah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:92 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Shalat rukun Islam

۞ QS. 6:93 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 6:94 Syafaat hak Allah semata • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 6:95 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:96 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:97 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:98 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:99 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:100 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 6:101 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:102 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 6:103 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 6:104 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:106 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:107 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:108 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:110 • Allah menggerakkan hati manusia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:111 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:112 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 6:113 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:114 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:115 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:116 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 6:117 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 6:119 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:120 • Dosa batin • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:121 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:122 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:123 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:124 • Keluasan ilmu Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:125 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:127 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Nama-nama surga

۞ QS. 6:128 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:129 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:130 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Manusia bersaksi atas dirinya • Pahala jin dan balasannya • Keimanan jin kepada para nabi

۞ QS. 6:131 Hukum alam • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:132 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:133 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 6:134 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kepastian hari kiamat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:135 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:136 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar •

۞ QS. 6:137 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:138 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:139 • Mendustai Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar

۞ QS. 6:140 • Mendustai Allah • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 6:141 • Kekuasaan Allah • Zakat rukun Islam • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 6:142 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 6:144 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 6:145 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:146 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:147 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ajakan masuk Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:148 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:149 Dalil Allah atas hambaNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 6:150 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 6:151 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 6:152 • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 6:153 • Perintah untuk selalu bersatu

۞ QS. 6:154 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir •

۞ QS. 6:155 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 6:156 Dalil Allah atas hambaNya • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 6:157 Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 6:158 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Beriman ketika datang hari kiamat • Timbulnya awan sebelum kiamat • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 6:159 • Akibat terpisah dari umat Islam • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:160 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 6:161 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Islam agama fitrahHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:162 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Shalat rukun Islam • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 6:163 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Islam agama para nabi •

۞ QS. 6:164 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:165 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

Ayat Pilihan

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Anfal [8]: 10

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari & bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya),
dan telah menundukkan bagimu malam & siang.
QS. Ibrahim [14]: 33

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

+

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Kamus

furuk

Apa itu furuk? fu.ruk hukum tentang kewajiban agama yang tidak pokok yang dijabarkan (bersumber) dari hukum dasar; hukum tambahan; perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat dalam salat Tarawih itu buk...

rezeki

Apa itu rezeki? re.ze.ki (1) segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; (2) penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk...

air talkin

Apa itu air talkin? air yang disiramkan ke atas jenazah dalam kubur sebelum orang membaca talkin … •