Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 5


فَقَدۡ کَذَّبُوۡا بِالۡحَقِّ لَمَّا جَآءَہُمۡ ؕ فَسَوۡفَ یَاۡتِیۡہِمۡ اَنۡۢبٰٓؤُا مَا کَانُوۡا بِہٖ یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ
Faqad kadz-dzabuu bil haqqi lammaa jaa-ahum fasaufa ya’tiihim anbaa-u maa kaanuu bihi yastahzi-uun(a);

Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Quran) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
―QS. 6:5
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
6:5, 6 5, 6-5, Al An ‘aam 5, AlAnaam 5, Al Anaam 5, Al Anam 5, AlAnam 5, Al An’am 5
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa sebab orang-orang musyrikin itu selalu berpaling dari ayat-ayat Allah karena sebenarnya mereka telah mendustakan yang hak ketika yang hak tersebut datang kepada mereka.
Tindakan mereka yang salah itu karena kejahatan dari mereka sendiri sebagai akibat mereka menutup jalan bagi diri mereka sendiri untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Yang dimaksudkan dengan yang hak di sini ialah agama Allah yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
yang mengandung kaidah-kaidah agama, hukum-hukum syariat, ibadah-ibadah, muamalah, hukum haram dan halal, akhlak dan lain sebagainya yang kesemuanya dijelaskan dalam Alquran, mereka mendustakan agama berarti mendustakan Alquran yang menjadi dasar agama ini.
Jika kiranya mereka memahami Alquran dan merenungkannya tentulah mereka tidak akan mendustakan ajaran-ajaran agama itu.

Allah menegaskan kelak akan sampai kepada mereka kebenaran berita-berita besar yang selalu mereka perolok-olokan.
Suatu ketika mereka akan mengalami penghinaan di dunia dan kebinasaan di akhirat akibat pendustaan mereka kepada agama itu.
Sebaliknya mereka akan menyaksikan kemenangan Rasul kaum Muslimin.
Ancaman-ancaman Allah kepada mereka, sebelumnya merupakan berita belaka.
Oleh karena itu mereka memperolok-olokkannya, demikian pula janji Allah untuk kemenangan kaum Muslimin.
Tetapi kemudian berita-berita itu terbukti yaitu dengan datangnya musim kering yang menimpa mereka dan hancurnya kaum musyrikin itu dalam perang Badar dan perang lain-lainnya dan kemenangan kaum Muslimin dengan penaklukan kota Mekah.

Dalam Alquran berulang kali diceritakan ejekan-ejekan orang musyrikin zaman dahulu terhadap para nabi dan agama Allah, melalui tiga tingkatan.
Pertama mereka tidak memperdulikan ayat-ayat Allah subhanahu wa ta'ala dan tanda-tanda alamiah serta tidak mau merenungkannya.
Kedua: mereka mendustakannya.
Sikap tingkatan kedua ini melebihi tingkatan pertama, karena orang-orang yang bersikap acuh tak acuh belum tentu mendustakan, kemungkinan lain dia alpa dan lalai.
Ketiga: mereka memperolok-olokannya.
Orang yang mendustakan belum tentu dia sampai kepada sikap memperolok-olokkan.
Sikap memperolok-olokkan ini sudah mencapai puncak keingkaran.
Orang-orang kafir itu telah melalui ketiga tingkatan tersebut.

Al An 'aam (6) ayat 5 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh, mereka telah mendustakan Al Quran pada saat diturunkan kepada mereka.
Padahal, Al Quran adalah suatu kebanaran yang tidak akan pernah salah.
Mereka pasti akan ditimpa siksaan dunia dan akhirat seperti yang telah diberitakan oleh Al Quran.
Kebenaran ancaman yang dulu mereka cemoohkan akan menjadi jelas.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak) yakni Alquran (tatkala sampai kepada mereka maka akan sampai kepada mereka berita-berita) akibat-akibat (yang selalu mereka perolok-olokkan.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir itu mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Muhammad dan meremehkan ajakannya.
Mereka berbuat demikian karena mereka tidak mengetahui Allah dan tertipu oleh penundaan yang Dia berikan.
Mereka akan melihat bahwa ternyata apa yang mereka remehkan itu adalah kebenaran dan kejujuran.
Allah menjelaskan kepada orang-orang yang mendustakan kebohongan dan kedustaan mereka dan akan membalas mereka atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur'an) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu merekaperolok-olokkan.
(Al-An'am: 5)

Hal ini mengandung ancaman dan peringatan yang keras terhadap perbuatan mereka yang mendustakan perkara yang hak, bahwa pasti akan sampai kepada mereka berita apa yang mereka dustakan itu, dan mereka pasti akan menjumpai akibatnya serta pasti akan merasakan akibat kedustaannya itu.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman menasihati mereka seraya mem­peringatkan mereka akan datangnya azab dan pembalasan di dunia yang menimpa mereka, seperti halnya apa yang telah menimpa orang-orang dari kalangan umat-umat terdahulu yang perbuatannya serupa dengan perbuatan mereka.
Padahal mereka lebih kuat, lebih banyak jumlahnya, serta lebih banyak harta benda dan anak-anaknya, juga lebih berkuasa serta lebih tinggi kebudayaannya ketimbang mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 5

ANBAA
أَنۢبَآء

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari an naba' yang berarti khabar atau berita, berasal dari kata kerja naba'a yang bermakna datang dari satu tempat ke tempat lain. Begitu juga dengan khabar atau berita karena ia datang dari satu tempat ke tempat lain.

At Tibrisi berpendapat dalam tafsirnya, anbaa' bermakna al akhbar (berita-berita) dan ini berlainan dengan al iha' yang berarti al­ ilham (mengilhamkan) atau menyampaikan makna kepada yang lain secara sembunyi atau ar irsal (menyampaikannya) kepada nabi-nabi. Oleh karena itu, al khabar ialah berita dan al iha' ialah cara menyampaikan berita itu. Al-naba' juga berasal dari kata an-nabiy.

Lafaz anbaa' disebut sebanyak 12 kali di dalam Al Qur'an yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 44;
-Al An'aam (6), ayat 5;
-Al A'raaf (7), ayat 101;
-Hud (11), ayat 49, 100, 120;
-Yusuf (12), ayat 102;
-Tha Haa (20), ayat 99;
-Asy Syu'araa (26), ayat 6;
-Al Qashash (28), ayat 66;
-Al Qamar (54), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 20.

At Tibrisi menafsirkan anbaa' dalam surah Ali Imran dengan khabar atau berita-berita sesuatu yang Nabi Muhammad dan umatnya tidak mengetahuinya.

Dalam surah Al An'aam, At Tabari menafsirkan maksud anbaa' ialah khabar atau berita yang datang disebabkan mereka (orang kafir) mempermainkan ayat-ayat Allah dan bukti-bukti yang Allah datangkan kepada mereka dengan ancaman dan kekalahan atau kematian dalam Perang Badar.

Sedangkan Ibn Katsir berkata,
"Pasti akan didatangkan kepada mereka berita atau khabar atas apa yang mereka dustakan dengan menimpakan kepada mereka azab dan bala di dunia sebagaimana umat- umat terdahulu yang lebih kuat daripada mereka dan lebih banyak harta dan anak-pinak.

Asy Syawkani berkata,
"Anbaa' tidak digunakan kecuali pada perkara-perkara yang agung dan besar.

Ibn Qutaibah berkata,
"Makna anbaa' dalam surah Al Qashash ialah al-hujaj (hujah­ hujah) yang menyebabkan mereka membisu atau tidak dapat berkata-kata disebabkan suasana dahsyat pada masa itu. Hujah atau bukti-bukti disembunyikan dari mereka sehingga mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Mereka menjadi bingung dan membisu, sebahagian mereka tidak bertanya kepada sebahagian yang lain disebabkan terkejut dan gugup."

Kesimpulannya, lafaz anbaa' mengandung dua makna.

Pertama, bermakna berita atau kabar yang agung dan ini dalam dua keadaan. Pertama, berita atas perkara-perkara yang lalu dari berita umat terdahulu, rasul-rasul dan lain-lain. Kedua, berita yang pasti datang dan ini lebih cenderung kepada azab dan balasan sebagaimana dalam surah Al-An'am dan Asy Syu'ara'

Kedua, ialah hujah-hujah sebagaimana dalam surah Al Qashash.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52-53

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 5 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 5



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending