QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 47 [QS. 6:47]

قُلۡ اَرَءَیۡتَکُمۡ اِنۡ اَتٰىکُمۡ عَذَابُ اللّٰہِ بَغۡتَۃً اَوۡ جَہۡرَۃً ہَلۡ یُہۡلَکُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الظّٰلِمُوۡنَ
Qul ara-aitakum in ataakum ‘adzaabullahi baghtatan au jahratan hal yuhlaku ilaal qaumuzh-zhaalimuun(a);

Katakanlah:
“Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?”
―QS. 6:47
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Mempersiapkan diri menghadapi kematian ▪ Tauhid Uluhiyyah
6:47, 6 47, 6-47, Al An ‘aam 47, AlAnaam 47, Al Anaam 47, Al Anam 47, AlAnam 47, Al An’am 47

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari seruan rasul-rasul yang diutus kepada mereka, didatangkan azab adakalanya dengan sekonyong-konyong ada kalanya dengan tanda-tanda yang datang sebelum azab itu, ada kalanya dapat dilihat langsung dengan mata dan ada kalanya tidak dapat dilihat langsung, ada kalanya datang di waktu siang hari dan ada kalanya datang di malam hari.

Maka hendaklah orang-orang musyrik ingat bahwa yang ditimpa azab itu hanyalah orang-orang zalim dan orang-orang yang mengingkari seruan rasul, sedang orang-orang yang mengikuti seruan rasul dilindungi dan diselamatkan Allah dari azab itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan, “Beritahukan kepadaku, bila kalian tertimpa azab Allah dengan tiba-tiba, tanpa diperkirakan, atau datang terang-terangan sesuai dengan peringatan sebelumnya, apakah azab itu hanya menimpa kaum yang menganiaya diri sendiri dengan bersikeras pada kesyirikan dan kesesatan?
Azab itu tidak menimpa selain mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah,) kepada mereka (“Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan) siang hari maupun malam hari (maka adakah yang dibinasakan Allah selain dari orang-orang yang lalim?”) yakni orang-orang kafir.

Atau dengan kata lain:

tidak ada yang dibinasakan-Nya kecuali hanya mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin :
Kabarkan kepadaku bila adzab Allah turun menimpa kalian secara tiba-tiba saat kalian tidak menyadarinya, atau dalam keadaan jelas dan kalian melihatnya, bukankah yang dibinasakan hanyalah orang-orang zhalim yang melampaui batasan Allah dengan memberikan ibadah kepada selain-Nya dan mendustakan Rasul-rasul-Nya?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni kalian tidak merasakannya sehingga kedatangannya mengejutkan kalian.

atau terang-terangan.

Maksudnya, dengan jelas dan kelihatan.

maka adakah yang dibinasakan (Allah), selain dari orang-orang yang zalim?

Yakni sesungguhnya pembinasaan itu hanyalah meliputi orang-orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri, karena kemusyrikan mereka.
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang selalu menyembah-Nya semata serta tidak mempersekutukan-Nya.
Maka tiada ketakutan yang mencekam mereka, tidak pula mereka bersedih hati, perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik).
(Q.S. Al-An’am [6]: 82), hingga akhir ayat.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.5
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-47









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim