Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 46


قُلۡ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ اَخَذَ اللّٰہُ سَمۡعَکُمۡ وَ اَبۡصَارَکُمۡ وَ خَتَمَ عَلٰی قُلُوۡبِکُمۡ مَّنۡ اِلٰہٌ غَیۡرُ اللّٰہِ یَاۡتِیۡکُمۡ بِہٖ ؕ اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰیٰتِ ثُمَّ ہُمۡ یَصۡدِفُوۡنَ
Qul ara-aitum in akhadzallahu sam’akum wa-abshaarakum wakhatama ‘ala quluubikum man ilahun ghairullahi ya’tiikum bihiinzhur kaifa nusharrifuaayaati tsumma hum yashdifuun(a);

Katakanlah:
“Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?”
Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).
―QS. 6:46
Topik ▪ Merenungi ciptaan Allah
6:46, 6 46, 6-46, Al An ‘aam 46, AlAnaam 46, Al Anaam 46, Al Anam 46, AlAnam 46, Al An’am 46
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang kafir, bahwa Allah lah yang memberi manusia pendengaran, penglihatan serta memberi hati dan perasaan.
Bagaimanakah seandainya Allah mengambil semua yang telah diberikan-Nya itu dari mereka.
Dapatkah mereka meminta kepada tuhan-tuhan mereka atau sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah untuk mengembalikannya?.

Dengan ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala membuktikan bahwa berhala-berhala, sembahan sembahan dan tuhan-tuhan selain Allah yang disembah orang-orang musyrik tidak mempunyai kekuasaan dan kesanggupan sedikitpun untuk memenuhi atau menolak permintaan orang-orang yang menyembahnya.
Patung-patung dan berhala-berhala itu adalah benda-benda mati yang dibuat manusia untuk dijadikan sembahan.
Yang dapat memperkenankan seruan, menolong dan melindungi mereka hanyalah Allah Yang Maha Kuasa, tidak ada yang lain.
Kenapa mereka masih meminta, memuja dan minta pertolongan kepada berhala-berhala itu?

Demikianlah Allah subhanahu wa ta'ala mengemukakan segala macam bukti dan keterangan kepada orang-orang musyrik, yaitu dengan menjadikan sembahan-sembahan dan berhala-berhala yang mereka sembah dan mereka kenal itu sebagai dalil dan keterangan bagi kesesatan mereka tetapi mereka tetap ingkar dan tidak beriman.

Al An 'aam (6) ayat 46 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 46 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 46 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan kepada mereka, wahai Nabi, "Beritahukan kepadaku, bila Allah merampas pendengaran kalian, dan menutupi hati kalian dengan sesuatu yang bisa menghalanginya dari pengetahuan, lalu menjadikan kalian bisu, buta, dan tidak memahami apa pun, siapakah yang kalian sembah selain Allah?"
Tuhan apa yang bisa mengembalikan sesuatu yang telah dirampas oleh Allah dari kalian?"
Lihatlah, wahai Rasulullah, bagaimana Kami menjelaskan bukti-bukti dan membuatnya bermacam-macam.
Meskipun demikian, mereka ternyata masih tetap tidak mau merenungkan dan memanfaatkannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) kepada penduduk Mekah ("Terangkanlah kepadaku) beritakanlah kepadaku (jika Allah mencabut pendengaranmu) membuatmu menjadi tuli (dan penglihatanmu) membutakanmu (serta mengunci) menutup (hatimu) sehingga kamu tidak dapat mengenal sesuatu (Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?") apa-apa yang telah Dia cabut darimu sesuai dengan dugaanmu (Perhatikanlah bagaimana Kami memperlihatkan) menjelaskan (tanda-tanda kebesaran Kami) bukti-bukti yang menunjukkan kepada keesaan Kami (kemudian mereka masih tetap berpaling) tetap berpaling dari-Nya dan tidak mau beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin :
Kabarkan kepadaku bila Allah mengambil pendengaran kalian sehingga kalian menjadi tuli, mengambil penglihatan kalian sehingga kalian menjadi buta, menutup hati kalian rapat-rapat sehingga kalian tidak memahami perkataan, Rabb manakah selain Allah yang mampu mengembalikan semua itu kepada kalian?
Lihatlah wahai Rasul bagaimana hujjah-hujjah Allah hadir kepada mereka secara beragam, namun setelah itu mereka tetap berpaling dari peringatan dan mengambil pelajaran?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada Rasul-Nya, bahwa katakanlah kepada mereka yang mendustakan dan ingkar kepada kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.:

Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian.

Yakni Dia mencabutnya dari kalian sebagaimana Dia telah mem­berikannya kepada kalian, seperti yang disebutkan dalam firman lain:

Dialah Yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran dan penglihatan.
(Al Mulk:23), hingga akhir ayat.

Dapat diinterpretasikan pula bahwa ungkapan ini mengandung makna larangan menggunakan pendengaran dan penglihatan menurut apa yang diperintahkan oleh syariat, karena pada firman selanjutnya disebutkan:

serta menutup hati kalian.

Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:

atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan?
(Yunus:31)

dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghalang-halangi antara manusia dan hatinya.
(Al Anfaal:24)

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepada kalian?

Artinya, apakah ada seseorang selain Allah yang dapat mengembalikan hal itu kepada kalian, jika Allah mencabutnya dari kalian?
Jelas tidak ada seorang pun yang mampu melakukannya selain Allah subhanahu wa ta'ala.
Karena itulah pada firman selanjutnya disebutkan:

Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami).

Yakni Kami terangkan, Kami jelaskan, dan Kami tafsirkan tanda-tanda tersebut yang semuanya menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan semua yang mereka sembah selain Allah adalah batil dan sesat.

kemudian mereka tetap berpaling (juga).

Yaitu sekalipun dengan adanya keterangan yang jelas itu, mereka tetap berpaling dari kebenaran dan menghalang-halangi manusia untuk mengikutinya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yasdifiina ialah menyimpang.
Menurut Mujahid dan Qatadah adalah berpaling, sedangkan menurut As-Saddi menghambat (menghalang-halangi).

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 46

ABSHAR
أَبْصَٰر

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari bashar. Apabila disandarkan kepada hati, maknanya ialah pandangan dan fikiran atau ide yang timbul dalam hati. la juga bermakna penglihatan mata yang meliputi objek pandangnya. Kadangkala perkataan bashar itu disebut secara mazaj (allegory) bagi menggambarkan kekuatan mata dan pandangan (ide),atau pemandangan, tempat melihat atau ilmu dan pengetahuan.

Kata abshar disebut 39 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah :
-Al Baqarah (2), ayat 7 dan 20;
-Ali Imran (3), ayat 13;
-Al An'aam (6), ayat 103, 46, 110;
-Al A'raaf (7), ayat 47;
-At Taubah (9), ayat 79;
-Yunus (10), ayat 31;
-Ibrahim (14), ayat 2;
-Al Hijr (15), ayat 15;
-Al Nahl (16), ayat 78, 108;
-Al Anbiyaa (21), ayat 97;
-Al Hajj (22), ayat 46;
-Al Mu'minuun (23), ayat 78;
-An Nuur (24), ayat 30, 31, 37, 43, 44;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 10,
-Ash Shaffaat (37), ayat 175;
-Shad (38), ayat 45, 63;
-Fushshilat (41), ayat 20, 22;
-Al Ahqaaf (46), ayat 26, 26;
-Muhammad (47), ayat 23,
-Al Qamar (54), ayat 7;
-Al Hasyr (59), ayat 2;
-Al Mulk (67), ayat 23;
-Al Qalam (68),ayat 42, 51;
-Al Ma'aarij (70), ayat 44.

Az Zamaksyari berkata,
makna kata al abshar dalam surah Al An'aam, ayat 103, adalah inti pati yang halus yang dibentuk oleh Allah pada deria mata yang dengannya dapat mengetahui apa yang dilihat. Pengetahuan di sini adalah pengetahuan yang diliputi oleh mata.

Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dan lainnya dengan sanad yang lemah dari Abu Sa'id Al Khudri, dari Rasulullah, tentang ayat laa tudrikuhul abshaar di mana beliau berkata,
"Sekiranya jin, manusia, syaitan dan malaikat sejak mula mereka diciptakan hingga mereka fana, berhimpun menjadi satu himpunan, maka mereka pasti tidak dapat meliputi Allah dengan penglihatan mata mereka selama-lamanya. Makna ini sesuai dengan makna bahasa di atas tentang al abshaar ialah penglihatan mata yang meliputi.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:15

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 46 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 46



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (16 votes)
Sending