QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 45 [QS. 6:45]

فَقُطِعَ دَابِرُ الۡقَوۡمِ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا ؕ وَ الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Faquthi’a daabirul qaumil-ladziina zhalamuu wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamiin(a);

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
―QS. 6:45
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Merenungi ciptaan Allah
6:45, 6 45, 6-45, Al An ‘aam 45, AlAnaam 45, Al Anaam 45, Al Anam 45, AlAnam 45, Al An’am 45

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 45

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 45. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang ingkar dan mendustakan Rasul-rasul ini binasa karena diri mereka sendiri, tidak seorangpun yang luput dari azab ini.
Segala puji bagi Allah yang telah menghancurkan orang-orang yang zalim itu dan yang telah melimpahkan nikmat dan karunia kepada orang-orang yang beriman.

Ayat ini menganjurkan kaum muslimin agar mengucapkan hamdalah “Alhamdu lillihi rabbil ilamin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), setiap mendapat nikmat, rahmat dan pertolongan Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bangsa yang zalim itu kemudian dihancurkan tanpa terkecuali.
Segala puji bagi Allah yang mendidik makhluk-Nya dengan bencana dan karunia serta yang membersihkan bumi dari rusaknya orang-orang yang zalim.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan) sampai ke akar-akarnya sehingga habis tanpa bekas (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam) yang menolong rasul-rasul dan membinasakan orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka orang-orang tersebut binasa dan berakhir karena mereka kafir kepada Allah dan mendustakan Rasul-rasul-Nya dan tidak tersisa seorang pun.
Pujian dan sanjungan hanya milik Allah semata, pencipta segala sesuatu dan pemiliknya atas pertolongan-Nya kepada wali-wali-Nya dan pembinasaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
(Q.S. Al-An’am [6]: 45)

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dan lain-lainnya.


Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 45

DAABIR
دَابِر

Lafaz ini adalah ism fai’il dari dabara artinya pengikut, akhir segala sesuatu, yang lalu, asal atau pangkal.

Lafaz ini disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 45;
-Al A’raaf (7), ayat 72;
-Al Anfaal (8), ayat 7;
-Al Hijr (15), ayat 66.

Lafaz daabir dihubungkan dengan lafaz al qath yaitu memotong atau memusnahkan dan al kaafiruunyaitu orang-orang kafir atau al kaadzibuun yaitu pendusta­ pendusta.

Ar Razi berkata,
“Ia bermaksud Allah memusnahkan yang akhir yang tertinggal dari orang kafir.”

Al Isfahani berkata,
Ad daabir bagi yang datang kemudian dan pengikut, baik dari segi tempat, zaman atau tingkatan sehingga maksud ayat di atas adalah “Allah memusnahkan generasi terakhir mereka dan lainnya sehingga tidak tertinggal seorang pun.”

Al Yazidi berkata,
Daabir bermakna yang akhir dari mereka.”

Dalam Tafsfr Al Maraghi, daabiral qaum bermakna yang akhir dari mereka yang berada di belakang mereka qatha’a daabirahum ialah mereka musnah dan hancur dengan azab yang menimpa mereka sampai ke generasi terakhir mereka dan tidak ada yang tertinggal.

Sayyid Qutb berkata,
Daabiral­ qaum adalah orang yang terakhir dari mereka yang datang kemudian dan apabila Allah memusnahkan generasi terakhir mereka maka yang awal dari mereka tentu lebih utama yaitu orang yang melakukan kezaliman atau mensyekutukan Allah karena kebanyakkan ungkapan di dalam Al Qur’an lafaz kezaliman bermakna kemusyrikan dan orang musyrik bermakna orang yang zalim

Kesimpulannya, lafaz daabir di dalam Al­ Quran bermakna generasi yang ter­akhir dari satu kaum.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:218

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 45 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 45 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 45 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:45
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.9
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-45









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim