QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 38 [QS. 6:38]

وَ مَا مِنۡ دَآبَّۃٍ فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا طٰٓئِرٍ یَّطِیۡرُ بِجَنَاحَیۡہِ اِلَّاۤ اُمَمٌ اَمۡثَالُکُمۡ ؕ مَا فَرَّطۡنَا فِی الۡکِتٰبِ مِنۡ شَیۡءٍ ثُمَّ اِلٰی رَبِّہِمۡ یُحۡشَرُوۡنَ
Wamaa min daabbatin fiil ardhi walaa thaa-irin yathiiru bijanaahaihi ilaa umamun amtsaalukum maa farrathnaa fiil kitaabi min syai-in tsumma ila rabbihim yuhsyaruun(a);

Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu.
Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
―QS. 6:38
Topik ▪ Takdir ▪ Penentuan takdir sebelum penciptaan ▪ Syafaat hak Allah semata
6:38, 6 38, 6-38, Al An ‘aam 38, AlAnaam 38, Al Anaam 38, Al Anam 38, AlAnam 38, Al An’am 38
English Translation - Sahih International
And there is no creature on (or within) the earth or bird that flies with its wings except (that they are) communities like you.
We have not neglected in the Register a thing.
Then unto their Lord they will be gathered.
―QS. 6:38

 

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyatakan bahwa Allah menguasai segala sesuatu, ilmu-Nya melingkupi seluruh makhluk yang ada, Dialah yang mengatur alam semesta.
Semua yang melata di permukaan bumi, semua yang terbang di udara, semua yang hidup di lautan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari yang nampak sampai yang tersembunyi, hanya Dialah yang menciptakan, mengembangkan, mengatur dan memeliharanya.

Makhluk Allah yang hidup di dunia ini tidak hanya terbatas pada jenis manusia, tetapi masih terdapat banyak macam dan ragam makhluk-makhluk lain.
Bahkan masih banyak yang belum diketahui oleh manusia.
Semuanya itu tunduk dan menghambakan diri kepada Allah, mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya.

Maksud kata dabbah dalam ayat ini ialah:
Segala makhluk yang diciptakan Allah di bumi.
Disebut
“binatang di bumi”
karena binatang yang di bumi itulah yang mudah dilihat dan diperhatikan oleh manusia.

Pada ayat yang lain Allah menyebutkan bahwa selain di bumi, di planet-planet yang lain pun terdapat makhluk hidup.
Allah ﷻ berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيْهِمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَهُوَ عَلٰى جَمْعِهِمْ اِذَا يَشَاۤءُ قَدِيْرٌ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya.
Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki.
(asy-Syura [42]: 29)

Adanya makhluk-makhluk hidup yang disebutkan Allah pada planet-planet yang lain, sebagaimana yang disebutkan oleh ayat ini, merupakan suatu pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, dan sebagai bahan pemikiran dan penyelidikan.

Ayat ini mendorong orang-orang yang beriman agar menyelidiki segala rupa kehidupan makhluk Allah yang ada di alam ini, untuk memperkuat iman dan menambah ketaatan serta ketundukan kepada Allah Yang Mahakuasa.

Allah menyatakan bahwa di dalam Alquran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan bimbingan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

Menurut Ibnu ‘Abbas, yang dimaksud dengan
“al-kitab”
dalam ayat ini ialah
“Ummul Kitab”,
yakni Lauh Mahfuzh.
Karena maksud ayat ini menurutnya adalah:
segala sesuatu telah dituliskan dalam Lauh Mahfuzh.
Menurut Ibnu Katsir tidak ada satu makhluk pun yang dilupakan Allah dalam pemberian rezekinya, sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satupun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.
Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.
Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(Hud [11]: 6)

Semua makhluk yang diciptakan Allah, baik di langit maupun di bumi, akan mati dan kembali kepada pemiliknya, yaitu Allah.
Kemudian Dia akan membangkitkannya dan menghimpunnya untuk memberi pahala atas perbuatan yang baik dan memberi siksaan atas perbuatan yang buruk.





URL singkat: risalahmuslim.id/6-38







6:38, 6 38, 6-38, Al An ‘aam 38, tafsir surat AlAnaam 38, Al Anaam 38, Al Anam 38, AlAnam 38, Al An’am 38



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta