QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 37 [QS. 6:37]

وَ قَالُوۡا لَوۡ لَا نُزِّلَ عَلَیۡہِ اٰیَۃٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قُلۡ اِنَّ اللّٰہَ قَادِرٌ عَلٰۤی اَنۡ یُّنَزِّلَ اٰیَۃً وَّ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ ہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Waqaaluuu laulaa nuzzila ‘alaihi aayatun min rabbihi qul innallaha qaadirun ‘ala an yunazzila aayatan walakinna aktsarahum laa ya’lamuun(a);

Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata:
“Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?”
Katakanlah:
“Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.
―QS. 6:37
Topik ▪ Tugas rasul hanya menyampaikan
6:37, 6 37, 6-37, Al An ‘aam 37, AlAnaam 37, Al Anaam 37, Al Anam 37, AlAnam 37, Al An’am 37

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan lagi tentang sikap orang-orang musyrik yang sangat ingkar kepada seruan Nabi Muhammad ﷺ dan kepada ayat-ayat Allah.
Mereka meminta agar diturunkan kepada mereka bukti-bukti dan keterangan-keterangan tentang kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.
sebagaimana yang pernah diturunkan kepada Rasul-rasul dahulu.
Mereka tidak merasa cukup dengan bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang terdapat di dalam Alquran, pada hal bukti dan keterangan yang terdapat di dalam Alquran itu adalah yang paling tinggi nilainya bagi orang-orang yang mau menggunakan akal, pikiran dan mata hatinya.
Mereka tetap menuntut agar diturunkan bukti dan keterangan seperti telah diturunkan kepada umat-umat yang dahulu tetapi mereka tidak mau memikirkan dan mengambil pelajaran dari sunah Allah yang berlaku bagi orang-orang yang menerima bukti dan keterangan seperti itu serta akibat yang dialami oleh orang-orang dahulu, yaitu mereka dihancur leburkan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang pedih, karena mereka tetap dalam keingkaran dan tidak memperhatikan bukti-bukti dan keterangan-keterangan itu.

Seakan-akan orang-orang musyrikin Mekah itu tidak mau tahu bagaimana kasih sayangnya Allah kepada mereka, yaitu Allah tidak menurunkan bukti dan keterangan seperti yang diturunkan kepada umat yang dahulu, agar mereka tidak dihancurkan di dunia ini, yang dengan demikian mereka mendapat kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik tetapi mereka tidak man mensyukuri nikmat Allah yang telah diturunkan kepada mereka itu, malah tetap ingkar dan membangkang.

Sebenarnya Allah Kuasa menurunkan apa yang mereka minta tetapi Allah subhanahu wa ta’ala berbuat menurut kehendak-Nya, Dia hanya menurunkan bukti dan keterangan, Dia tidak menurunkan bukti dan keterangan berdasarkan permintaan dan hawa nafsu orang-orang musyrik, apa lagi bila permintaan itu adalah semata-mata untuk melemahkan dan menyulitkan Nabi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan keras kepala, orang-orang kafir mengatakan, “Kami meminta agar diturunkan kepada Muhammad bukti materi yang menguatkan kebenaran seruannya.” Katakan kepada mereka, wahai Nabi, “Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menurunkan bukti apa saja yang kalian usulkan.” Tetapi mereka tidak mengetahui hikmah Allah dalam menurunkan tanda-tanda kebenaran, dan bagaimana hal itu tidak menurut kemauan mereka.
Apabila Dia memenuhi usulan mereka, kemudian mereka tidak mempercayainya, niscaya mereka akan dimusnahkan.
Namun sebagian besar mereka tidak mengetahui akibat dari perbuatan- perbuatan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) yaitu orang-orang musyrik Mekah (“Mengapa tidak) kenapa tidak (diturunkan kepadanya, Muhammad, suatu mukjizat dari Tuhannya?”) seperti mukjizat onta, tongkat dan hidangan.

(Katakanlah) kepada mereka (“Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan) dengan dibaca tasydid dan takhfif (suatu mukjizat) seperti apa yang mereka minta (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”) karena sesungguhnya dengan turunnya mukjizat itu berarti suatu musibah besar yang pasti menimpa mereka jika mereka masih tetap mengingkarinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin berkata dengan penuh penentangan dan kesombongan :
Mengapa Allah tidak menurunkan tanda yang menunjukkan kebenaran Muhammad dimana ia termasuk ke dalam hal-hal yang luar biasa?
Katakan kepada mereka wahai Rasul :Sesungguhnya Allah kuasa untuk menurunkan tanda kepada mereka, akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahwa diturunkannya tanda hanya dilakukan sesuai dengan hikmah-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman menceritakan perihal orang-orang musyrik, bahwa mereka pernah bertanya, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu mukjizat dari Tuhannya?”
Mukjizat ini diungkapkan dengan istilah ayat yang artinya peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam yang biasa mereka dapati, termasuk di antaranya ialah seperti apa yang mereka katakan dalam firman-Nya:

Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu meman­carkan mata air dari bumi untuk kami.
(Q.S. Al Israa [17]: 90), hingga bebe­rapa ayat berikutnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Katakanlah, “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

Yakni Allah subhanahu wa ta’ala.
mampu untuk melakukan hal itu.
Tetapi karena suatu hikmah (kebijaksanaan) dari-Nya, maka sengaja Dia menangguhkan hal itu.
Karena sesungguhnya jikalau Allah menurunkan mukjizat seperti yang mereka minta, kemudian ternyata mereka tidak beriman, niscaya Allah akan menyegerakan siksaan-Nya terhadap mereka, seperti yang telah Allah lakukan terhadap umat-umat terdahulu.
Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu.
Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
(Q.S. Al Israa [17]: 59)

Jika Kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
(Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 4)


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.7
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-37







Pembahasan ▪ surah 6:37

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim