QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 36 [QS. 6:36]

اِنَّمَا یَسۡتَجِیۡبُ الَّذِیۡنَ یَسۡمَعُوۡنَ ؕؔ وَ الۡمَوۡتٰی یَبۡعَثُہُمُ اللّٰہُ ثُمَّ اِلَیۡہِ یُرۡجَعُوۡنَ
Innamaa yastajiibul-ladziina yasma’uuna wal mauta yab’atsuhumullahu tsumma ilaihi yurja’uun(a);

Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.
―QS. 6:36
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Sifat iblis dan pembantunya
6:36, 6 36, 6-36, Al An ‘aam 36, AlAnaam 36, Al Anaam 36, Al Anam 36, AlAnam 36, Al An’am 36

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa dalam menghadapi seruan Nabi dan risalah yang disampaikannya itu, manusia terbagi dua, yaitu ada manusia yang hidup jiwanya dan ada manusia yang mati jiwanya.

Manusia yang hidup jiwanya ialah manusia yang menggunakan akal, pikiran, perasaan dan kehendak serta pilihan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.
Dengan anugerah itu mereka melihat, memperhatikan dan menilai segala sesuatu yang dikemukakan kepada mereka.
Yang baik mereka ambil, sedang yang buruk mereka buang.
Karena itu hati dan pikiran mereka terbuka untuk menerima petunjuk Allah.
Mereka ibarat tanah yang subur.
Sedikit saja dituangi air, tanah itu akan menumbuhkan tanaman-tanaman subur.

Manusia yang mati jiwanya ialah manusia yang tidak mau menggunakan akal, pikiran, perasaan, pilihan dan mata hati yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.
Hati mereka telah dikunci mati oleh rasa dengki yang ada di dalamnya.
Karena itu segala keterangan apapun yang dikemukakan Nabi kepada mereka tidak akan mereka dengar dan perhatikan.
Seandainya mereka dapat melihat dan memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang dikemukakan Rasul dan pikiran mereka menerimanya, namun semuanya itu akan ditolak dan tidak akan diterima karena rasa dengki yang telah ada itu.
Mereka diibaratkan seperti tanah yang tandus, berapapun air dialirkan kepadanya, namun tanah itu tidak akan menumbuhkan sesuatu.
Karena itu mustahil tanah itu akan dapat menumbuhkan tanaman-tanaman yang diharapkan.

Manusia macam yang kedua ini adalah orang-orang kafir yang kekafirannya amat mendalam, sehingga tidak ada lagi harapan bahwa mereka akan beriman dan mematuhi seruan Nabi.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan agar Muhammad ﷺ tidak berhati pilu terhadap mereka, hanya serahkanlah keadaan mereka itu kepada Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala akan membangkitkan mereka nanti dari kuburnya di hari kiamat dan akan mengazab mereka sebagai balasan dari kekafiran mereka itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yang akan memenuhi seruan kebenaran dan menghampirinya hanyalah orang yang mendengarkannya sambil memahami dan merenungkan.
Adapun mereka yang berpaling dari itu tidak akan bisa mengambil manfaat dari seruanmu, karena mereka seolah-olah sudah mati.
Pada hari kiamat, Allah akan membangkitkan mereka dari kubur, mengembalikan mereka pada diri-Nya, dan memghitung pekerjaan yang pernah mereka perbuat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya yang mendengar) ajakanmu kepada keimanan (hanyalah orang-orang yang mematuhi ajakanmu) dengan pendengaran yang penuh pengertian dan penuh pertimbangan (dan orang-orang yang mati hatinya) yakni orang-orang kafir, Allah menyerupakan mereka dengan orang-orang yang mati oleh karena mereka semua sama-sama tidak bisa mendengar (akan dibangkitkan oleh Allah) di akhirat (kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan) mereka akan dikembalikan kepada-Nya kemudian Allah membalas amal perbuatan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya yang menjawab hidayah yang kamu serukan wahai Rasul hanyalah orang-orang yang berkenan mendengar lalu menerima.
Adapun orang-orang kafir, maka mereka tergolong orang-orang yang mati,karena kehidupan yang hakiki bisa terwujud hanya dengan Islam.
Allah akan mengeluarkan orang-orang mati dari kubur mereka dalam keadaan hidup kemudian mereka akan kembali di Hari Kiamat kepada-Nya untuk menerima hisab dan balasan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni sesungguhnya orang yang menyambut seruanmu, hai Muhammad, hanyalah orang yang mau mendengar, mencerna, dan memahaminya.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh ayat lain:

supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
(Q.S. Yasin [36]: 70)

Firman Allah :

…dan orang-orang yang mati (hatinya) akan dibangkitkan oleh Allah,

Yang dimaksud dengan ‘orang-orang yang mati’ ialah orang-orang kafir.
Dikatakan demikian karena hati mereka mati, maka Allah menyerupakan mereka dengan orang-orang yang mati sungguhan (yakni bangkai).

Karena itulah disebutkan:

…dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan.

Di dalam ungkapan ini terkandung makna cemoohan dan penghinaan terhadap mereka.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.6
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-36









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim