QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 34 [QS. 6:34]

وَ لَقَدۡ کُذِّبَتۡ رُسُلٌ مِّنۡ قَبۡلِکَ فَصَبَرُوۡا عَلٰی مَا کُذِّبُوۡا وَ اُوۡذُوۡا حَتّٰۤی اَتٰہُمۡ نَصۡرُنَا ۚ وَ لَا مُبَدِّلَ لِکَلِمٰتِ اللّٰہِ ۚ وَ لَقَدۡ جَآءَکَ مِنۡ نَّبَاِی الۡمُرۡسَلِیۡنَ
Walaqad kudz-dzibat rusulun min qablika fashabaruu ‘ala maa kudz-dzibuu wa-uudzuu hatta ataahum nashrunaa walaa mubaddila likalimaatillahi walaqad jaa-aka min nabail mursaliin(a);

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka.
Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.
Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
―QS. 6:34
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Kekuasaan Allah
6:34, 6 34, 6-34, Al An ‘aam 34, AlAnaam 34, Al Anaam 34, Al Anam 34, AlAnam 34, Al An’am 34

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar jangan bersedih hati dan berduka cita atas tindakan-tindakan orang-orang kafir itu, karena yang demikian itu adalah suatu yang biasa terjadi, para Nabi dan Rasul yang telah diutus Allah subhanahu wa ta’ala sebelumnya didustakan dan diingkari pula, bahkan disakiti dan pengikut-pengikut mereka dianiaya.
Tetapi mereka tetap tabah dan sabar terhadap yang demikian itu.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan pula sebelum mereka kaum Nuh, Ad dan Samud.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 42)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan) maka sungguh telah didustakan pula Rasul-rasul sebelum kamu.
Dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan.

(Q.S. Faathir [35]: 4)

Dari perkataan (sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) dipahami bahwa para nabi dan rasul dahulu sangat tabah dan sabar menghadapi segala macam tindakan-tindakan kaumnya walaupun apa yang terjadi.
Karena tindakan-tindakan itu, Allah menimpakan kepada mereka malapetaka yang besar, seperti sambaran petir, guncangan gempa yang dahsyat, serangan badai dan sebagainya.
Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan para Nabi dan Rasul beserta kaumnya yang beriman dari azab yang besar itu dan menyelamatkan mereka dari tindakan kaumnya yang ingkar itu.

Ayat ini merupakan hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ.
dalam menghadapi tindakan-tindakan orang-orang musyrik Mekah karena sebagaimana nabi-nabi dan rasul-rasul dahulu diselamatkan Allah subhanahu wa ta’ala, pasti Dia menyelamatkan Nabi Muhammad dan kaum muslimin serta memenangkan agama Islam.

Hiburan ini dijelaskan lagi dengan tegas dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lain.

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.
Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari.
(Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
(Q.S. Al Muzammil: 10)

Allah subhanahu wa ta’ala juga menegaskan bahwa pertolongan dan janji Allah yang telah ditetapkan itu tidak akan berubah sedikitpun, baik ucapan janji itu sendiri maupun maksud dan isi dan janji itu.

Ayat ini juga mengisyaratkan kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa kisah yang berhubungan dengan sikap dan tindakan orang-orang dahulu terhadap Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka serta ketabahan, kesabaran dan pertolongan Allah kepada para Nabi dan Rasul beserta pengikut-pengikut mereka telah, disampaikan Allah pula kepada Nabi Muhammad berupa ayat-aya( Alquran yang telah diturunkan.
Hal ini sesuai pula dengan riwayat yang menerangkan bahwa surah Al An’am ini diturunkan sesudah surah-surah Asy Syu’ara, An Naml, Al Qasas, Hud, Al Hijr yang di dalam surah-surah itu diterangkan kisah-kisah para Nabi dan Rasul serta pengikut-pengikut mereka dalam menghadapi tindakan dan penganiayaan kaumnya.

Dengan ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan pula pertolongan dan kemenangan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman.
Dan ini ditegaskan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala

Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 51)

Dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala

Agar Allah subhanahu wa ta’ala memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

(Q.S. Ar-Rum [30]: 45)

Ayat-ayat di atas dan ayat-ayat yang sebelumnya menerangkan syarat-syarat datangnya pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang yang beriman, yaitu:

1.
Beriman dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
2.
Selalu menegakkan yang hak dan berlaku adil.
3.
Selalu tabah dan sabar dalam keadaan bagaimanapun dalam menghadapi cobaan-cobaan Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh rasul-rasul sebelummu telah disambut oleh kaum mereka dengan pembohongan dan penganiayaan sebagaimana yang dilakukan kaummu terhadap dirimu.
Tetapi mereka bersabar hingga Kami menolong mereka.
Dari itu bersabarlah, wahai Nabi, sampai datang pertolongan Kami.
Tidak ada yang bisa mengubah janji Allah untuk menolong orang-orang yang sabar.
Hal itu pasti akan terpenuhi.
Kami benar- benar telah menceritakan kepadamu berita-berita tentang para rasul dan dukungan Kami untuk mereka itu, karena mengandung suatu hiburan buat dirimu dalam mengemban tugas kerasulan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelumnya) dalam ayat ini terkandung makna yang menghibur diri Nabi ﷺ (akan tetapi mereka sabar dalam menghadapi pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) untuk membinasakan kaumnya, maka bersabarlah kamu sehingga datang pertolongan-Ku yang akan membinasakan kaummu.

(Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat Allah) janji-janji-Nya (Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu) yang dapat menenangkan hatimu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir telah mendustakan utusan-utusan sebelummu yang Allah utus kepada umat-umat mereka dan para Rasul tersebut telah disakiti di jalan Allah, maka mereka bersabar di atas itu.
Mereka terus berdakwah dan berjihad sampai Allah memberikan kemenangan kepada mereka.
Tiada yang merubah kalimat-kalimat Allah, yaitu apa yang Allah turunkan kepada nabi-Nya Muhammad , berupa janji-Nya kepadanya bahwa Dia akan memenagkannya atas musuh-musuhnya.
Sungguh telah datang kepadamu wahai Rasul berita Rasul-rasul sebelummu dan kemenangan dari Allah yang datang kepada mereka, serta apa yang terjadi pada orang-orang yang mendustakan mereka.
Di mana Allah menurunkan murka dan marah-Nya atas mereka.
Bagimu terdapat keteladanan dan kepeloporan pada Rasul-rasul yang telah mendahului.
Hal ini merupakan hiburan bagi Rasulullah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan hiburan bagi hati Nabi Muhammad ﷺ, sekaligus sebagai ungkapan dukungan terhadapnya dalam menghadapi orang-orang yang mendustakannya dari kalangan kaumnya, juga merupakan perintah kepadanya agar bersikap sabar sebagaimana sikap sabar orang-orang yang berhati teguh dari kalangan para rasul terdahulu.
Dalam ayat ini pun terkandung janji Allah kepada nabi-Nya, bahwa Dia akan menolongnya sebagaimana Dia telah menolong para rasul terdahulu, kemudian beroleh kemenangan.
Pada akhirnya akibat yang terpuji diperoleh para rasul sesudah mengalami pendustaan dan gangguan dari kaumnya masing-masing.
Setelah itu datanglah kepada mereka pertolongan-dan kemenangan di dunia dan di akhirat.
Seperti yang disebutkan oleh firman selanjutnya:

Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.

Yakni janji-janji kemenangan yang telah ditetapkan-Nya di dunia dan akhirat bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin.
Perihalnya sama dengan firman-Nya yang lain:

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapatpetolongan.
Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
(Q.S. As-Saffat [37]: 171-173)

Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(Q.S. Al-Mujadilah [58]: 21)

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.

Artinya berita tentang mereka, bagaimana mereka mendapat pertolongan dan dukungan dalam menghadapi orang-orang yang mendustakan mereka dari kalangan kaumnya.
Maka demikian pula halnya dengan kamu (Muhammad) akan mengalami hal yang sama dengan para rasul yang mendahuluimu.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.4
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat alnam (6) :34 ▪ ayat Quran QS 6:34 ▪ qs 6:34

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta