QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 30 [QS. 6:30]

وَ لَوۡ تَرٰۤی اِذۡ وُقِفُوۡا عَلٰی رَبِّہِمۡ ؕ قَالَ اَلَیۡسَ ہٰذَا بِالۡحَقِّ ؕ قَالُوۡا بَلٰی وَ رَبِّنَا ؕ قَالَ فَذُوۡقُوا الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ
Walau tara idz wuqifuu ‘ala rabbihim qaala alaisa hadzaa bil haqqi qaaluuu bala warabbinaa qaala fadzuuquul ‘adzaaba bimaa kuntum takfuruun(a);

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan).
Berfirman Allah:
“Bukankah (kebangkitan ini benar?”
Mereka menjawab:
“Sungguh benar, demi Tuhan kami”.
Berfirman Allah:
“Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)”.
―QS. 6:30
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Keluasan ilmu Allah
6:30, 6 30, 6-30, Al An ‘aam 30, AlAnaam 30, Al Anaam 30, Al Anam 30, AlAnam 30, Al An’am 30

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan keingkaran orang-orang kafir itu tentang hari kiamat sewaktu hidup di dunia, maka dalam ayat ini Allah menerangkan perihal mereka di akhirat saat terungkapnya kekeliruan pandangan mereka.
Dalam suasana yang sangat menggugah perasaan yaitu sewaktu orang-orang kafir itu diperintahkan berdiri di tempat yang sudah ditentukan di depan pengadilan Allah subhanahu wa ta’ala Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepada mereka, “Bukankah ini benar”.

Bukankah hari kiamat yang mereka sedang alami saat ini, yang dulu mereka ragu-ragukan bahkan mereka perolok-olokkan merupakan suatu kenyataan?
Tidak merupakan berita kosong seperti yang mereka katakan.
Dalam menghadapi pertanyaan Allah subhanahu wa ta’ala ini, mereka tidak dapat memanggil sekutu-sekutu yang mereka tuhankan, tidak pula mereka dapat tolong menolong satu sama lain, maka pada akhirnya mereka menjawab pertanyaan Allah subhanahu wa ta’ala itu, “Sungguh benar, demi Tuhan kami”.
Mereka tidak dapat lagi mengingkari kenyataan adanya hari bangkit itu dan mereka memperkuat pengakuan mereka atas kebenaran itu dengan mempergunakan kata sumpah “demi Tuhan”.
Mereka mengakui bahwa selama ini sesat dan kafir.

Sesuai dengan pengakuan itu, semestinyalah dirasakan kepada mereka azab hari kiamat yang semasa di dunia selalu mereka dustakan.
Kekafiran yang mereka tonjolkan dan andalkan itu adalah penyebab dari semua derita yang mereka alami.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika kamu melihat mereka pada saat berdiri untuk diadili di hadapan Tuhan mereka, dan mengetahui kebenaran yang telah diturunkan kepada utusan-utusan-Nya, niscaya kamu akan melihat buruknya keadaan mereka.
Yaitu ketika Allah mengatakan, “Bukankah hal yang kalian saksikan sekarang ini adalah kebenaran yang di dunia dulu kalian ingkari?”
Dengan perasaan tunduk, menjawab, “Ya, itu adalah kebenaran.” Setelah itu Allah mengatakan kepada mereka, “Masuklah ke dalam neraka, akibat kekufuran yang dulu selalu kalian pertahankan!”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan) mereka diajukan (kepada Tuhan mereka) tentulah kamu akan melihat peristiwa yang besar.

(Allah berfirman) kepada mereka melalui lisan malaikat-malaikat-Nya sebagai cemoohan.

(“Bukankah hal ini) yakni kebangkitan dan hari pembalasan ini (benar?”
Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami”) sungguh hal itu adalah benar belaka (Berfirman Allah, “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari”)nya sewaktu hidup di dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Seandainya kamu melihat wahai Rasul orang-orang yang mengingkari kebangkitan saat mereka dihadapkan didepan Allah yang akan menetapkan keputusan-Nya di antara mereka di Hari Kiamat,niscaya kamu akan melihat keadaan paling buruk.
Di mana Allah berfirman :
Bukankah ini merupakan kebenaran?
Yakni bukankah kebangkitan yang dulu kalian ingkari di dunia adalah kebenaran?
Mereka menjawab :
Benar, demi Rabb kami ia adalah benar.
Allah berfirman :
Maka rasakanlah siksa akibat kekufuran kalian.
Yakni siksa yang dulu kalian dustakan di dunia disebabkan pengingkaran kalian kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya.

Maksudnya dihentikan di hadapan Tuhannya.

Berfirman Allah, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?”

Yakni bukankah hari berbangkit ini benar, bukan dusta seperti apa yang kalian duga sebelumnya?

Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Allah Ber­firman, “Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian mengingkari (nya).”

Karena dulu kalian tidak mempercayainya, maka pada hari ini rasakanlah azab itu.
Lalu dikatakan kepada mereka:

Maka apakah sihir itu?
Ataukah kalian tidak melihat?
(Q.S. Ath-Thuur [52]: 15)


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.6
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-30









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta