QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 26 [QS. 6:26]

وَ ہُمۡ یَنۡہَوۡنَ عَنۡہُ وَ یَنۡـَٔوۡنَ عَنۡہُ ۚ وَ اِنۡ یُّہۡلِکُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡفُسَہُمۡ وَ مَا یَشۡعُرُوۡنَ
Wahum yanhauna ‘anhu wayanauna ‘anhu wa-in yuhlikuuna ilaa anfusahum wamaa yasy’uruun(a);

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
―QS. 6:26
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Seruan para nabi untuk mengesakan Allah
6:26, 6 26, 6-26, Al An ‘aam 26, AlAnaam 26, Al Anaam 26, Al Anam 26, AlAnam 26, Al An’am 26

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menjelaskan lagi bahwa mereka tidaklah berhenti mendustakan ayat-ayat Alquran itu dan memandangnya sebagai sihir, bahkan mereka mencegah orang lain mendengarkan serta menghasutnya, agar orang-orang itu tidak tertarik kepada Alquran yang indah bahasanya dan maknanya yang padat melebihi bahasa penyair-penyair mereka, sehingga pemimpin musyrikin itu merasa khawatir terhadap pengaruh gaya bahasa Alquran itu kepada pendengarnya.
Mereka menyadari bahwa kesempatan untuk memperhatikan ayat Alquran itu berarti kesempatan untuk menanggapi mukjizatnya, karena itulah mereka menghalangi orang lain.

Di samping mencegah orang lain, mereka sendiri menjauhkan diri dan Alquran itu untuk menunjukkan bahwa mereka sangat menentangnya dan untuk menguatkan larangan mereka.

Meskipun orang-orang musyrikin itu telah berdaya upaya dengan pelbagai cara untuk memadamkan cahaya Islam, namun tidak akan memberikan faedah sedikitpun.
Bahkan Allah menyatakan pada akhir ayat ini bahwasanya tindakan mereka itu bukanlah menghancurkan Islam tetapi menghancurkan mereka sendiri tanpa mereka sadari.
Peringatan akan kehancuran mereka ini beberapa tahun kemudian terbukti kebenciannya dalam pelbagai peperangan dan kemenangan di pihak Rasulullah ﷺ

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka melarang manusia untuk beriman kepada Al Quran, setelah mereka sendiri menjauhinya.
Mereka tidak memanfaatkan Al Quran dan tidak membiarkan orang lain memanfaatkannya.
Mereka hanya merugikan diri sendiri, tetapi tidak menyadari kejelekan yang mereka kerjakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka melarang) orang-orang lain (darinya) dari mengikut kepada Nabi Muhammad ﷺ (dan mereka sendiri menjauh) makin menjauh (darinya) mereka semakin tidak beriman kepadanya.

Menurut suatu riwayat ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Thalib, ia melarang orang-orang mengganggu Nabi ﷺ akan tetapi ia sendiri tidak mau beriman kepadanya (dan tidaklah) tiada lain (mereka itu membinasakan) oleh sebab menjauh dari Nabi ﷺ (kecuali diri mereka sendiri) karena bahaya mereka sendirilah yang menanggungnya (sedangkan mereka tidak menyadari) akibat perbuatannya itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin itu melarang manusia untuk mengikuti Muhammad dan mendengar kepadanya.
Mereka juga menjauhkan diri mereka darinya.
Padahal dengan sikap mereka yang menghalang-halangi dari jalan Allah itu, mereka telah mencelakakan diri mereka.
Namun mereka tidak merasa bahwa mereka telah mencelakakan diri mereka sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

…mereka sendiri menjauhkan diri darinya.

Sehubungan dengan makna lafaz yanhauna ‘anhu, ada dua pendapat: Pendapat pertama mengatakan, makna yang dimaksud ialah mereka melarang orang lain mengikuti kebenaran, membenarkan Rasul, dan taat kepada Al-Qur’an.
Dan makna yan auna anhu yakni menjauhkan mereka dari Al-Qur’an.
Dengan demikian, berarti mereka menggabung­kan dua perbuatan yang kedua-duanya buruk, yakni mereka tidak mau mengambil manfaat dan tidak menyeru seorang pun untuk mengambil manfaat.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubung­an dengan makna firman-Nya: Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an.
(Q.S. Al-An’am [6]: 26) Yakni mereka menjauhkan manusia dari Nabi Muhammad ﷺ agar mereka tidak beriman kepadanya.

Muhammad ibnul Hanafiyyah mengatakan, dahulu orang-orang kafir Quraisy tidak pernah mendatangi Nabi ﷺ dan melarang orang lain untuk mendatanginya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah, Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Pendapat inilah yang lebih jelas (lebih kuat) dan yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Pendapat kedua diriwayatkan oleh Sufyan As-Sauri, dari Habib Ibnu Abu Sabit, dari orang yang pernah mendengarnya dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubunean dengan firman-Nya: Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an.
(Q.S. Al-An’am [6]: 26) Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Talib, ia melarang orang-orang mengganggu Nabi ﷺ Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Qasim ibnu Mukhaimirah, Habib ibnu Abu Sabit, Ata ibnu Dinar, dan lain-lainnya, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Talib.

Sa’id ibnu Abu Hilal mengatakan, ayat ini diturunkan berkenaan dengan semua paman Nabi ﷺ yang berjumlah sepuluh orang.
Mereka adalah orang-orang yang paling keras dalam membela Nabi ﷺ secara terang-terangan, juga orang-orang yang paling keras dalam memusuhi Nabi ﷺ secara diam-diam.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka melarang (orang lain) darinya.
(Q.S. Al-An’am [6]: 26) Yaitu mereka melarang orang-orang membunuhnya (Nabi Muhammad ﷺ).

…dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya.

Yakni menjauhkan diri darinya.

…dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari.

Artinya, tiadalah yang mereka binasakan dengan perbuatan itu melainkan diri mereka sendiri, dan tiadalah akibatnya kecuali menimpa mereka, sedangkan mereka tidak menyadari.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al An ‘aam (6) Ayat 26

Diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa turunnya ayat ini (al-An’am: 26) berkenaan dengan Abu Thalib yang melarang kaum musyrikin menyakiti Nabi ﷺ, padahal dia sendiri menjauhkan diri dari ajaran Nabi.
Ayat ini (al-An’am: 26) menegaskan bahwa perbuatan seperti itu hanya akan mencelakakan diri sendiri tanpa disadari.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Abi Hilal bahwa ayat ini (al-An’am: 26 turun berkenaan dengan paman-paman Nabi ﷺ yang berjumlah sepuluh orang.
Secara terang-terangan mereka sangat dekat kepada Nabi, tapi secara diam-diam mereka merupakan perintang utamanya.
Ayat tersebut menegaskan bahwa perbuatan seperti itu hanya akan mencelakakan diri sendiri tanpa disadari.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta