QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 22 [QS. 6:22]

وَ یَوۡمَ نَحۡشُرُہُمۡ جَمِیۡعًا ثُمَّ نَقُوۡلُ لِلَّذِیۡنَ اَشۡرَکُوۡۤا اَیۡنَ شُرَکَآؤُکُمُ الَّذِیۡنَ کُنۡتُمۡ تَزۡعُمُوۡنَ
Wayauma nahsyuruhum jamii’an tsumma naquulu lil-ladziina asyrakuu aina syurakaa’ukumul-ladziina kuntum taz’umuun(a);

Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik:
“Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?”.
―QS. 6:22
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Ayat yang berhubungan dengan Sa’ad bin Abi Waqqas
6:22, 6 22, 6-22, Al An ‘aam 22, AlAnaam 22, Al Anaam 22, Al Anam 22, AlAnam 22, Al An’am 22

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan tentang hari berbangkit, saat dikumpulkan seluruh umat manusia yang pada hari itu hanya terbagi kepada dua golongan: mereka yang rugi dan mereka yang beruntung.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada orang-orang yang merugikan diri sendiri yakni orang-orang musyrikin di manakah sembahan-sembahanmu yang dulu kamu katakan sekutu Allah?
Sewaktu di dunia mereka meminta pertolongan dan memanjatkan doa kepada sembahan selain Allah, yang mereka jadikan sebagai pelindung atau sebagai pengantar untuk mendekatkan diri pada Allah atau untuk memberi syafaat kepada mereka pada hari kiamat.
Mengapa sembahan-sembahan itu menghilang dan tidak nampak bersama mereka pada hari kiamat?.
Seperti difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini:

Dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.
Sungguh telah terputuslah pertalian antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

(Q.S. Al-An’am [6]: 94)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebutkan kepada mereka hal-hal yang akan terjadi saat Kami mengumpulkan semua makhluk untuk diadili.
Lalu, dengan nada mencela, Kami katakan kepada mereka yang, di samping menyembah Allah, juga menyembah tuhan lain, “Mana yang kalian jadikan sekutu Allah?
Datangkanlah mereka agar bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik) sebagai celaan (“Di manakah sesembahan-sesembahan yang kamu katakan dahulu?”) yang kalian jadikan sebagai sekutu-sekutu Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hendaknya orang-orang musyrikin yang mendustakan ayat-ayat Allah tersebut berhati-hati terhadap suatu hari di mana Kami akan menggiring mereka.
Kemudian Kami berfirman kepada mereka :
Di mana Tuhan-tuhan kalian yang dulu kalian klaim bahwa mereka adalah sekutu-sekutu bagi Allah, agar mereka dapat memberi syafaat untuk kalian?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman menceritakan keadaan orang-orang musyrik:

Dan (ingatlah), di hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya.

Yakni pada hari kiamat nanti, lalu Allah menanyai mereka tentang berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang mereka sembah-sembah itu selain Allah, seraya berfirman:

Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dahulu kalian katakan (sekutu-sekutu Kami)?

Ayat ini sama dengan ayat lain yang terdapat dalam surat Al Qasas:

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan?” (Q.S. Al-Qashash [28]: 62)


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.4
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-22









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta