QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 20 [QS. 6:20]

اَلَّذِیۡنَ اٰتَیۡنٰہُمُ الۡکِتٰبَ یَعۡرِفُوۡنَہٗ کَمَا یَعۡرِفُوۡنَ اَبۡنَآءَہُمۡ ۘ اَلَّذِیۡنَ خَسِرُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ فَہُمۡ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ
Al-ladziina aatainaahumul kitaaba ya’rifuunahu kamaa ya’rifuuna abnaa-ahumul-ladziina khasiruu anfusahum fahum laa yu’minuun(a);

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri.
Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
―QS. 6:20
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
6:20, 6 20, 6-20, Al An ‘aam 20, AlAnaam 20, Al Anaam 20, Al Anam 20, AlAnam 20, Al An’am 20

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menambahkan keterangan tentang kebenaran kerasulan Nabi Muhammad ﷺ yaitu keterangan bahwa ahli-ahli kitab dari Yahudi dan Nasrani, sebenarnya mengetahui bahwa Muhammad ﷺ.
itu sendiri karena tanda-tanda kenabian beliau sangat jelas tercantum dalam kitab-kitab mereka.

Ada di riwayatkan bahwa orang-orang kafir Mekah pergi ke Madinah menanyakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani tentang sifat Muhammad ﷺ.
tetapi mereka memungkiri bahwa dalam Taurat dan Injil ada bagian yang menunjukkan kenabian Muhammad ﷺ.

Allah subhanahu wa ta’ala setelah menyatakan mereka telah merugikan diri sendiri disebabkan mereka tidak mempercayai kerasulan Muhammad ﷺ.
bahkan mengingkarinya dengan permusuhan.
Oleh karena itu mereka mengingkari apa yang mereka ketahui.
Keingkaran pendeta-pendeta Yahudi itu sama alasannya dengan keingkaran orang-orang musyrikin Mekah.
Pendeta-pendeta Yahudi itu tidak mau beriman kepada Muhammad ﷺ.
karena takut kehilangan martabat dan kedudukan di tengah-tengah kaumnya, sedang dalam agama Islam sama kedudukannya Tidak berbeda antara pendeta dengan rakyat.
Bila melakukan kesalahan yang sama, hukumnya akan serupa pula tak berbeda antara ulama dengan rakyat umum.

Demikian pemimpin-pemimpin Quraisy, tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.
karena takut kehilangan martabat dan kedudukan.
Bila mereka menganut agama Islam mereka akan duduk sejajar dengan rakyat jelata dan orang-orang miskin seperti Bilal orang Habsyah dan lain-lain, mereka itulah yang merugikan diri sendiri.
Kerugian mereka itu disebabkan kelemahan cita cita dan keamanan mereka dan kehilangan pertimbangan akal sehat sehingga mereka mengingkari ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang Kami beri kitab-kitab suci, mengetahui Muhammad dan kebenaran misinya sebagaimana mereka mengetahui anak-anak mereka, melalui kitab suci itu.
Orang-orang yang menyia-nyiakan diri mereka dengan tidak mengakui apa yang mereka lihat, benar-benar tidak beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya mereka mengenalnya) artinya mengenal Muhammad dengan sifat-sifat atau ciri-cirinya yang terdapat di dalam Kitab mereka (seperti mereka mengenal anak-anak sendiri.

Orang-orang yang merugikan dirinya) di antara mereka (mereka itu tidak beriman) kepada Muhammad.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang telah Kami beri Taurat dan Injil mengetahui Muhammad melalui sifat-sifatnya yang termaktub dalam kitab mereka seperti mereka mengetahui anak-anak mereka.
Sebagaimana mereka bisa dengan mudah mengenal anak-anak mereka di depan mereka, demikian pula dengan Muhammad, mereka mengenalnya karena sifat-sifatnya disebutkan secara teliti dalam kitab-kitab mereka.
Akan tetapi mereka mengikuti hawa nafsu mereka, akibatnya mereka merugikan diri mereka sendiri saat mereka memilih untuk kafir kepada Muhammad dan apa yang dia bawa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni mengalami kerugian yang sangat fatal.

Mereka itu tidak beriman.
(Al An’am:20)

kepada perkara yang jelas dan gamblang ini, yaitu berita gembira yang telah disampaikan oleh para nabi dan yang telah diisyaratkan sejak zaman dahulu hingga saat pemunculannya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:20
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta