QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 18 [QS. 6:18]

وَ ہُوَ الۡقَاہِرُ فَوۡقَ عِبَادِہٖ ؕ وَ ہُوَ الۡحَکِیۡمُ الۡخَبِیۡرُ
Wahuwal qaahiru fauqa ‘ibaadihi wahuwal hakiimul khabiir(u);

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya.
Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
―QS. 6:18
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
6:18, 6 18, 6-18, Al An ‘aam 18, AlAnaam 18, Al Anaam 18, Al Anam 18, AlAnam 18, Al An’am 18

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan kesempurnaan kedaulatan-Nya yang mutlak atas hamba-hamba-Nya.
Dialah Penguasa yang tertinggi di atas hamba hamba-Nya dan menyelenggarakan serta mengatur segala masalah dan urusan mereka menurut kehendak-Nya dan tidak seorangpun yang dapat mencampuri-Nya yang dapat keluar dari daerah kekuasaan-Nya.

Kesempurnaan kekuasaan dan kedaulatan-Nya atas hamba-hamba-Nya itu disertai dengan kesempurnaan hikmah-Nya dalam mengatur kebutuhan hamba hamba-Nya dan keluasan ilmu-Nya terhadap segala perkara yang kecil dan tersembunyi.
Dialah Yang Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan yang mudarat bagi hamba-hamba-Nya.
Tak ada suatu perkarapun, melainkan diketahui-Nya akhir dari perkara itu.
Pentadbiran-Nya atas hamba-hamba-Nya ini diarahkan kepada suatu tujuan yakni kesempurnaan kemanusiaan.

Dialah Yang Maha Kuasa lagi Maha Esa tak ada sekutu bagi-Nya.
Karena itu tidakkah patut menyembah kepada selain dari pada-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 18)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia yang menaklukkan hamba-hamba-Nya dengan kekuasaan-Nya.
Namun demikian, Dia juga mempunyai sifat bijaksana dalam semua pekerjaan yang Dia lakukan.
Pengetahuan-Nya meliputi segala yang kelihatan dan yang tersembunyi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang berkuasa) Maha Kuasa tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, Dia Maha Tinggi (atas sekalian hamba-hamba-Nya.

Dan Dialah Yang Maha Bijaksana) atas makhluk-Nya (lagi Maha Mengetahui) Semua yang tersimpan dalam batin mereka sebagaimana halnya yang tampak pada mereka.

Ayat berikut diturunkan berkenaan dengan pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi ﷺ, “Datangkanlah kepada kami orang yang menyaksikan dirimu sebagai Nabi karena sesungguhnya orang-orang Ahli Kitab pun ingkar terhadap dirimu.”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berkuasa mutlak atas hamba-hamba-Nya, leher-leher mereka tunduk kepada-Nya, orang-orang besar patuh kepada-Nya.
Dialah yang Maha Bijaksana yang meletakkan segala hal pada tempatnya sesuai dengan hikmah-Nya, Maha Mengenal di mana tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya.
Siapa yang memiliki sifat-sifat ini harus diesakan dan tidak disekutukan dengan apa pun.
Ayat ini menetapkan sifat fauqiyah bagi Allah atas seluruh makhluk-Nya, fauqiyah mutlak yang sesuai dengan keagungan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni Dialah Tuhan yang menyerah kepada-Nya semua diri, tunduk kepada-Nya semua orang yang perkasa, tunduk kepadanya semua wajah, segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, tunduk kepada-Nya semua makhluk, dan tunduk patuhlah segala sesuatu kepada keagungan, kebesaran, ketinggian, dan kekuasaan-Nya, serta kecillah segala sesuatu di hadapan-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan dan hukum-Nya.

Dan Dialah Yang Mahabijaksana.

Yakni dalam semua perbuatan-Nya.

…lagi Maha Mengetahui.

Segala sesuatu yang pada tempat dan kedudukannya masing-masing.
Karena itu, Dia tidak memberi kecuali kepada orang yang berhak, dan tidak mencegah kecuali terhadap orang yang berhak untuk dicegah.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.6
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-18









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta