Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 18 [QS. 6:18]

وَ ہُوَ الۡقَاہِرُ فَوۡقَ عِبَادِہٖ ؕ وَ ہُوَ الۡحَکِیۡمُ الۡخَبِیۡرُ
Wahuwal qaahiru fauqa ‘ibaadihi wahuwal hakiimul khabiir(u);
Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya.
Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
―QS. 6:18
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
English Translation - Sahih International
And He is the subjugator over His servants.
And He is the Wise, the Acquainted (with all).
―QS. 6:18

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْقَاهِرُ berkuasa

(is) the Subjugator
فَوْقَ di atas

over
عِبَادِهِۦ hamba-hambaNya

His slaves.
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْحَكِيمُ Maha Bijaksana

(is) the All-Wise,
ٱلْخَبِيرُ Maha Mengetahui

the All-Aware.

 

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 18

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia yang menaklukkan hamba-hamba-Nya dengan kekuasaan-Nya.
Namun demikian, Dia juga mempunyai sifat bijaksana dalam semua pekerjaan yang Dia lakukan.
Pengetahuan-Nya meliputi segala yang kelihatan dan yang tersembunyi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang berkuasa) Maha Kuasa tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, Dia Maha Tinggi

(atas sekalian hamba-hamba-Nya.
Dan Dialah Yang Maha Bijaksana) atas makhluk-Nya

(lagi Maha Mengetahui) Semua yang tersimpan dalam batin mereka sebagaimana halnya yang tampak pada mereka.
Ayat berikut diturunkan berkenaan dengan pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi ﷺ,
“Datangkanlah kepada kami orang yang menyaksikan dirimu sebagai Nabi karena sesungguhnya orang-orang Ahli Kitab pun ingkar terhadap dirimu.”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berkuasa mutlak atas hamba-hamba-Nya, leher-leher mereka tunduk kepada-Nya, orang-orang besar patuh kepada-Nya.
Dialah yang Maha Bijaksana yang meletakkan segala hal pada tempatnya sesuai dengan hikmah-Nya, Maha Mengenal di mana tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya.
Siapa yang memiliki sifat-sifat ini harus diesakan dan tidak disekutukan dengan apa pun.
Ayat ini menetapkan sifat fauqiyah bagi Allah atas seluruh makhluk-Nya, fauqiyah mutlak yang sesuai dengan keagungan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni Dialah Tuhan yang menyerah kepada-Nya semua diri, tunduk kepada-Nya semua orang yang perkasa, tunduk kepadanya semua wajah, segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, tunduk kepada-Nya semua makhluk, dan tunduk patuhlah segala sesuatu kepada keagungan, kebesaran, ketinggian, dan kekuasaan-Nya, serta kecillah segala sesuatu di hadapan-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan dan hukum-Nya.

Dan Dialah Yang Mahabijaksana.

Yakni dalam semua perbuatan-Nya.

…lagi Maha Mengetahui.

Segala sesuatu yang pada tempat dan kedudukannya masing-masing.
Karena itu, Dia tidak memberi kecuali kepada orang yang berhak, dan tidak mencegah kecuali terhadap orang yang berhak untuk dicegah.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)
Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukumhukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukumhukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Qari Internasional

QS. Al-An-‘aam (6) : 18 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-An-‘aam (6) : 18 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-An-‘aam (6) : 18 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-An-‘aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Al An 'aam ayat 18 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 6:18
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.8 (16 votes)

URL singkat: risalahmuslim.id/6-18

Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Video

×

Surah Al Anam 18


Sebelumnya


Selanjutnya


Panggil Video Lainnya