Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 165


وَ ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَکُمۡ خَلٰٓئِفَ الۡاَرۡضِ وَ رَفَعَ بَعۡضَکُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٍ دَرَجٰتٍ لِّیَبۡلُوَکُمۡ فِیۡ مَاۤ اٰتٰکُمۡ ؕ اِنَّ رَبَّکَ سَرِیۡعُ الۡعِقَابِ ۫ۖ وَ اِنَّہٗ لَغَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Wahuwal-ladzii ja’alakum khalaa-ifal ardhi warafa’a ba’dhakum fauqa ba’dhin darajaatin liyabluwakum fii maa aataakum inna rabbaka sarii’ul ‘iqaabi wa-innahu laghafuurun rahiimun;

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 6:165
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia merupakan tempat ujian ▪ Sifat neraka
6:165, 6 165, 6-165, Al An ‘aam 165, AlAnaam 165, Al Anaam 165, Al Anam 165, AlAnam 165, Al An’am 165
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 165. Oleh Kementrian Agama RI

Apabila kita kembali menelaah surat Alquran itu secara keseluruhan, maka sekurang-kurangnya kita akan dapat merasakan suatu kesimpulan bahwa hidup dan kehidupan ini telah disoroti dengan sinar cahaya petunjuk dari segenap penjuru.
Karena di dalamnya diterangkan soal-soal aqaid serta dalil-dalilnya, soal rasul dan wahyu serta bantahannya terhadap orang-orang kafir yang membangkang, soal kebangkitan hari akhirat dan al-jaza’ (balasan amal), tentang ajaran yang penting-penting tentang hubungan manusia dengan Khaliknya, hubungan manusia sesama manusia terutama berbuat baik kepada dua ibu bapak, soal pertentangan dalam agama, soal amal perbuatan dan lain-lainnya.
Apabila kita memperhatikan pula kenyataan sejarah sepanjang masa, manusia tetap manusia, di permusuhan walaupun sesama saudara dan sesama manusia tetap terjadi, maka sedikit banyaknya akan dapat kita rasakan pula hubungan dan hikmahnya surat Al-An’am’ ini diakhiri dengan sebagai berikut: “Sesungguhnya Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi ini dan dia meninggikan derajat sebagian kamu dari yang lainnya, baik kedudukan dan harta maupun kepintaran dan lain-lainnya, karena Dia hendak mengujimu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang benar-benar minta ampun kepada-Nya lagi Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang mukmin”.

Memang kelebihan yang terdapat pada seseorang atau pada suatu kelompok atau pada suatu bangsa dan sebagainya, dan kekurangan atau kelemahan di pihak lainnya dalam sumber dari segala macam perselisihan dan permusuhan dalam hidup dan kehidupan manusia semenjak dahulu kala sampai akhir zaman, baik bagi orang-orang yang masih primitip maupun bagi orang-orang yang sudah maju.

Pada ayat ini Allah menegaskan, bahwa Dialah yang menjadikan manusia penguasa-penguasa di bumi ini untuk mengatur dan Dia pulalah yang meninggikan derajat sebagian dari mereka dari sebagian lainnya, semua itu adalah menurut sunah Allah untuk menguji mereka masing-masing apa yang diberikan Tuhan kepadanya.
Mereka akan mendapat balasan dari ujian itu, baik di dunia maupun di akhirat.
Penguasa-penguasa diuji keadilan dan kejujurannya, si kaya diuji bagaimana dia membelanjakan hartanya, si miskin dan si penderita diuji kesabarannya.
Oleh karena itu, manusia tidak boleh iri hati dan dengki terhadap pemberian Tuhan kepada seseorang, karena semua itu dari Allah dan semua pemberian-Nya adalah ujian bagi setiap orang, dan secara logikanya setiap orang yang menempuh ujian tentu ingin lulus dan berusaha untuk lulus.

Al An 'aam (6) ayat 165 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 165 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 165 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menjadikan kalian sebagai pengganti umat-umat yang lalu dalam mengembangkan alam.
Dia meninggikan derajat kesempurnaan materi dan maknawi sebagian kalian di atas yang lain, karena menempuh sebab-sebabnya?
Itu semua agar Dia menguji kalian atas nikmat yang telah dikaruniakan-Nya, apakah kalian bersyukur atau tidak.
Juga atas hukum-hukum syariat, apakah kalian laksanakan atau tidak.
Allah Mahacepat hukumannya terhadap orang-orang yang melanggar.
Sebab, hukuman-Nya pasti akan datang.
Segala yang akan datang adalah dekat.
Sesungguhnya ampunan-Nya terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang bertobat dan berbuat baik sangat besar.
Kasih sayang-Nya kepada mereka amat luas.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi) jamak dari kata khalifah, yakni sebagian di antara kamu mengganti sebagian lainnya di dalam masalah kekhalifahan ini (dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat) dengan harta benda, kedudukan dan lain sebagainya (untuk mengujimu) untuk mencobamu (tentang apa yang diberikan kepadamu) artinya Dia memberi kamu agar jelas siapakah di antara kamu yang taat dan siapakah yang maksiat.
(Sesungguhnya Tuhanmu itu adalah amat cepat siksaan-Nya) terhadap orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Nya (dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun) terhadap orang-orang mukmin (lagi Maha Penyayang.”) terhadap mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Dialah Allah, yang Mahasuci, yang menjadikan kalian penerus kaum yang telah lalu setelah Allah membinasakan mereka, dan menjadikan kalian pemimpin di muka bumi agar kalian membuat kemakmuran setelah mereka dengan taat kepada Rabb kalian.
Dia melebihkan rezeki dan kekuatan sebagian dari kalian atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk menguji kalian dengan nikmat yang dianugerahkan kepada kalian sehingga akan tampak siapakah di antara manusia yang mau bersyukur dan yang tidak.
Sesungguhnya Rabb kalian Mahacepat siksa-Nya kepada orang-orang yang ingkar dan bermaksiat kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun (al-Ghafuur) bagi orang yang beriman kepada-Nya, beramal shalih dan bertaubat dari dosa-dosa yang membinasakan lagi Maha Pengasih (ar-Rahiim) kepadanya.
Al-Ghafur dan ar-Rahim adalah dua nama dari nama-nama Allah yang baik (al-asmaul husna).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Dialah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di bumi.

Dialah yang menjadikan kalian meramaikan bumi generasi demi generasi, kurun demi kurun, dan yang sudah lanjut diganti oleh penerusnya.
Demikianlah menurut Ibnu Zaid dan lain-lainnya.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya:

Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai ganti kalian di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun.
(Az Zukhruf:60)

dan yang menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah di bumi.
(An Naml:62)

Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
(Al Baqarah:30)

Mudah-mudahan Allah membinasakan musuh kalian dan menjadi­kan kalian khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatan kalian.
(Al A’raf:129)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan Dia meninggikan sebagian kalian atas sebagian (yang lain) beberapa derajat.

Yakni Dia membeda-bedakan di antara kalian dalam hal rezeki, akhlak, kebaikan, kejahatan, penampilan, bentuk, dan warna, hanya Dialah yang mengetahui hikmah di balik itu.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain dalam firman-Nya:

Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain sebagai pekerja (jasa/berupah).
(Az Zukhruf:32)

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).
Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya.
(Al Israa’:21)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…untuk menguji kalian tentang apa yang diberikan-Nya kepada kalian.

Maksudnya, untuk menguji kalian dalam nikmat yang telah dikarunia-kan-Nya kepada kalian.
Dia melakukan ujian kepada kalian, orang kaya diuji dalam kekayaannya yang menuntutnya harus mensyukuri nikmat itu, dan orang yang miskin diuji dalam kemiskinannya yang menuntutnya untuk bersikap sabar.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui hadis Abu Nadrah, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a.
yang mengatakan bah­wa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah padanya, maka Dia akan melihat apa yang akan kalian kerjakan.
Karena itu, berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan berhati-hatilah kalian terhadap wanita, karena sesungguhnya mula-mula fitnah (cobaan) yang melanda kaum Bani Israil ialah tentang wanita.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguh­nya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Makna ayat mengandung pengertian tarhib dan targib, yakni ancaman dan sekaligus anjuran, bahwa perhitungan dan siksa-Nya amat cepat terhadap orang yang durhaka kepada-Nya dan menentang rasul-rasul-Nya.

…dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yakni Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada orang yang taat kepada-Nya dan mengikuti rasul-rasul-Nya dalam mengamalkan apa yang mereka sampaikan, baik berupa berita maupun perintah.
Menurut Muhammad ibnu Ishaq, makna yang dimaksud ialah Allah subhanahu wa ta’ala.
benar-benar mengasihi hamba-hamba-Nya, sekalipun mereka berlumuran dengan dosa.
(Riwayat Ibnu Abu Hatim)

Di dalam Al-Qur’an banyak didapati kedua sifat tersebut diungkap­kan secara bergandengan, seperti yang terdapat di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaannya.
(Ar Ra’du:6)

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Al Hijr:49-50)

Dan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan makna targib dan tarhib.
Adakalanya Allah subhanahu wa ta’ala.
menyeru hamba-hamba-Nya ke jalan-Nya dengan ungkapan yang mengandung ragbah dan gambaran tentang surga, serta pahala yang ada di sisi-Nya.
Adakalanya menyeru mereka dengan ungkapan rahbah, yaitu dengan menyebutkan tentang neraka, siksaan, dan azab yang ada padanya, juga hari kiamat dan kengerian-kengerian yang ada padanya.
Adakalanya diungkapkan kedua-duanya secara bersamaan agar masing-masing orang menjadi sadar sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Semoga Allah menjadikan diri kita ini termasuk orang yang taat kepada apa yang diperintahkan-Nya, meninggalkan apa yang dilarang dan diperingatkan oleh-Nya, serta percaya kepada semua apa yang diberitakan oleh-Nya.
Sesungguhnya Dia Mahadekat, Maha Memperkenankan lagi Maha Mendengar doa, Maha Pemurah, Mahamulia lagi Maha Pemberi.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Zuhair, dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah secara marfu’, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Seandainya orang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang menginginkan surga­Nya.
Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari surga.
Allah menciptakan seratus (macam) rahmat, lalu Dia memberikan satu macam rahmat di antara makhluk-Nya, dengan satu rahmat itu mereka dapat saling mengasihi (di antara sesamanya), sedangkan yang sembilan puluh sembilannya berada di sisi Allah.

Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Qutaibah, dari Abdul Aziz Ad-Darawardi, dari Al-Ala dengan lafaz yang sama, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Imam Muslim meriwayatkannya dari Yahya ibnu Yahya, Qutaibah, dan Ali ibnu Hijr, ketiga-tiganya dari Ismail ibnu Ja’far, dari Al-Ala, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Setelah Allah menciptakan makhluk-Nya, maka Dia menulis di dalam Kitab-Nya yang ada di sisi-Nya di atas Arasy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”

Dari Abu Hurairah pula disebutkan, ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Allah menjadikan rahmat terdiri atas seratus bagian, maka Dia memegang di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagiannya, dan menurunkan ke bumi satu bagiannya.
Maka dengan satu bagian itu seluruh makhluk saling mengasihi, sehingga unta betina mengangkat teracaknya dari anaknya karena khawatir akan menginjaknya.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Demikianlah akhir surat Al-An’am, dan segala puji serta karunia hanyalah kepunyaan Allah.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al An 'aam (6) ayat 165
Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari Abdurrahman dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Hari kiamat tak akan terjadi hingga matahari terbit dari bagian barat, jika telah terbit, semua manusia beriman, namun ketika itu (seperti kutipan firman Allah) Sudah tak lagi bermanfaat bagi seseorang keimanannya yang sebelumnya tidak beriman atau melakukan kebajikan dengan keimanannya (QS. Al An’am 165) dan hari kiamat terjadi ketika dua orang telah menyerahkan pakaiannya sehingga keduanya tidak lagi melakukan jual beli dan melipatnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang telah mengambil susu perahannya dan ia tak jadi menyantapnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang menuju telaganya dan ia tidak jadi meminumnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang diantara kalian telah mengangkat suapannya ke mulutnya dan ia tidak jadi menyantapnya.

Shahih Bukhari, Kitab Hal Hal yang Melunakkan Hati – Nomor Hadits: 6025

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 165 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 165



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku