Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 164


قُلۡ اَغَیۡرَ اللّٰہِ اَبۡغِیۡ رَبًّا وَّ ہُوَ رَبُّ کُلِّ شَیۡءٍ ؕ وَ لَا تَکۡسِبُ کُلُّ نَفۡسٍ اِلَّا عَلَیۡہَا ۚ وَ لَا تَزِرُ وَازِرَۃٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰی ۚ ثُمَّ اِلٰی رَبِّکُمۡ مَّرۡجِعُکُمۡ فَیُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ فِیۡہِ تَخۡتَلِفُوۡنَ
Qul aghairallahi abghii rabban wahuwa rabbu kulli syai-in walaa taksibu kullu nafsin ilaa ‘alaihaa walaa taziru waaziratun wizra ukhra tsumma ila rabbikum marji’ukum fayunabbi-ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun(a);

Katakanlah:
“Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu.
Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.
―QS. 6:164
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Tugas-tugas malaikat
6:164, 6 164, 6-164, Al An ‘aam 164, AlAnaam 164, Al Anaam 164, Al Anam 164, AlAnam 164, Al An’am 164
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 164. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
supaya mengatakan kepada kaumnya mengapa ia akan mencari Tuhan yang lain dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah, berdoa untuk keperluan hidupnya agar dia menolongnya atau melindunginya dari kesusahan dan bahaya?
Maha Suci Allah dari persekutuan itu.
Dialah Tuhan bagi segala sesuatu, Dialah yang menciptakan semesta alam.
Selanjutnya pada ayat ini diterangkan, bahwa setiap orang yang berbuat dosa, maka dirinya sendirilah yang akan menanggung dosanya itu, karena dosa seseorang tidak akan dipikul oleh orang lain, masing-masing menerima pahala amal baiknya dan memikul dosa amal buruknya.
Hal ini berulang-ulang disebutkan dalam Alquran.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

(Q.S An Najm: 38-39)

Ayat ini cukup memberi petunjuk dan patokan hidup yang bermutu tinggi dan praktis karena di samping harus beramal dan bekerja harus pula diperhitungkan dengan cermat dan teliti setiap amal perbuatan yang dikerjakannya.
Sebab amal pekerjaan atau perbuatan itu sangat besar pengaruhnya dalam membawa nasib keberuntungan dan keruntuhan seseorang.

Al An 'aam (6) ayat 164 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 164 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 164 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Muhammad, dengan menolak ajakan orang-orang musyrik kepadamu untuk mengikuti kesyirikan mereka, "Apakah aku mencari tuhan selain Allah untuk disembah, padahal Dia adalah Pencipta segala sesuatu?"
Katakan pula, dengan menolak anggapan bahwa mereka tidak akan bertanggung jawab atas kesalahanmu kalau kamu mengikuti mereka, "Masing-masing jiwa hanya akan mendapat pahala dari perbuatannya saja, dan tidak akan dibebani dosa orang lain.
Kalian akan dibangkitkan kembali setelah mati untuk dikumpulkan di hadapan Allah.
Dia akan memberitahukan kalian tentang akidah kepercayaan yang dahulu kalian pertentangkan di dunia.
Dia akan memberikan kalian balasan atas itu semua.
Bagaimana aku melawan perintah Allah dengan berdasar kepada janji-janji kalian yang palsu?"

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah) sebagai sesembahan, artinya aku tidak mencari Tuhan selain-Nya (Dia adalah Tuhan) yang memiliki (segala sesuatu.
Dan tidaklah seorang membuat dosa) berbuat dosa (melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul) maksudnya seseorang tidak akan memikul (dosa) perbuatan dosa (orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali dan akan diberitakannya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) :
Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, sedangkan Dia adalah pencipta, Penguasa dan Pengurus segala sesuatu?
Tidak seorang pun yang mengerjakan kejahatan, kecuali dia akan menanggung dosanya.
Tidak ada orang yang menanggung dosa orang lain.
Kemudian, kepada Rabb kalianlah tempat kembali pada Hari Kiamat.
Dia akan memberitahukan kepada kalian persoalan agama yang dahulu kalian perselisihkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Katakanlah.

"Hai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dalam ibadahnya, yang seharusnya mereka mengikhlaskan diri hanya kepada-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bertawakal."

Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah.

Yakni pantaskah aku mencari Tuhan selain Allah.

...padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu.

Dialah yang memelihara, menjaga, mengawasi, dan mengatur urusanku.
Dengan kata lain, aku tidak bertawakal kecuali hanya kepada-Nya, dan aku tidak kembali kecuali hanya kepada-Nya, karena Dia adalah Tuhan segala sesuatu, Pemilik segala sesuatu, kepunyaan Dialah semua makhluk dan urusan.

Di dalam ayat ini terkandung perintah berbuat ikhlas dan bertawakal kepada Allah, seperti juga yang terkandung di dalam ayat sebelumnya, yaitu ikhlas dalam beribadah kepada Allah, yakni hanya untuk Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Makna seperti ini banyak didapati di dalam Al-Qur'an, seperti firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengandung petunjuk bagi hamba-hamba-Nya agar mereka mengatakan kepada-Nya:

Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
(Al-Fatihah: 5)

maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
(Huud:123)

Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah kami bertawakal.” (Al Mulk:29)

(Dialah) Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
(Al Muzammil:9)

Dan ayat-ayat lainnya yang serupa.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan tidaklah seorang membuat dosa, melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

Hal ini menceritakan perihal kejadian di hari kiamat nanti sehubungan dengan pembalasan Allah, keputusan hukum-Nya, dan keadilan-Nya.
Disebutkan bahwa setiap diri itu hanyalah diberi balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik pula.
Tetapi jika amal perbuatannya jahat, balasannya jahat pula.
Tiada seorang pun yang akan menanggung dosa orang lain.
Hal ini termasuk keadilan Allah subhanahu wa ta'ala., seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu, tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
(Faathir':18)

Maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadap­nya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
(Thaahaa:112}

Ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tidak akan dianiaya ialah tidak akan dipikulkan kepadanya dosa-dosa orang lain.
Yang dimaksud dengan 'tidak akan dikurangi haknya’ ialah kebaikan-kebaikannya tidak akan dikurangi pahalanya.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam ayat lain, yaitu:

tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan.
(Al-Muddassir: 38-39)

Maknanya, setiap orang bertanggung jawab terhadap amal jahatnya, kecuali golongan kanan (ahli surga), karena sesungguhnya berkah amal mereka yang saleh adakalanya dapat dilimpahkan kepada anak cucu dan kaum kerabat mereka.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
di dalam surat Ath-Thur melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.
(Ath Thuur:21)

Artinya, Kami susulkan kepada mereka anak cucu mereka untuk menempati kedudukan yang tinggi di surga (bersama mereka), sekalipun anak cucu mereka tidak ikut beramal seperti mereka, tetapi hanya dalam pokok keimanan saja.

dan Kami tiada mengurangi mereka.
(Ath Thuur:21)

Yakni Kami tidak mengurangi mereka yang terhormat lagi berkedudukan tinggi itu dari amal mereka barang sedikit pun, karena Kami menyama­kan mereka dengan anak cucu mereka yang kedudukannya jauh berada di bawah mereka.
Tetapi Allah sengaja mengangkat anak cucu mereka ke dalam kedudukan orang tua-orang tua mereka, karena berkah dari amal perbuatan orang tua-orang tua mereka, sebagai kemurahan dan karunia dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(Ath Thuur:21)

Yaitu perbuatan jahatnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Kemudian kepada Tuhan kalianlah kalian kembali, dan akan diberitakan-Nya kepada kalian apa yang kalian perselisihkan.

Artinya, berbuatlah sepenuh kemampuan kalian.
Sesungguhnya kami pun berbuat semampu kami, dan kelak kalian akan melihat amal perbuatan kalian sendiri, sebagaimana kami pun akan melihat hasil amal perbuatan kami sendiri.
Kemudian akan diberitakan kepada kita tentang amal perbuatan kita masing-masing, juga akan diberitakan tentang apa yang kita perselisihkan semasa kita hidup di dunia.
Makna ayat ini sama dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat yang lain, yaitu:

Katakanlah, "Kalian tidak akan ditanya (bertanggung jawab) ten­tang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kalian perbuat.” Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar.
Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (Saba':25-26)

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 164 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 164



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ surah al anam ayat 164