QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 15 [QS. 6:15]

قُلۡ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اِنۡ عَصَیۡتُ رَبِّیۡ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Qul innii akhaafu in ‘ashaitu rabbii ‘adzaaba yaumin ‘azhiimin;

Katakanlah:
“Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”.
―QS. 6:15
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Tauhid Rububiyyah
6:15, 6 15, 6-15, Al An ‘aam 15, AlAnaam 15, Al Anaam 15, Al Anam 15, AlAnam 15, Al An’am 15

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah menjelaskan pokok asas agama yang harus menjadi pegangan oleh seorang Rasul, maka dalam ayat ini Allah memerintahkan pula kepada Rasul-Nya agar menyatakan kepada kaum musyrikin bahwa jika sekiranya beliau melakukan kemaksiatan yakni melanggar perintah Allah atau menyimpang dari asas agama yang ditetapkan Allah, maka dia takut azab hari kiamat akan menimpanya, sebab pada hari itu Allah subhanahu wa ta’ala akan berhadapan dengan hamba-hamba-Nya untuk menjatuhkan azab kepada mereka yang berdosa dan memberikan pahala kepada mereka yang beramal saleh.
Pada hari yang dahsyat ini tidak seorangpun yang dapat menolong orang lain, karena kasih sayang atau persaudaraan.
Ayat ini menunjukkan sifat Rasulullah ﷺ bahwa beliau meskipun jauh dari kemungkinan melakukan maksiat, namun hati beliau tetap takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala keadaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan pula, “Aku sungguh takut, bila melanggar perintah Tuhanku, akan siksaan hari kiamat yang amat keras.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut jika aku mendurhakai Tuhanku) dengan menyembah selain-Nya (azab hari yang besar.”) yaitu hari kiamat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu :
Aku takut bila aku durhaka kepada Rabbku, lalu aku menyelisihi perintah-Nya dan aku menyekutukan-Nya dengan sesuatu, aku takut ditimpa oleh siksa yang besar di Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

dan jangan sekali-kali kalian termasuk golongan orang-orang musyrik.
Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar, jika aku mendurhakai Tuhanku.” (Q.S. Al-An’am [6]: 14-15)

Yakni kelak di hari kiamat.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-15









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta