QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 149 [QS. 6:149]

قُلۡ فَلِلّٰہِ الۡحُجَّۃُ الۡبَالِغَۃُ ۚ فَلَوۡ شَآءَ لَہَدٰىکُمۡ اَجۡمَعِیۡنَ
Qul falillahil hujjatul baalighatu falau syaa-a lahadaakum ajma’iin(a);

Katakanlah:
“Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat, maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya”.
―QS. 6:149
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
6:149, 6 149, 6-149, Al An ‘aam 149, AlAnaam 149, Al Anaam 149, Al Anam 149, AlAnam 149, Al An’am 149

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 149

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 149. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya ﷺ.
agar menegaskan kepada orang-orang musyrik yang mendasarkan tindakan dan ketetapan mereka kepada sangkaan dan dugaan saja bukan kepada ilmu pengetahuan dan peraturan-peraturan nabi-nabi yang terdahulu bahwa Allahlah yang mempunyai ilmu pengetahuan, hujah, dan dasar-dasar yang kuat, Dialah yang berhak memberi petunjuk kepada yang benar yang harus diikuti dengan patuh oleh hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Barangsiapa di antara hamba-Nya yang taat kepada-Nya dan menjalankan petunjuk yang diberikan-Nya, niscaya ia akan menjadi hamba yang saleh dan bahagia.
Tetapi bila ada di antara hamba-Nya yang membangkang, mengingkari petunjuk-petunjuk itu, bahkan berani menyamakan dirinya dengan Allah, maka akan celakalah dia di dunia dan di akhirat.
Semuanya terserah kepada manusia apakah dia akan memilih jalan bahagia dengan menjalankan petunjuk Tuhannya atau jalan celaka dengan mengingkari petunjuk itu dan memperturutkan hawa nafsunya.

Inilah jalan yang ditetapkan oleh Allah bagi manusia dan jin seluruhnya.
Jika Allah menghendaki tentulah Dia dapat menjadikan kamu seperti malaikat yang selalu patuh kepada Tuhannya sesuai dengan tabiatnya seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya:

Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 6)

Tetapi sudah menjadi sunah dan ketetapan-Nya bahwa manusia harus mempergunakan akalnya untuk memilih jalan mana yang ditempuhnya.
Bila dia memilih jalan yang benar akan berbahagialah dia, dan bila memilih jalan yang salah dan menyesatkan akan celakalah dia.
Demikianlah sunah Allah dan tiada seorang pun yang dapat mengubahnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan, wahai Nabi, “Allah mempunyai bukti yang jelas atas kebohongan dan pengakuan kalian bahwa Dia memperkenankan perbuatan kalian.
Kalian tidak memiliki bukti apa-apa tentang pengakuan syirik, penghalalan dan pengharaman itu.
Jika Allah berkehendak memberikan petunjuk kepada kalian, niscaya Dia akan menunjukkan kalian jalan kebenaran.
Tetapi Allah tidak berkehendak demikian, karena kalian lebih memilih jalan kesesatan.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) apabila kamu tidak mempunyai hujah (“Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat) yang sempurna (maka jika Dia menghendaki) memberikan hidayah kepadamu (pasti Dia memberi hidayah kepada kamu semuanya.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka :
Allah memiliki alasan yang kuat untuk memutus atau mengingkari prasangka-prasangka kalian.
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan menunjuki kalian semua ke jalan yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Katakanlah, “Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat, maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kalian semuanya.”(Q.S. Al-An’am [6]: 149)

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad:

Katakanlah.

kepada mereka, hai Muhammad.

Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat.

Artinya, Allah mempunyai hikmah yang sempurna dan hujah yang jelas dan kuat dalam memberikan petunjuk kepada orang yang ditunjuki-Nya dan menyesatkan orang yang disesatkan-Nya.

Jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kalian semuanya.

Dengan kata lain, semuanya itu terjadi dengan takdir, kehendak, dan pilihan-Nya.
Selain dari itu Dia rida kepada orang-orang mukmin serta murka terhadap orang-orang kafir, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk.
(Q.S. Al-An’am [6]: 35)

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi.
(Q.S. Yunus [10]: 99)

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.
Kalimat Tuhanmu (keputusan­Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
(Q.S. Hud [11]: 118-119)

Menurut Ad-Dahhak.
tidak ada hujah bagi orang yang durhaka terhadap Allah, tetapi Allah-lah yang mempunyai hujah yang jelas lagi kuat terhadap hamba-hamba-Nya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 149 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 149 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 149 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:149
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.5
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim