Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 144


وَ مِنَ الۡاِبِلِ اثۡنَیۡنِ وَ مِنَ الۡبَقَرِ اثۡنَیۡنِ ؕ قُلۡ ءٰٓالذَّکَرَیۡنِ حَرَّمَ اَمِ الۡاُنۡثَیَیۡنِ اَمَّا اشۡتَمَلَتۡ عَلَیۡہِ اَرۡحَامُ الۡاُنۡثَیَیۡنِ ؕ اَمۡ کُنۡتُمۡ شُہَدَآءَ اِذۡ وَصّٰکُمُ اللّٰہُ بِہٰذَا ۚ فَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا لِّیُضِلَّ النَّاسَ بِغَیۡرِ عِلۡمٍ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ
Wamina-ibiliitsnaini waminal baqariitsnaini qul aa-dzdzakaraini harrama amil antsayaini ammaaasytamalat ‘alaihi arhaamul antsayaini am kuntum syuhadaa-a idz wash-shaakumullahu bihadzaa faman azhlamu mimmaniiftara ‘alallahi kadziban liyudhillannaasa bighairi ‘ilmin innallaha laa yahdiil qaumazh-zhaalimiin(a);

dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu.
Katakanlah:
“Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?
Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu?
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?”
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
―QS. 6:144
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
6:144, 6 144, 6-144, Al An ‘aam 144, AlAnaam 144, Al Anaam 144, Al Anam 144, AlAnam 144, Al An’am 144
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 144. Oleh Kementrian Agama RI

Demikian pula Allah telah menciptakan pasangan unta ada yang jantan dan ada yang betina dan Dia ciptakan lagi pasangan sapi, ada yang jantan dan ada yang betina, Allah memerintahkan lagi kepada Rasul-Nya supaya mengajukan pula pertanyaan kepada kaum musyrikin itu, yaitu: "Manakah yang diharamkan Allah, unta atau sapi jantan sajakah?
Atau yang betina saja ataukah anak yang dikandung unta dan sapi betina itu?
Tentu saja kaum musyrikin tidak akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mematahkan segala hujah dan keterangan mereka.

Mereka telah mengharamkan sebagian dari binatang yang dihalalkan oleh Allah untuk memakannya dengan alasan-alasan yang tidak benar dan dengan cara berbohong terhadap Allah.
Maka untuk membatalkan alasan mereka dan membukakan kebohongan mereka dikemukakanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kalau mereka mengharamkan yang jantan saja di antara empat macam binatang tersebut tentulah semua binatang jantan dari domba, kambing unta dan sapi haram memakannya.
Kalau yang mereka haramkan itu yang betina saja tentulah semua yang betina dari keempat jenis binatang itu haram pula memakannya.
Dan kalau yang diharamkan semua anak dari jenis keempat binatang itu, mana lagi yang dibolehkan memakannya, sebab semua binatang yang akan lahir kemudian adalah anak dari binatang yang akan lahir kemudian adalah anak dari betina itu.

Ringkasnya tidak satu pun di antara empat jenis binatang yang diharamkan oleh Allah memakannya dan masalah mengharamkan sebagian dari binatang itu hanya bikinan-bikinan kaum musyrikin saja.

Kemudian dengan kata-kata yang lebih tajam lagi Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka yaitu: Apakah kamu telah menyaksikan sendiri bahwa Dia memerintahkan kepadamu untuk mengharamkan binatang itu?
Pasti mereka tidak akan dapat menjawab pertanyaan ini karena mereka mengharamkan sebagian dari binatang itu hanyalah karena mengikuti setan-setan dan pemimpin-pemimpin mereka atau karena mendapati bapak-bapak dan nenek moyang mereka mengharamkannya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji."
(Q.S Al A'raf: 28)

Mengapa kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
Setelah terbukti bahwa mereka tak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan tidak dapat mengemukakan bukti-bukti yang nyata untuk membenarkan sikap dan perbuatan mereka dan ternyata bahwa mereka hanya membuat-buat saja ketetapan-ketetapan untuk menghalalkan dan mengharamkan sesuatu bahkan mereka telah berdusta terhadap Allah dengan mengatakan bahwa ketetapan-ketetapan itu adalah dari Allah, maka Allah menegaskan bahwa mereka adalah kaum yang lalim dan berdusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar.
Karena dari kesalahan mereka dengan sengaja berbuat kesesatan dan menyesatkan manusia, maka Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan nanti di akhirat mereka akan menerima balasan yang setimpal berupa siksaan yang amat pedih dalam neraka jahanam.

Al An 'aam (6) ayat 144 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 144 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 144 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Selain itu, Allah menciptakan sepasang dari onta dan sepasang dari sapi.
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Apa alasan kalian mengharamkan pasangan-pasangan itu?
Apakah karena jantannya?
Tidak, sebab kalian kadang-kadang menghalalkan yang jantan.
Atau karena betinanya?
Juga tidak, sebab kalian kadang-kadang menghalalkan yang betina juga.
Atau karena pasangan-pasangan itu dikandung rahim?
Tidak juga, sebab kalian tidak selamanya mengharamkan janin.
Kalian menganggap pengharaman itu adalah ketentuan Allah.
Apakah kalian ada saat Allah mengeluarkan larangan itu sehingga kalian mendengar sendiri pelarangan-Nya?
Tidak sama sekali! Hentikanlah apa yang kalian lakukan itu, karena merupakan kezaliman.
Tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan Allah dengan menyandangkan sesuatu kepada-Nya tanpa pernah Dia melakukannya dan tanpa berdasar pada ilmu yang dapat dijadikan sandaran.
Dengan kezaliman itu, ia bermaksud menyesatkan orang lain.
Allah tidak akan menunjuki jalan orang-orang zalim kalau mereka memilih jalan kesesatan."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dari sepasang unta dan dari sepasang lembu, katakanlah, "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada di dalam kandungan dua betinanya.
Apakah) bahkan (kamu menyaksikan) hadir (di waktu Allah menetapkan ini bagimu?) tentang pengharaman ini kemudian sengaja kamu menyatakan hal ini, tidak, bahkan kamu adalah orang-orang yang dusta dalam hal ini.
(Maka siapakah) tak ada seorang pun (yang lebih lalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah) dalam hal itu (untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?"
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sedangkan empat golongan yang lain adalah sepasang unta jantan dan betina, serta sepasang sapi jantan dan betina.
.
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik itu :
Manakah yang Allah haramkan, kedua jantan itu atau yang betina?
Ataukah yang dikandung oleh kedua betina itu, baik jantan maupun betina?
Ataukah kalian (hai orang-orang musyrik) hadir dan menyaksikan saat binatang-binatang ternak itu diharamkan oleh Allah?
Tidak ada orang yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan atas Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan hidayah disebabkan kebodohannya.
Sesungguhnya Allah tidak akan membimbing orang yang melampaui batas, mendustakan Rabbnya, dan menyesatkan manusia dari jalan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Apakah kalian menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagi kalian.

Makna ayat ini mengandung pengertian kecaman yang ditujukan kepada mereka karena mereka telah berani membuat-buat kedustaan terhadap Allah dalam mengharamkan apa yang mereka haramkan dari hewan ternak itu.

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?

Yakni tidak ada seorang pun yang lebih zalim dan lebih aniaya daripada orang tersebut.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim

Orang yang mula-mula termasuk ke dalam kecaman ayat ini ialah Amr ibnu Luhai ibnu Qum'ah, karena dialah orang yang mula-mula mengubah agama para nabi dan yang mula-mula mengadakan hewan saibah, wasilah, dan ham, seperti yang diterangkan di dalam hadis sahih mengenai hal tersebut.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 144

ARHAAM
أَرْحَام

Lafaz ini adalah jamak dari kata ar rahim atau ar rihm.

Ibn Sayyidah berkata,
"Keduanya bermakna tempat membesarnya seorang anak di dalam perut."

Al Jawhari berpendapat, kedua­duanya bermakna al qarabah atau sanak saudara.

Al Kafawi pula berkata,
"Ar rahim adalah tempat kemunculan seorang anak di dalam perut. Kemudian dinamakan sebagai sanak saudara (al-qarabah) dari sudut kelahiran."

Menurut Ibn Al Manzur, ia terkait dengan setiap orang yang bersatu antara kamu dan antaranya dengan ikatan nasab (garis keturunan), dan dalam fara'id dzawi ar-rahim, ia berkaitan dengan saudara­saudara dari pihak perempuan yaitu yang tidak boleh menikahinya seperti ibu, anak perempuan, saudara perempuan, emak saudara dan bapak saudara." Ia adalah perkataan rahim perempuan yang dipinjam untuk maksud saudara-saudara karena mereka keluar dari satu rahim.

Lafaz arhaam disebut sebanyak 12 kali dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 228;
-Ali Imran (3), ayat 6;
-An Nisaa (4), ayat 1;
-Al An'aam (6), ayat 143, 144;
-Al Anfaal (8), ayat 75;
-Ar Ra'd (13), ayat 8;
-Al Hajj (22), ayat 5;
-Luqman (31), ayat 34;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Muhammad (47), ayat 22;
-Al Mumtahanah (60), ayat 3.

Lafaz ini mengandung dua makna:

Pertama, bermakna rahim.
Makna ini terdapat dalam surah:
-Ali Imran, ayat 6;
-Al An'aam, ayat 143, 144;
-Ar Ra'd, ayat 8; Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34; Al Baqarah, ayat 228.

Makna lafaz ini dijelaskan oleh para mufassir, Ibn Katsir berkata berkenaan ayat dalam surah Ali Imran, "Dia menciptakan dan menetapkan di dalam rahim apa yang dikehendakinya berupa lelaki atau perempuan, yang cantik atau jelek, sengsara atau bahagia."

Dalam surah Al An'aam, ia dihubungkan dengan al untsayaini yaitu berkaitan dengan apa yang ada dalam perut hewan. Maksudnya apa yang dikandungkan dari dua jenis, jantan ataupun betina atau anak-anak dari perut hewan ternak itu.

Kedua, bermaksud sanak saudara ini terdapat dalam surah:
-Al Anfaal, ayat 57;
-Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34;
-Al Ahzab, ayat 6;
-Muhammad, ayat 22.

Makna ini dijelaskan oleh para mufassir, Az Zamaksyari berkata berkenaan ayat "Takutlah kamu akan Allah yang mencipta kamu, dan takutlah kamu tali persaudaraan dan janganlah memutuskannya."

Ibn Qutaibah menyebut ia bermakna "Takutlah kamu memutuskan tali persaudaraan."

Tafsiran ini diperjelaskan oleh ayat Allah dalam surah Muhammad, ayat 22 yang bermaksud, "(Sekiranya kamu tidak mematuhi perintah), maka tidakkah kamu hams dibimbang dan dikuatirkan sekiranya kamu dapat memegang kuasa kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturahim dengan kaum kerabat,"

Lafaz dengan maksud ini dikaitkan dengan perkataan 'ulu' (ulu al-arham) sebagaimana dalam surah Al Anfaal dan Al Ahzab, Al Qurtubi berkata,
"Ia bermakna al 'ashabat (kaum kerabat) selain yang dilahirkan dari rahim, atau orang yang mempunyai tali kerabat dan mempunyai hubungan darah."

Ibn Katsir berkata,
"Arhaam bermaksud umum. Ia mencakup semua kaum kerabat sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Mujahid, 'Ikrimah, Al Hasan dan Qatadah, ayat ini memansuhkan pewarisan dengan sumpah dan persaudaraan, di mana mereka saling mewarisi pada permulaan Islam."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:65-66

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 144 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 144



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending