Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 143


ثَمٰنِیَۃَ اَزۡوَاجٍ ۚ مِنَ الضَّاۡنِ اثۡنَیۡنِ وَ مِنَ الۡمَعۡزِ اثۡنَیۡنِ ؕ قُلۡ ءٰٓالذَّکَرَیۡنِ حَرَّمَ اَمِ الۡاُنۡثَیَیۡنِ اَمَّا اشۡتَمَلَتۡ عَلَیۡہِ اَرۡحَامُ الۡاُنۡثَیَیۡنِ ؕ نَبِّـُٔوۡنِیۡ بِعِلۡمٍ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ
Tsamaaniyata azwaajin minadh-dha’niitsnaini waminal ma’ziitsnaini qul aa-dzdzakaraini harrama amil antsayaini ammaaasytamalat ‘alaihi arhaamul antsayaini nabbi-uunii bi’ilmin in kuntum shaadiqiin(a);

(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing.
Katakanlah:
“Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?”
Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
―QS. 6:143
Topik ▪ Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia
6:143, 6 143, 6-143, Al An ‘aam 143, AlAnaam 143, Al Anaam 143, Al Anam 143, AlAnam 143, Al An’am 143
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 143. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan secara terperinci bahwa Dia menciptakan delapan ekor binatang berpasang-pasangan, sepasang terdiri dari domba betina dan domba jantan, yang sepasang lagi terdiri dari kambing betina dan kambing jantan dan memerintahkan kepada Rasul-Nya supaya mengatakan kepada kaum musyrikin sebagai kritik yang amat tajam yang mengandung cemoohan dan celaan yaitu: “Manakah yang diharamkan Allah di antara pasangan-pasangan binatang itu.
Apakah yang diharamkan Allah dua ekor yang jantan saja?
Atau anak yang dikandung oleh domba dan kambing betina itu?
Cobalah kamu kemukakan suatu bukti dan keterangan dari kitab Allah atau keterangan dari Nabi-nabi-Nya bahwa Allah mengharamkan yang demikian itu jika kamu orang-orang yang benar dan bukan mengada-ada saja ketetapan itu dan kamu katakan dengan berbohong bahwa itulah keterangan-Nya.

Al An 'aam (6) ayat 143 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 143 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 143 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dari masing-masing hewan itu diciptakan sepasang:
jantan dan betina.
Seluruhnya berjumlah empat pasang (delapan ekor):
sepasang domba dan sepasang kambing, Katakan, wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik dengan mengingkari pengharaman yang mereka lakukan, “Apa alasan pengharaman pasangan-pasangan hewan itu?
Apakah karena jantan?
Tidak, sebab kalian kadang-kadang menghalalkan yang jantan.
Atau karena betina?
Juga tidak, sebab kalian kadang-kadang menghalalkan yang betina.
Atau karena hewan-hewan itu dikandung di dalam rahim?
Tidak juga, sebab kalian tidak selalu mengharamkan janin.
Beritahukan aku, dengan berdasar pada pijakan yang dapat dipercaya, kalau kalian memang benar dalam penghalalan dan pengharaman itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu delapan binatang yang berpasangan) yang bermacam-macam, menjadi badal dari Lafal humuulah dan farasy (dari domba) yang sejodoh (sepasang) jantan dan betina (dan dari kambing) dibaca fathah atau sukun (sepasang.
Katakanlah) hai Muhammad, terhadap orang yang terkadang mengharamkan binatang jantan dan terkadang mengharamkan binatang betina kemudian ia mengaitkan hal itu kepada Allah (“Apakah dua yang jantan) baik dari kambing maupun dari domba (diharamkan) Allah atas kamu (ataukah dua yang betina) dari kedua jenis ternak itu (ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?”) baik jantan atau pun betina.
(Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan) tentang cara pengharaman hal itu (jika kamu memang orang-orang yang benar) di dalam ayat ini terkandung makna sebagai berikut:
dari manakah datangnya pengharaman itu?
Apabila dari pihak jantan, maka semua binatang yang jantan berarti haram, atau bila dari pihak betina, maka berarti semua binatang betina haram hukumnya dan demikian pula binatang-binatang yang masih berada di dalam rahimnya maka berarti kedua jenis itu diharamkan.
Lalu dari manakah adanya pengecualian ini sedangkan kata tanya menunjukkan makna ingkar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Binatang-binatang ternak ini, yaitu unta, sapi dan kambing, yang telah Allah rezekikan kepada hamba-hamba-Nya ada delapan golongan.
Empat di antaranya adalah sepasang domba jantan dan betina serta sepasang kambing jantan dan betina.
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik itu :
Apakah Allah mengharamkan domba jantan dan kambing jantan?
Jika mereka mengatakan :
Ya, mereka telah berdusta berkenaan dengan hal itu karena sesungguhnya mereka tidak mengharamkan domba jantan dan kambing jantan.
Dan katakan kepada mereka :
Apakah Allah mengharamkan domba betina dan kambing betina?
Jika mereka menjawab :
Ya, sungguh mereka telah berdusta karena sesungguhnya mereka tidak mengharamkan domba betina dan kambing betina.
Dan katakan kepada mereka :
Apakah Allah mengharamkan apa yang ada di dalam perut domba betina dan kambing betina itu?
Jika mereka menjawab :
Ya, mereka telah berdusta karena sesungguhnya mereka tidak mengharamkan apa yang dikandung kedua betina.
Terangkanlah kepadaku pengetahuan yang menunjukkan benarnya pendapat kalian itu, jika kalian adalah orang-orang yang benar terhadap (hukum-hukum) yang kalian nisbatkan kepada Rabb kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini menerangkan tentang kebodohan orang-orang Arab di masa sebelum Islam, karena mereka telah mengharamkan sebagian dari binatang ternak dan mengkategorikannya ke dalam beberapa golongan, antara lain ada yang disebut bahirah, saibah, wasilah, dan ham serta lain-lainnya yang mereka buat-buat sendiri.
Hal tersebut bukan hanya terbatas pada hewan ternak, bahkan sampai kepada tanam-tanaman dan buah-buahan.

Allah subhanahu wa ta’ala.
menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, dan Dialah yang menjadikan hewan ternak, sebagian darinya dapat dijadikan sarana angkutan dan sebagian yang lain dapat dijadikan hewan potong.

Kemudian Dia menjelaskan berbagai jenis ternak sampai kepada keterangan mengenai kambing.
Ada kambing yang berbulu putih, yang lazim disebut da’n (domba), ada yang berbulu hitam, disebut ma’iz (kambing), sampai kepada unta yang dijelaskan ada yang jenis jantan dan jenis betina.
Begitu pula ternak sapi.

Lalu disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala.
tidak mengharamkan sesuatu pun dari hal tersebut, tidak pula satu pun dari anak-anaknya.
Bahkan semuanya Dia ciptakan untuk Bani Adam, dapat dimakan oleh mereka, dapat dijadikan sebagai unta kendaraan, dapat dijadikan sarana angkutan, dapat pula dijadikan sebagai hewan perah, dan banyak lagi kegunaan lainnya.
Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan Dia menurunkan untuk kalian delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.
(Az Zumar:6), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?

Ayat ini merupakan sanggahan terhadap ucapan mereka yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami.
(Al An’am:139), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kalian memang orang-orang yang benar.

Maksudnya, ceritakanlah kepadaku dengan penuh keyakinan, mengapa Allah mengharamkan atas kalian apa yang kalian duga haram dari hewan bahirah, saibah, wasilah, ham, dan lain-lainnya?

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing.
Yang disebutkan dalam ayat ini merupakan empat pasang.

Katakanlah.”Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina?”
Yaitu mengapa ada sesuatu dari hal tersebut yang diharamkan?

…ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?Artinya, tiada yang dikandung oleh suatu rahim melainkan adakalanya jenis jantan atau jenis betina, maka mengapa kalian mengharamkan sebagiannya dan menghalalkan sebagian yang lainnya?
Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kalian memang orang-orang yang benar.
Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, menyatakan bahwa semuanya itu halal hukumnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 143

DHA’N
ضَّأْن

Dha’n adalah bentuk jamak dari kata dhaa’inah dan dhaa’in yang berarti kambing yang mempunyai bulu kapas yaitu kambing biri-biri.

Lafaz dha’n hanya disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al An’aam (6), ayat 143. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menerangkan tentang anugerah Allah kepada manusia berupa buah-buahan dan juga hewan-hewan ternak yang beraneka macam. Allah menegaskan manusia hendaklah makan anugerah Allah yang halal itu dan tidak mengikuti bisikan syaitan sehingga mengharamkan sebahagian makanan yang dihalalkan oleh Allah sebagaimana yang dilakukan oleh kaum musyrik.

Mereka menghimpunkan jenis hewan ternak, mengharamkan sebahagiannya dan menghalalkan sebahagiannya. Mereka menghimpunkan kambing (al ma’z), kibas (kambing biri-biri) dha’n, sapi dan unta kepada jantan dan betina; sebahagian mereka mengharamkan yang jantan, sebahagian yang lain mengharamkan yang betina dan sebahagiannya lagi mengharamkan yang ada dalam kandungan.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Ibn Katsir, Allah tidak mengharamkan jenis­jenis hewan itu dan juga tidak mengharamkan kandungan-kandungan hewan itu. Semuanya diciptakan bagi dimanfaatkan oleh manusia, baik dimakan, dibuat kenderaan, digunakan untuk membawa barang, diperah susunya dan manfaat-manfaat lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:325

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

QS 6 Al-An'am (141-143) - Indonesian - Fadh Haroen 1
QS 6 Al-An'am (141-143) - Arabic - Fadh Haroen 1


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 143 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 143



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku