Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 138


وَ قَالُوۡا ہٰذِہٖۤ اَنۡعَامٌ وَّ حَرۡثٌ حِجۡرٌ ٭ۖ لَّا یَطۡعَمُہَاۤ اِلَّا مَنۡ نَّشَآءُ بِزَعۡمِہِمۡ وَ اَنۡعَامٌ حُرِّمَتۡ ظُہُوۡرُہَا وَ اَنۡعَامٌ لَّا یَذۡکُرُوۡنَ اسۡمَ اللّٰہِ عَلَیۡہَا افۡتِرَآءً عَلَیۡہِ ؕ سَیَجۡزِیۡہِمۡ بِمَا کَانُوۡا یَفۡتَرُوۡنَ
Waqaaluuu hadzihi an’aamun wahartsun hijrun laa yath’amuhaa ilaa man nasyaa-u biza’mihim wa-an’aamun hurrimat zhuhuuruhaa wa-an’aamun laa yadzkuruunaas-mallahi ‘alaihaaaftiraa-an ‘alaihi sayajziihim bimaa kaanuu yaftaruun(a);

Dan mereka mengatakan:
“Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki”,
menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah.
Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.
―QS. 6:138
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
6:138, 6 138, 6-138, Al An ‘aam 138, AlAnaam 138, Al Anaam 138, Al Anam 138, AlAnam 138, Al An’am 138
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 138. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan lagi ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh pemimpin mereka, dan mereka tetapkan tanpa berdasarkan pikiran yang waras, petunjuk Allah atau agama Allah atau agama yaitu:

1.
Mereka mengambil sebagian dari hasil tanaman dan binatang-binatang yang mereka miliki untuk dipersembahkan kepada berhala-berhala dan sembahan-sembahan mereka sebagai korban.
Bagian tertentu itu tidak boleh disinggung-singgung kecuali untuk kepentingan berhala itu tidak boleh diberikan kepada siapa pun dan tidak boleh dimakan oleh orang lelaki.
2.
Mereka mengharamkan beberapa macam binatang-binatang bahirah, saibah, wasilah dan ham.
Tindakan mereka ini telah dibantah kebenarannya oleh Allah dalam firman-Nya:

Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, saibah, wasilah, dan ham.
Akan tetapi orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

(Q.S Al Ma’idah: 103)

3.
Bila mereka melakukan ibadah haji atau mengucapkan talbiah, mereka tidak boleh mengendarai binatang-binatang itu atau membebaninya.
4.
Mereka di waktu menyembelih binatang tidak menyebut nama Allah, tetapi menyebut nama berhala dan sembahan mereka.

Demikianlah sebagian dari ketetapan-ketetapan yang mereka buat sendiri menurut kemauan mereka mengenai hasil tanaman dan binatang ternak, tetapi mereka mendakwakan bahwa peraturan-peraturan itu adalah dari Allah.
Ini adalah suatu kebohongan terhadap Allah dan pasti mereka akan mendapatkan siksaan daripada-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ.
diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengecam mereka karena mereka mengharamkan dan menghalalkan sesuatu sesuka hati dan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.
Firman-Nya:

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?”
(Q.S Yunus: 59)

Al An 'aam (6) ayat 138 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 138 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 138 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara khayalan mereka, misalnya, apa yang mereka katakan, “Unta, sapi, domba dan tanaman- tanaman ini adalah terlarang.
Hanya orang yang hendak berbakti kepada berhala saja yang memakannya.” Itu adalah anggapan yang salah, bukan ketentuan dari Allah.
Mereka juga mengatakan, “Punggung onta- onta ini adalah haram, tidak boleh ditunggangi.” Namun demikian, mereka tidak menyebut nama Allah ketika menyembelih onta, sapi atau domba.
Hal itu disebabkan oleh pendustaan mereka terhadap Allah dengan sikap menyekutukan-Nya.
Allah akan membalas mereka dengan siksa di akhirat, oleh sebab kedustaan dan pengharaman mereka terhadap sesuatu tanpa ketetapan dari Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka mengatakan, “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang) yang diharamkan (tidak boleh memakannya kecuali orang yang kami kehendaki”) yaitu para pelayan berhala-berhala dan lain-lainnya (menurut anggapan mereka) artinya mereka tidak punya alasan lagi dalam masalah ini (dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya) maka ternak-ternak itu tidak boleh dinaiki, seperti hewan sawaib dan hewan hawami (dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya) di kala menyembelihnya melainkan menyebut nama berhala-berhala mereka kemudian mengaitkan hal itu kepada Allah (semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah.
Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan) sebagai balasannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrik itu berkata :
Ini adalah unta dan tanaman yang haram.
Menurut anggapan mereka tidak ada yang boleh memakannya, kecuali orang yang diizinkan oleh mereka.
Pengakuan dari para penjaga berhala dan selain mereka :
Ini adalah unta yang haram punggungnya, tidak boleh ditunggangi atau membawa beban apa pun.
Ini adalah unta yang tidak harus disebut nama Allah saat menyembelihnya.
Mereka melakukan itu sebagai kebohongan yang mereka ada-adakan atas Allah.
Alllah kelak akan membalas mereka karena kebohongan yang mereka ada-adakan itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa al-hijru ialah hal yang diharamkan, yaitu berupa ternak wasilah dan lain-lainnya yang mereka haramkan sendiri.
Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ad-Dahhak, As-Saddi, Qatadah, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan yang lainnya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan mereka mengatakan, “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang.” (Al An’am:138) Artinya, pengharaman sebagian dari harta mereka ini berasal dari setan, yang dibarengi dengan ancaman dan kecaman bagi pelanggarnya, semuanya ini sama sekali bukan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang dilarang.
(Al An’am:138) Sesungguhnya mereka melarangnya hanyalah semata-mata demi sembahan-sembahan mereka.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…tidak boleh memakannya kecuali orang yang kami kehendaki, menurut anggapan mereka. Maksudnya, ini haram dimakan oleh siapa pun kecuali oleh orang yang kami kehendaki.

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepada kalian, lalu kalian jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.”Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepada kalian (tentang ini) atau kalian mengada-adakan saja terhadap Allah?” (Yunus:59)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala.
yang mengatakan:

Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, saibah, wasilah, dan ham.
Akan tetapi, orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti (Al Maidah:103)

As-Saddi mengatakan, ternak yang diharamkan menungganginya ialah bahirah, saibah, wasilah, dan ham.
Adapun ternak yang tidak disebut­kan nama Allah ketika menyembelihnya, yakni tidak disebutkan nama Allah ketika ternak itu melahirkan dan tidak disebutkan pula nama Allah ketika menyembelihnya.

Abu Bakar ibnu Ayyasy meriwayatkan dari Asim ibnu Abun Nujud yang menceritakan bahwa Abu Wail pernah berkata kepadanya, “Tahukah engkau makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

…dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya
” Saya menjawab, “Tidak.” Abu Wail berkata, “Ternak itu adalah bahirah, mereka tidak berani memakainya sebagai tunggangan untuk ibadah haji.”

Mujahid mengatakan bahwa di antara ternak mereka terdapat sekelompok ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah pada saat menyembelihnya, tidak pula pada saat melakukan sesuatu dari hal-hal yang menyangkutnya, seperti menungganginya, memerah susunya, menginseminasikannya, dan di saat melahirkan anaknya, tidak pula di saat mempekerjakannya.

…semata-mata membuat kedustaan terhadap Allah

Yakni hanyalah kedustaan mereka belaka yang mereka nisbatkan sendiri kepada Allah sebagai perintah dan syariat-Nya, padahal sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala.
tidak mengizinkan mereka melakukan hal tersebut, tidak pula merestuinya.

Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan

Yaitu hal-hal yang mereka dustakan terhadap Allah dan mereka sandarkan hal-hal itu kepada-Nya.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 138 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 138



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (10 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku