Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 137 [QS. 6:137]

وَ کَذٰلِکَ زَیَّنَ لِکَثِیۡرٍ مِّنَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ قَتۡلَ اَوۡلَادِہِمۡ شُرَکَآؤُہُمۡ لِیُرۡدُوۡہُمۡ وَ لِیَلۡبِسُوۡا عَلَیۡہِمۡ دِیۡنَہُمۡ ؕ وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا فَعَلُوۡہُ فَذَرۡہُمۡ وَ مَا یَفۡتَرُوۡنَ
Wakadzalika zai-yana likatsiirin minal musyrikiina qatla aulaadihim syurakaa’uhum liyurduuhum waliyalbisuu ‘alaihim diinahum walau syaa-allahu maa fa’aluuhu fadzarhum wamaa yaftaruun(a);
Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri.
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya.
Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
―QS. Al An ‘aam [6]: 137

Daftar isi

And likewise, to many of the polytheists their partners have made (to seem) pleasing the killing of their children in order to bring about their destruction and to cover them with confusion in their religion.
And if Allah had willed, they would not have done so.
So leave them and that which they invent.
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 137]

وَكَذَٰلِكَ dan demikianlah

And likewise
زَيَّنَ menjadikan memandang baik

made pleasing
لِكَثِيرٍ bagi kebanyakan

to many
مِّنَ dari

of
ٱلْمُشْرِكِينَ orang-orang musyrik

the polytheists –
قَتْلَ membunuh

(the) killing
أَوْلَٰدِهِمْ anak-anak mereka

(of) their children –
شُرَكَآؤُهُمْ sekutu/pemimpin mereka

their partners –
لِيُرْدُوهُمْ untuk membinasakan mereka

so that they may ruin them
وَلِيَلْبِسُوا۟ dan untuk mencampurkan/mengaburkan

and that they make confusing
عَلَيْهِمْ atas mereka

to them
دِينَهُمْ agama mereka

their religion.
وَلَوْ dan jika

And if
شَآءَ menghendaki

(had) willed
ٱللَّهُ Allah

Allah
مَا tidak

not
فَعَلُوهُ mereka mengerjakannya

(would) they have done so.
فَذَرْهُمْ maka tinggalkanlah mereka

So leave them
وَمَا dan apa

and what
يَفْتَرُونَ mereka ada-adakan

they invent.

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:137

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 137. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana sewenang-wenangnya para pemimpin dan pemuka agama kaum musyrik Mekah, dengan menganjurkan kepada pengikut-pengikutnya agar tidak segan membunuh anak-anak perempuan mereka sendiri dengan alasan yang tidak jelas dan sulit dimengerti.
Padahal membunuh anak perempuan sendiri itu bertentangan dengan naluri manusia, dan bertentangan pula dengan cita-cita pembinaan keluarga yang harmonis.

Dengan sendirinya bertentangan dengan pembinaan umat yang kukuh dan kuat karena kukuh dan kuatnya suatu umat tergantung kepada kuat dan kukuhnya keluarga-keluarga yang membentuk umat tersebut.
Anjuran mereka itu hanya berdasarkan tiga hal:



Pertama:
Karena kemiskinan atau takut akan ditimpa kemiskinan.

Hal ini diterangkan Allah dalam firman-Nya:


وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ

Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.

(al-An’am [6]: 151)


Dalam firman-Nya yang lain:


وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin.
Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu.

Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.
(al-Isra’ [17]: 31)


Kedua:
Karena takut akan mendapat malu di belakang hari.

Mereka membunuh anak-anak mereka yang perempuan dengan menguburnya hidup-hidup, karena anak-anak itu apabila mereka besar nanti mungkin melakukan perbuatan keji dan tercela, atau dirampas menjadi tawanan dan diperbudak, atau kawin dengan laki-laki yang tidak sekufu atau lebih rendah derajatnya dari derajat bapaknya.
Dalam hal ini Allah ﷻ berfirman:


وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ .

يَتَوٰرٰى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْۤءِ مَا بُشِّرَ بِهٖ اَيُمْسِكُهٗ عَلٰى هُوْنٍ اَمْ يَدُسُّهٗ فِى التُّرَابِ اَلَا سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya.
Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?
Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.
(an-Nahl [16]: 58-59)


Ketiga:
Karena mereka nazar kepada berhala, bahwa mereka akan mengorbankan anak mereka untuk mendekatkan diri kepada berhala-berhala itu.
Atau karena alasan lain misalnya kebiasaan mereka bila mereka telah mendapat sejumlah anak akan mengorbankan seorang diantara mereka seperti yang pernah dilakukan Abdul Muththalib kakek Nabi Muhammad ketika dia bersumpah akan mengorbankan Abdullah ayah Nabi Muhammad, apabila ia diberi sepuluh orang anak.
Demikianlah anjuran kaum musyrikin yang merusak tabiat dan naluri mereka sebagai manusia yang mempunyai rasa cinta dan kasih sayang kepada anak, sifat yang mulia ini berbalik menjadi kejam.
Ia tidak segan-segan membunuh anaknya darah daging sendiri.
Demikianlah mereka mengelabui kaumnya sehingga mereka tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan mana peraturan agama yang sebenarnya yang harus diikuti dan dilaksanakan.
Jika Allah menghendaki, tentulah Allah dapat menahan mereka dari perbuatan yang merusak itu dan mereka tidak akan melakukannya.
Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar membiarkan mereka membuat peraturan yang merusak dengan sekehendak hati mereka, karena dengan demikian mereka akan menjadi lemah dan kehilangan kepercayaan terhadap diri mereka sendiri.

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 137. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Selain membuat indah pembagian yang tidak adil terhadap tanaman dan hewan (unta, sapi dan domba) ciptaan Allah, khayalan dan angan-angan kosong mereka tentang berhala yang mereka anggap sebagai sekutu-sekutu Allah, Allah juga membuat indah perlakuan membunuh anak laki-laki ketika lahir, dan mempersembahkannya kepada tuhan-tuhan palsu itu.
Angan-angan itu telah mengacaukan pemahaman agama mereka.


Akibatnya, mereka tidak akan mengerti agama dengan baik.
Kalau angan-angan itu begitu menguasai akal pikiran mereka, tinggalkanlah mereka dengan kebohongan-kebohongan yang mereka buat terhadap Allah dan terhadapmu.


Mereka akan merasakan sendiri hukumannya.
Itu adalah kehendak Allah.


Kalau Dia berkehendak, tentu mereka tidak akan melakukan itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sebagaimana setan menjadikan indah bagi orang-orang musyrik untuk menjadikan bagi Allah sebagian dari (hasil) tanaman dan binatang ternak dan bagi sekutu-sekutu mereka sebagian yang lain.
Begitu pula setan-setan menjadikan indah bagi orang-orang musyrik sehingga mereka tega membunuh anak-anak mereka karena takut fakir.


Sehingga mereka (bapak-bapak yang tega membunuh anaknya itu) terjerumus ke dalam kebinasaan karena membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah.
Kecuali, pembunuhan itu dengan alasan yang benar (seperti hukum qishash).


Dan mereka mencampuradukkan hukum agama (dengan nafsu) sehingga menjadi samar.
Kemudian, mereka tersesat dan binasa.


Jikalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukan itu.
Akan tetapi, Dia menakdirkan demikian karena Dia mengetahui keburukan keadaan mereka dan akhir kehidupan mereka.


Maka tinggalkanlah mereka (wahai Rasul) dan kebohongan yang mereka ada-adakan itu.
Kelak Allah yang akan memutuskan hukum antara kamu dan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan demikianlah) sebagaimana telah menjadi kebiasaan mereka apa-apa yang telah disebutkan itu


(telah menghiasi kebanyakan orang-orang musyrik memandang baik membunuh anak-anak mereka) dengan cara mengubur mereka hidup-hidup


(karena hasutan sesembahan-sesembahan mereka) yang terdiri dari makhluk jin.
Dengan dibaca rafa’ sebagai fa’il dari fi’il zayyana, dan menurut suatu qiraat dengan dibaca bina maf’ul serta Lafal qatla dibaca rafa’, dan dibaca nashab Lafal al-awlaad, berdasarkan bacaan ini Lafal syurakaaihim dibaca jar dengan mengidhafatkannya kepada Lafal al-qatlu, dengan demikian berarti ada fashal/pemisah antara mudhaf dan mudhaf ilaih yang dipisahkan oleh maf’ul, hal ini tidak mengapa, sebab mengidhafatkan Lafal al-qatlu kepada Lafal syurakaa karena merekalah pada hakikatnya yang melakukannya melalui bujukan mereka


(untuk membinasakan mereka) untuk memusnahkan mereka


(dan untuk mengaburkan) dengan mencampur-adukkan


(bagi mereka agamanya.
Dan kalau Allah menghendaki niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman bahwa sebagaimana setan-setan telah menghiaskan kepada mereka memandang baik perbuatan memperuntukkan bagi Allah suatu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, maka setan-setan itu pun menghiaskan kepada mereka memandang baik membunuh anak-anak mereka sendiri karena takut kelaparan, dan membunuh anak-anak perempuan mereka karena takut aib.

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka.
Yakni para pemimpin mereka telah menghiaskan kepada mereka memandang baik membunuh anak-anak mereka sendiri.

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan {شُرَكَاؤُهُمْ} ialah setan-setan mereka, yang memerintahkan kepada mereka agar mengubur hidup-hidup anak-anak mereka karena takut kelaparan.

As-Saddi mengatakan bahwa setan memerintahkan kepada mereka supaya membunuh anak-anak perempuan mereka, adakalanya untuk menjerumuskan mereka ke dalam kebinasaan, adakalanya pula untuk mengaburkan pandangan mereka terhadap agama mereka, sehingga pikiran mereka terhadap agama menjadi kacau, atau karena faktor lainnya yang semisal.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa maknanya semisal dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah, Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya.
(QS. Al-Hijr [15]: 58-59)

Sama dengan firman-Nya:

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Dahulu mereka sering membunuh anak-anak mereka karena takut kelaparan, yakni takut jatuh miskin atau takut harta mereka menjadi hancur.
Maka Allah melarang mereka melakukan perbuatan tersebut, karena sesungguhnya perbuatan itu merupakan hiasan dari setan dan peraturan mereka di masa Jahiliah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerja­kannya.

Semuanya itu terjadi karena kehendak Allah subhanahu wa ta’ala, dan pilihan-Nya karena terkandung di dalamnya hikmah yang sempurna yang hanya Dia saja yang mengetahui-Nya.
Dia tidak ditanya mengenai apa yang telah diperbuat-Nya, sedangkan mereka pasti akan dimintai pertanggung­jawabannya.

maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
(QS. Al-An’am [6]: 157)

Maksudnya, biarkanlah mereka, jauhilah mereka dan apa yang mereka perbuat, kelak Allah akan memutuskan perkaranya antara kamu dan mereka.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukum-hukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 137 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 137 - Gambar 2
Statistik QS. 6:137
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.7 (9 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

6:137, 6 137, 6-137, Surah Al An 'aam 137, Tafsir surat AlAnaam 137, Quran Al Anaam 137, Al Anam 137, AlAnam 137, Al An'am 137, Surah Al Anam ayat 137

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al An ‘aam

۞ QS. 6:1 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:2 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 6:3 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:4 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:8 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:9 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:10 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:11 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:12 • Segala sesuatu milik Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:13 • Segala sesuatu milik Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 6:15 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 6:16 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 6:17 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 6:18 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 6:19 Tauhid UluhiyyahAl Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Wahid (Maha Esa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawiSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:21 • Mendustai Allah

۞ QS. 6:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Siksa orang kafir

۞ QS. 6:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:24 • Mendustai Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:26 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:27 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia

۞ QS. 6:28 • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:29 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:30 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 6:31 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 6:32 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 6:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:34 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 6:35 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:36 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:37 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 6:38 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 6:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:40 • Nama-nama hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:41 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:42 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:43 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:44 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:45 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:47 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:48 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 6:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:50 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 6:51 Syafaat hak Allah semata • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:52 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 6:53 • Keluasan ilmu Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 6:54 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 6:55 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 6:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:58 • Keluasan ilmu Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:59 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan •

۞ QS. 6:60 • Keluasan ilmu Allah • Pencabutan ruh saat tidur • Kebenaran hari penghimpunan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:61 • Al Qahir (Maha Pemaksa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 6:62 • Al Haq (Maha Benar) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 6:63 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:64 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:65 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:67 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:68 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 6:70 Syafaat hak Allah semata • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:71 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 6:72 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:73 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana)

۞ QS. 6:75 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:76 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:77 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:79 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 6:80 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:81 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Keutamaan iman •

۞ QS. 6:82 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratSyirik adalah kezaliman • Keutamaan iman

۞ QS. 6:83 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:84 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:87 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:88 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Perbuatan orang kafir sia-sia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 6:89 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:90 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:91 • Mendustai Allah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:92 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Shalat rukun Islam

۞ QS. 6:93 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 6:94 Syafaat hak Allah semata • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 6:95 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:96 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:97 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:98 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:99 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:100 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 6:101 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:102 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 6:103 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 6:104 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:106 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:107 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:108 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:110 • Allah menggerakkan hati manusia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:111 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:112 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 6:113 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:114 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:115 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:116 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 6:117 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 6:119 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:120 • Dosa batin • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:121 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:122 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:123 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:124 • Keluasan ilmu Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:125 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:127 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Nama-nama surga

۞ QS. 6:128 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:129 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:130 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Manusia bersaksi atas dirinya • Pahala jin dan balasannya • Keimanan jin kepada para nabi

۞ QS. 6:131 Hukum alam • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:132 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:133 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 6:134 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kepastian hari kiamat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:135 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:136 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar •

۞ QS. 6:137 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:138 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:139 • Mendustai Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar

۞ QS. 6:140 • Mendustai Allah • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 6:141 • Kekuasaan Allah • Zakat rukun Islam • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 6:142 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 6:144 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 6:145 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:146 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:147 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ajakan masuk Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:148 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:149 Dalil Allah atas hambaNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 6:150 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 6:151 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 6:152 • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 6:153 • Perintah untuk selalu bersatu

۞ QS. 6:154 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir •

۞ QS. 6:155 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 6:156 Dalil Allah atas hambaNya • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 6:157 Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 6:158 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Beriman ketika datang hari kiamat • Timbulnya awan sebelum kiamat • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 6:159 • Akibat terpisah dari umat Islam • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:160 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 6:161 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Islam agama fitrahHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:162 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Shalat rukun Islam • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 6:163 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Islam agama para nabi •

۞ QS. 6:164 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:165 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

Ayat Pilihan

Para malaikat menenangkan Nabi Lûth & berkata,
“Jangan sekali-kali kamu takut kepada kekejian kaummu, dan jangan bersedih karena kami. Kami telah datang untuk menghancurkan penduduk negeri ini. Kami akan menyelamatkanmu & keluargamu”
QS. Al-‘Ankabut [29]: 33

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,
hanyalah ulama (orang yang mengetahui kebesaran & kekuasaan Allah).
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
QS. Fatir [35]: 28

Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik,
meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu,
maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal,
agar kamu mendapat keberuntungan”.
QS. Al-Ma’idah [5]: 100

Apa orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus

Zainab binti Khuzaimah

Siapa itu Zainab binti Khuzaimah? Zainab binti Khuzaimah (sekitar 28 S.H/596 M-2 H/ 626 Masehi) adalah istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang dikenal dengan kebaikan, kedermawanan, dan...

Walid bin al-Mughirah

Siapa itu Walid bin al-Mughirah? Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi (bahasa Arab: الوليد بن المغيرة المخزومي‎, al-Walīd ibn al-Mughīrah al-Makhzūmī) adalah kepala klan Banu...

haji

Apa itu haji? ha.ji (1) rukun Islam kelima (kewajiban ibadah) yang harus dilakukan oleh orang Islam yang mampu dengan mengunjungi Kakbah pada bulan Haji dan mengerjakan amalan haji, seperti ihram, ...