Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 136


وَ جَعَلُوۡا لِلّٰہِ مِمَّا ذَرَاَ مِنَ الۡحَرۡثِ وَ الۡاَنۡعَامِ نَصِیۡبًا فَقَالُوۡا ہٰذَا لِلّٰہِ بِزَعۡمِہِمۡ وَ ہٰذَا لِشُرَکَآئِنَا ۚ فَمَا کَانَ لِشُرَکَآئِہِمۡ فَلَا یَصِلُ اِلَی اللّٰہِ ۚ وَ مَا کَانَ لِلّٰہِ فَہُوَ یَصِلُ اِلٰی شُرَکَآئِہِمۡ ؕ سَآءَ مَا یَحۡکُمُوۡنَ
Waja’aluu lillahi mimmaa dzaraa minal hartsi wal an’aami nashiiban faqaaluuu hadzaa lillahi biza’mihim wahadzaa lisyurakaa-inaa famaa kaana lisyurakaa-ihim falaa yashilu ilallahi wamaa kaana lillahi fahuwa yashilu ila syurakaa-ihim saa-a maa yahkumuun(a);

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka:
“Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”.
Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka.
Amat buruklah ketetapan mereka itu.
―QS. 6:136
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
6:136, 6 136, 6-136, Al An ‘aam 136, AlAnaam 136, Al Anaam 136, Al Anam 136, AlAnam 136, Al An’am 136
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 136. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka membagi apa yang mereka dapati dari hasil tanaman dan binatang ternak kepada dua bagian.
Satu bagian untuk Allah subhanahu wa ta'ala dan satu bagian lagi untuk berhala-berhala yang mereka puja-puja dan agungkan.
Mereka berkata: "Bagian yang pertama adalah untuk Allah selaku bakti kami untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Bagian yang kedua adalah untuk berhala sesembahan kami untuk mendekatkan diri pula kepada-Nya."

Dengan pembagian seperti itu mereka telah menjadi sesat karena kebaktian itu adalah suatu ibadah dan pendekatan diri kepada yang disembah.
Berbakti kepada berhala-berhala dan patung-patung adalah suatu perbuatan yang tak dapat diterima oleh akal yang waras karena patung itu adalah benda-benda mati yang tak dapat berbuat sesuatu apapun, bahkan mereka sendirilah yang membuatnya.

Ini adalah suatu agama yang dibikin-bikin oleh para pemimpin dan pemuka-pemuka bangsa Arab di kala itu untuk mempengaruhi orang-orang awam agar mereka tetap mengagungkan dan memuliakan pemimpin itu sebagai pengawal dan pemelihara berhala-berhala itu dan sebagai orang-orang yang terdekat kepadanya.
Dengan demikian mereka dapat berkuasa atas orang-orang awam itu dan memeras mereka dengan menyuruh berbakti dengan korbankan harta benda kepada berhala-berhala yang mereka anggap berkuasa atas kehidupan mereka dan dapat mendatangkan nikmat atau bencana kepada siapa yang dikehendakinya.

Bagian pertama yang mereka peruntukkan bagi Allah, mereka pergunakan untuk memberi makanan tamu-tamu, anak-anak dan orang-orang miskin, sedang bagian kedua yang mereka peruntukkan bagi berhala-berhala dikuasai sepenuhnya oleh penjaga-penjaga dan pemelihara-pemeliharanya.
Tetapi karena mereka telah dikuasai oleh sifat tamak dan serakah, maka bagian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala itu tidak boleh diambil sedikit pun untuk digabungkan kepada bagian yang diperuntukkan bagi Allah.

Sebaliknya bagian yang diperuntukkan bagi Allah boleh diambil untuk digabungkan kepada bagian berhala-berhala karena bagian Allah itu adalah hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan makanan sedang bagian berhala adalah sepenuhnya menjadi hak mereka.
Demikianlah ketentuan yang mereka tetapkan dan alangkah jahatnya ketentuan itu.
Selain ketetapan itu ketetapan yang sesat dan menyesatkan, ia pun merupakan perkosaan atas hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.
Segi-segi keburukan ketetapan mereka antara lain adalah sebagai berikut:

a.
Mereka telah melanggar hak Allah karena hanya Dialah yang berhak membuat ketentuan dalam masalah-masalah ibadat.

b.
Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala padahal hanya Allahlah yang berhak disembah dan kepada-Nyalah segala kebaktian harus dipersembahkan.

c.
Mereka lebih mengutamakan hak berhala daripada hak Allah.

d.
Ketetapan itu tidak berdasarkan akal yang waras dan tidak pula berdasarkan petunjuk atau syariat-syariat yang ada sebelumnya hanya berdasarkan keinginan hawa nafsu belaka.

Diriwayatkan oleh Ali bin Abu Talib dan Al-`Auf bahwa Abbas berkata tentang tafsir ayat ini yang maksudnya sebagai berikut: "Sesungguhnya musuh-musuh Allah, apabila mereka bercocok tanam atau memetik hasil tanaman, mereka membaginya dua bagian, yaitu sebagian untuk Allah dan sebagian lagi untuk berhala.
Apabila bagian yang disediakan untuk Allah tercecer kemudian bercampur atau tidak dengan bagian yang diperuntukkan untuk berhala, maka yang tercecer itu mereka gabungkan pada bagian berhala.
Selanjutnya jika air yang diperuntukkan bagi tanaman bagian berhala mengalir ke tanaman bagian Allah, maka tanaman bagian Allah itu mereka jadikan tanaman bagian berhala.
Demikian juga apabila air tanaman bagian untuk Allah mengalir ke tanaman bagian berhala, maka tanaman itu dijadikan bagian berhala."

Al An 'aam (6) ayat 136 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 136 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 136 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik yang menyembah berhala, berada dalam khayalan terus menerus.
Dari tanaman dan hewan yang diciptakan Allah seperti onta, sapi dan domba, mereka membuat sebagiannya untuk Allah dengan menyuguhkannya kepada tamu dan memberikannya kepada orang yang membutuhkan.
Sedangkan sebagian lainnya lagi dipersembahkan kepada berhala-berhala yang dianggap sekutu Allah.
Apa yang mereka berikan kepada berhala-berhala itu akan sampai, dan yang mereka anggap diberikan kepada Allah tidak akan sampai kepada tamu dan orang-orang miskin.
Alangkah buruknya ketentuan zalim mereka! Mereka menjadikan bandingan bagi Allah, Pencipta tanaman dan hewan.
Mereka juga tidak menyalurkan bagian yang menurutnya untuk Allah, kepada yang berhak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka memperuntukkan) orang-orang kafir Mekah (bagi Allah satu bagian dari apa yang telah diciptakan)-Nya (yaitu berupa tanaman) hasil lahan (dan ternak sebagai bagian) yang mereka infakkan untuk tamu-tamu dan orang-orang miskin dan juga satu bagian lainnya untuk sesembahan-sesembahan mereka yang mereka berikan kepada para juru kuncinya (lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka, "Ini untuk Allah) dengan dibaca fatah dan damah huruf zai-nya (dan ini untuk berhala-berhala kami.") maksudnya apabila ada sesuatu yang terjatuh dari bagian untuk sesembahan mereka, mereka berani mengambilnya kembali.
Tetapi apabila ada sesuatu yang terjatuh, dari bagian untuk Allah mereka membiarkannya kemudian mereka berkata, "Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ini." Demikianlah sebagaimana yang diungkapkan dalam firman-Nya berikut ini:
(Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah) (dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka.
Amat buruklah) amat jeleklah (apa yang mereka tetapkan) yakni keputusan hukum mereka itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang menyekutukan Allah itu menjadikan sebagian dari tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak untuk menjamu para tamu dan orang-orang miskin, dan menjadikan sebagian yang lain untuk sekutu-sekutu mereka, yaitu pating-patung dan berhala-berhala.
Padahal, apa yang mereka persembahkan untuk sekutu-sekutu itu hanya sampai kepada mereka (berhala-berhala itu) dan tidak sampai kepada Allah; dan apa yang mereka persembahkan kepada Allah sampai juga kepada sekutu-sekutu mereka.
Betapa buruk hukum dan pembagian mereka itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Makna ayat ini mengandung celaan dan cemoohan Allah terhadap orang-orang musyrik yang telah banyak membuat-buat bid'ah, kekufuran, dan kemusyrikan.
Yaitu mereka menjadikan bagi Allah sekutu dan bagian dari makhluk-Nya, padahal Dia adalah Pencipta segala sesuatu, Mahasuci Allah lagi Mahatinggi.
Disebutkan melalui firman-Nya:

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah dari apa yang telah diciptakannya.

Yakni dari apa yang telah dijadikan dan diadakan oleh-Nya.

...berupa tanaman.

Maksudnya, dari hasil tanaman dan buah-buahan.

...dan ternak suatu bagian.

Yaitu suatu bagian tertentu.

...lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami.”

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka

Ali ibnu Abu Talhah dan Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini sebagai berikut: Sesungguhnya musuh-musuh Allah apabila menanam tanaman, lalu mereka menghasilkan buahnya dari tanaman mereka itu, maka mereka menjadikan bagi Allah dari hasil itu suatu bagian tertentu dan bagi berhala sembahan mereka satu bagian lainnya.
Kemudian hasil tanaman atau buah-buahan atau sesuatu lainnya yang menjadi bagian berhala-berhala mereka itu mereka simpan dan mereka hitung-hitung.
Jika ada sesuatu darinya yang terjatuh, yang menurut peristilahan mereka disebut untuk samad, maka mereka mengembalikannya kepada bagian yang diperuntukkan bagi berhala.
Apabila mereka kedahuluan oleh air yang sedianya mereka akan gunakan untuk mengairi bagian untuk berhala, lalu air itu mengairi sesuatu dari bagian yang diperuntukkan buat Allah, maka mereka menjadikannya untuk berhala.
Jika ada sesuatu yang gugur dari hasil tanaman dan buah-buahan yang mereka jadikan untuk Allah, hingga bercampur baur dengan bagian yang diperuntukkan buat berhala, maka mereka mengatakan, "Ini miskin," lalu mereka tidak mengembalikannya kepada bagian yang diperuntukkan buat Allah.
Apabila mereka kedahuluan oleh air yang sedianya mereka akan menggunakannya buat mengairi bagian Allah, lalu air itu mengairi bagian yang diperuntukkan buat berhala, maka mereka membiarkannya untuk berhala mereka.
Mereka mengharamkan sebagian dari harta (ternak) mereka yang disebutkan oleh peristilahan mereka dengan nama bahirah, saibah, wasilah, dan ham.
Mereka memperuntukkan hal tersebut bagi berhala-berhala mereka, dengan dugaan bahwa mereka mengharamkannya sebagai amal pendekatan diri kepada Allah.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman: Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah.
(Al An'am:136), hingga akhir ayat.

Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa segala sesuatu yang mereka peruntukkan bagi Allah berupa sembelihan yang mereka sembelih, mereka tidak memakannya selama-lamanya kecuali jika mereka menyebutkan beserta sebutan-Nya nama berhala-berhala mereka (saat menyembelihnya).
Sedangkan hewan yang mereka sembelih untuk berhala-berhala mereka, mereka sama sekali tidak mau menyebut nama Allah bersama nama berhala mereka.
Lalu Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam membacakan ayat ini sampai dengan firman-Nya:

Amatlah buruk ketetapan mereka.

Maksudnya, amat buruklah apa yang mereka bagikan itu, karena sesungguhnya mereka pada dasarnya telah membuat kekeliruan dalam pembagian.
Karena Allah subhanahu wa ta'ala.
adalah Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya serta Yang menciptakannya, hanya milik-Nyalah semuanya itu, Dialah Raja.
Segala sesuatu berada dalam pengaturan-Nya dan tunduk pada kekuasaan serta kehendak-Nya, tidak ada Tuhan selain Dia, dan tidak ada Rabb (Pemilik) selain Dia.
Dan manakala mereka melakukan pembagian, kerusakanlah yang dilakukannya, karena menurut hawa nafsu mereka sendiri mereka tidak adil, bahkan berbuat aniaya dan melampaui batas dalam pembagian tersebut.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah anak-anak perempuan.
Mahasuci Allah, sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (yaitu anak laki-laki).
(An Nahl:57)

Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
(Az Zukhruf:15)

Apakah (patut) untuk kalian (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
(An Najm:21) Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
(An Najm:22)

Kata Pilihan Dalam Surah Al An 'aam (6) Ayat 136

AN'AAM
أَنْعَٰم

Lafaz ini adalah bentuk jamak, mufradnya ialah an na'am, bermakna al ibl (unta) yang banyak manfaat dan kegunaannya. An'aam berarti al baha'im (hewan atau binatang­ binatang). Kerbau, sapi dan kambing bisa disebut sebagai an'aam.'

Al Fayruz Abadi berkata,
"Tidak dikatakan an'aam sehingga jumlah manfaatnya sama seperti unta. Namun begitu, ia bersifat umum yang mencakup unta dan laln-lainnya."

Al Farra berkata,
"Al An'aam adalah lafaz mudzakkar dan tidak dimuannatskan seperti pada contoh haadzaa na'amun waridun artinya "Ini hewan ternak yang diimport."

Lafaz an'aam disebut sebanyak 32 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 14;
-An Nisaa (4), ayat 119;
-Al Maa'idah (5), ayat 1;
-Al An'aam (6), ayat 136, 138, 138, 138, 139, 142;
-Al A'raaf (7), ayat 179;
-Yunus (10), ayat 24;
-An Nahl (16), ayat 5, 66, 80;
-Tha Ha (20), ayat 54;
-Al Hajj (22), ayat 28, 30, 34;
-Al Mu'minuun (23), ayat 21;
-Al Furqaan (25), ayat 44, 49;
-Asy Syu'araa (26), ayat 133;
-As Sajadah (32), ayat 27;
-Faathir (35), ayat 28;
-Yaa Siin (36), ayat 71;
-Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu'min (40), ayat 79;
-Asy Syu'araa (42), ayat 11;
-Az Zukhruf (43), ayat 12;
-Muhammad (47), ayat 12;
-An Naazi'at (79), ayat 33;
-'Abasa (80), ayat 32.

Lafaz an'aam di dalam Al Qur'an mencakup hewan-hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing. la bersesuaian dengan pendapat para mufassir.

Al Baidawi berkata,
"Al an'aam bermakna unta, sapi dan kambing."

Al Alusi berkata,
la mencakupi unta, sapi dan kambing, dan dinamakan ia seperti itu karena jalannya perlahan dan kelembutannya."

Begitu juga pendapat Ibn Qutaibah, Al Fayruz Abadi dan ulama lain.

At Tabari berkata,
"Al an'aam ialah delapan ekor hewan ternak yang disebut dalam surah Al An'aam yaitu dua kambing biri-biri jantan dan betina, dua ekor kambing biasa jantan dan betina, jantan dan betina dari unta dan sapi."

Kesimpulannya, lafaz an'aam bermakna hewan-hewan ternak.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 136 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 136



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (8 votes)
Sending