Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 136 [QS. 6:136]

وَ جَعَلُوۡا لِلّٰہِ مِمَّا ذَرَاَ مِنَ الۡحَرۡثِ وَ الۡاَنۡعَامِ نَصِیۡبًا فَقَالُوۡا ہٰذَا لِلّٰہِ بِزَعۡمِہِمۡ وَ ہٰذَا لِشُرَکَآئِنَا ۚ فَمَا کَانَ لِشُرَکَآئِہِمۡ فَلَا یَصِلُ اِلَی اللّٰہِ ۚ وَ مَا کَانَ لِلّٰہِ فَہُوَ یَصِلُ اِلٰی شُرَکَآئِہِمۡ ؕ سَآءَ مَا یَحۡکُمُوۡنَ
Waja’aluu lillahi mimmaa dzaraa minal hartsi wal an’aami nashiiban faqaaluuu hadzaa lillahi biza’mihim wahadzaa lisyurakaa-inaa famaa kaana lisyurakaa-ihim falaa yashilu ilallahi wamaa kaana lillahi fahuwa yashilu ila syurakaa-ihim saa-a maa yahkumuun(a);
Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka,
“Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.”
Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka.
Sangat buruk ketetapan mereka itu.
―QS. Al An ‘aam [6]: 136

And the polytheists assign to Allah from that which He created of crops and livestock a share and say,
"This is for Allah,"
by their claim,
"and this is for our partners (associated with Him)."
But what is for their
"partners"
does not reach Allah, while what is for Allah – this reaches their
"partners."
Evil is that which they rule.
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 136]

وَجَعَلُوا۟ dan mereka menjadikan/menyediakan

And they assign
لِلَّهِ untuk Allah

to Allah
مِمَّا dari apa yang

out of what
ذَرَأَ Dia telah ciptakan

He produced
مِنَ dari

of
ٱلْحَرْثِ ladang

the crops
وَٱلْأَنْعَٰمِ dan binatang ternak

and the cattle
نَصِيبًا bagian/sebagian

a share
فَقَالُوا۟ lalu mereka mengatakan

and they say,
هَٰذَا ini

"This
لِلَّهِ untuk Allah

(is) for Allah,"
بِزَعْمِهِمْ menurut anggapan mereka

by their claim,
وَهَٰذَا dan ini

"And this
لِشُرَكَآئِنَا untuk sekutu/berhala kami

(is) for our partners."
فَمَا maka apa yang

But what
كَانَ ada

is
لِشُرَكَآئِهِمْ untuk sekutu/berhala mereka

for their partners
فَلَا maka tidak

(does) not
يَصِلُ dia sampai

reach
إِلَى kepada

[to]
ٱللَّهِ Allah

Allah,
وَمَا dan apa yang

while what
كَانَ ada

is
لِلَّهِ untuk Allah

for Allah
فَهُوَ maka Dia

then it
يَصِلُ sampai

reaches
إِلَىٰ kepada

[to]
شُرَكَآئِهِمْ sekutu/berhala mereka

their partners.
سَآءَ amat buruk

Evil
مَا apa

(is) what

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:136

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 136. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menginformasikan bahwa mereka membagi apa yang mereka dapat dari hasil tanaman dan hewan ternak kepada dua bagian.
Satu bagian untuk Allah dan satu bagian lagi untuk berhalaberhala yang mereka puja-puja dan mereka agungkan.

Mereka berkata,
"Bagian yang pertama adalah untuk Allah sebagai persembahan kami untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Bagian yang kedua adalah untuk berhala sesembahan kami yang juga untuk mendekatkan diri kepada Allah.
"


Dengan pembagian seperti itu mereka telah menjadi sesat, karena pengorbanan itu adalah suatu ibadah dan pendekatan diri kepada yang disembah.
Menyembah kepada berhalaberhala dan patung-patung adalah satu perbuatan yang tak dapat diterima oleh akal sehat, karena patung adalah benda-benda mati yang tak dapat berbuat apa-apa, bahkan patung-patung ini dibuat oleh mereka.


Tradisi ini adalah suatu agama yang dibuat-buat oleh para pemimpin dan pemuka-pemuka bangsa Arab di kala itu, untuk mempengaruhi orang-orang awam agar mereka tetap mengagungkan dan memuliakan pemimpin sebagai pengawal dan pemelihara berhalaberhala dan sebagai orang-orang yang terdekat kepadanya.
Dengan demikian, mereka dapat berkuasa atas orang-orang awam.

Memeras mereka dengan menyuruh kaumnya berbakti dengan mengorbankan harta benda kepada berhalaberhala yang mereka anggap berkuasa atas kehidupan mereka dan dapat mendatangkan nikmat atau bencana kepada siapa yang dikehendakinya.


Bagian pertama yang diperuntukkan bagi Allah, dipergunakan untuk memberi makan tamu-tamu, anak-anak dan orang-orang miskin;
sedangkan bagian kedua yang diperuntukkan bagi berhalaberhala dikuasai sepenuhnya oleh penjaga-penjaga dan pemelihara-pemeliharanya.

Tetapi karena mereka telah dikuasai oleh sifat tamak dan serakah, maka bagian yang diperuntukkan bagi berhalaberhala itu tidak boleh dikurangi atau diambil sedikitpun untuk digabungkan kepada bagian yang diperuntukkan bagi Allah.
Sebaliknya bagian yang diperuntukkan bagi Allah boleh diambil untuk digabungkan kepada bagian berhalaberhala, karena bagian Allah itu adalah hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan makanan.

Sedangkan bagian berhala adalah sepenuhnya menjadi hak para penguasa.



Demikianlah ketentuan yang mereka tetapkan dan alangkah jahatnya ketentuan itu.
Selain ketetapan itu merupakan perampasan atas hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.
Segi-segi keburukan ketetapan mereka adalah sebagai berikut:



a.
Mereka telah melanggar hak Allah, karena hanya Allah-lah yang berhak membuat ketentuan dalam masalah ibadah.


b.
Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala, padahal hanya Allah yang berhak disembah dan kepada-Nyalah segala kebaktian harus dipersembahkan.


c.
Mereka lebih mengutamakan hak berhala dari pada hak Allah.
d.Ketetapan itu tidak berdasarkan akal yang sehat dan tidak pula berdasarkan petunjuk atau syariatsyariat yang ada sebelumnya, hanya berdasarkan keinginan hawa nafsu belaka.



Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib dan al-‘Aufi bahwa Ibnu ‘Abbas berkata tentang tafsir ayat ini yang maksudnya sebagai berikut:



"Sesungguhnya musuh-musuh Allah, apabila mereka bercocok tanam atau memetik hasil tanaman, mereka membaginya dua bagian, yaitu sebagian untuk Allah dan sebagian lagi untuk berhala.
Apabila bagian yang disediakan untuk Allah tercecer, kemudian bercampur dengan bagian yang diperuntukkan untuk berhala, maka yang tercecer itu mereka gabungkan untuk berhala.
Selanjutnya jika air yang diperuntukkan bagi tanaman bagian berhala mengalir ke tanaman bagian Allah, maka tanaman bagian Allah itu mereka jadikan tanaman bagian berhala.
Tetapi apabila air tanaman bagian untuk Allah mengalir ke tanaman bagian berhala, maka tanaman itu tetap dijadikan bagian berhala."

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 136. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang musyrik yang menyembah berhala, berada dalam khayalan terus menerus.
Dari tanaman dan hewan yang diciptakan Allah seperti onta, sapi dan domba, mereka membuat sebagiannya untuk Allah dengan menyuguhkannya kepada tamu dan memberikannya kepada orang yang membutuhkan.


Sedangkan sebagian lainnya lagi dipersembahkan kepada berhalaberhala yang dianggap sekutu Allah.
Apa yang mereka berikan kepada berhalaberhala itu akan sampai, dan yang mereka anggap diberikan kepada Allah tidak akan sampai kepada tamu dan orang-orang miskin.


Alangkah buruknya ketentuan zalim mereka! Mereka menjadikan bandingan bagi Allah, Pencipta tanaman dan hewan.
Mereka juga tidak menyalurkan bagian yang menurutnya untuk Allah, kepada yang berhak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang menyekutukan Allah itu menjadikan sebagian dari tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak untuk menjamu para tamu dan orang-orang miskin, dan menjadikan sebagian yang lain untuk sekutu-sekutu mereka, yaitu patung-patung dan berhalaberhala.
Padahal, apa yang mereka persembahkan untuk sekutu-sekutu itu hanya sampai kepada mereka (berhalaberhala itu) dan tidak sampai kepada Allah;
dan apa yang mereka persembahkan kepada Allah sampai juga kepada sekutu-sekutu mereka.


Betapa buruk hukum dan pembagian mereka itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka memperuntukkan) orang-orang kafir Mekah


(bagi Allah satu bagian dari apa yang telah diciptakan)-Nya


(yaitu berupa tanaman) hasil lahan


(dan ternak sebagai bagian) yang mereka infakkan untuk tamu-tamu dan orang-orang miskin dan juga satu bagian lainnya untuk sesembahan-sesembahan mereka yang mereka berikan kepada para juru kuncinya


(lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka,
"Ini untuk Allah) dengan dibaca fatah dan damah huruf zai-nya


(dan ini untuk berhalaberhala kami.") maksudnya apabila ada sesuatu yang terjatuh dari bagian untuk sesembahan mereka, mereka berani mengambilnya kembali.
Tetapi apabila ada sesuatu yang terjatuh, dari bagian untuk Allah mereka membiarkannya kemudian mereka berkata,
"Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ini."
Demikianlah sebagaimana yang diungkapkan dalam firman-Nya berikut ini:


(Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhalaberhala mereka tidak sampai kepada Allah)


(dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhalaberhala mereka.
Amat buruklah) amat jeleklah


(apa yang mereka tetapkan) yakni keputusan hukum mereka itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Makna ayat ini mengandung celaan dan cemoohan Allah terhadap orang-orang musyrik yang telah banyak membuat-buat bid’ah, kekufuran, dan kemusyrikan.
Yaitu mereka menjadikan bagi Allah sekutu dan bagian dari makhluk-Nya, padahal Dia adalah Pencipta segala sesuatu, Mahasuci Allah lagi Mahatinggi.
Disebutkan melalui firman-Nya:

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah dari apa yang telah diciptakannya.


Yakni dari apa yang telah dijadikan dan diadakan oleh-Nya.

…berupa tanaman.

Maksudnya, dari hasil tanaman dan buah-buahan.

…dan ternak suatu bagian.

Yaitu suatu bagian tertentu.

…lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka,
"Ini untuk Allah dan ini untuk berhalaberhala kami."


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhalaberhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhalaberhala mereka

Ali ibnu Abu Talhah dan Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini sebagai berikut:
Sesungguhnya musuh-musuh Allah apabila menanam tanaman, lalu mereka menghasilkan buahnya dari tanaman mereka itu, maka mereka menjadikan bagi Allah dari hasil itu suatu bagian tertentu dan bagi berhala sembahan mereka satu bagian lainnya.
Kemudian hasil tanaman atau buah-buahan atau sesuatu lainnya yang menjadi bagian berhalaberhala mereka itu mereka simpan dan mereka hitung-hitung.
Jika ada sesuatu darinya yang terjatuh, yang menurut peristilahan mereka disebut untuk samad, maka mereka mengembalikannya kepada bagian yang diperuntukkan bagi berhala.
Apabila mereka kedahuluan oleh air yang sedianya mereka akan gunakan untuk mengairi bagian untuk berhala, lalu air itu mengairi sesuatu dari bagian yang diperuntukkan buat Allah, maka mereka menjadikannya untuk berhala.
Jika ada sesuatu yang gugur dari hasil tanaman dan buah-buahan yang mereka jadikan untuk Allah, hingga bercampur baur dengan bagian yang diperuntukkan buat berhala, maka mereka mengatakan,
"Ini miskin,"
lalu mereka tidak mengembalikannya kepada bagian yang diperuntukkan buat Allah.
Apabila mereka kedahuluan oleh air yang sedianya mereka akan menggunakannya buat mengairi bagian Allah, lalu air itu mengairi bagian yang diperuntukkan buat berhala, maka mereka membiarkannya untuk berhala mereka.
Mereka mengharamkan sebagian dari harta (ternak) mereka yang disebutkan oleh peristilahan mereka dengan nama bahirah, saibah, wasilah, dan ham.
Mereka memperuntukkan hal tersebut bagi berhalaberhala mereka, dengan dugaan bahwa mereka mengharamkannya sebagai amal pendekatan diri kepada Allah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah.
(QS. Al-An’am [6]: 136), hingga akhir ayat.

Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa segala sesuatu yang mereka peruntukkan bagi Allah berupa sembelihan yang mereka sembelih, mereka tidak memakannya selama-lamanya kecuali jika mereka menyebutkan beserta sebutan-Nya nama berhalaberhala mereka (saat menyembelihnya).
Sedangkan hewan yang mereka sembelih untuk berhalaberhala mereka, mereka sama sekali tidak mau menyebut nama Allah bersama nama berhala mereka.
Lalu Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam membacakan ayat ini sampai dengan firman-Nya:

Amatlah buruk ketetapan mereka.


Maksudnya, amat buruklah apa yang mereka bagikan itu, karena sesungguhnya mereka pada dasarnya telah membuat kekeliruan dalam pembagian.
Karena Allah subhanahu wa ta’ala, adalah Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya serta Yang menciptakannya, hanya milik-Nyalah semuanya itu, Dialah Raja.
Segala sesuatu berada dalam pengaturan-Nya dan tunduk pada kekuasaan serta kehendak-Nya, tidak ada Tuhan selain Dia, dan tidak ada Rabb (Pemilik) selain Dia.
Dan manakala mereka melakukan pembagian, kerusakanlah yang dilakukannya, karena menurut hawa nafsu mereka sendiri mereka tidak adil, bahkan berbuat aniaya dan melampaui batas dalam pembagian tersebut.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah anak-anak perempuan.
Mahasuci Allah, sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (yaitu anak laki-laki).
(QS. Al-Hijr [15]: 57)

Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
(QS. Az-Zukhruf [43]: 15)

Apakah (patut) untuk kalian (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
(QS. An-Najm [53]: 21)
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
(QS. An-Najm [53]: 22)

Kata Pilihan Dalam Surah Al An ‘aam (6) Ayat 136

AN’AAM
أَنْعَٰم

Lafaz ini adalah bentuk jamak, mufradnya ialah an na’am, bermakna al ibl (unta) yang banyak manfaat dan kegunaannya.
An’aam berarti al baha’im (hewan atau binatang binatang).
Kerbau, sapi dan kambing bisa disebut sebagai an’aam.

Al Fayruz Abadi berkata,
"Tidak dikatakan an’aam sehingga jumlah manfaatnya sama seperti unta.
Namun begitu, ia bersifat umum yang mencakup unta dan laln-lainnya."

Al Farra berkata,
"Al An’aam adalah lafaz mudzakkar dan tidak dimuannatskan seperti pada contoh haadzaa na’amun waridun artinya "Ini hewan ternak yang diimport."

Lafaz an’aam disebut sebanyak 32 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 14;
An Nisaa (4), ayat 119;
-Al Maa’idah (5), ayat 1;
-Al An’aam (6), ayat 136, 138, 138, 138, 139, 142;
-Al A’raaf (7), ayat 179;
Yunus (10), ayat 24;
An Nahl (16), ayat 5, 66, 80;
-Tha Ha (20), ayat 54;
Al Hajj (22), ayat 28, 30, 34;
-Al Mu’minuun (23), ayat 21;
Al Furqaan (25), ayat 44, 49;
-Asy Syu’araa (26), ayat 133;
As Sajadah (32), ayat 27;
Faathir (35), ayat 28;
Yaa Siin (36), ayat 71;
Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu’min (40), ayat 79;
-Asy Syu’araa (42), ayat 11;
Az Zukhruf (43), ayat 12;
Muhammad (47), ayat 12;
-An Naazi’at (79), ayat 33;
-‘Abasa (80), ayat 32.

Lafaz an’aam di dalam Al Qur’an mencakup hewan-hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing.
la bersesuaian dengan pendapat para mufassir.

Al Baidawi berkata,
"Al an’aam bermakna unta, sapi dan kambing."

Al Alusi berkata,
la mencakupi unta, sapi dan kambing, dan dinamakan ia seperti itu karena jalannya perlahan dan kelembutannya."

Begitu juga pendapat Ibn Qutaibah, Al Fayruz Abadi dan ulama lain.

At Tabari berkata,
"Al an’aam ialah delapan ekor hewan ternak yang disebut dalam surah Al An’aam yaitu dua kambing biri-biri jantan dan betina, dua ekor kambing biasa jantan dan betina, jantan dan betina dari unta dan sapi."

Kesimpulannya, lafaz an’aam bermakna hewan-hewan ternak.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 52

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukumhukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukumhukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 136 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 136 - Gambar 2
Statistik QS. 6:136
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An ‘aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma’idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
Sending
User Review
4.6 (8 votes)
Tags:

6:136, 6 136, 6-136, Surah Al An 'aam 136, Tafsir surat AlAnaam 136, Quran Al Anaam 136, Al Anam 136, AlAnam 136, Al An'am 136, Surah Al Anam ayat 136

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 17 [QS. 14:17]

Diteguk-teguknya air nanah itu dari waktu ke waktu, dan dia hampir tidak bisa menelannya karena sangat panas dan berbau busuk, dan datanglah bahaya maut kepadanya dari segenap penjuru. Berbagai macam … 14:17, 14 17, 14-17, Surah Ibrahim 17, Tafsir surat Ibrahim 17, Quran Ibrahim 17, Surah Ibrahim ayat 17

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 95 [QS. 7:95]

Ketika mereka tidak menyadari kesalahan mereka dan terus ingkar, kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan; yang miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sehat, dan yang lemah menjadi kuat, … 7:95, 7 95, 7-95, Surah Al A’raaf 95, Tafsir surat AlAraaf 95, Quran Al Araf 95, Al-A’raf 95, Surah Al Araf ayat 95

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

+

Array

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … berkata yang baik berbohong dalam keadaan terpaksa menolong tetangga yang kafir

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … selalu selamanya fanatik sementara tidak ada akhir Benar! Kurang tepat! Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat

Instagram