QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 134 [QS. 6:134]

اِنَّ مَا تُوۡعَدُوۡنَ لَاٰتٍ ۙ وَّ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُعۡجِزِیۡنَ
Inna maa tuu’aduuna li-aatin wamaa antum bimu’jiziin(a);

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.
―QS. 6:134
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kepastian hari kiamat ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan
6:134, 6 134, 6-134, Al An ‘aam 134, AlAnaam 134, Al Anaam 134, Al Anam 134, AlAnam 134, Al An’am 134

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 134

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 134. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memberikan ancaman-Nya kepada musuh-musuh Nabi.
Mereka di dunia ini telah mendapat siksaan dan di akhirat kelak demikian pula.
Siksaan akhirat yang diancamkan kepada mereka ialah api neraka yang menyala-nyala pasti akan menimpa mereka, tidak ada satu kekuasaan pun yang dapat menolaknya dan mereka sendiri tidak dapat menghalangi atau lari daripadanya.
Hari pembalasan itu pasti datang dan semua makhluk akan dikumpulkan kembali.
Hal ini tidaklah sulit bagi Allah Yang Maha Kuasa.
Sebagaimana Dia Kuasa menciptakan makhluk-Nya dari tiada, tentulah Dia kuasa pula menghidupkan kembali walaupun makhluk tersebut sudah mati dan menjadi tulang-belulang yang hancur-luluh.
Dalil ini berulang kali disebutkan dalam Alquran di antaranya firman Allah:

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?
Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

(Q.S Yasin: 78-79)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya hukuman yang diperingatkan dan pahala yang dijanjikan kepada kalian setelah kebangkitan kembali, pertemuan dan perhitungan, itu pasti akan datang.
Hari itu, kalian tidak akan dapat mencegah Allah sesuai dengan janji-Nya kepada kalian.
Maka, kalian pasti tidak berdaya menolak pertemuan dan perhitungan itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu) pada hari kiamat dan azab (pasti datang) tidak dapat ditawar-tawar lagi (dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya) tidak bisa selamat dari azab Kami.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang musyrik! Sesungguhnya siksa yang Rabb janjikan karena kekufuran kalian pasti akan terjadi pada kalian dan kalian tidak akan dapat menghindarinya.
Dia Mahakuasa untuk mengembalikan kalian (menjadi jasad yang utuh) walaupun kalian sudah menjadi debu dan tulang-belulang (setelah mati).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti datang, dan kalian sekali-kali tidak sanggup menolaknya.

Yakni ceritakanlah kepada mereka, hai Muhammad, bahwa apa yang dijanjikan kepada mereka mengenai urusan hari akhirat pasti akan terjadi.

…dan kalian sekali-kali tidak sanggup menolaknya.

Artinya, kalian tidak dapat membuat Allah tidak mampu.
Bahkan Dia mampu untuk mengembalikan kalian menjadi hidup kembali, sekalipun kalian telah menjadi tanah dan tulang-belulang kalian telah hancur.
Dia Mahakuasa, tiada sesuatu pun yang tidak dapat dilakukan-Nya.

Ibnu Abu Hatim di dalam kitab tafsirnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musaffa, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Humair, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., dari Nabi ﷺ yang telah ber­sabda: Hai Bani Adam, jika kalian adalah orang-orang yang berakal, maka anggaplah diri kalian termasuk orang-orang mati.
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian benar-benar akan terjadi, dan kalian sekali-kali tidak dapat mengelakkannya.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al An 'aam (6) ayat 134
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Amru bin Murrah, aku mendengar Murrah Al Hamdani berkata,
Abdullah berkata,
Sebaik-baik pembicaraan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan seburuk-buruk perbuatan adalah perkara baru, kemudian beliau mengutip ayat: Apa yang dijanjikan untuk kalian pasti akan datang (Qs. Al An’aam: 134).

Shahih Bukhari, Kitab Berpegang Teguh Terhadap dan Sunnah – Nomor Hadits: 6735

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 134 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 134 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 134 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:134
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta