Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 130 [QS. 6:130]

یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اَلَمۡ یَاۡتِکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ وَ یُنۡذِرُوۡنَکُمۡ لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا ؕ قَالُوۡا شَہِدۡنَا عَلٰۤی اَنۡفُسِنَا وَ غَرَّتۡہُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا وَ شَہِدُوۡا عَلٰۤی اَنۡفُسِہِمۡ اَنَّہُمۡ کَانُوۡا کٰفِرِیۡنَ
Yaa ma’syaral jinni wal-insi alam ya’tikum rusulun minkum yaqush-shuuna ‘alaikum aayaatii wayundziruunakum liqaa-a yaumikum hadzaa qaaluuu syahidnaa ‘ala anfusinaa wagharrathumul hayaatud-dunyaa wasyahiduu ‘ala anfusihim annahum kaanuu kaafiriin(a);
Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?
Mereka menjawab,
“(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.”
Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
―QS. Al An ‘aam [6]: 130

"O company of jinn and mankind, did there not come to you messengers from among you, relating to you My verses and warning you of the meeting of this Day of yours?"
They will say,
"We bear witness against ourselves";
and the worldly life had deluded them, and they will bear witness against themselves that they were disbelievers.
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 130]

يَٰمَعْشَرَ hai golongan

O assembly
ٱلْجِنِّ jin

(of) [the] jinn
وَٱلْإِنسِ dan manusia

and [the] men!
أَلَمْ apakah belum

Did (there) not
يَأْتِكُمْ datang kepadamu

come to you
رُسُلٌ RasulRasul

Messengers
مِّنكُمْ dari antara kamu sendiri

from (among) you,
يَقُصُّونَ mereka menceritakan

relating
عَلَيْكُمْ atas kalian

to you
ءَايَٰتِى ayat-ayatKu

My Verses
وَيُنذِرُونَكُمْ dan mereka memberi peringatan Kami kepadamu

and warning you
لِقَآءَ pertemuan

(of the) meeting
يَوْمِكُمْ hari kamu

(of) your day,
هَٰذَا ini

this?"
قَالُوا۟ mereka berkata

They will say,
شَهِدْنَا kami menjadi saksi

"We bear witness
عَلَىٰٓ atas

against
أَنفُسِنَا diri kami sendiri

ourselves."
وَغَرَّتْهُمُ dan telah menipu mereka

And deluded them
ٱلْحَيَوٰةُ kehidupan

the life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world,
وَشَهِدُوا۟ dan mereka menjadi saksi

and they will bear witness
عَلَىٰٓ atas

against
أَنفُسِهِمْ diri mereka sendiri

themselves
أَنَّهُمْ bahwa sesungguhnya mereka

that they
كَانُوا۟ adalah mereka

were
كَٰفِرِينَ orang-orang kafir

disbelievers.

Tafsir

Alquran

Surah Al An ‘aam
6:130

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 130. Oleh Kementrian Agama RI


Di akhirat nanti, kepada semua jin dan manusia yang durhaka, yang tidak mengikuti ajaran rasul dan tidak mengindahkan larangan Allah yang disampaikan rasul kepada mereka sehingga mereka berbuat sewenang-wenang di bumi, akan dikemukakan kepadanya pertanyaan,
"Apakah tidak datang kepadamu rasulrasul Kami, memperingatkan kamu dan memberi petunjuk yang benar agar kamu tidak tersesat dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Kami?
Mereka tidak berdaya menjawabnya, dan mereka menyesali segala yang mereka perbuat semasa di dunia, dan dengan menundukkan kepala mereka mengakui kesalahan-kesalahan mereka seraya menjawab,
"Kami mengakui bahwa Rasul Allah telah datang kepada kami dan telah memberikan peringatan dan ajaran-ajaran yang baik yang seharusnya kami perhatikan dan kami ikuti dengan patuh dan taat, tetapi kami tidak mengindahkannya, bahkan kami mendustakan mereka dan memperolok-olok seruan mereka."
Allah ﷻ berfirman:


قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ

Mereka menjawab,
"Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan,
"Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.
"
(al-Mulk [67]: 9)


Mereka telah ditipu dan diperdaya oleh kehidupan dunia dan mereka silau oleh harta, wanita, pangkat dan kedudukan, sehingga hati mereka menjadi beku, mata mereka menjadi buta, tidak dapat lagi membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk.
Mereka tidak dapat lagi melihat cahaya ajaran Ilahi yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Para rasul itu telah membacakan kepada mereka ayat-ayat yang diturunkan Allah dan telah memperingatkan mereka bahwa di akhirat nanti akan ada hari pembalasan di mana orang-orang yang berbuat baik akan masuk surga dan orang-orang yang ingkar akan disiksa dalam neraka.
Di kala itulah mereka mengaku terus terang bahwa mereka dahulu (di dunia) memang ingkar dan kafir, mendustakan rasulrasul dan tidak percaya dengan adanya hari akhirat.


Mengenai rasulrasul yang diutus itu, apakah mereka terdiri dari manusia ataukah ada pula rasulrasul dari jin yang diutus kepada umatnya?
Jumhur ulama berpendapat bahwa rasulrasul itu semuanya terdiri dari manusia, tetapi bertugas untuk menyampaikan dakwah kepada jin dan manusia, tidak ada rasulrasul dari kalangan jin.
Alquran dan hadishadis sahih menunjukkan bahwa Nabi Muhammad juga diutus kepada jin seperti tersebut dalam ayat berikut:


وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ ﴿۲۹﴾ قَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ ﴿۳۰﴾

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata,
"Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!"
Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

Mereka berkata,
"Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Alquran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitabkitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus."
(al-Ahqaf [46]: 29-30)

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 130. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari kiamat, Allah berkata kepada mereka,
"Wahai sekumpulan jin dan manusia, rasulrasul telah datang kepada kalian memberi peringatan dengan berbagai bukti dan keterangan, membacakan ayat-ayat dan mengingatkan kalian tentang hari pertemuan dengan Allah ini.
Mengapa kalian mendustai mereka?
Mereka menjawab,
"Kami mengaku atas kesalahan yang kami lakukan. "
Mereka telah tertipu oleh kenikmatan hidup duniawi.
Mereka mengaku bahwa mereka memang ingkar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang musyrik dari golongan jin dan manusia! Bukankah telah datang kepada kalian rasulrasul dari golongan kalian (zhahir ayat ini menunjukkan bahwa rasulrasul itu hanya berasal dari golongan manusia) menyampaikan ayat-ayat-Ku yang terang yang meliputi perintah dan larangan, penjelasan tentang hal-hal baik dan yang jahat, dan memperingatkan kalian akan siksa-Ku pada hari kiamat?
Orang-orang musyrik dari golongan jin dan manusia itu menjawab,
"Kami bersaksi atas diri kami, bahwa rasulrasul-Mu telah menyampaikan kepada kami ayat-ayat-Mu dan memperingatkan kami akan pertemuan hari ini (Kiamat), tetapi kami mendustakan mereka."
Kehidupan dunia telah memperdaya orang-orang musyrik itu dan mereka bersaksi atas diri mereka bahwa mereka dahulu ingkar terhadap keesaan Allah dan mendustakan para rasul-Nya alaihimussalam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasulrasul dari golongan kamu sendiri) kalangan kamu sendiri, artinya sebagian kamu yang percaya kepada manusia atau utusan-utusan jin yang sengaja Kami biarkan mereka mendengar ucapan-ucapan para rasul Kami kemudian mereka menyampaikannya kepada kaumnya


(yang menceritakan kepada kamu tentang ayat-ayat-Ku dan memperingatkan kamu tentang pertemuanmu dengan hari ini?
Mereka berkata,
"Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.") bahwa sesungguhnya kami telah menerimanya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


(Kehidupan dunia telah menipu mereka) sehingga mereka tidak mau beriman


(dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ayat ini pun termasuk kecaman Allah yang ditujukan kepada kaum yang kafir dari kalangan makhluk jin dan manusia di hari kiamat nanti, yaitu di saat Allah menanyai mereka —padahal Allah lebih mengeta­hui— bahwa bukankah telah datang kepada mereka rasulrasul yang menyampaikan risalah kepada mereka.
Istijham atau kata tanya di sini mengandung makna taqrir.

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepada kalian rasulrasul dari golongan kalian sendiri.

Minkum yakni dari kalangan kalian sendiri, karena memang para rasul itu hanyalah dari golongan manusia saja, tiada satu pun dari kalangan makhluk jin yang menjadi rasul.
Demikianlah menurut apa yang telah dinaskan oleh Mujahid dan Ibnu Juraij serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan para imam, baik yang Salaf maupun yang Khalaf.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa para rasul adalah dari kalangan Bani Adam, sedangkan dari kalangan jin sedikit sekali (jarang).

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ad-Dahhak ibnu Muzahim, ia menduga bahwa dari kalangan jin terdapat rasulrasul, dan pendapatnya itu berlandaskan pada dalil ayat ini.
Pendapat tersebut masih perlu dipertimbangkan, mengingat apa yang dikatakannya itu masih bersifat ihtimal (hipotesis) dan makna ayat tidak jelas menunjukkan pengertian itu.
Perihalnya—hanya Allah yang lebih mengetahui— sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman [55]: 19-21)
sampai firman-Nya:
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
(QS. Ar-Rahman [55]: 22)

Kita maklumi bahwa mutiara dan marjan hanyalah dihasilkan dari air yang asin (laut), bukan air yang manis (tawar), hal ini jelas dan gamblang.
Jawaban atau sanggahan ini diketengahkan oleh Ibnu Jarir sendiri.

Dalil yang menyatakan bahwa para rasul itu hanyalah dari kalangan manusia ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 163)
sampai dengan firman-Nya:
(Mereka Kami utus) selaku rasulrasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasulrasul itu.
(QS. An-Nisa’ [4]: 165)

Dan pada firman Allah subhanahu wa ta’ala, tentang Nabi Ibrahim, yaitu:

dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 27)

Disebutkan bahwa kenabian dan Al-Kitab hanya terbatas pada keturunan Ibrahimalaihis salam sesudah Ibrahimalaihis salam tiada.
Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa kenabian ada di kalangan makhluk jin sebelum Ibrahim Al-Khalil, lalu kenabian terputus dari mereka (jenis jin) dengan diutus-Nya Nabi Ibrahim.

Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman dalam ayat lainnya, yaitu:

Dan Kami tidak mengutus rasulrasul sebelummu.
melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.
(QS. Al-Furqaan [25]: 20)

Kami tidak mengutus sebelum kamu.
melainkan orang-orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk kota.
(QS. Yusuf [12]: 109)

Dimaklumi bahwa jin merupakan yang diikutkan kepada manusia dalam bab ini, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, ketika menceritakan perihal mereka:

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan{nya), lalu mereka berkata,
"Diamlah kalian (untuk mendengarkannya)."
Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
Mereka berkata,
"Hai kaum kami.
sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitabkitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada­Nya.
niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melepaskan kalian dari azab yang pedih.
Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak dapat melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah.
Mereka itu dalam kesesatan yang nyata
"(QS. Al-Ahqaaf [46]: 29-32)

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan lain-lainnya disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membacakan surat Ar-Rahman kepada mereka (kaum jin), yang antara lain terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepada kalian, hai manusia dan jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman [55]: 31-32)

Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman dalam surat berikut ini:

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepada kalian rasulrasul dari golongan kalian sendiri, yang menyampaikan kepada kalian ayat-ayat-Kudan memberi peringatan kepada kalian terhadap pertemuan dengan hari ini?
Mereka berkata,
"Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri."
(QS. Al-An’am [6]: 130)

Artinya, kami mengakui bahwa para rasul itu telah menyampaikan kepada kami risalah dari-Mu, mereka telah memberikan peringatan kepada kami terhadap pertemuan dengan-Mu dan bahwa hari ini merupakan hari yang pasti terjadi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :
:


…kehidupan dunia telah menipu mereka.

Yakni mereka telah menyia-nyiakan hidup mereka di dunia dan mereka menjadi binasa karena mendustakan rasulrasul serta tidak percaya kepada mukjizat-mukjizat karena kehidupan duniawi, kesenangan, dan perhiasannya telah memperdayakan mereka.

…dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri.

Yaitu di hari kiamat kelak.

…bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

Maksudnya, mereka kafir ketika di dunia, ingkar terhadap apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al An ‘aam (6) Ayat 130

DUNYAA
لدُّنْيَا

Lafaz dunyaa berasal dari lafaz ad dunuww kemudian al waw diganti dengan al yaa karena lafaz yang berwazan fu’laa, sekiranya memiliki al waw pada akhirannya, maka ia diganti dengan al yaa. Dinamakan dunyaa karena dekatnya dan kedatangan akhirat.
Ia juga bermakna lawan dari akhirat, nama bagi kehidupan ini karena akhirat jauh darinya, bumi dan segala yang terdapat di permukaannya, alam tempat kita diami, perihal bidang dan lapangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia adalah nama bagi apa yang ada di bawah bulan."

Lafaz dunyaa disebut sebanyak 115 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 85, 86, 114, 130, 200, 201, 204, 212, 217, 220;
Ali Imran (3), ayat 14, 22, 45, 56, 117, 145, 148, 152, 185;
An Nisaa(4), ayat 74, 77, 94, 109, 134 (dua kali);
-Al Maa’idah (5), ayat 33, 41;
-Al An’aam (6), ayat 29, 32, 70, 130;
-Al A’raaf (7), ayat 32, 51, 152, 156;
Al Anfaal (8), ayat 42, 67;
At Taubah (9), ayat 38 (dua kali), 55, 69, 74, 85;
Yunus (10), ayat 7, 23, 24, 64, 70, 88, 98;
Hud (11), ayat 15, 60;
Yusuf (12), ayat 101;
-Ar Ra’d (13), ayat 26 (dua kali), 34;
Ibrahim (14), ayat 3, 27;
An Nahl (16), ayat 30, 41, 107, 122;
Al Kahfi (18), ayat 28, 45, 46, 104;
-Tha Ha (20), ayat 72, 131;
Al Hajj (22), ayat 11, 15;
-Al Mu’minuun (23), ayat 33, 37;
An Nuur (24), ayat 14, 19, 23, 33;
Al Qashash (28), ayat 42, 60, 61, 77;
Al Ankabut (29), ayat 79, 25, 27; 64;
Ar Rum (30), ayat 7;
-Luqrnan (31), ayat 15, 33;
Al Ahzab (33), ayat 28, 57;
Faathir (35), ayat 5;
-Ash Shaffaat (37), ayat 6;
Az Zumar (39), ayat 10, 26;
-Al Mu’min (40), ayat 39, 43, 51;
Fushshilat (41), ayat 12, 16, 31;
Asy Syuura (42), ayat 20, 36;
Az-Zukhruf (43), ayat 32, 35;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 24, 35;
-Al Ahqaf (46), ayat 20;
Muhammad (47), ayat 36;
An Najm (53), ayat 29;
Al Hadid (57), ayat 20 (dua kali);
Al Hasyr (59), ayat 3;
Al Mulk (67), ayat 5;
-An Naazi’aat (79), ayat 38;
-Al A’laa (87), ayat 16.
Kebanyakan lafaz dunyaa digandengkan dengan akhirat dan juga kebanyakannya dihubungkan dengan al hayaah maknanya kehidupan dunia.
Apabila berhubungan dengan kehidupan dunia, Al Qur’an memberinya beberapa gelaran yaitu:

1. Dunia hanyalah mataa’al ghuurur artinya benda tipuan.
Maknanya kehidupan ini selalu menipu dan merayu manusia sehingga sering kali manusia lupa pada kehidupan yang sebenarnya.
Tipu daya hidup ini sering kali menipu manusia sehingga hatinya terpaut dan terikat dengan dunia.
Oleh karena itu, ayat ini menerangkan kehinaan dunia dan kefanaannya yang sebentar lagi musnah.

Qatadah berkata,
"Maknanya ialah benda (kenikmatan) yang akan ditinggalkan.
Oleh karena itu, ambillah ia dan taat kepada Allah semampu kamu’" Dalam hadits dikatakan, "Demi Allah! Kehidupan dunia berbanding akhirat adalah bagaikan salah seorang kamu menenggelamkan jari kedalam lautan, lalu lihatlah apa yang tertinggal di jari kamu (bila kamu mengangkatnya)."

2. Kenikmatan dan kebendaan yang qaliil yaitu sedikit.
Kenikmatan dan kebendaan yang banyak sekiranya ia fana dan hilang ia dinamakan sedikit, apatah lagi dengan sedikit yang lenyap lagi fana, atau apa yang dinikmati dari kelezatan dunia cepat hilang dan terbatas serta fana.

3. Kehidupan dunia hanyalah la’ib wa lahw yaitu tempat senda gurau dan bermain-main saja serta menjadi tempat mencari kesenangan bagi orang yang menyekutukan Allah.

Al Qurtubi berkata,
"Dunia adalah sesuatu yang dipermainkan olehnya dan dilalaikan dengannya yaitu apa yang diberikan Allah kepada orang kaya dari dunia, musnah dan lenyap seperti sebuah permainan yang tidak wujud dalamnya ketetapan dan hakikat."

Dengan penjelasan Al Qur’an pada hakikat dan kedudukan dunia, sekali lagi Al Quran menyamakan kebendaan dunia yang menipu, hilang dan fana seperti air hujan yang turun dari langit dan bersatu dengan bumi lalu keluar darinya tumbuh-tumbuhan yang lebat dan rimbun lalu ia menjadi kering, hancur dan bertebaran diterbangkan oleh angin ke kiri dan ke kanan.

Bagi yang membelanjakan harta benda demi mendapat kepentingan dunia, Al Quran juga mengumpamakannya seperti angin yang di dalamnya ada udara yang dingin yang kering pada musim dingin, tidak membawa kesuburan melainkan kemusnahan.
Bukan ajaran Ilahi yang dapat mereka kalahkan melainkan kebun dan tanaman mereka sendirilah yang akan punah dan musnah karena apabila tanaman itu menjadi kering, ia mudah terbakar karena zat air tidak ada lagi di dalamnya.

Lafaz ad dunyaa digandengkan dengan as samaa yaitu as sama ad dunyaa yang terdapat dalam surah:
-Ash Shaffaat (37), ayat 6;
Fushshilat (41), ayat 12;
Al Mulk (67), ayat 5.
Maksudnya ialah langit yang dekat dengan kamu.
Ia dihiasi dengan keindahan planet-planet dan bintang-bintang yang bercahaya dan berkilau, berguna untuk melempar dan memburu syaitan apabila ia hendak mencuri pendengaran, datang kilat yang menyambar sehingga membakarnya.
Maksudnya "meteor" melempar syaitan yang terlepas dari bintang itu karena pada hakikatnya adalah satu bulatan seperti bumi juga yang tetap pada halnya.

Sebagaimana fungsinya yang diterangkan dalam surah Al Mulk.
Qatadah berkata,
"Allah menciptakan bintang-bintang untuk tiga kegunaan, yaitu:
(1) Perhiasan langit;
(2) Pemanah syaitan;
(3) Memberi petunjuk dalam perjalanan.

Sekiranya ada orang lain yang ingin menambahkannya orang itu mengada adakan ilmu.
Maksudnya Muhammad bin Ka’ab menerangkan, "Demi Allah! tidak ada orang di bumi mempunyai bintang di langit namun sebenarnya mereka ingin bermain tilik-menilik lalu dihubungkannya dengan bintang di langit"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 232-234

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukumhukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukumhukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 130 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 130 - Gambar 2
Statistik QS. 6:130
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.8 (16 votes)
Tags:

6:130, 6 130, 6-130, Surah Al An 'aam 130, Tafsir surat AlAnaam 130, Quran Al Anaam 130, Al Anam 130, AlAnam 130, Al An'am 130, Surah Al Anam ayat 130

▪ Ayat ya masaroljinni wal insi alam yatikum
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 16 [QS. 88:16]

16. Dan di sana ada pula permadani-permadani yang terhampar, indah, dan berwarna-warni. Demikianlah ganjaran yang Allah berikan kepada mereka atas amal saleh mereka di dunia. Inilah bukti kemurahan da … 88:16, 88 16, 88-16, Surah Al Ghaasyiyah 16, Tafsir surat AlGhaasyiyah 16, Quran Al Gasiyah 16, Al Ghasyiyah 16, Al-Ghasyiyah 16, Surah Al Gasiyah ayat 16

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 3 [QS. 35:3]

3. Limpahan rahmat yang demikian besar harus menjadi pendorong bagi manusia untuk bersyukur. Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu. Bersyukurlah dengan menaati perintah-N … 35:3, 35 3, 35-3, Surah Faathir 3, Tafsir surat Faathir 3, Quran AlFathir 3, Al-Fathir 3, Fatir 3, Surah Al Fathir ayat 3

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Menghimpun Kumpulan Pedoman Petunjuk Bacaan Benar! Kurang tepat! Alquran adalah mukjizat

Kuis Agama Islam #31

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan … Dakwah Debat Pidato Tanya

Pendidikan Agama Islam #24

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … الرحمن العظيم البصير العدل الرحيم Benar! Kurang

Instagram