QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 13 [QS. 6:13]

وَ لَہٗ مَا سَکَنَ فِی الَّیۡلِ وَ النَّہَارِ ؕ وَ ہُوَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ
Walahu maa sakana fiillaili wannahaari wahuwassamii’ul ‘aliim(u);

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang.
Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
―QS. 6:13
Topik ▪ Sifat iblis dan pembantunya
6:13, 6 13, 6-13, Al An ‘aam 13, AlAnaam 13, Al Anaam 13, Al Anam 13, AlAnam 13, Al An’am 13

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyatakan bahwa alam dengan segala isinya menjadi milik-Nya dan juga segala yang terjadi di waktu malam dan di siang hari adalah kepunyaan Allah subhanahu wa ta’ala Bagaimanapun kecilnya sesuatu benda yang menempati sudut manapun dalam ruang alam semesta ini, baik di waktu mana dia mulai menempati dan maupun di waktu mana dia meninggalkannya pastilah dia dalam kekuasaan Ilahi.
Demikian pula tak mungkin dia bergerak dan dia di segala bidang dan waktu tanpa kodrat dan iradat Allah, sebab dia milik-Nya.
Penguasaan atasnya mutlak pada Allah subhanahu wa ta’ala

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan pula bahwa Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Jarak jangkauan pendengaran-Nya sangatlah jauh dan luas, meliputi ruang lingkup alam ini.
Walaupun bunyi langkah seekor semut di atas batu yang licin di malam gelap gulita, pasti tak akan luput dari pendengaran dan pengetahuan-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Milik Allahlah segala sesuatu yang ada dalam ruang dan waktu.
Dia yang Maha Mendengar segala sesuatu yang mungkin didengar dan Maha Mengetahui segala yang mungkin diketahui.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kepunyaan Allahlah) Maha Luhur Allah (segala yang ada) yang berada (di malam hari dan di siang hari) artinya Dialah Tuhan segala sesuatu, Penciptanya dan Pemiliknya (Dan Dia Maha Mendengar) terhadap apa yang dikatakan (lagi Maha Mengetahui) atas apa yang diperbuat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah, baik yang diam maupun yang bergerak, samar atau jelas, semuanya adalah hamba-hamba-Nya dan ciptaan-Nya, di bawah kekuasaan-Nya, tindakan dan pengaturan-Nya.
Allah Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui rahasia dan amal perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada pada malam dan siang hari.

Dengan kata lain, semua makhluk hidup yang ada di langit dan di bumi adalah hamba-hamba Allah dan makhluk-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan, pengaturan, dan pengendalian-Nya, tidak ada Tuhan selain Dia.

Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yakni Maha Mendengar semua ucapan hamba-hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui semua gerakan, semua yang terpendam di dalam kalbu mereka, dan semua yang mereka rahasiakan.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman kepada hamba dan Rasul-Nya —yaitu Nabi Muhammad ﷺ—yang diutusnya dengan membawa ajaran tauhid yang agung dan syariat yang lurus.
Allah memerintahkannya untuk menyeru manusia ke jalan Allah yang lurus.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.7
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-13







Pembahasan ▪ walah masakana

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta