Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 124


وَ اِذَا جَآءَتۡہُمۡ اٰیَۃٌ قَالُوۡا لَنۡ نُّؤۡمِنَ حَتّٰی نُؤۡتٰی مِثۡلَ مَاۤ اُوۡتِیَ رُسُلُ اللّٰہِ ؕۘؔ اَللّٰہُ اَعۡلَمُ حَیۡثُ یَجۡعَلُ رِسَالَتَہٗ ؕ سَیُصِیۡبُ الَّذِیۡنَ اَجۡرَمُوۡا صَغَارٌ عِنۡدَ اللّٰہِ وَ عَذَابٌ شَدِیۡدٌۢ بِمَا کَانُوۡا یَمۡکُرُوۡنَ
Wa-idzaa jaa-athum aayatun qaaluuu lan nu’mina hatta nu’ta mitsla maa uutiya rusulullahillahu a’lamu haitsu yaj’alu risaalatahu sayushiibul-ladziina ajramuu shaghaarun ‘indallahi wa’adzaabun syadiidun bimaa kaanuu yamkuruun(a);

Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata:
“Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”.
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
―QS. 6:124
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Allah menggerakkan hati manusia
6:124, 6 124, 6-124, Al An ‘aam 124, AlAnaam 124, Al Anaam 124, Al Anam 124, AlAnam 124, Al An’am 124
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An 'aam (6) : 124. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini diturunkan karena ada seorang pembesar Mekah bernama Al Walid Ibnul Mugirah yang berkata sebagai berikut: "Demi Allah seandainya kenabian Muhammad itu benar, tentulah aku lebih berhak untuk diangkat sebagai Nabi, dari pada Muhammad, sebab aku lebih banyak mempunyai harta benda dan keturunan".

Apabila datang ayat yang jelas dari pada Alquran yang berisi tentang kebenaran Muhammad ﷺ, berisi pengetahuan dan petunjuk yang dibawa oleh beliau dari Tuhannya, mereka berkata: Kami tidak mau percaya kepada Muhammad, kecuali bila dia membawa mukjizat seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Musa atau tongkatnya yang dapat membelah lautan, atau seperti mukjizat Nabi `Isa yang dapat menyembuhkan penyakit sopak dan menghidupkan orang mati.

Tuntutan mereka itu disebutkan pula dalam firman Allah:

Berkata orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya dengan Kami: Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?"
Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kelaliman.

(Q.S Al Furqan: 21)

Pada garis besarnya mereka itu tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ kecuali jika dia menerima wahyu seperti Rasul-rasul yang lain.
Allah membantah tuntutan-tuntutan mereka itu dan menyatakan bahwa hanya Allahlah yang lebih mengetahui kepada siapa Dia menempatkan tugas kerasulan.
Tuntutan mereka seperti itu dijelaskan pula oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman Nya:

Dan mereka berkata: "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?
Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.

(Q.S Az Zukhruf: 31-32)

Tuntutan seperti itu dikemukakan oleh mereka dalam kehidupan dunia kepada Nabi Muhammad ﷺ karena terdorong oleh kedengkian dan kesombongan dan dimaksudkan untuk mencemoohkan beliau.
Hal itu dijelaskan dalam firman Allah:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok (mereka mengatakan): "Apakah ini orang-orang yang mencela tuhan-tuhanmu, padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar untuk mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
(Q.S Al Anbiya':36)

Pembesar pembesar Quraisy yang menghina Nabi Muhammad ﷺ itu, dalam hati kecilnya mereka mengakui kemuliaan keturunannya dan kebaikan akhlaknya, sehingga mereka di zaman jahiliah memberikan julukan kepada beliau dengan Al Amin (orang yang terpercaya).

Mereka itu mengakui dengan terus terang kejujuran Nabi Muhammad ﷺ dan keutamaannya untuk dijadikan utusan Allah tidak lain yang menghalang-halangi mereka dan keimanan itu hanyalah karena kedengkian, kesombongan, dan taklid buta saja.
Pangkat kerasulan itu adalah semata-mata karunia Allah subhanahu wa ta'ala yang dianugerahkan Nya kepada siapa yang dikehendaki Nya.
Pangkat kenabian tidak mungkin dicapai dengan jalan usaha atau dengan meningkatkan taraf pendidikan dan tidak pula mungkin dicapai nasab atau keturunan, dan hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang dipilih Nya.
Kemudian Allah mengancam pembesar-pembesar yang sombong itu bahwa mereka akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang pedih karena perbuatan mereka yang jahat dan tipu muslihat mereka terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, sebagaimana dinyatakan dalam firman.

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia.
Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar, seandainya mereka mengetahui.

(Q.S Az Zumar: 26)

Azab dari Allah ditimpakan kepada umat-umat yang durhaka itu, disebabkan dosa-dosa dan pelanggaran mereka.
Sayang sekali, bahwa azab itu dipandang oleh sebagian manusia hanya sebagai bencana alam dan tidak menimbulkan kesadaran dalam hati mereka.
Pembesar-pembesar yang durhaka itu kemudian ada di antara mereka yang mati terbunuh pada waktu perang Badar dan ada pula yang mengalami nasib hina dina.

Al An 'aam (6) ayat 124 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 124 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 124 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para pembesar pelaku kejahatan itu merasa iri terhadap orang lain yang diberikan ilmu, kenabian dan petunjuk oleh Allah.
Maka ketika datang bukti yang kuat kepada mereka, mereka tidak mau tunduk.
Mereka malah berkata, "Kami tidak akan percaya kepada kebenaran itu sebelum Allah menurunkan wahyu kepada kami seperti halnya kepada Rasul." Allah sajalah yang memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk membawa pesan-pesan-Nya.
Orang-orang yang membangkang, kalau menginginkan kepemimpinan dengan sikap angkuh itu, akan mendapatkan kehinaan dan kerendahan di dunia.
Dan di akhirat mereka akan merasakan siksa yang kejam akibat siasat makar yang buruk itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila datang kepada mereka) kepada penduduk Mekah (satu ayat) yang membenarkan Nabi ﷺ (mereka berkata, "Kami tidak akan beriman) kepadanya (sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.") berupa risalah dan wahyu kepada kami sebab kami adalah yang terbanyak hartanya dan yang paling tua umurnya lalu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
(Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya) dengan dibaca jamak dan tunggal dan Lafal haitsu menjadi maf`ul bihi dari fi`il yang ditunjuk oleh Lafal a`lamu.
Artinya Allah mengetahui tempat yang layak untuk meletakkan risalah-Nya lalu Ia meletakkannya.
Sedangkan mereka itu bukanlah orang-orang yang pantas untuk mengemban tugas risalah ini (orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa) sebab perkataan mereka itu (suatu kehinaan) yakni menjadi rendah (di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka lalu membuat tipu daya) oleh tipu daya mereka sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila datang keterangan yang jelas kepada orang-orang Musyrik (Makkah) tentang kebenaran kenabian Muhammad , sebagian dari pemimpin mereka berkata :
Kami tidak akan membenarkan kenabiannya sampai Allah memperlihatkan kepada kami tanda kenabian dan mukjizat seperti yang pernah Allah berikan kepada para rasul terdahulu.
Allah membalas perkataan mereka dengan firman-Nya :
Allah lebih mengetahui di mana akan menurunkan risalah-Nya.
Artinya, Dia lebih mengetahui kepada siapa Dia akan mempercayakan risalah-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia.
Orang-orang sesat itu akan mendapatkan kehinaan dan bagi mereka siksa yang pedih di Neraka Jahanam karena tipu daya mereka terhadap agama Islam dan para pemeluknya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.

Maksudnya, apabila datang kepada mereka suatu ayat, bukti, dan hujan yang pasti, maka mereka mengatakan:

Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.

Yaitu sehingga datang kepada kami para malaikat dari Allah membawa risalah, sebagaimana para malaikat itu datang kepada rasul-rasul.
Makna ayat ini senada dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” (Al Furqaan:21)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan

Artinya, Dia lebih mengetahui peletakan risalah yang tepat dan orang yang layak mengembannya dari kalangan makhluk-Nya.
Perihalnya sama dengan makna yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan mereka berkata.”Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri ini.
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu.
(Az Zukhruf:31-32), hingga akhir ayat.

Mereka bermaksud bahwa mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang lelaki pembesar, dihormati, dan berpengaruh di mata mereka.
Yang dimaksud dengan istilah qaryataini atau dua negeri dalam ayat ini ialah Mekah dan Taif.
Demikian itu karena mereka —semoga Allah melaknat mereka— menghina Rasulullah ﷺ akibat rasa dengki dan permusuhan mereka kepadanya serta keingkaran dan kesombongan mereka terhadapnya.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya yang ditujukan kepada Nabi ﷺ, yaitu:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, niscaya mereka tidak lain hanyalah membuat kamu menjadi olok-olok.
(Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?"
Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
(Al Anbiyaa:36)

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?"
(Al Furqaan:41)

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
(Al An'am:10)

Sekalipun demikian, pada kenyataannya mereka mengakui keutamaan yang dimiliki oleh Rasulullah ﷺ, kedudukannya yang terhormat, dan nasabnya yang baik, juga kesucian ahli bait-nya.
serta tempat beliau dididik dan dibesarkan.
Semoga Allah melimpahkan salawat kepadanya, semoga pula para malaikat dan orang-orang yang mukmin membacakan salawat untuknya.
Sehingga mereka menjulukinya di kalangan sesama mereka—sebelum beliau ﷺ menerima wahyu—dengan sebutan yang terhormat, yaitu Al-Amin.

Kenyataan ini diakui oleh pemimpin orang-orang kafir (yaitu Abu Sufyan) ketika ditanya oleh Kaisar Heraklius, Raja Romawi, "Bagai­manakah nasabnya di kalangan kalian?"
Abu Sufyan menjawab, "Dia di kalangan kami adalah orang yang bernasab terhormat." Heraklius bertanya, "Apakah kalian pernah menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengatakan apa yang dikatakannya itu?"
Abu Sufyan menjawab, 'Tidak pernah." Hadisnya cukup panjang, dan tersimpulkan darinya bahwa Kaisar Romawi berdasarkan berita tersebut mengakui kesucian sifat-sifat Nabi ﷺ yang menunjukkan kebenaran dari kenabiannya dan kebenaran dari apa yang disampaikannya.

Imam Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mus'ab, telah menceritakan kepada kami Al-Auza'i, dari Syaddad Abu Ammar, dari Wasilah ibnul Asqa' r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah telah memilih dari kalangan anak Ibrahim yaitu Nabi Ismail, dan Dia telah memilih dari keturunan Ismail Bani Kinanah, dan memilih dari Bani Kinanah Kabilah Quraisy, dan memilih dari Kabilah Quraisy Bani Hasyim, dan Dia memilihku dari kalangan Bani Hasyim.

Imam Muslim mengetengahkan secara munfarid melalui hadis Al-Auza'i, yaitu Abdur Rahman ibnu Amr (imam penduduk Syam) dengan lafaz yang semisal.

Di dalam Sahih Bukhari disebutkan melalui Abu Hurairah r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku dibangkitkan melalui generasi-generasi yang terbaik dari keturunan Bani Adam, satu generasi demi satu generasi, sehingga aku dibangkitkan melalui generasi yang aku berada di dalamnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, dari Sufyan, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Abdullah ibnul Haris ibnu Naufal, dari Al-Muttalib ibnu Abu Wada'ah yang mengatakan bahwa Al-Abbas telah menceritakan bahwa pernah sampai kepada Rasulullah ﷺ sebagian dari apa yang dikatakan oleh orang-orang mengenai dirinya.
Maka Rasulullah ﷺ naik ke atas mimbar dan bersabda (kepada mereka), "Siapakah aku ini?"
Mereka menjawab, "Engkau adalah utusan Allah." "Nabi ﷺ bersabda: Aku adalah Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Muttalib, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-(Nya) dan menjadikan diriku di dalam sebaik-baik makhluk-Nya.
Dan Allah menjadikan mereka dua golongan, maka Dia menjadikan diriku di dalam golongan yang terbaik.
Dia menciptakan kabilah-kabilah, maka Dia menjadikan diriku di dalam kabilah yang terbaik Dan Dia menjadikan mereka terbagi-bagi dalam banyak ahli bait, maka Dia menjadikan diriku di dalam sebaik-baik ahli bait mereka.
Maka saya memiliki ahli bait dan diri yang paling baik di antara kalian.

Masih dalam seputar hadis ini, diriwayatkan dari Siti Aisyah r.a., ia telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Jibril pernah berkata kepadaku, "Saya pernah mengelilingi bumi ini arah timur dan arah baratnya, maka saya tidak menjumpai seorang lelaki pun yang lebih utama daripada Muhammad.
Dan saya pernah mengelilingi bumi ini arah timur dan arah baratnya, maka saya tidak menjumpai suatu puakpun dari suatu kabilah yang lebih utama daripada Bani Hasyim.

Hadis riwayat Imam Hakim dan Imam Baihaqi.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Asim, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah pernah memandang kepada semua kalbu hamba-hamba-Nya.
Dia menjumpai kalbu Muhammad ﷺ adalah sebaik-baik kalbu hamba-hamba-Nya.
Karena itu, Dia memilihnya sebagai kekasih-Nya dan mengutusnya sebagai Rasul-Nya.
Kemudian Allah memandang kepada semua kalbu hamba-hamba-Nya sesudah kalbu Muhammad ﷺ Maka Dia menjumpai kalbu sahabat-sahabatnya adalah sebaik-baik kalbu hamba-hamba-Nya, lalu Dia menjadikan mereka sebagai pembantu-pembantu Nabi-Nya, mereka berperang membela agama-Nya.
Karena itu, apa yang dipandang oleh orang-orang muslim baik, maka hal itu baik pula menurut Allah, dan apa yang dipandang buruk oleh orang-orang muslim, maka hal itu buruk pula menurut Allah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuja' ibnul Walid, bahwa Qabus ibnu Abu Zabyan telah menceritakan dari ayahnya, dari Salman yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya: "Hai Salman, janganlah engkau membenciku, karena akibatnya engkau akan meninggalkan agamamu.” Saya (Salman) bertanya, "Wahai Rasulullah, mana mungkin saya benci kepadamu, padahal dengan melaluimulah Allah memberi kami petunjuk?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Bila engkau membenci Arab, berarti engkau membenciku."

Ibnu Abu Hatim menuturkan sehubungan dengan tafsir ayat ini suatu riwayat dari Muhammad ibnu Mansur Al-Jawaz, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Husain yang menceritakan bahwa seorang lelaki melihat Ibnu Abbas yang sedang masuk ke dalam masjid melalui pintu besarnya.
Ketika Ibnu Abbas memandang kepada lelaki itu, maka lelaki itu takut kepadanya, dan bertanya, "Siapakah orang ini?"
Mereka (yang hadir) menjawab, "Ibnu Abbas, anak paman Rasulullah ﷺ" Lalu lelaki itu membacakan firman-Nya: Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
(Al An'am:124)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras.
.
hingga akhir ayat.

Makna ayat ini mengandung ancaman yang keras dari Allah dan peringatan yang kuat, ditujukan kepada orang-orang yang sombong, tidak mau mengikuti rasul-rasul-Nya dan tidak mau taat kepada para rasul dalam semua apa yang didatangkan oleh para rasul kepada mereka.
Maka orang-orang tersebut kelak di hari kiamat pasti akan tertimpa kehinaan di hadapan Allah selama-lamanya, sebagai pembalasan terhadap perbuatan sombong mereka ketika di dunia.
Perbuatan mereka yang demikian itu menjerumuskan diri mereka ke dalam kehinaan di hari kiamat kelak.
Makna ayat ini senada dengan apa yang disebutkan dalam firman lainnya, yaitu:

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.
(Al-Mu’min: 60)

dalam keadaan kecil, hina dina.
dan terlecehkan.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.

Mengingat tipu muslihat itu kebanyakan hanya dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi (yakni dengan cara yang halus dalam melancarkan tipu daya dan tidak kelihatan), maka para pelakunya akan mendapat siksa yang keras dari Allah di hari kiamat kelak sebagai pembalasan yang setimpal:

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.
(Al Kahfi:49)

Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(At-Tariq: 9)

Yakni segala sesuatu yang rahasia, yang tersembunyi, dan yang ada di dalam hati ditampakkan.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan oleh sebuah hadis dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Ditegakkan bagi setiap perbuatan khianat sebuah panji di medan terbuka kelak di hari kiamat, lalu dikatakan bahwa panji ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.

Hikmah yang terkandung di dalam hadis ini ialah bahwa mengingat perbuatan tipu muslihat (pengkhianatan) itu tersembunyi, tidak ada seorang manusia pun yang melihatnya, maka di hari kiamat kelak akan menjadi panji yang berkibar menandakan pelakunya.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An'aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata "An'aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya' qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur'an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 124 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 124



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (10 votes)
Sending







✔ ayat penyembuh hewan ternak