Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 12


قُلۡ لِّمَنۡ مَّا فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ قُلۡ لِّلّٰہِ ؕ کَتَبَ عَلٰی نَفۡسِہِ الرَّحۡمَۃَ ؕ لَیَجۡمَعَنَّکُمۡ اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ لَا رَیۡبَ فِیۡہِ ؕ اَلَّذِیۡنَ خَسِرُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ فَہُمۡ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ
Qul liman maa fiis-samaawaati wal ardhi qul lillahi kataba ‘ala nafsihirrahmata layajma’annakum ila yaumil qiyaamati laa raiba fiihil-ladziina khasiruu anfusahum fahum laa yu’minuun(a);

Katakanlah:
“Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”.
Katakanlah:
“Kepunyaan Allah”.
Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.
Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya.
Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
―QS. 6:12
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
6:12, 6 12, 6-12, Al An ‘aam 12, AlAnaam 12, Al Anaam 12, Al Anam 12, AlAnam 12, Al An’am 12
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Rasul-Nya, agar menanyakan kepada kaumnya yang ingkar itu, “Kepunyaan siapakah segala yang ada di langit dan di bumi ini?”
Pertanyaan ini untuk mematahkan dasar pikiran syirik, karena bangsa Arab Jahiliah itu sebenarnya telah mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi ini ialah “Allah”

Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ.
untuk menjawab sendiri pertanyaan itu dengan jawaban, “Kepunyaan Allah”.
Kaum musyrikin tentulah akan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang serupa.
Tidak ada jawaban lain bagi mereka.
Mereka tidak akan memungkirinya dan mengelakkannya.
Karena itu mereka tidak boleh menyandarkan sesuatu dari alam ini kepada orang lain selain kepada Allah.
Hanyalah Allah sendiri Raja dan Pemilik alam raya ini dengan segala isinya.

Allah subhanahu wa ta’ala yang diakui ada-Nya oleh orang musyrikin Yang menciptakan langit dan bumi dan Yang memiliki keduanya itu telah menyatakan tentang diri-Nya melalui Rasul-Nya bahwasanya sifat kasih sayang merupakan keharusan dari zat-Nya dan sifat kasih itu meliputi keseluruhan makhluk-Nya.
Dia Maha Penyayang kepada seluruh hamba-hamba-Nya dengan melimpahkan bermacam-macam nikmat lahir dan batin kepada mereka.
Jika mereka berbuat dosa, Dia tidak segera menjatuhkan azab kepada mereka, sebaliknya mereka diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan Allah.
Perbuatan dosa yang mereka lakukan sehingga mengakibatkan murka Allah, bukanlah sebabnya dari Allah tetapi adalah merupakan akibat kesalahan manusia itu sendiri.
Bukankah karena kasih sayang Allah, manusia itu diciptakan di atas dasar fitrah kejadian yang sempurna?
Kemudian mereka diberi petunjuk untuk mengenali dan mengesakan-Nya dengan jalan menunjukkan bukti-bukti yang ada pada manusia dan pada alam semesta ini, karena rahmat Allah diutus-Nya Rasul-rasul kepada mereka dengan membawa Kitab-kitab yang penuh dengan ajaran-ajaran yang menuju kepada rida-Nya dan ajaran yang mencegah mereka dari murka-Nya.
Akan tetapi kemudian manusia itulah yang menodai ajaran yang baik itu dengan kejahatan-kejahatan.
Mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan menghina para Rasul.
Allah berfirman:

Tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Q.S Az Zukhruf: 76)

Karena rahmat Tuhan itu pulalah orang musyrikin Mekah tidak dibinasakan seperti umat-umat di masa yang silam.

Rasulullah ﷺ bersabda.

Tatkala Allah selesai menciptakan makhluk ini, Allah menulis di dalam kitab-Nya (Lohmahfuz) yang ada di sisi-Nya di atas Arasy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku”
(HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dengan kasih sayang Allah itu pula, pasti Dia akan menghimpunkan manusia itu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya.
Keadilan akan ditegakkan hari itu.
Manusia dikumpulkan pada hari itu, tak seorangpun yang akan dialpakan.
Adalah menjadi rahmat yang besar bagi hidup dan kehidupan manusia, bilamana dia yakin dan sadar akan kejadian hari berkumpul itu.
Kesadaran ini menjadi pendorong baginya untuk membersihkan jiwanya dan meluhurkan budinya.
Ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan duniawi, tentulah akan diperhitungkan oleh Allah dan diputuskan kembali dengan penuh keadilan pada hari kiamat itu.

Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan membiarkan saja pada pagi hari berkumpul itu orang yang merugikan dirinya yakni orang menodai fitrah kejadian dirinya yang bersih, merusak mentalnya yang sehat dan menghilangkan kesediaannya untuk menerima kerasulan Muhammad ﷺ.
dan tidak mau mendengarkan wahyu, mereka memilih jalan kekafiran, karena mereka tidak beriman kepada hari akhirat

Al An 'aam (6) ayat 12 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan juga, “Siapakah pemilik langit dan bumi beserta isinya?”
Bila mereka tidak menjawab, katakan, “Pemiliknya adalah Allah sendiri, tanpa sekutu.” Dia telah mewajibkan diri-Nya untuk menyayangi para hamba-Nya, tidak cepat-cepat menyiksa, dan menerima pertobatan mereka.
Sungguh, Dia akan mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tiada keraguan padanya.
Mereka yang menyia-nyiakan diri sendiri dan menjerumuskannya ke dalam siksaan, pada hari ini adalah mereka yang tidak mempercayai Allah dan hari perhitungan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?”
Katakanlah, “Kepunyaan Allah.”) jika mereka tidak mengatakannya dan tidak ada jawaban lain kecuali itu.
(Dia telah memastikan) telah menetapkan (atas diri-Nya kasih sayang) sebagai kemurahan dari-Nya.
Ungkapan ini mengandung seruan yang lembut untuk mengajak mereka agar beriman (Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat) untuk membalas kamu atas perbuatan-perbuatan kamu (tidak ada keraguan) kebimbangan (terhadapnya.
Orang-orang yang merugikan dirinya) karena mereka menjerumuskan dirinya ke dalam siksaan.
Alladziina adalah mubtada sedangkan khabarnya ialah (mereka itu tidak beriman).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin itu :
Milik siapa kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada padanya?
Katakanlah :
Ia milik Allah, sebagaimana kalian mengetahui dan mengakuinya, maka sembahlah Dia semata.
Allah menetapkan kasih sayang atas diri-Nya sehingga Dia tidak menyegerakan hamba-hamba-Nya dengan hukuman.
Allah pasti akan mengumpulkan kalian di Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya untuk menghadapi hisab dan balasan.
Orang-orang yang mempersekutukan Allah membinasakan diri mereka sendiri, mereka tidak mengesakan Allah, tidak mempercayai janji pahala dan ancaman-Nya dan tidak mengakui kenabian Muhammad

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan bahwa diri-Nyalah yang memiliki langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya, dan bahwa Dia telah menetapkan kasih sayang atas diri-Nya Yang Mahasuci.
Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui jalur Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah, setelah selesai menciptakan makhluk, maka Dia menulis di dalam kitab yang ada di sisi-Nya di atas ‘Arasy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kalian pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya.

Huruf lam yang terdapat pada lafaz layajma’annakum merupakan pendahuluan dari qasam (sumpah).
Allah bersumpah dengan menyebut nama diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menghimpun semua hamba-Nya di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
Yaitu hari kiamat yang tiada keraguan padanya, yakni yang keberadaannya tidak diragukan lagi di kalangan hamba-hamba-Nya yang mukmin.
Adapun hamba-hamba Allah yang ingkar dan mendustakannya, mereka tenggelam ke dalam keraguannya tentang kejadian hari tersebut.

Menurut yang ada pada Imam Turmuzi disebutkan seperti berikut:

Sesungguhnya setiap nabi itu mempunyai telaga, dan aku berharap telaga milikku adalah yang paling banyak didatangi mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Orang-orang yang merugikan dirinya.

Yakni kelak di hari kiamat.

Mereka itu tidak beriman.

Yakni mereka tidak percaya dengan adanya hari kembali dan mereka tidak takut akan adanya pembalasan yang keras di hari itu.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 12 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 12



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (10 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku