QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 116 [QS. 6:116]

وَ اِنۡ تُطِعۡ اَکۡثَرَ مَنۡ فِی الۡاَرۡضِ یُضِلُّوۡکَ عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ؕ اِنۡ یَّتَّبِعُوۡنَ اِلَّا الظَّنَّ وَ اِنۡ ہُمۡ اِلَّا یَخۡرُصُوۡنَ
Wa-in tuthi’ aktsara man fiil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillahi in yattabi’uuna ilaazh-zhanna wa-in hum ilaa yakhrushuun(a);

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
―QS. 6:116
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin kelompok minoritas ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
6:116, 6 116, 6-116, Al An ‘aam 116, AlAnaam 116, Al Anaam 116, Al Anam 116, AlAnam 116, Al An’am 116

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 116

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 116. Oleh Kementrian Agama RI

Jika kaum Muslimin menuruti kemauan kebanyakan orang yang bukan Islam yang berada di muka bumi, niscaya mereka menyesatkan kaum Muslimin dari jalan Allah, dengan tindakan-tindakan Allah yang telah diturunkan kepada Muhammad ﷺ.
Mereka pasti menyesatkan kaum Muslimin dari jalan yang benar.
Oleh karena itu Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan oleh Allah Taala sendiri.
Larangan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa kaum musyrikin itu hanya mengikuti sekadar sangkaan belaka dalam akidah perbuatan mereka.
Mereka hanya mengikuti ajakan-ajakan hawa nafsu dan mereka selalu berdusta terhadap Allah.
Tidak ada alasan bagi mereka yang mengucapkan kata-kata dusta terhadap Allah, misalnya pernyataan bahwa Allah mempunyai anak, atau menghalalkan memakan bangkai dan binatang yang diperuntukkan bagi berhala.

Sejarah telah membuktikan tentang timbulnya kesesatan dan sebagian besar penghuni dunia karena mengikuti hawa nafsu dan purbasangka.
Ahli Kitab telah meninggalkan petunjuk Nabi-nabinya dan tersesat jauh sekali dari kebenaran.
Demikian pula orang-orang penyembah berhala yang tindak tanduknya lebih jauh lagi dari petunjuk Nabi-nabi itu.
Nabi Muhammad ﷺ diberi tahu oleh Allah tentang keadaan umat-umat yang terdahulu itu dan ini membuktikan kebenaran beliau sebagai Rasul.
Karena mengetahui keadaan umat-umat terdahulu, padahal beliau belum pernah mempelajari sejarah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau Allah adalah hakim yang Mahaadil, dan Al Quran yang diturunkan-Nya menjadi rujukan dalam mencari kebenaran, maka janganlah kamu dan pengikut-pengikutmu mengikuti orang yang perkataannya bertentangan dengan kebenaran, walaupun jumlah mereka banyak.
Sebab, kalau kamu mengikuti kebanyakan orang yang tidak bersandar pada syariat samawi yang diturunkan, mereka pasti akan menjauhkan kamu dari jalan kebenaran yang lurus, jalan Allah.
Sesungguhnya mereka hanya berjalan di balik praduga dan ilusi belaka.
Mereka hanya mengatakan praduga yang tidak berdasar pada bukti.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi) yakni orang-orang kafir (niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah) yaitu agama-Nya (sama sekali) (mereka tidak akan mau mengikuti kecuali hanya pada prasangka belaka) dalam perdebatan mereka denganmu tentang masalah bangkai, yaitu di kala mereka berkata, “Apa yang telah dibunuh oleh Allah lebih berhak untuk kamu makan daripada apa yang kamu bunuh sendiri.” (dan sama sekali) tidak lain (mereka hanyalah berdusta) di dalam hal tersebut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kalau sekiranya terjadi wahai Rasul, engkau menuruti kebanyakan penghununi bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari agama Allah.
Mereka tidak berjalan, kecuali mengikuti apa yang mereka sangka benar dengan bertaklid (meniru) kepada para pendahulu mereka.
Mereka hanya mengira-ngira dan berdusta belaka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan perihal kebanyakan penduduk bumi dari kalangan Bani Adam, bahwa mereka dalam keadaan sesat.
Seperti yang disebut dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu.
(Ash Shaaffat:71)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala.
yang mengatakan:

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.
(Yusuf:103)

Mereka dalam kesesatannya itu tidak merasa yakin akan perihal mereka sendiri, melainkan mereka berada dalam dugaan yang dusta dan perkiraan yang batil.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh firman-Nya:

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

Makna lafaz al-khars ialah al-hazr.
artinya mandul.
Dikatakan kharasan nakhlu yang artinya pohon kurma itu tidak berbuah, semuanya itu terjadi karena takdir dan kehendak Allah semata.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 116 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 116 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 116 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:116
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs ke6 ayat116 ▪ surah al-anam ayat 116 ▪ surat 6:116

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta