Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al An 'aam

Al An ‘aam (Hewan Ternak) surah 6 ayat 109


وَ اَقۡسَمُوۡا بِاللّٰہِ جَہۡدَ اَیۡمَانِہِمۡ لَئِنۡ جَآءَتۡہُمۡ اٰیَۃٌ لَّیُؤۡمِنُنَّ بِہَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا الۡاٰیٰتُ عِنۡدَ اللّٰہِ وَ مَا یُشۡعِرُکُمۡ ۙ اَنَّہَاۤ اِذَا جَآءَتۡ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ
Wa-aqsamuu billahi jahda aimaanihim la-in jaa-athum aayatun layu’minunna bihaa qul innamaaaayaatu ‘indallahi wamaa yusy’irukum annahaa idzaa jaa-at laa yu’minuun(a);

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya.
Katakanlah:
“Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah”.
Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.
―QS. 6:109
Topik ▪ Keingkaran dan sifat keras kepala bangsa Yahudi
6:109, 6 109, 6-109, Al An ‘aam 109, AlAnaam 109, Al Anaam 109, Al Anam 109, AlAnam 109, Al An’am 109
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa orang-orang musyrik bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan bahwa seandainya Nabi ﷺ.
dapat mendatangkan mukjizat seperti yang mereka harapkan, niscaya mereka akan percaya bahwa ayat-ayat yang diterima Nabi ﷺ itu benar-benar datang dari Allah dan mereka akan mengakui bahwa Muhammad ﷺ.
adalah utusan Allah.
Hal ini menunjukkan bahwa keingkaran mereka kepada ayat-ayat Allah telah memuncak.
Mereka sebenarnya tidak sanggup memahami bukti-bukti kebenaran yang terkandung dalam ayat-ayat yang diterima oleh Nabi ﷺ.
kemudian mereka mengusulkan agar diturunkan tanda-tanda kebenaran yang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka hanyalah mencari-cari persoalan untuk menjatuhkan pribadi Nabi ﷺ.
dengan jalan meminta turunnya mukjizat, padahal mukjizat-mukjizat itu diberikan berdasarkan izin Allah dan-kebijaksanaan-Nya, tidak tergantung pada kehendak serta kemauan seseorang.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi ﷺ.
bahwa sesungguhnya ayat-ayat itu datang dari Allah subhanahu wa ta’ala semata, jadi kekuasaan menurunkan wahyu itu tidak di tangan Muhammad ﷺ.
melainkan di tangan Allah yang diberikan menurut kehendak Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat atau mukjizat melainkan dengan seizin Allah.
(Q.S Ar Ra’d: 38)

Sesudah itu Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin yang mengharapkan datangnya mukjizat kepada Nabi ﷺ.
untuk memenuhi permintaan orang-orang kafir itu bahwa meskipun diturunkan mukjizat sesuai dengan permintaan mereka, merekapun takkan beriman.
Oleh sebab itu orang Islam tidak perlu menghiraukan tuntutan mereka itu.

Al An 'aam (6) ayat 109 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al An 'aam (6) ayat 109 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al An 'aam (6) ayat 109 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik bersumpah dengan sumpah sangat teguh, bahwa jika datang kepada mereka bukti yang berbentuk materi, seperti yang mereka minta, mereka pasti akan beriman karena bukti itu.
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Sesungguhnya tanda-tanda itu datang dari Allah.
Hanya Dialah yang mampu melakukan itu.
Aku tidak memiliki peran atau kemampuan apa-apa.” Kalian, wahai orang-orang Mukmin, tidak mengerti apa yang telah aku ketahui bahwa jika bukti-bukti itu datang, mereka tidak akan beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka bersumpah) orang-orang kafir penduduk Mekah (dengan nama Allah dengan segala kesungguhan) dengan segala kesungguhan yang ada pada mereka dalam hal bersumpah (bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat) sesuai dengan apa yang mereka minta (pastilah mereka beriman kepada mukjizat tersebut.
Katakanlah) kepada mereka (“Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.”) Dialah yang akan menurunkan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya karena sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan (dan apakah yang memberitahukan kepadamu) yang membuat kamu tentang keimanan mereka apabila mukjizat-mukjizat itu didatangkan, artinya kamu tidak akan mengetahui hal itu (bahwa apabila mukjizat itu datang mereka tidak akan beriman) berkat pengetahuan-Ku yang telah waspada sebelumnya.
Dan menurut suatu qiraat memakai ta yakni tu`minuuna yang berarti khithab ayat ditujukan kepada orang-orang kafir.
Menurut qiraat lainnya dibaca annahaa yang maknanya sinonim dengan Lafal la`alla atau menjadi ma’mul dari `amil sebelumnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin itu bersumpah dengan sumpah-sumpah yang ditegaskan, bila Muhammad datang kepada kami dengan membawa satu alamat yang luar biasa, niscaya kami akan membenarkan apa yang dia bawa.
Katakan wahai Rasul :
Kehadiran mukjizat yang luar biasa hanya dari sisi Allah, Dia-lah yang berkuasa untuk menghadirkannya bila Dia berkenan.
Tahukah kalian wahai kaum yang beriman, bisa jadi bila mukjizat-mukjizat itu datang maka orang-orang musyrikin tersebut tetap tidak membenarkannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perihal orang-orang musyrik.
Mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan segala kesungguhan, yakni dengan sumpah yang kuat:

…bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat.

Yang dimaksud dengan ayatun dalam ayat ini ialah mukjizat dan hal yang bertentangan dengan hukum alam.

…mereka benar-benar akan beriman kepadanya.

Yakni mereka benar-benar akan percaya kepadanya.

Katakanlah, “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah”

Maksudnya: Katakanlah, hai Muhammad, kepada mereka yang meminta kepadamu agar diturunkan mukjizat-mukjizat kepadamu dengan permintaan yang bernadakan kekufuran, keingkaran, dan tantangan, bukan meminta karena ingin mendapat hidayah dan petunjuk, bahwa sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanyalah bergantung kepada Allah.
Jika Dia menghendakinya, niscaya Dia akan memperlihatkannya kepada kalian, dan jika Dia menghendaki selainnya, Dia tidak akan menurunkannya dan membiarkan kalian.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar, dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi yang menceritakan bahwa orang-orang Quraisy pernah berbicara kepada Rasulullah ﷺ Mereka mengatakan, “Hai Muhammad, engkau telah ceritakan kepada kami bahwa Musa mempunyai tongkat yang dapat ia pukulkan ke batu, lalu memancarlah dari batu itu mata air sebanyak dua belas mata air.
Dan engkau telah ceritakan kepada kami bahwa Isa dapat menghidupkan orang-orang mati.
Dan engkau telah bercerita kepada kami bahwa Samud mempunyai unta (maksudnya unta Nabi Saleh), maka datangkanlah kepada kami sebagian dari mukjizat-mukjizat itu olehmu agar kami dapat percaya kepadamu.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Hal apakah yang kalian inginkan agar aku datangkan kepada kalian?”
Mereka menjawab, “Engkau jadikan buat kami Bukit Safa ini menjadi emas.” Nabi ﷺ bersabda, “Jika aku dapat melakukannya, apakah kalian mau percaya (beriman) kepadaku?”
Mereka menjawab, “Ya, demi Allah, jika engkau benar-benar dapat melakukannya, kami semua sungguh akan beriman kepadamu.” Maka Rasulullah ﷺ berdiri, lalu berdoa.
Dan Malaikat Jibril ‘alaihis salam datang kepadanya, lalu berkata, “Pilihlah sesukamu, jika kamu menginginkan Bukit Safa menjadi emas, maka pada pagi harinya Bu­kit Safa akan menjadi emas.
Tetapi bila suatu mukjizat diturunkan, lalu mereka tidak mempercayainya, maka sungguh Allah akan mengazab mereka.
Jika kamu menginginkan membiarkan mereka, maka biarkanlah permintaan mereka (jangan kamu kabulkan) untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang dari kalangan mereka yang mau bertobat.” Maka Rasulullah ﷺ menjawab, “Tidak, saya menginginkan agar orang-orang yang sadar dari kalangan mereka mau bertobat.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala.
menurunkan firman-Nya: Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan (Al An’am:109) sampai dengan firman-Nya: tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Al An’am:111).

Hadis ini berpredikat mursal, tetapi mempunyai banyak syahid yang menguatkannya, diriwayatkan melalui berbagai jalur.

Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
(Al Israa’:59), hingga akhir ayat.

Firman Allah :

Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.

Menurut suatu pendapat, orang-orang yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah kaum musyrik.
Demikianlah menurut Mujahid.
Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa apakah yang memberitahukan kepada kalian akan kebenaran dari sumpah-sumpah yang kalian ucapkan itu.

Berdasarkan pengertian ini.
berarti firman-Nya: bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman.

dibaca innaha karena dianggap sebagai jumlah istinaf (kalimat permulaan) yang menegaskan tentang ketiadaan iman mereka di saat mukjizat-mukjizat yang mereka minta didatangkan kepada mereka.

Sebagian ulama lain membacanya: bahwa apabila mukjizat datang, kalian tidak akan beriman.
(Al An’am:109) Yakni dengan bacaan tu-minuna yang artinya ditujukan kepada lawan bicara.

Menurut pendapat lain, mukhatab (lawan bicara) yang dimaksudkan oleh firman-Nya: Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian.
(Al An’am:109) Mereka adalah orang-orang mukmin.

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, “Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian, hai orang-orang mukmin?”
Berdasarkan qiraat ini, berarti firman-Nya, “Innaha?
boleh dibaca kasrah seperti bacaan pertama, boleh pula dibaca annaha karena dianggap sebagai ma’mul dari lafaz yusy’irukum.
Dengan demikian, berarti huruf la yang ada dalam firman-Nya: bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman.
(Al An’am:109) berkedudukan menjadi silah,

perihalnya sama dengan firman-Nya:

Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?
(Al A’raf:12)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
(Al Anbiyaa:95)

Artinya, apakah yang mencegahmu untuk bersujud kepada Adam ketika Aku perintahkan kamu melakukannya?
Dan sungguh tidak mungkin atas penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali kepada Kami.

Berdasarkan pengertian ini, berarti makna ayat yang sedang dibahas ialah: Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian, hai orang-orang mukmin, perihal orang-orang yang kalian harapkan hal itu bagi mereka karena terdorong oleh keinginan kalian agar mereka beriman, bahwa apabila mukjizat-mukjizat itu datang, mereka mau beriman?

Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz annaha bermakna la alla yang artinya ‘mudah-mudahan’.
Ibnu Jarir mengatakan, mereka menyebutkan bahwa memang demikianlah maknanya menurut qiraat Ubay ibnu Ka’b.
Menurut Ibnu Jarir, telah disebutkan dari perkataan orang Arab secara sima’i ( idiom ) kalimat berikut: “Pergilah ke pasar, mudah-mudahan engkau membelikan sesuatu (makanan) buat kami.” Lafaz innaka di sini bermakna la ‘allaka, yakni agar engkau membelikan buat kami sesuatu.

Ibnu Jarir mengatakan, menurut suatu pendapat ada yang mengatakan bahwa perkataan Addi Ibnu Zaid Al-Ibadi dalam bait syair berikut termasuk ke dalam bab ini, yaitu:

Hai orang yang mencela, apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa ajalku hanya sampai sesaat lagi dalam hari ini atau pada pagi hari keesokannya?

Ibnu Jarir memilih pendapat ini dan mengemukakan beberapa syawahid atau bukti yang memperkuat pendapatnya dari syair-syair orang-orang Arab.

Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.


Gambar Kutipan Surah Al An ‘aam Ayat 109 *beta

Surah Al An 'aam Ayat 109



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al An 'aam

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku