QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 107 [QS. 6:107]

وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَاۤ اَشۡرَکُوۡا ؕ وَ مَا جَعَلۡنٰکَ عَلَیۡہِمۡ حَفِیۡظًا ۚ وَ مَاۤ اَنۡتَ عَلَیۡہِمۡ بِوَکِیۡلٍ
Walau syaa-allahu maa asyrakuu wamaa ja’alnaaka ‘alaihim hafiizhan wamaa anta ‘alaihim biwakiilin;

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya).
Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka, dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.
―QS. 6:107
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Rezeki manusia dijamin Allah
6:107, 6 107, 6-107, Al An ‘aam 107, AlAnaam 107, Al Anaam 107, Al Anam 107, AlAnam 107, Al An’am 107

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 107

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 107. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberikan pernyataan bahwa andaikan Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak untuk menjadikan seluruh manusia beriman kepada-Nya niscaya tidak ada seorangpun yang musyrik.

Di dalam jiwa manusia terdapat bakat-bakat untuk menjadi mukmin dan kafir, taat dan fasik.
Dan manusia telah diberi hak memilih (ikhtiar) bakat-bakat yang ada pada manusia itu dapat berkembang sesuai dengan ilmu dan amal manusia itu sendiri, yang pada saat mati memilih perbuatan mana yang harus dilakukan, bertarunglah dua macam dorongan, dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan dorongan untuk melakukan perbuatan jelek.
Apabila manusia memilih perbuatan dengan mengikuti dorongan yang baik, niscaya mereka akan melihat cahaya kebenaran.
Akan tetapi bila mereka mengikuti dorongan-dorongan yang jelek, niscaya mereka tenggelam dalam kegelapan.
Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Nabi ﷺ.
tidak diberi kekuasaan untuk menjadi pemelihara mereka.
Nabi ﷺ.
hanyalah mengajak kepada kebaikan, maka apabila mereka tidak mau menerima ajakan itu, karena mengikuti dorongan yang jelek, tentulah ajakan itu tidak akan mereka terima, dan mereka tetap bergelimang dalam kebatilan.

Di akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menguatkan penjelasan-Nya bahwa Nabi ﷺ tidak diutus untuk mengurusi mereka, yakni dia tidak diberi kekuasaan untuk mengurusi keadaan mereka atau tidak diutus untuk mengubah kehendak mereka di dalam menentukan pilihan mereka, hal itu adalah urusan mereka sendiri, karena mereka telah diberi hak pilih untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau Allah berkehendak agar mereka hanya menyembah kepada-Nya, Dia pasti memaksa mereka untuk itu dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya.
Tetapi Dia membiarkan mereka untuk memilih.
Kami tidak menjadikan kamu sebagai pengawas perbuatan mereka.
Engkau tidak dibebani untuk mewakili mereka mengurus dan mengadakan perbaikan atas perkara mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika Allah menghendaki niscaya mereka tidak mempersekutukan-Nya.

Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka) sebagai pengawas yang oleh sebabnya engkau membalas mereka atas amal-amal yang mereka lakukan (dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka) yang oleh sebabnya engkau memaksa mereka untuk beriman.

Ayat ini diturunkan sebelum adanya perintah untuk berperang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Seandainya Allah berkenan agar orang-orang musyrikin itu tidak mempersekutukan Allah, niscaya mereka tidak akan mempersekutukan-Nya.
Akan tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi berupa buruknya pilihan mereka, dan bahwa mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang.
Kami tidak menjadikanmu wahai Rasul sebagai pengawas atas mereka yang mengawasi amal-amal perbuatan mereka.
Dan kamu juga bukan penjaga mereka yang mengatur kemaslahatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya).

Bahkan milik-Nyalah semua kehendak dan hikmah sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya dan yang dipilih-Nya, Dia tidak ada yang mempertanyakan apa yang diperbuat-Nya, tetapi mereka pasti dimintai pertanggungjawabannya.

Firman Allah :

Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka.

Artinya, pemelihara yang menjaga ucapan dan perbuatan mereka.

dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.

Yakni sebagai orang yang diserahi tugas untuk memelihara rezeki dan urusan mereka, seperti yang disebutkan dalam firman-firman lainnya, yaitu:

Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).
(Asy Syuura:48)

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(Al-Gasyiyah: 21-22)

karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(Ar Ra’du:40)


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 107 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 107 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 107 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-An'am (6) ayat 106-108 - Teddy Adhitya (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-An'am (6) ayat 106-108 - Teddy Adhitya (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”6-107″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 6:107
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.5
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta