QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 101 [QS. 6:101]

بَدِیۡعُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ اَنّٰی یَکُوۡنُ لَہٗ وَلَدٌ وَّ لَمۡ تَکُنۡ لَّہٗ صَاحِبَۃٌ ؕ وَ خَلَقَ کُلَّ شَیۡءٍ ۚ وَ ہُوَ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Badii’us-samaawaati wal ardhi anna yakuunu lahu waladun walam takun lahu shaahibatun wakhalaqa kulla syai-in wahuwa bikulli syai-in ‘aliimun;

Dia Pencipta langit dan bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.
Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.
―QS. 6:101
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Syirik adalah dosa terbesar
6:101, 6 101, 6-101, Al An ‘aam 101, AlAnaam 101, Al Anaam 101, Al Anam 101, AlAnam 101, Al An’am 101

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 101

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dialah Pencipta langit dan bumi.
Dalam penciptaan jagat raya dan segala isinya, Dia tidaklah meniru dari ciptaan-ciptaan sebelumnya.
Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Dalam hal ini berarti bahwa Dia menciptakannya secara mutlak tidak memerlukan bantuan tenaga ataupun benda-benda lainnya.
Oleh sebab itu bagaimana mungkin ia mempunyai anak seperti persangkaan orang-orang musyrikin.
Padahal Dia tidak memerlukan istri yang dapat melahirkan anak.
Dalam hal ini Allah subhanahu wa ta’ala menyalahkan persangkaan orang-orang musyrikin dengan memberikan alasan-alasan yang rasional dengan maksud agar supaya mereka itu dapat menerima kebenaran.
Penjelasan ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya, dalam hal ini Allah subhanahu wa ta’ala membersihkan diri Nya dari tuduhan-tuduhan orang-orang musyrikin, sedang keterangan-keterangan selanjutnya menandaskan bahwa dugaan-dugaan mereka itu tidak masuk akal.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ilmu Nya tiada dibatasi oleh ruang dan waktu.
Ilmu Nya azali dan abadi.
Hal ini merupakan ketetapan Allah untuk menguatkan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya serta membatalkan tuduhan orang musyrikin yang tidak pada tempatnya itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya.
Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, seperti anggapan mereka, padahal Dia tidak beristri?
Dia menciptakan segala sesuatu, termasuk makhluk-makhluk yang mereka jadikan sebagai pesaing Allah.
Dia Mahatahu tentang segala sesuatu.
Dia menghitung semua perkataan dan perbuatan manusia.
Dia akan membalas mereka atas perkataan dan perbuatannya itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia Pencipta langit dan bumi) yang menciptakan keduanya tanpa ada contoh yang mendahuluinya.

(Bagaimana) mengapa (Dia dikatakan mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri?) yakni teman hidup.

(Dia menciptakan segala sesuatu) maksudnya Dialah yang menciptakan kesemuanya (dan Dia mengetahui segala sesuatu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya tanpa contoh sebelumnya.
Mana mungkin Dia mempunyai anak padahal Dia tidak beristri?
Mahatinggi Allah dan apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrikin setinggi-tingginya.
Allah adalah pencipta segala sesuatu dari ketiadaan, tidak sedikit pun perkara makhluk-Nya yang samar bagi-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah :

Dia Pencipta langit dan bumi.

Yakni Yang mengadakan, Yang menciptakan, Yang membangun, dan Yang membuat keduanya tanpa contoh terlebih dahulu.
Demikianlah menurut Mujahid dan As-Saddi.
Dari pengertian inilah maka hal yang baru dinamakan bid’ah, karena tidak ada persamaannya sebelum itu.

Bagaimana Dia mempunyai anak.

Dengan kata lain, mana mungkin Dia beranak.

…padahal Dia tidak mempunyai istri.

Maksudnya, anak itu hanyalah dilahirkan dari dua sejoli yang berpasangan, sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala.
tidak sama dengan sesuatu pun dari makhluk-Nya, karena Dialah Yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia tidak beristri, tidak pula beranak, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kalian telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar.
(Q.S. Maryam [19]: 88-89)

sampai dengan firman-Nya:

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
(Q.S. Maryam [19]: 95)

Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Maka mana mungkin Dia mempunyai istri dari kalangan makhluk-Nya sebagai pendamping-Nya.
Dia pun tidak ada bandingan-Nya, maka mana mungkin Dia beranak.
Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 101 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 101 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 101 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:101
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.5
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 6 101

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim