QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 10 [QS. 6:10]

وَ لَقَدِ اسۡتُہۡزِیَٔ بِرُسُلٍ مِّنۡ قَبۡلِکَ فَحَاقَ بِالَّذِیۡنَ سَخِرُوۡا مِنۡہُمۡ مَّا کَانُوۡا بِہٖ یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ
Walaqadiistuhzi-a birusulin min qablika fahaaqa biil-ladziina sakhiruu minhum maa kaanuu bihi yastahzi-uun(a);

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
―QS. 6:10
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Nama-nama hari kiamat
6:10, 6 10, 6-10, Al An ‘aam 10, AlAnaam 10, Al Anaam 10, Al Anam 10, AlAnam 10, Al An’am 10

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kekacauan pikiran orang-orang kafir tentang kerasulan dan keadaan mereka yang terus menerus mengingkarinya, maka pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa sikap perlawanan mereka terhadap kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
itu serupa halnya dengan perlawanan orang-orang kafir terhadap Rasul-rasul Allah pada zaman dahulu.
Permusuhan dan penghinaan yang dialami Nabi Muhammad dialami pula oleh Rasul-rasul sebelum beliau.

Firman Allah:

Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang Rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olok kaumnya.
(Q.S. Yasin [36]: 30)

Penghinaan orang-orang kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad ﷺ.
merupakan kelanjutan dari permusuhan terhadap Rasul-rasul sejak zaman dahulu, maka akibat yang mereka hadapi tentulah sama dengan akibat yang dihadapi oleh umat-umat musuh Rasul-rasul itu.
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa mereka yang mencemoohkan dan menghina rasul-rasul itu akan ditimpa azab, sebagai yang selalu mereka olok-olokkan bilamana Rasul-rasul itu mengingatkan kepada mereka jalan yang betul.
Mereka dibinasakan dalam dunia dengan suatu bencana yang sangat mengerikan.

Ayat ini menerangkan kepada Nabi, sunah Allah yang berlaku bagi umat manusia di masa dahulu dengan Rasul-rasul-Nya dan juga ayat ini sebagai penghibur dan pelipur hati Nabi Muhammad ﷺ.
karena penghinaan kaumnya kepadanya dan sebagai berita yang menggembirakan, yaitu berita kemenangan terakhir kelak bagi Nabi dan pengikut-pengikut beliau dan kekalahan kaumnya.
Hanya saja kaum Nabi Muhammad tidak akan menerima azab seperti umat-umat yang lalu yakni kemusnahan sampai ke akar-akarnya.
Azab yang dijatuhkan kepada mereka tidaklah mengakibatkan kemusnahan dan kehancuran karena Nabi Muhammad ﷺ.
adalah “nabiyyurrahmah” nabi yang membawa rahmat kepada umat manusia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh, orang-orang kafir telah banyak mengejek rasul-rasul sebelummu, wahai Nabi.
Para pengejek itu kemudian ditimpa siksaan yang pernah diingatkan oleh para rasul yang pernah mereka ejek sebelumnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu) ungkapan ini mengandung makna yang menghibur hati Nabi ﷺ (maka datanglah) turunlah (kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka sebagai akibat dari apa yang mereka perolok-olokkan) yang berupa azab, demikian pula siksaan itu akan menimpa orang-orang yang memperolok-olokkan kamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Karena permintaan mereka diturunkannya malaikat hanya sebatas pelecehan terhadap Muhammad , maka Allah menjelaskan bahwa pelecehan terhadap para Rasul bukanlah perkara baru.
Orang-orang kafir sebelum itu sudah melecehkan nabi-nabi mereka, maka siksa dari Allah yang mereka ingkari dan lecehkan sebelumnya benar-benar menimpa mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.

Makna ayat ini mengandung hiburan yang ditujukan kepada Nabi ﷺ dalam menghadapi reaksi kaumnya yang mendustakannya.
Juga mengandung janji baginya dan bagi orang-orang yang beriman kepadanya, bahwa akan diperoleh kemenangan akibat yang baik di dunia dan akhirat.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An 'aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah Al-Ma'idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
4.4
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/6-10









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta