QS. Al A’laa (Yang paling tinggi) – surah 87 ayat 19 [QS. 87:19]

صُحُفِ اِبۡرٰہِیۡمَ وَ مُوۡسٰی
Shuhufi ibraahiima wamuus(a);

(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa
―QS. 87:19
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
87:19, 87 19, 87-19, Al A’laa 19, AlAlaa 19, Al Ala 19, Al-A’la 19

Tafsir surah Al A'laa (87) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad tentang perintah dan larangan, janji anugerah dan peringatan adalah sama dengan apa yang telah terdapat di dalam kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Dengan demikian, Nabi Muhammad hanya mengingatkan kembali kepada agama-Nya yang terdahulu yang telah dilupakan oleh manusia.
Agama yang ada itu telah diubah oleh tangan-tangan manusia, dirusak oleh hawa nafsu dan adat istiadat nenek moyang mereka sehingga telah menyimpang dari yang sebenarnya.
Firman Allah:

Dan sungguh, (Al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.
Dan sungguh, (Al-Qur’an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 192-196)

Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya.
Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka.
Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 13)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya apa yang tersebut dalam surat ini benar-benar telah tersebut pula dalam kitab suci- kitab suci (shahifah) terdahulu, yaitu shahifah Ibrahim dan Musa.
Maka dengan begitu, hal itu merupakan salah satu titik temu semua agama samawi yang tercantum di dalam kitab suci-kitab sucinya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa) sepuluh shuhuf bagi Nabi Ibrahim, dan satu shuhuf bagi Nabi Musa, yaitu kitab Taurat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الأولَى صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى}

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Q.S. Al-A’la [87]: 18-19)

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Ma’mar ibnu Sulaiman, dari ayahnya, dari Ata ibnus Sa’ib, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Q.S. Al-A’la [87]: 18-19) Maka Nabi ﷺ bersabda: Adalah semuanya ini atau adalah hal ini terdapat di dalam kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa ia tidak mengetahui ada sanad yang lebih kuat dari Ata ibnus Sa’ib, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas selain sanad ini dan hadis lainnya yang diriwayatkan semisal dengan sanad ini.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir ibnu Sulaiman, dari ayahnya, dari Ata ibnus Sa’ib, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(Q.S. Al-A’la [87]: 1) Maka Nabi ﷺ bersabda, bahwa semuanya itu terdapat di dalam lembaran-lembaran Ibrahim dan Musa.
Dan ketika firman-Nya diturunkan, yaitu: dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selain menyempurnakan janji.
(Q.S. An-Najm [53]: 37) Nabi ﷺ bersabda, bahwa Ibrahim telah menyempurnakan janji.
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
(Q.S. An-Najm [53]: 38)

Ayat ini semakna dengan firman-Nya yang terdapat di dalam surat An-Najm, yaitu:

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِما فِي صُحُفِ مُوسى وَإِبْراهِيمَ الَّذِي وَفَّى أَلَّا تَزِرُ وازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسانِ إِلَّا مَا سَعى وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرى ثُمَّ يُجْزاهُ الْجَزاءَ الْأَوْفى وَأَنَّ إِلى رَبِّكَ الْمُنْتَهى

Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).
(Q.S. An-Najm [53]: 36-42)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Humaid, dari Mahran, dari Sufyan As-Sauri, dari ayahnya, dari Ikrimah sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu.
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Q.S. Al-A’la [87]: 18-19) Bahwa makna yang dimaksud ialah semua ayat yang terdapat di dalam surat Al-A’la.
Abul Aliyah mengatakan bahwa kisah dalam surat ini terdapat di dalam lembaran-lembaran terdahulu.

Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud oleh firman-Nya, “Inna haza ” (Sesungguhnya ini) ditujukan kepada firman-Nya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
(Q.S. Al-A’la [87]: 14-17)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Sesungguhnya ini.
(Q.S. Al-A’la [87]: 18) Yakni kandungan makna ayat-ayat sebelumnya itu.
benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Q.S. Al-A’la [87]: 18-19)

Apa yang dipilih oleh Ibnu Jarir ini baik lagi kuat.
Telah diriwayatkan juga hal yang semisal dari Qatadah dan Ibnu Zaid.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al A'laa (الأعلى)
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir.

Nama Al A ‘laa diambil dari kata “Al A iaa” yang terdapat pada ayat pertama, berarti “Yang Paling Tinggi.”

Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat jum’at membaca surat Al ‘Alaa pada raka’at pertama dan surat Al-Ghaasyiyah pada raka’at kedua.

Keimanan:

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
Allah menciptakan, menyempumakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar,
memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Lain-lain:

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
Allah menciptakan, menyempumakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar,
memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Ayat-ayat dalam Surah Al A'laa (19 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'laa (87) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-A'laa (87) ayat 1-19 - Andhika Paramita (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 1-19 - Andhika Paramita (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'laa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 19 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 87:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'laa.

Surah Al-A'la (Bahasa Arab:الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur'an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat.
Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man bin Basyir bahwa rasulullah S.A.W pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Nomor Surah 87
Nama Surah Al A'laa
Arab الأعلى
Arti Yang paling tinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 8
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 296
Surah sebelumnya Surah At-Tariq
Surah selanjutnya Surah Al-Gasyiyah
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta