Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’laa (Yang paling tinggi) – surah 87 ayat 1 [QS. 87:1]

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّکَ الۡاَعۡلَی ۙ
Sabbihiisma rabbikal a’l(a);
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,
―QS. Al A’laa [87]: 1

Exalt the name of your Lord, the Most High,
― Chapter 87. Surah Al A’laa [verse 1]

سَبِّحِ sucikanlah

Glorify
ٱسْمَ nama

(the) name
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord,
ٱلْأَعْلَى Maha Tinggi

the Most High,

Tafsir

Alquran

Surah Al A’laa
87:1

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menyucikan nama-Nya dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kebesaran serta kemuliaan zat dan sifat-Nya.
Nama Allah hanya diucapkan dalam rangka memuji-Nya, tidak boleh sesuatu dinamai dengan nama-Nya.

Mahasuci Allah Yang Mahatinggi.

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sucikanlah nama Tuhanmu dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sucikanlah nama Tuhanmu yang Mahatinggi dari berbagai macam kemusyrikan dan kekurangan dengan penyucian yang sesuai dengan keagungan-Nya, yang menciptakan segenap makhluk, teliti dan sempurna dalam ciptaan-Nya, yang menentukan semua dengan kadarnya masing-masing, yang memberi petunjuk semua makhluk kepada apa yang sesuai untuknya, dan yang menumbuhkan rerumputan hijau, kemudian setelah itu menjadikannya kering dan berubah menjadi kehitam-hitaman setelah sebelumnya hijau.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sucikanlah nama Rabbmu) maksudnya sucikanlah Dia dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya lafal Ismu adalah lafal Za’id


(Yang Maha Tinggi) lafal Al-A’laa berkedudukan sebagai kata sifat bagi lafal Rabbika.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepada kami pamanku Iyas ibnu Amir;
ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir Al-Juhani mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
(QS. Al-Haqqah [69]: 52;
Al-Waqiah 74, 96)
Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami:
Jadikanlah bacaan ayat ini dalam rukuk kalian! Dan ketika turun firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka beliau ﷺ bersabda kepada kami:
Jadikanlah bacaan ayat ini dalam sujud kalian!

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ apabila membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka beliau ﷺ mengucapkan:
Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad, dan Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Zuhair ibnu Harb, dari Waki’ dengan sanad yang sama.
Abu Daud mengatakan bahwa nama Waki’ masih diperselisihkan, karena dalam riwayat lain disebutkan Abu Waki’ dan Syu’bah, dari Abu Ishaq, dari Sa’id, dari Ibnu Abbas secara mauquf.

As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Saddi, dari Abdu Khair yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Lalu ia mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah, dari Abu Ishaq Al-Hamdani, bahwa Ibnu Abbas apabila membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka ia mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."
Dan apabila membaca firman-Nya:
Aku bersumpah dengan hari kiamat.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 1)
dan bacaannya sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Maka ia mengucapkan,
"Mahasuci Engkau, dan tidaklah demikian (sebenarnya Engkau berkuasa untuk itu)."

Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Diceritakan kepada kami bahwa Nabi ﷺ apabila membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Unsur Pokok Surah Al A’laa (الأعلى)

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir.

Nama Al-A’laa diambil dari kata "Al A laa" yang terdapat pada ayat pertama, berarti "Yang Paling Tinggi."

Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat jum’at membaca surat Al ‘Alaa pada raka’at pertama dan surat Al-Ghaasyiyah pada raka’at kedua.

Keimanan:

▪ Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
▪ Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
▪ Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar.
▪ Memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Ayat-ayat dalam Surah Al A’laa (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-A'laa (87) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'laa (87) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'laa ayat 1 - Gambar 1 Surah Al A'laa ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 87:1
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’laa.

Surah Al-A’la (Bahasa Arab:الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat.
Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man bin Basyir bahwa rasulullah ﷺ pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Nomor Surah87
Nama SurahAl A’laa
Arabالأعلى
ArtiYang paling tinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu8
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat19
Jumlah kata72
Jumlah huruf296
Surah sebelumnyaSurah At-Tariq
Surah selanjutnyaSurah Al-Gasyiyah
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

87:1, 87 1, 87-1, Surah Al A'laa 1, Tafsir surat AlAlaa 1, Quran Al Ala 1, Al-A’la 1, Surah Al Ala ayat 1

▪ Al Ala 87:1
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 159 [QS. 26:159]

159. Dan Sungguh Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa, yang tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, Banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Nya. Dia juga Maha Penyayan … 26:159, 26 159, 26-159, Surah Asy Syu’araa 159, Tafsir surat AsySyuaraa 159, Quran Asy Syuara 159, Asy Syu’ara 159, Asy-Syu’ara 159, Surah Asy Syuara ayat 159

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 48 [QS. 56:48]

47-48. Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhny … 56:48, 56 48, 56-48, Surah Al Waaqi’ah 48, Tafsir surat AlWaaqiah 48, Quran Al Waqiah 48, AlWaqiah 48, Al-Waqi’ah 48, Surah Al Waqiah ayat 48

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa waḍa'nā 'angka wizrak

'dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,'
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … al-Kautsar an-Nas ar-Rahman al-Fatihah al-‘Alaq Benar! Kurang tepat! Surah yang tidak

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Makanan yang lezat untuk dimakan tetapi

Pendidikan Agama Islam #28

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? Dua Enam Tujuh Lima Tiga Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina

Instagram