Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) - surah 33 ayat 41 [QS. 33:41]

یٰۤاَیُّہَاالَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اذۡکُرُوا اللّٰہَ ذِکۡرًا کَثِیۡرًا
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuuudz-kuruullaha dzikran katsiiran;
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,
―QS. Al Ahzab [33]: 41

Daftar isi

O you who have believed, remember Allah with much remembrance
― Chapter 33. Surah Al Ahzab [verse 41]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ءَامَنُوا۟ beriman

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱذْكُرُوا۟ ingatlah

Remember
ٱللَّهَ Allah

Allah
ذِكْرًا ingat

(with) remembrance
كَثِيرًا banyak

much

Tafsir Quran

Surah Al Ahzab
33:41

Tafsir QS. Al-Ahzab (33) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menganjurkan kepada semua orang beriman yang membenarkan Allah dan rasul-Nya supaya banyak zikir mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya sebanyak-banyaknya dengan hati dan lidah pada setiap keadaan dan setiap waktu.
Sebab, Allah-lah yang melimpahkan segala nikmat kepada mereka yang tidak terhingga banyaknya.

Mereka diperintahkan bertasbih kepada-Nya dengan pengertian membersihkan dan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.

Berzikir dan bertasbih ini dilakukan di pagi hari ketika baru bangun dari tidur, sebab ketika itu seakan-akan seseorang hidup kembali setelah mati, untuk menghadapi hidup yang baru.

Diperintahkan juga bertasbih pada sore hari karena pada saat itu seseorang telah selesai mengerjakan bermacam-macam pekerjaan sepanjang hari.
Zikir pada waktu itu merupakan tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, dan dapat memperoleh rezeki untuk keperluan hidupnya dan nafkah bagi keluarganya.

Dengan banyak zikir, ia dapat menghambakan diri kepada Allah dan untuk menghadapi alam akhirat.
Di samping itu, ia dapat pula meneliti perbuatan yang sudah dilaksanakan sehingga dapat mengusahakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi hari-hari yang akan datang.

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 41. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman, pujilah Allah dengan bermacam pujian yang baik dan perbanyaklah pujian pada-Nya.
Sucikanlah Allah dari segala sifat yang tidak layak bagi diri-Nya sejak dini hari hingga akhir malam.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya! Ingatlah Allah dengan hati kalian, lisan kalian dan anggota badan kalian dengan zikir yang banyak.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman! Berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Ahzab [33]: 40)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.
(QS. Al-An’am [6]: 124)

Ayat 40 surat Al-Ahzab ini merupakan nas yang menunjukkan bahwa tidak ada nabi lagi sesudahnya, dan apabila sudah tidak ada nabi lagi, maka terlebih lagi rasul.
Karena kedudukan rasul bersifat lebih khusus daripada kedudukan nabi.
Dengan kata lain, setiap rasul pasti nabi, tetapi tidak sebaliknya.
Hal ini telah disebutkan oleh banyak hadis mutawatir dari Rasulullah ﷺ melalui riwayat sejumlah para sahabat radiyallahu ‘anhum.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami.
Abu Amir Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Zuhair ibnu Muhammad, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil, dari At-Tufail ibnu Abu Ka’b, dari ayahnya, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Perumpamaanku di kalangan para nabi sama dengan seorang lelaki yang membangun sebuah gedung, ia melakukan pekerjaannya dengan baik dan sempurna.
Tetapi ia membiarkan suatu bagian yang tidak dirampungkannya.
Maka manusia meliput bangunan tersebut dan mereka merasa kagum dengan keindahan bangunan itu seraya berkata,
"Andaikata bagian ini dirampungkan pembangunannya (alangkah indahnya bangunan ini)."
Maka perumpamaanku di kalangan para nabi adalah seperti bagian tersebut.

Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui Bandar, dari Abu Amir Al-Aqdi dengan sanad yang sama, lalu ia mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Hadis lain.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziad, telah menceritakan kepada kami Al-Mukhtar ibnu Fulful, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, maka tidak ada rasul dan tidak pula ada nabi sesudahku.

Maka hal tersebut dirasakan amat berat bagi orang-orang, lalu beliau bersabda,
"Tetapi yang masih ada adalah berita-berita yang menggembirakan."
Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan mubasysyirat (hal-hal yang menggembirakan itu)?"
Beliau ﷺ menjawab:

Mimpi seorang muslim, hal ini merupakan suatu bagian dari kenabian.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui Al-Hasan ibnu Muhammad Az-Za’farani, dari Affan ibnu Muslim dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih garib karena melalui riwayat Al-Mukhtar ibnuFulful.

Hadis lain.


Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaim ibnu Hayyan, dari Sa’id ibnu Maina, dari Jabir ibnu Abdullah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sama dengan seseorang yang membangun sebuah gedung, dia membangunnya dengan sempurna dan indah, terkecuali suatu bagian darinya.
Maka setiap orang yang masuk ke dalamnya menyaksikan keindahannya mengatakan,
"Alangkah indahnya gedung ini terkecuali bagian ini."
Maka akulah bagian tersebut dan para nabi semuanya ditutup olehku.

Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Turmuzi meriwayatkan melalui berbagai jalur dari Salim ibnu Hayyan dengan sanad yang sama, Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini ditinjau dari segi jalurnya sahih garib.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Perumpamaanku dan para nabi lainnya seperti seseorang yang membangun sebuah gedung, dia menyempurnakan bangunannya terkecuali suatu bagian darinya.
Maka aku datang, lalu menyempurnakan bagian itu.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim secara tunggal melalui Al-A’masy dengan sanad yang sama.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Ubaid Ar-Rasibi yang telah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abut Tufail r.a. mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
"Tiada kenabian sesudahku, kecuali hanya mubasysyirat."
Ketika ditanyakan
"Apakah mubasysyirat itu (berita-berita yang menggembirakan)."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Mimpi yang baik,
"
atau,
"Mimpi yang saleh."

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Hamam ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah hadis yang pernah diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah r.a. yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku bagaikan seorang lelaki yang membangun perumahan, lalu dia membangunnya dengan sempurna, baik dan indah, terkecuali suatu bagian darinya yang terletak di salah satu sudutnya.
Maka orang-orang mengelilingi bangunan itu dan mereka merasa kagum dengan bangunan-bangunannya seraya berkomentar,
"Mengapa tidak diselesaikan bagian ini hingga bangunanmu menjadi sempurna?"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Akulah yang dimaksud dengan bagian itu."

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui riwayat Abdur Razzaq.

Hadis lain:

diriwayatkan pula melalui Abu Hurairah r.a.

Imam Muslim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ayyub, Qutaibah, dan Ali ibnu Hajar.
Mereka mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ja’far, dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Aku dianugerahi keutamaan di atas para nabi dengan enam perkara:
Aku dianugerahi jawami’ul kalim, aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam hati musuh), ganimah dihalalkan bagiku, bumi ini dijadikan masjid lagi suci dan mensucikan bagiku, aku diutus kepada semua makhluk, dan para nabi ditutup olehku.

Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ismail ibnu Ja’far, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku bagaikan seorang lelaki yang membangun sebuah gedung, dia membangunnya dengan sempurna terkecuali suatu bagian tempat diletakkannya sebuah bata, lalu aku datang dan menyempurnakan bagian tersebut.

Imam Muslim meriwayatkannya dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah dan Abu Kuraib yang keduanya meriwayatkannya melalui Abu Mu’awiyah dengan sanad yang sama.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Suwaid Al-Kalbi, dari Abdul A’la ibnu Hilal As-Sulami, dari Al-Irbad ibnu Sariyah r.a. yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda kepadanya:
Sesungguhnya aku benar-benar telah dicatat di sisi Allah sebagai penutup para nabi, sedangkan Adam benar-benar masih berbentuk tanah liatnya.

Hadis lain.


Az-Zuhri mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Jubair ibnu Mut’im, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama:
Akulah Muhammad, akulah Ahmad, akulah Al-Mahi yang artinya Allah menghapuskan kekufuran melaluiku, akulah Al-Hasyir yang artinya manusia digiring di bawah kedua telapak kakiku, dan akulah Al-Aqib yang artinya tidak ada nabi lagi sesudahku.

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahih masing-masing.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Abdullah ibnu Hubairah, dari Abdur Rahman ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr menceritakan hadis berikut, bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ keluar menemui kami seakan-akan seperti seseorang yang hendak mengucapkan selamat tinggal, lalu beliau ﷺ bersabda:
Akulah Muhammad Nabi yang ummi -sebanyak tiga kali- tidak ada nabi lagi sesudahku, aku dianugerahi semua pembuka, semua gabungan dan semua penutup kalimah-kalimah.
Aku mengetahui berapa banyak juru kunci neraka dan para malaikat pemikul ‘Arasy Dan aku dibawa melewati (sirat), aku diselamatkan dan umatku juga diselamatkan.
Maka dengarkanlah dan taatilah selagi aku masih berada di antara kalian.
Dan apabila aku sudah tiada, berpegang teguhlah kalian kepada Kitabullah, halalkanlah apa yang dihalalkannya dan haramkanlah apa yang diharamkannya.

Imam Ahmad meriwayatkannya secara tunggal.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula melalui Yahya ibnu Ishaq, dari Ibnu Lahi’ah, dari Abdullah ibnu Hubairah, dari Abdullah ibnu Syuraih Al-Khaulani, dari Abu Qais maula Amr ibnul ‘As, dari Abdullah ibnu Amr r.a., lalu disebutkan hadis yang semisal.


Hadishadis lain yang semisal dengan ini cukup banyak.

Termasuk rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya ialah Dia mengutus Muhammad ﷺ kepada mereka.
Kemudian termasuk penghormatan dari-Nya kepada mereka ialah Dia menutup para nabi dan para rasul dengan Nabi Muhammad ﷺ, dan Allah telah menyempurnakan agama-Nya yang hanif melalui Nabi Muhammad ﷺ

Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitakan di dalam Kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya (yaitu sunnahnya yang mutawatir) bahwa tidak ada nabi lagi sesudahnya.
Dinyatakannya hal ini agar mereka mengetahui bahwa barang siapa yang mengaku-ngaku dirinya menyandang gelar ini sesudah ia tiada, maka dia adalah seorang pendusta, pembual, pemalsu, sesat, dan menyesatkan.
Sekalipun orang yang mengaku-ngaku menjadi nabi atau rasul itu dapat mengeluarkan berbagai macam perkara yang bertentangan dengan hukum alam, atau mendatangkan berbagai macam sihir, sulap, dan magis, maka semuanya itu kesesatan belaka menurut orang-orang yang mempunyai akal.
Sebagaimana yang telah diberikan oleh Allah kepada Al-Aswad Al-Anasi dan Musailamah Al-Kazzab di Yamamah, yaitu berupa berbagai macam keadaan yang merusak dan kata-kata yang dingin, yang semuanya itu diketahui oleh setiap orang yang mempunyai akal sehat dan pandangan hati serta pengertian yang benar, bahwa keduanya pendusta lagi sesat, semoga Allah melaknat keduanya.

Demikian pula halnya setiap orang yang mengaku-ngaku hal tersebut sampai hari kiamat, hingga orang terakhir mereka, yaitu Al-Masihud Dajjal.
Setiap orang dari kalangan para pendusta itu dengan berbagai macam perkara yang diciptakan oleh Allah untuknya, semuanya telah diketahui oleh para ulama dan orang-orang mukmin, bahwa orang yang mendatangkan hal seperti itu adalah pendusta.
Hal ini pun merupakan salah satu dari belas kasihan Allah terhadap makhluk-Nya.
Sesungguhnya mereka yang berperilaku demikian pada kenyataannya tidak pernah memerintahkan kepada kebajikan, tidak pula mencegah perkara yang mungkar, melainkan hanya secara kebetulan saja, atau mereka sengaja melakukannya untuk tujuan-tujuan lain yang tertentu.
Karena itulah maka mereka sangat parah dalam kedustaan dan kedurhakaannya, baik dalam ucapan maupun perbuatannya, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa.
(Asy Syu’ara:221-222)

Lain halnya dengan keadaan para nabi, karena sesungguhnya mereka sangat prima dalam hal kebajikan, kebenaran, kejujuran, istiqamah, dan keadilan dalam semua ucapan dan perbuatan mereka.
Mereka selalu memerintahkan kepada kebajikan dan melarang kemungkaran, selain itu mereka didukung oleh berbagai macam mukjizat yang gamblang dan bukti-bukti yang sangat jelas yang menunjukkan akan kebenaran mereka.
Semoga salawat dan salam Allah tercurahkan buat mereka selama-lamanya selama masih ada langit dan bumi.

Unsur Pokok Surah Al Ahzab (الْأحزاب)

Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali-‘lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keimanan mereka.
Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

▪ Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung.
▪ Taqdir Allah tidak dapat ditolak.
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik.
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir.
▪ Hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

▪ Hukum zhihar.
▪ Kedudukan anak angkat.
▪ Dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah).
▪ Tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri.
▪ Hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya.
▪ Larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

▪ Perang Ahzab (Khandaq).
▪ Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid.
▪ Memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

▪ Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
▪ Sifat-sifat orang-orang munafik.

Audio Murottal

QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 73 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 73

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahzab ayat 41 - Gambar 1 Surah Al Ahzab ayat 41 - Gambar 2
Statistik QS. 33:41
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam Alquran.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
Sending
User Review
4.7 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

33:41, 33 41, 33-41, Surah Al Ahzab 41, Tafsir surat AlAhzab 41, Quran Al-Ahzab 41, Surah Al Ahzab ayat 41

Video Surah

33:41


More Videos

Kandungan Surah Al Ahzab

۞ QS. 33:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hukum memohon bantuan orang musyrik • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:2 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 33:3 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 33:4 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 33:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 33:8 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Bashir (Maha Melihat) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 33:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 33:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:15 • Sifat orang munafik

۞ QS. 33:16 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 33:17 • Kekuasaan Allah • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 33:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:19 • Kekuasaan Allah • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:20 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:21 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 33:22 • Allah menepati janji

۞ QS. 33:24 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang munafik

۞ QS. 33:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 33:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 33:27 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 33:29 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:30 • Menyiksa pelaku maksiat • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 33:31 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 33:34 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 33:35 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 33:36 • Kebaikan pada pilihan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 33:39 • Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 33:40 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:43 • Pahala iman • Al Rahim (Maha Penyayang) • Doa malaikat untuk umat muslim • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 33:44 • Pahala iman • Percakapan Allah dengan ahli surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:47 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 33:48 • Al Wakil (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:50 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:51 • Keluasan ilmu Allah • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:52 • Al Raqib (Maha Pengawas)

۞ QS. 33:54 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:55 • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 33:56 • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 33:57 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:58 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:59 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:60 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:61 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:62 • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 33:63 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 33:64 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:65 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka •

۞ QS. 33:66 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 33:67 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Siksa orang kafir

۞ QS. 33:68 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 33:70 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 33:71 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islam menghapus dosa masa lalu • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 33:73 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang kafir

Ayat Pilihan

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu,
maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
QS. Al-Mulk [67]: 15

“Apa saja harta yang kau nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin & orang-orang yang sedang dalam perjalanan”.
Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya
QS. Al-Baqarah [2]: 215

Mengapa tidak pergi sekelompok orang dari setiap golongan mereka untuk perdalam pengetahuan mereka tentang agama & untuk memberikan peringatan kepada kaumnya apabila kaumnya telah kembali kepada mereka, agar mereka dapat menjaga dirinya
QS. At-Taubah [9]: 122

[4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
[5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.
[6] orang-orang yang berbuat riya,
[7] Dan orang-orang yang menolak memberi kebaikan & pertolongan kepada orang lain.
QS. Al-Ma’un [107]: 4-7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

+

Array

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Ibnu al-Jauzi

Siapa itu Ibnu al-Jauzi? Ibnul Jauzi atau Abu al-Faraj ibn al-Jauzi adalah seorang ahli fikih, sejarawan, ahli tata bahasa, ahli tafsir, pendakwah, dan syaikh yang merupakan tokoh penting dalam berdi...

Al-Qamar

Apa itu Al-Qamar? Surah Al-Qamar adalah surah ke-54 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 55 ayat. Dinamakan Al-Qamar yang berarti Bulan berasal dari kata Al-Qamar yang terd...

tadarus

Apa itu tadarus? ta.da.rus pembacaan Alquran secara bersama-sama … •