Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) - surah 33 ayat 23 [QS. 33:23]

مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ رِجَالٌ صَدَقُوۡا مَا عَاہَدُوا اللّٰہَ عَلَیۡہِ ۚ فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ قَضٰی نَحۡبَہٗ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّنۡتَظِرُ ۫ۖ وَ مَا بَدَّلُوۡا تَبۡدِیۡلًا
Minal mu’miniina rijaalun shadaquu maa ‘aahaduullaha ‘alaihi faminhum man qadha nahbahu waminhum man yantazhiru wamaa baddaluu tabdiilaa;
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.
Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),
―QS. Al Ahzab [33]: 23

Daftar isi

Among the believers are men true to what they promised Allah.
Among them is he who has fulfilled his vow (to the death), and among them is he who awaits (his chance).
And they did not alter (the terms of their commitment) by any alteration –
― Chapter 33. Surah Al Ahzab [verse 23]

مِّنَ dari

Among
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang beriman

the believers
رِجَالٌ laki-laki

(are) men
صَدَقُوا۟ mereka benar (menepati)

(who) have been true
مَا apa

(to) what
عَٰهَدُوا۟ yang mereka janjikan

they promised Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهَ Allah

they promised Allah *[meaning includes next or prev. word]
عَلَيْهِ atasnya

[on it].
فَمِنْهُم maka diantara mereka

And among them
مَّن orang

(is he) who
قَضَىٰ telah sampai

has fulfilled
نَحْبَهُۥ waktu kematiannya

his vow
وَمِنْهُم dan diantara mereka

and among them
مَّن orang

(is he) who
يَنتَظِرُ menunggu

awaits.
وَمَا dan tidak

And not
بَدَّلُوا۟ mereka merubah

they alter
تَبْدِيلًا perubahan

(by) any alteration –

Tafsir Quran

Surah Al Ahzab
33:23

Tafsir QS. Al-Ahzab (33) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, at- Tirmidzi, An-Nasa’i, dan imam-imam hadis yang lain dari sahabat Anas, ia berkata,
"Pamanku Anas bin an-Nadhar, tidak ikut Perang Badar, maka ia merasa sedih dan kecewa.
Ia berkata, ‘Aku tidak hadir pada peperangan yang pertama kali diikuti Rasulullah ﷺ.

Sesungguhnya jika Allah memberikan kesempatan kepadaku mengikuti peperangan bersama Rasulullah sesudah ini, tentulah Allah Taala akan melihat apa yang akan aku lakukan.
Maka pamanku dapat ikut serta dalam Perang Uhud.

Dalam perjalanan menuju Uhud, pamanku bertemu dengan Sa’ad bin Mu’adh, dan Sa’ad bertanya kepadanya, ‘Hai Abu ‘Amr, hendak ke manakah engkau?
Pamanku menjawab, ‘Mencari bau surga yang akan aku peroleh di Perang Uhud nanti.
Maka pamanku terus ke Uhud dan gugur sebagai syuhada di sana.

Pada tubuhnya terdapat kira-kira 80 bekas pukulan, tusukan tombak, dan lubang anak panah."
Maka turunlah ayat ini.

Allah menerangkan bahwa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, ada orang-orang yang menepati janjinya.
Mereka telah berjuang dengan seluruh jiwa dan hartanya, di antara mereka ada yang mati syahid di Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, dan peperangan-peperangan lainnya, sedang sebagian yang lain ada yang menunggu-nunggu dipanjangkan umurnya, menunggu ketetapan Allah Yang Maha Esa.

Orang-orang yang masih hidup ini, sekali-kali tidak akan berubah janjinya kepada Allah, akan tetap ditepatinya janjinya selama hayat dikandung badan.

Dalam Tafsir Al-Kasysyaf dijelaskan bahwa beberapa orang sahabat ada yang bernazar:
jika mereka ikut perang bersama Rasulullah, mereka tidak akan mundur dan tetap bertahan sampai gugur sebagai syuhada.

Di antara sahabat yang berjanji itu ialah Usman bin Affan, thalhah bin ‘Ubaidillah, Sa’id bin Zaid, hamzah, Mush’ab bin ‘Umair, dan sahabat-sahabat yang lain.

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dari kalangan orang-orang beriman ada sekelompok lelaki yang berjanji pada Allah untuk tetap bertahan dalam pertempuran bersama nabi.
Mereka pun menepati janji itu.


Sebagian mereka ada yang mendapatkan penghormatan gugur sebagai syahid.
Sebagian lagi masih bertahan hidup, menanti kesempatan mendapat kehormatan yang sama.


Mereka tidak akan mengingkari janji pada Allah dan mereka tidak akan mengubah sedikit pun isi janji itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara orang-orang mukmin ada orang-orang yang memenuhi janji mereka kepada Allah, bersabar di atas kesulitan, kesempitan dan pada saat perang.
Di antara mereka ada yang telah memenuhi janjinya dan gugur sebagai syahid di jalan Allah, atau mati di atas kebenaran dan telah memenuhi janji.


Di antara mereka ada yang menunggu satu dari dua kebaikan, kemenangan atau syahadah.
Mereka tidak merubah perjanjian Allah, tidak menggantinya dan tidak membatalkannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa-apa yang telah mereka janjikan kepada Allah) yaitu gigih bertahan bersama dengan Nabi ﷺ


(maka di antara mereka ada yang gugur) mati atau terbunuh di jalan Allah


(dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu) hal tersebut


(dan mereka sedikit pun tidak mengubah) janjinya, berbeda halnya dengan orang-orang munafik.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah menceritakan perihal orang-orang munafik, mereka telah merusak perjanjian mereka sendiri yang telah mereka ikrarkan kepada Allah, bahwa mereka tidak akan lari dari medan perang.
Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat kaum mukmin, bahwa mereka tetap berpegang teguh kepada ikrar dan janji mereka.

orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa nahbahu artinya ajalnya, sedangkan menurut Imam Bukhari janjinya.
Pengertian ini merujuk kepada makna yang pertama di atas.

Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Yakni mereka tidak mengubah janji mereka kepada Allah, tidak pula merusak atau menggantinya.


Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhri, telah menceritakan kepadaku Kharijah ibnu Zaid ibnu Sabit, dari ayahnya yang menceritakan,
"Ketika kami menyalin Mushaf, kami kehilangan suatu ayat dari surat Ahzab, padahal aku pernah mendengarnya dari Rasulullah ﷺ saat beliau membacanya.
Ayat itu tiada pada seorang pun kecuali ada pada (hafalan) Khuzaimah ibnu Sabit Al-Ansari r.a. yang kesaksiannya dijadikan oleh Rasulullah ﷺ sebanding dengan kesaksian dua orang laki-laki."
Ayat tersebut adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara tunggal, tanpa Imam Muslim.
Imam Ahmad meriwayatkannya di dalam kitab musnadnya, juga Imam Turmuzi dan Imam Nasai di dalam kitab tafsir bagian dari kitab sunnahnya masing-masing melalui hadis Az-Zuhri dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Imam Bukhari mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Ansari, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sumamah, dari Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa kami memandang ayat ini diturunkan berkenaan dengan Anas ibnun Nadr r.a., yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23), hingga akhir ayat.

Ditinjau dari jalurnya Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini secara munfarid, tetapi hadis ini mempunyai banyak syahid (bukti) yang menguatkannya melalui berbagai jalur.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnul Mugirah, dari Sabit yang mengatakan bahwa sahabat Anas pernah menceritakan bahwa pamannya (yaitu Anas ibnun Nadr r.a. yang namanya sama dengannya) tidak ikut dengan Rasulullah ﷺ dalam Perang Badar, sehingga ia mengalami tekanan batin karenanya.
Kemudian Anas ibnun Nadr mengatakan,
"Aku tidak ikut perang dengan Rasulullah ﷺ dalam permulaan perang yang diikuti olehnya.
Sesungguhnya jika Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesempatan kepadaku dalam perang lain sesudah perang ini, aku akan ikut dengan Rasulullah ﷺ dan sungguh Allah akan menyaksikan apa yang akan kuperbuat dalam perang tersebut."
Ia tidak berani mengatakan hal yang lebih banyak dari itu.
Dalam Perang Uhud ia ikut dengan Rasulullah ﷺ dan ia berpapasan dengan Mu’az ibnu Jabal r.a., lalu ia berkata kepadanya,
"Hai Abu Amr (nama julukan Mu’az), ke manakah engkau lari?
Sesungguhnya aku benar-benar mengendus angin surga dari arah Bukit Uhud ini."
Maka Anas ibnun Nadr maju memasuki barisan musuh hingga ia gugur dijalan Allah.
Ternyata di dalam tubuhnya ditemukan delapan puluh luka lebih karena sabetan pedang, tusukan tombak, dan lemparan anak panah.
Saudara perempuannya (yaitu Ar-Rabi’ bintin Nadr, bibi sahabat Anas ibnu Malik r.a.) mengatakan,
"Aku tidak mengenal saudara laki-lakiku melainkan melalui jari telunjuknya (karena semua tubuhnya penuh dengan luka hingga sulit dikenali)."
Selanjutnya Anas ibnu Malik r.a. mengatakan bahwa berkenaan dengan peristiwa ini turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur.
Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Mereka berpandangan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Anas ibnun Nadr r.a. dan teman-temannya yang gugur dalam perang itu, semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka.


Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Sulaiman ibnul Mugirah dengan sanad yang sama.
Imam Nasai meriwayatkannya pula bersama Ibnu Jarir melalui hadis Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas r.a. dengan lafaz yang semisal dan juga sanadnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Humaid, dari Anas r.a. yang menceritakan bahwa pamannya (yakni Anas ibnun Nadr r.a.) tidak ikut dalam Perang Badar, lalu ia berkata,
"Saya alpa dari.
Perang Badar yang merupakan peperangan yang mula-mula dialami oleh Rasulullah ﷺ dalam mempertahankan dirinya terhadap serangan kaum musyrik.
Sungguh seandainya Allah memberikan kesempatan kepadaku peperangan yang lain melawan kaum musyrik, maka Allah benar-benar akan menyaksikan apa yang bakal kulakukan dalam perang tersebut."
Anas r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa ketika pecah Perang Uhud dan pasukan kaum muslim terpukul mundur, Anas ibnun Nadr r.a. berkata,
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta maaf kepada-Mu dari apa yang dilakukan mereka (yakni teman-temannya) dan aku berlepas diri dari apa yang didatangkan oleh mereka (yakni kaum musyrik)."
Kemudian ia maju dan berpapasan dengan Sa’d ibnu Mu’az r.a. sebelum Bukit Uhud, dan Sa’d ibnu Mu’az berkata,
"Aku ikut bersamamu."
Sa’d ibnu Mu’az menceritakan bahwa ia tidak mampu melakukan apa yang telah dilakukan oleh Anas ibnun Nadr.
Setelah Anas gugur, ternyata ditubuhnya didapati luka-luka sebanyak delapan puluh luka akibat pukulan pedang, tusukan tombak, dan lemparan anak panah.
Mereka mengatakan bahwa sehubungan dengan Anas ibnun Nadr dan teman-temannyalah ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya:
maka di antara mereka ada yang gugur.
Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Imam Turmuzi mengetengahkannya di dalam kitab tafsir melalui Abd ibnu Humaid, dan Imam Nasai mengetengahkannya melalui Ishaq ibnu Ibrahim, keduanya menerima hadis ini dari Yazid ibnu Harun, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Imam Bukhari mengetengahkannya di dalam kitab Al-Magazi, dari Hassan ibnu Hassan, dari Muhammad ibnuTalmah, dari Masraf, dari Humaid, dari Abas r.a. dengan lafaz yang sama, tetapi tidak disebutkan turunnya ayat tersebut.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Fadl Al-Asqalani, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ayyub ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Musa ibnuTalhah ibnu Ubaidillah, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku, dari Musa ibnuTalhah, dari ayahnya (yaituTalhah r.a.) yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ kembali dari Perang Uhud, beliau naik mimbar dan memuji serta menyanjung Allah subhanahu wa ta’ala, juga mengucapkan belasungkawa kepada kaum muslim yang telah tertimpa musibah dalam perang itu.
Dan beliau ﷺ memberitahukan kepada mereka pahala dari jihad mereka dalam Perang Uhud itu.
Selanjutnya beliau ﷺ membaca firman-Nya:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23), hingga akhir ayat.
Maka ada seorang lelaki dari kaum muslim yang berdiri dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?"
Di saat itu Talhah datang dengan memakai sepasang pakaian yang berwarna hijau buatan Hadramaut.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Hai orang yang bertanya, orang ini (Talhah) adalah salah seorang dari mereka.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui hadis Sulaiman ibnu Ayyub At-Talhi dengan sanad yang sama.

Imam Turmuzi mengetengahkannya di dalam kitab tafsir dan Manaqibnya.
Juga Ibnu Jarir melalui hadis Yunus ibnu Bukair, dari Talhah ibnu Yahya, dari Musa dan Isa (keduanya anak Talhah), dari ayah keduanya dengan sanad yang sama.
Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Yunus.


Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Abu Amir (yakni Al-Aqdi), telah menceritakan kepadaku Ishaq yakni (Talhah ibnu Abdullah), dari Musa ibnu Talhah yang menceritakan bahwa ia pernah masuk menemui Mu’awiyah.
Setelah keluar, Mu’awiyah memanggilnya kembali, lalu berkata,
"Hai anak saudaraku, maukah engkau kuceritakan kepadamu sebuah, hadis yang pernah kudengar dari Rasulullah ﷺ?
Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Talhah termasuk salah seorang yang gugur’.”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid Al-Hammani, dari Ishaq ibnu Yahya ibnu Talhah At-Talhi, dari Musa ibnu Talhah yang mengatakan bahwa Mu’awiyah ibnu Abu sufyan r.a. pernah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Talhah termasuk salah seorang yang gugur (dari kalangan mereka yang menepati janjinya kepada Allah).

Karena itulah Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka di antara mereka ada yang gugur.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)
Yakni telah menunaikan janjinya.
Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)
Mereka menunggu-nunggu pertempuran lainnya, maka dia akan membenarkan apa yang dijanjikannya dalam pertempuran itu.

Al-Hasan mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka di antara mereka ada yang gugur.
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)
Yaitu mati dalam keadaan membenarkan janjinya.
Di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu kematiannya dengan cara yang semisal, dan ada yang masih tetap pada janjinya, sedikit pun mereka tidak mengubahnya.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid.


Sebagian dari mereka mengatakan bahwa nahbahu artinya nazarnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).
(QS. Al-Ahzab [33]: 23)

Mereka sama sekali tidak mengubah janjinya dan tidak mengkhianatinya, bahkan mereka tetap berpegang teguh kepada janji mereka kepada Allah.
Mereka tidak merusaknya, tidak seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang munafik, yaitu mereka yang mengatakan:

Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).
Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari.
(QS. Al-Ahzab [33]: 13)

sampai dengan firman-Nya:

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah bahwa mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur).
(QS. Al-Ahzab [33]: 15)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ahzab (33) Ayat 23

Diriwayatkan oleh Muslim, at-Tirmidzi, dll yang bersumber dari Anas bahwa Anas bin an-Nadlr (paman Anas bin Malik) tidak turut serta dalam Perang Badr bersama Rasulullah.
Ia merasa sangat berdosa karenanya, dan berkata: “Dalam peperangan bersama Rasulullah ﷺ yang pertama, aku tidak dapat ikut.
Sekitanya Allah menakdirkan aku dapat menyaksikan peperangan bersama Rasulullah ﷺ, Allah akan menyaksikan apa yang akan aku perbuat.” Ia pun turut berjihad dalam perang Uhud dan gugur sebagai syahid.
Di badannya terdapat lebih dari delapan puluh luka bekas pukulan, tusukan tombak, dan bekas panah.
Ayat ini (al-Ahzab: 23) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai pujian terhadap orang yang menunaikan janjinya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Ahzab (33) ayat 23

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sa’id Al Khuza’iy telah bercerita kepada kami Abdul A’laa dari Humaid berkata,
Aku bertanya kepada Anas. Dia berkata,
dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepada kami Amru bin Zurarah telah bercerita kepada kami Ziyad berkata telah bercerita kepadaku Humaid Ath Thowil dari Anas ra. berkata:
Pamanku, Anas bin An Nadhar tidak ikut perang badar kemudian dia berkata:
Wahai Rasulullah, aku tidak ikut saat pertama kali Tuan berperang menghadapai kaum musyrikin. Seandainya Allah memperkenankan aku dapat berperang melawan kaum musyrikin, pasti Allah akan melihat apa yang akan aku lakukan. Ketika terjadi perang Uhud dan kaum muslimin ada yang kabur dari medan pertempuran, dia berkata:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka, yakni para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam dan aku berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh mereka yakni Kaum Musyrikin. Maka dia maju ke medan pertempuran lalu Sa’ad bin Mu’adz menjumpainya. Maka dia berkata kepadanya: Wahai Sa’ad bin Mu’adz, demi Rabbnya An Nadhar, aku menginginkan surga. Sungguh aku mencium baunya dari balik bukit Uhud ini. Sa’ad berkata:
Wahai Rasulullah, aku tidak sanggup untuk menggambarkan apa yang dialaminya. Anas berkata:
Kemudian kami temukan dia dengan luka tidak kurang dari delapan puluh sabetan pedang atau tikaman tombak atau terkena lemparan panah dan kami menemukannya sudah dalam keadaan terbunuh dimana Kaum Musrikin telah mencabik-cabik jasadnya sehingga tidak ada satupun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya yang mengenali jarinya. Anas berkata:
Kami mengira atau berpedapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan dia dan orang yang serupa dengan dia. Dan diantara kaum mu’minin ada orang-orang yang membuktikan janji mereka kepada Allah sampai akhir ayat (QS Al Ahzab 23) Dan Anas berkata:
Bahwa saudaranya yang dipangil dengan ar-Rubbai’ pernah memecahkan gigi seri seorang wanita lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar dilaksanakan hukum balas (qishash). Maka Anas berkata,
Demi Dzat Yang mengutus Tuan dengan haq, janganlah dibalas dengan mematahkan gigi serinya. Akhirnya mereka setuju dengan pembayaran tembusan dan membatalkan qishash. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada hamba yang bila bersumpah atas nama Allah pasti akan dilaksanakannya."

Shahih Bukhari, Kitab Jihad dan Penjelajahan – Nomor Hadits: 2595

Unsur Pokok Surah Al Ahzab (الْأحزاب)

Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali-‘lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keimanan mereka.
Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

▪ Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung.
▪ Taqdir Allah tidak dapat ditolak.
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik.
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir.
▪ Hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

▪ Hukum zhihar.
▪ Kedudukan anak angkat.
▪ Dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah).
▪ Tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri.
▪ Hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya.
▪ Larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

▪ Perang Ahzab (Khandaq).
▪ Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid.
▪ Memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

▪ Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
▪ Sifat-sifat orang-orang munafik.

Audio Murottal

QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 73 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 73

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahzab ayat 23 - Gambar 1 Surah Al Ahzab ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 33:23
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam Alquran.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

33:23, 33 23, 33-23, Surah Al Ahzab 23, Tafsir surat AlAhzab 23, Quran Al-Ahzab 23, Surah Al Ahzab ayat 23

Video Surah

33:23


More Videos

Kandungan Surah Al Ahzab

۞ QS. 33:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hukum memohon bantuan orang musyrik • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:2 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 33:3 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 33:4 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 33:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 33:8 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Bashir (Maha Melihat) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 33:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 33:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:15 • Sifat orang munafik

۞ QS. 33:16 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 33:17 • Kekuasaan Allah • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 33:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:19 • Kekuasaan Allah • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:20 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:21 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 33:22 • Allah menepati janji

۞ QS. 33:24 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang munafik

۞ QS. 33:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 33:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 33:27 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 33:29 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:30 • Menyiksa pelaku maksiat • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 33:31 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 33:34 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 33:35 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 33:36 • Kebaikan pada pilihan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 33:39 • Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 33:40 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:43 • Pahala iman • Al Rahim (Maha Penyayang) • Doa malaikat untuk umat muslim • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 33:44 • Pahala iman • Percakapan Allah dengan ahli surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:47 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 33:48 • Al Wakil (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:50 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:51 • Keluasan ilmu Allah • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:52 • Al Raqib (Maha Pengawas)

۞ QS. 33:54 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:55 • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 33:56 • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 33:57 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:58 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:59 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:60 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:61 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:62 • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 33:63 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 33:64 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:65 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka •

۞ QS. 33:66 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 33:67 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Siksa orang kafir

۞ QS. 33:68 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 33:70 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 33:71 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islam menghapus dosa masa lalu • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 33:73 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang kafir

Ayat Pilihan

Ceritakan juga,
wahai Muhammad,
kisah Ayyûb.
Tatkala menderita sakit,
ia berdoa kepada Tuhannya seraya berkata,

“Ya Tuhanku,
aku terserang penyakit yang membahayakan,
dan Engkau adalah Zat Yang Paling Pengasih.”
QS. Al-Anbiya [21]: 83

Beginilah kamu,
kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui,
maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
QS. Ali ‘Imran [3]: 66

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

QS. An-Najm [53]: 39

Selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.
QS. Yunus [10]: 86

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

kejumudan

Apa itu kejumudan? ke.ju.mud.an perihal jumud; kebekuan; kemandekan; Muhammad Abduh termasuk tokoh yang memutus kejumudan ajaran Islam … •

wali hakim

Apa itu wali hakim? pejabat urusan agama yang bertindak sebagai wali pengantin perempuan dalam pernikahan jika pengantin perempuan tidak mempunyai wali … •

An-Nasr

Apa itu An-Nasr? Surah An-Nasr adalah surah ke-110 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 3 ayat dan termasuk surah Madaniyah. An Nasr berarti “Pertolongan”, nama surah ini berkaitan denga...