QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) – surah 33 ayat 13 [QS. 33:13]

وَ اِذۡ قَالَتۡ طَّآئِفَۃٌ مِّنۡہُمۡ یٰۤاَہۡلَ یَثۡرِبَ لَا مُقَامَ لَکُمۡ فَارۡجِعُوۡا ۚ وَ یَسۡتَاۡذِنُ فَرِیۡقٌ مِّنۡہُمُ النَّبِیَّ یَقُوۡلُوۡنَ اِنَّ بُیُوۡتَنَا عَوۡرَۃٌ ؕۛ وَ مَا ہِیَ بِعَوۡرَۃٍ ۚۛ اِنۡ یُّرِیۡدُوۡنَ اِلَّا فِرَارًا
Wa-idz qaalat thaa-ifatun minhum yaa ahla yatsriba laa muqaama lakum faarji’uu wayasta’dzinu fariiqun minhumunnabii-ya yaquuluuna inna buyuutanaa ‘auratun wamaa hiya bi’auratin in yuriiduuna ilaa firaaran;

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata:
“Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”.
Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata:
“Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”.
Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.
―QS. 33:13
Topik ▪ Keutamaan nabi Yunus as.
33:13, 33 13, 33-13, Al Ahzab 13, AlAhzab 13, Al-Ahzab 13

Tafsir surah Al Ahzab (33) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Di antara mereka seperti Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, ada pula yang mengatakan: “Hai penduduk kota Madinah, tempat ini bukanlah tempat yang harus kita tempati, maka kembalilah ke rumahmu masing-masing, agar kamu tidak ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta tidak mati terbunuh oleh musuh-musuh yang sedang mengepung itu.

Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan: “Hai penduduk Madinah, tidak ada tempat bagi kamu sekalian, untuk tetap menganut agama Muhammad, kembalilah kamu kepada agamamu dahulu, dan serahkanlah Muhammad dan pengikut-pengikutnya kepada musuh-musuhnya yang sedang mengepung itu, sehingga keselamatan kamu semua terjamin”.

Karena perkataan dan ajakan-ajakan pemimpin-pemimpin munafik dan Yahudi itu maka sebagian dari mereka ada yang terpengaruh dan mereka meminta kepada Nabi ﷺ agar dapat meninggalkan medan perang dan kembali ke rumah mereka.
Di antara yang meminta itu ialah Bani Harisah.
Alasan yang mereka kemukakan ialah rumah-rumah mereka berada di tempat yang berdekatan dengan pangkalan-pangkalan pasukan musuh sedang dindingnya tidak kuat, mereka khawatir musuh akan mengambil harta benda mereka”.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa semua alasan-alasan yang dikemukakan oleh orang-orang munafik dan Yahudi adalah alasan-alasan yang dibuat-buat saja.
Alasan-alasan itu mereka kemukakan semata-mata untuk menghindarkan diri dari ikut berperang beserta Nabi dan kaum Muslimin, karena mereka tidak melihat suatu keuntungan yang akan mereka peroleh.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah ucapan orang-orang munafik dan orang-orang yang lemah kemauan, “Wahai penduduk kota Madinah, kalian tidak memiliki alasan untuk tinggal di sini, di medan pertempuran yang akan mendatangkan kekalahan.
Kembalilah kalian ke rumah masing-masing!” Benar, sekelompok mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk kembali ke Madinah.
Mereka mengatakan, “Rumah-rumah kami tidak ada yang melindungi, maka dari itu kami mesti kembali pulang untuk mengamankannya.” Padahal tempat tinggal mereka tidak akan menjadi sasaran musuh seperti yang mereka katakan.
Mereka hanya mencari-cari alasan untuk melarikan diri dari medan pertempuran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ketika berkata segolongan di antara mereka) yakni orang-orang munafik (“Hai penduduk Yatsrib!) Yatsrib adalah nama kedua kota Madinah, tidak menerima tanwin karena ‘illat ‘alamiyah dan wazan fi’il (Tidak ada tempat bagi kalian) dapat dibaca muqaama dan maqaama, artinya tidak ada tempat tinggal bagi kalian (maka kembalilah kalian”) ke tempat-tempat tinggal kalian di Madinah, yang pada waktu itu kaum Muslimin telah berangkat keluar bersama dengan Nabi ﷺ ke salah satu lereng bukit di luar kota Madinah untuk menyambut kedatangan musuh.

(Dan sebagian dari mereka minta izin kepada nabi) untuk kembali pulang (seraya berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka.”) Tidak ada penjaganya sehingga keadaannya sangat mengkhawatirkan.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, tidak lain) (mereka hanya hendak lari) dari medan perang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah (wahai Nabi) ucapan sekelompok orang-orang munafik yang memanggil-manggil orang-orang Mukmin penduduk Madinah :
Wahai penduduk Yastrib (nama Madinah yang lama), kalian sudah tidak akan bisa bertahan dalam perang yang merugikan ini, maka sekarang pulanglah ke rumah kalian di dalam kota.
Lalu ada sekelompok orang-orang maunfik yang lain yang meminta izin kepada Nabi untuk pulang ke rumah mereka dengan alas an bahwa ia tidak terjaga, mereka mengkhawatirkannya.
Padahal sebenarnya tidak demikian, tujuan mereka dengan itu hanyalah berlari dari medan perang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kaum yang lainnya mengatakan seperti apa yang disitir oleh firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, “Hai penduduk Yasrib.” (Al Ahzab:13)

Yakni penduduk Madinah, seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih:

Telah diperlihatkan kepadaku dalam tidurku tempat hijrah kalian, yaitu suatu tanah yang terletak di antara dua harrah (tanah yang berbatu), maka pada mulanya aku berpikir itu adalah tanah Hajar, tetapi ternyata tanah itu adalah tanah Yasrib (kota Madinah).

Lafaz yang lain menyebutkan Madinah sebagai ganti dari Yasrib.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Saleh ibnu Umar, dari Yazid ibnu Abu Ziad, dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila, dari Al-Barra r.a.
yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang menyebut Madinah dengan sebutan Yasrib, hendaklah ia memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena sesungguhnya kota ini adalah Tabah, ia adalah Tabah.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara tunggal, di dalam sanadnya terkandung ke-daif-an, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Menurut suatu pendapat, dinamakan Yasrib pada asalnya karena seorang lelaki yang bermukim padanya dari kalangan bangsa Amaliqah, lelaki itu bernama Yasrib ibnu Mahabil ibnu Aus ibnu Amlaq ibnu Lauz ibnu Iram ibnu Sam ibnu Nuh.
Demikianlah menurut As-Suhaili.
As-Suhaili mengatakan, sesungguhnya di dalam kitab Taurat kota Madinah disebutkan mempunyai sebelas nama, yaitu Madinah, Tabah, Taibah, Miskinah, Jabirah, Mahabbah, Mahbubah, Qasimah, Majburah, Azra, dan Marhumah.

Diriwayatkan dari Ka’bul Ahbar yang mengatakan, “Kami menjumpai di dalam kitab Taurat Allah berfirman kepada kota Madinah, ‘Hai Taibah, hai Tabah, hai Miskinah, janganlah engkau mengurangi perbendaharaanmu, angkatlah bebatuanmu di atas bebatuan kota lainnya’.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tidak ada tempat bagi kalian.
(Al Ahzab:13)

Yakni di markas mereka itu yang ada didekat markas Nabi ﷺ

maka kembalilah kalian.
(Al Ahzab:13)

ke rumah dan kampung halaman kalian.

Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang).
(Al Ahzab:13)

Menurut Aufi, dari Ibnu Abbas r.a., mereka yang meminta izin ini adalah Bani Harisah, mereka mengatakan bahwa rumah-rumah mereka terbuka, mereka takut rumah-rumahnya dimasuki oleh para pencuri.
Hal yang sama dikatakan oleh lainnya yang bukan hanya seorang.

Ibnu Ishaq menyebutkan, orang yang mengatakan demikian adalah Aus ibnu Qaizi.
Dia mengatakan (kepada teman-temannya), “Beralasanlah kalian untuk pulang ke rumah kalian, bahwa rumah-rumah kalian adalah tidak ada penjaganya.” Yakni tidak ada yang menghalang-halanginya dari serangan musuh, padahal kenyataannya mereka takut kepada musuh.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka.
(Al Ahzab:13)

Yaitu tidaklah seperti apa yang mereka sangka.

mereka tidak lain hanyalah hendak lari.
(Al Ahzab:13)

Maksudnya, lari dari medan perang.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 13

AHLA YATSRIB
أَهْلَ يَثْرِب

Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu ahl dan Yatsrib.

Berkenaan maksud ahl sudah dijelaskan sebelum ini. Sedangkan makna Yatsrib, Muhammad As Sabuni berpendapat, ia adalah penduduk kota Madinah.

Istilah ini disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Ahzab (33), ayat 13.

At Tabari mengatakan, Yatsrib adalah nama negeri atau tempat, maka Madinah atau kota Rasulullah dikatakan berada di sudut Yatsrib.

Ibn Katsir berkata,
Yatsrib bermaksud Madinah sebagaimana yang disebut dalam satu riwayat yang sahih, “Diperlihatkan kepadaku dalam mimpi negeri tempat kamu akan berhijrah, negeri yang terletak di antara dua tanah yang tidak berpasir. Lalu dia pergi dan berhijrah. Maka diketahui negeri itu adalah Yatsrib,” Dan dalam lafaz yang lain ia adalah Madinah.”

Al Qurtubi berpendapat, Yatsrib adalah Madinah, Rasulullah menamakannya dengan Tayyibah (baik) dan Tabah (nyaman).

Abu ‘Ubaydah berkata,
Yatsrib adalah nama negeri atau tempat, dan Madinah adalah salah satu sudut darinya.”

As Suhayli berpendapat, ia dinamakan Yatsrib karena ia diduduki oleh keturunan Al Amaliq, namanya ialah Yatsrib bin ‘Umayl bin Mihla’il bin ‘Iwad bin ‘Amaliq bin Lawudh bin Iram.

Kesimpulannya, Yatsrib adalah Madinah, dan makna dari ahl Yatsrib ialah penduduk kota Madinah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:31

Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali’lmran.

Dinamai “Al Ahzab” yang berarti “golongan-golongan yang bersekutu” karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu’min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu’min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahzab (73 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahzab - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 73 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 33:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah33
Nama SurahAl Ahzab
Arabالْأحزاب
ArtiGolongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu90
JuzJuz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat73
Jumlah kata1307
Jumlah huruf5787
Surah sebelumnyaSurah As-Sajdah
Surah selanjutnyaSurah Saba’
4.9
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ QS AL-AHZAB SURAH 33 AYAT 13 ▪ al azhab 13-14 ▪ pesan yg terkandung dalam surat al ahzab ayat 13

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta