QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 30 [QS. 46:30]

قَالُوۡا یٰقَوۡمَنَاۤ اِنَّا سَمِعۡنَا کِتٰبًا اُنۡزِلَ مِنۡۢ بَعۡدِ مُوۡسٰی مُصَدِّقًا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیۡہِ یَہۡدِیۡۤ اِلَی الۡحَقِّ وَ اِلٰی طَرِیۡقٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Qaaluuu yaa qaumanaa innaa sami’naa kitaaban unzila min ba’di muusa mushaddiqan limaa baina yadaihi yahdii ilal haqqi wa-ila thariiqin mustaqiimin;

Mereka berkata:
“Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
―QS. 46:30
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
46:30, 46 30, 46-30, Al Ahqaaf 30, AlAhqaaf 30, Al Ahqaf 30, AlAhqaf 30, Al-Ahqaf 30

Tafsir surah Al Ahqaaf (46) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa serombongan jin yang telah mendengar bacaan Al-Qur’an dari Nabi Muhammad ﷺ menyeru kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah mendengar pembacaan ayat-ayat sebuah kitab yang telah diturunkan Allah setelah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa.
Kitab itu membenarkan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, menunjukkan jalan yang paling baik ditempuh seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat serta menerangkan jalan yang diridai dan jalan yang tidak diridai Allah.” Jin juga makhluk yang harus memikul kewajiban beribadah.
Firman Allah:

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
(Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jin-jin yang hadir saat Al Quran dibaca itu berkata, “Wahai kaum kami, kami telah mendengar sebuah kitab suci yang diturunkan setelah Musa, membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya dan memberi petunjuk kepada keyakinan yang benar dan syariat yang lurus.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab) yakni Alquran (yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya) seperti kitab Taurat (lagi memimpin kepada kebenaran) kepada agama Islam (dan kepada jalan yang lurus) yaitu tuntunan agama Islam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan adanya peringatan jin terhadap kaumnya melalui firman-Nya:

Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa.” (Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30)

Mereka tidak menyebutkan Isa karena Isa ‘alaihis salam diturunkan kepadanya kitab Injil yang isinya hanya mengandung nasihat-nasihat, hal-hal keutamaan, tetapi sedikit mengandung perkara halal dan haram.
Pada hakikatnya merupakan syariat yang menyempurnakan kitab Taurat, dan hal ini berarti yang dipegang adalah kitab Taurat.
Karena itulah jin mengatakan, “Yang diturunkan sesudah Musa.”

Hal yang sama telah dikatakan oleh Waraqah ibnu Naufal ketika Nabi ﷺ menceritakan kepadanya kisah turunnya Jibril ‘alaihis salam pada yang pertama kali, lalu Waraqah ibnu Naufal berkata, “Beruntunglah, dia adalah An-Namus (malaikat) yang pernah datang kepada Musa.
Aduhai, sekiranya diriku dapat hidup sampai di masa itu dan dalam keadaan kuat.”

yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30)

Yaitu kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala menyitir kata-kata jin:

lagi memimpin kepada kebenaran.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30)

Yakni dalam hal akidah dan pemberitaan.

dan kepada jalan yang lurus.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30)

dalam beramal.
Karena sesungguhnya Al-Qur’an itu mengandung dua perkara, yaitu berita dan perintah.
Beritanya benar dan perintahnya adil, seperti disebutkan dalam firman-Nya:

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil.
(Q.S. Al-An’am [6]: 115)

dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar.
(Q.S. At-Taubah [9]: 33)

Petunjuk adalah ilmu yang bermanfaat dan agama yang benar artinya amal yang saleh.
Demikianlah kata jin yang disitir firman-Nya: lagi memimpin kepada kebenaran.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30) dalam hal akidah (keyakinan).
dan kepada jalan yang lurus.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 30) dalam hal amal perbuatan.


Informasi Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)
Surat Al Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai “Al Ahqaaf” (bukit-bukit pasir) dari perkataan “Al Ahqaaf” yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud ‘alaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di “Al Ahqaaf” yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat
orang-orang mu’min akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab
risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapa, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

Kisah Nabi Hud a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Orang yang mementingkan keni’matan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat
orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahqaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 35 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 46:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,"Bukit-Bukit Pasir") adalah surah ke-46 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab'ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
4.7
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 46 30

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta